
Handphone Lala berdering dan langsung disambut sama yang punya, dia melihat nama Riana tertera di layar ponselnya.
" Iya Na, ada apa???? " Tanya Lala.
" Gak papa La, cuma bete doang pengen cari teman ngobrol. " Balas Riana di balik teleponnya.
" Uh, tak kirain ada yang penting. "
" Lu lagi dimana La??? "
" Ya di kost lah, emangnya mau dimana lagi. Kamu ga malam mingguan sama Arga??? " Tanya Lala.
" Gak nich, Arga lagi ada acara keluarga. " Jawabnya ketus.
" Terus kenapa lu gak ikut??? "
" Gue lagi malas nich, lagian gue malas berlama lama disana. Ujung - ujungnya ditanya kapan nikah sama Arga. Kan gue bete kalau ditanya begitu. kami kan masih mau menikmati masa pacaran kami. "
" Iya dech. Jadi malam ini jomblo dan aku yang jadi pelampiasan nich???? "
" Tahu aja sich lu La. eh La, gue kesitu ya??? Bete banget nich dirumah. "
" Tumben nanya, biasanya juga datang sendiri tanpa diundang. "
" Emangnya gue jelangkung, tunggu diriku ya. Aku siap siap terus otw ke situ. "
" Oke, jangan lupa bawa martabak ya...!!! Aku laper nich. " Pinta Lala sambil memegang perutnya yang keroncongan.
" Iya cantik. Tunggu gue ya "
Riana pun langsung memutuskan sambungan telponnya dan siap siap menuju kostan Lala, tanpa lupa membawa pesanan tuan putri.
Lima menit kemudian ada yang mengetuk pintu kamar Lala.
" Tumben tuch anak cepat. *T*api masa sich dia udah nyampe. Jangan - jangan dia tadi nelpon sudah ada di depan. awas ya Na kalau kamu ngerjain aku. " Ucap Lala dalam hati dan diapun bergegas membuka pintu.
" Eh, Ivone ada apa??? " Tanya Lala pada teman satu kost nya.
" Ada yang cari tuch di depan. " Balas Ivone.
" Siapa??? "
" Gak tau, cowok. Ganteng banget dan sepertinya tajir tuch, mobilnya aja Mercedes Benz Gla Class. Boleh juga lu La cari pacar. " Goda Ivone.
" Apaan sich, bukan aku kali yang di cari. "
" Emangnya gue oon, Yolanda Sari kan disini cuma satu, lu doang. "
" Iya juga ya. Tapi kamu yakin kalau yang dicari itu aku??? " Tanyanya bingung karena selama ngekost disini Lala gak pernah kedatangan tamu kecuali Riana.
" Udah temuin aja dulu, daripada diambil orang. Dari tadi si Sherly udah godain di depan. "
" Ya dech, aku ambil sweter dulu. Gak pede keluar pake tank top doang. Makasih ya Ivone. "
__ADS_1
" Iya, sama sama. " Balas Ivone sambil melangkah pergi menuju kamarnya.
Lala pun mengambil sweternya, setelah memakainya Lala pun keluar menemui tamunya.
" Siapa yang cari aku malam minggu begini ??? " Tanya Lala dalam hati.
Tanpa disangka rupanya Yoga yang datang mencarinya. sambil menunggu Lala, Yoga ngobrol dengan Sherly yang ganjen dan juga merupakan teman kampusnya tapi beda jurusan.
" Eh rupanya kamu Ga, udah lama??? " Tanya Lala.
" Gak kok baru juga nyampe. " Jawab Yoga.
" Keluar juga nich tuan putri, aku tinggal dulu ya. Yang dicari kan sudah muncul. " Ucap Sherly sambil melangkah pergi memasang wajah jengkel nya.
Tinggal Lala dan Yoga yang ada di teras depan rumah kostnya.
" Ada apa ga malam malam kesini??? " Tanya Lala membuka pembicaraan.
" Gak cuma pengen ketemu kamu aja, aku gak ganggu kan??? " Tanya Yoga.
" Gak juga sich, aku juga lagi santai aja di kamar. kamu tau dari mana kost aku??? " Tanya Lala.
" Dari Arga, maaf ya aku lancang. " Jawabnya hati hati.
" Arga cari masalah nich, awas nanti kalau ketemu. " Ucap Lala dalam hati.
" Gak masalah kok, lagian kan kita teman, jadi kamu gak usah canggung gitu dech. "
" Gue cuma dianggap teman. Sedih banget sich nasib gue. Gue mau jadi pacarmu la. " Gumam Yoga dalam hati.
" Eh ngomong ngomong kau mau minum apa??? " Tanya Lala membuyarkan lamunan Yoga.
" Gak usah ngerepotin La... "
" Gak papa, kan kamu tamu. Masa aku gak kasih minum. Tunggu sebentar ya. " Ucap Lala baru beranjak pergi menuju dapur.
Dan di dalam kamar Sherly mengintip dengan wajah marah melihat Yoga dan Lala. Sudah lama Sherly menyukai Yoga tapi gak pernah ada respon langsung dari Yoga. Dan sekarang Yoga lagi ngebet banget sama Lala.
" *A*was lu Lala, gue bakal bikin perhitungan sama lu. " Ucapnya Jengkel.
Lala keluar membawa dua cangkir teh, lalu menyajikan buat tamunya.
" Minum ga, maaf ini aja yang ku buatin. "
" Gak papa La, ini sudah bikin perut aku hangat kok. "
" Kamu ga malam mingguan sama cewek kamu??? " Tanya Lala mencari bahan pembicaraan.
" Aku kan belum punya pacar La, aku masih tunggu jawaban kamu. " Jawab Yoga penuh harap.
" Aku...... "
" Iya la, aku tau kamu belum mau menjalin hubungan sekarang. Tapi aku siap kok nunggu sampe kamu siap. " Ucap Yoga.
__ADS_1
" Aku jadi gak enak hati, maaf ya Ga. "
" Iya, tapi walau kita ga pacaran aku masih boleh kan jadi teman kamu??? " Tanya Yoga ragu.
" Ya iyalah, masa hal begitu harus ditanyain dulu. "
Jawab Lala.
Lagi asik ngobrol sama Yoga, akhirnya datang si cempreng Riana.
" Duh, ada berita baik nich kayaknya. " Goda Riana.
" Apaan sich Na. " Jawab Lala.
" Ngapain lu disini Na??? gak ngedate lu ama Arga??? " Tanya Yoga pada Riana.
" Dia lagi ada acara keluarga, dan lu ngapain malam minggu disni??? jangan bilang lu mau ngapelin Lala. " Tanya Riana.
" Maunya sich gitu, tapi si Lala ga terima tamu kalau untuk ngapelin dia. Terpaksa dech ga jadi. " Ucap Yoga.
" Kalian berdua apaan sich??? Dan kamu Riana, mana pesanan aku??? " Tanya Lala.
" Ini dia tuan putri, martabak telur spesial. Gara - gara ini aku jadi lama. antriannya panjang banget. " Ucap Riana jengkel.
" Iya, makasih ya sahabatku. Memang yang terbaik dirimu dech. " Ucap Lala sambil memeluk Riana.
" Dimakan Ga, ini enak loh..." Perintah Riana pada Yoga.
" Iya bawel, aku makan. " Jawab Yoga.
Mereka bertiga menikmati malam minggu sambil makan martabak telur dan terus bercanda hingga tak terasa waktu berlalu.
" Gila aja, udah jam sepuluh lewat. Aku pulang dulu ya. " Ucap Yoga tiba tiba.
" Iya, pantesan ja gue udah ngantuk. " Jawab Riana.
" Kalau gitu gue cabut dulu ya, lu mau ikut gue Na???? " Tanya Yoga.
" Gak usah ga, aku bawa mobil kok. Lagian aku malam ini mau nginap disini. Temanin tuan putri. Sudah lama gue gak ganggu malam minggu kelabunya. " Jawab Riana.
" Apaan sich lu, malam mingguku ga pernah kelabu kok. " Ucap Lala.
" Kalau gitu aku boleh donk nginap juga??? "
" Enak aja. " Jawab Riana dan Lala barengan.
" Sorry becanda, kalau gitu aku pamit pulang dulu ya. "
" Ya Ga, hati hati di jalan. " Ucap Lala.
" Ya, kalian juga jangan begadang. " Ucap Yoga lalu berlalu pergi.
Lala dan Riana langsung masuk kamar melanjutkan obrolan mereka yang tertunda.
__ADS_1