Terus Mencintai

Terus Mencintai
Bekal Makan Siang


__ADS_3

Kesepian kembali melanda Lala, semenjak kepulangan sang Mertua ke Korea. Kini hari - hari Lala hanya di isi dengan kegiatan yang membosankan buatnya.


Seperti hal nya pagi ini, Lala mencoba merayu sang suami agar di ijinkan kembali ke kantor.


" Mas, aku bosan tinggal di rumah. " Ucapnya ketika memakaikan Erick dasi.


" Kamu kan bisa cari kegiatan lain sayang. " Ucap Erick.


" Tapi mas, biarkan aku kembali bekerja. "


" Lebih baik kau diam di rumah, nanti sore aku akan pulang cepat. Kita akan ke dokter kandungan, aku heran sudah mau dua tahun kita menikah tapi kamu belum hamil juga. Aku sudah bekerja keras tiap malam. "


" Sabar mas, Tuhan belum memberikan kita kepercayaan untuk kita menjadi orang tua. "


" Tapi aku ingin segera memiliki anak, usiaku semakin bertambah sayang. "


" Aku tahu itu, mas pikir usiaku tidak bertambah. "


" Kamu jangan banyak protes sayang, kau cukup siapkan dirimu saja. Aku sudah mengatur semuanya. "


" Baiklah mas. Jam berapa kita akan pergi??? "


" Setelah jam pulang kantor, aku akan langsung menjemputmu. "


" iya, aku akan siap. Sekarang mari kita turun untuk sarapan. "


Mereka pun turun untuk sarapan bersama.


Selesai sarapan, Erick pun pamit pada istrinya.


Sampai di kantor, Erick langsung meeting dengan klient. Erick sengaja memajukan semua jadwalnya hari ini karena dia akan ke dokter kandungan sore ini.


Sementara itu Lala yang bingung harus berbuat apa di rumah, akhirnya dia pergi ke dapur untuk menyiapkan makan siang buat suaminya. Dia akan ke kantor memberikan kejutan buat suaminya untuk membawakan makan siang.


" Non Lala mau ngapain??? " Tanya Bi Tini.


" Eh Bibi. Lala mau bikinkan mas Erick makan siang. Nanti Lala bakal bawakan ke kantor. "


" Mau masak apa non??? "


" Ada daging gak bi??? "


" Ada non, tadi pagi bibi sudah beli. "


" kalau giti Lala masakin mas Erick rendang aja sama cap cay. Bahan nya lengkap kan bi??? "


" Semua ada non, biar bibi bantu ya??? "


" Boleh bi, makasih ya. "


" sama - sama non. "


Sambil masak Lala dan bi Tini mengobrol di dapur.


" Non, emangnya neng Riana masih lama di Korea??? "


" iya bi, masih sekitar dua tahunan. Kenapa bi??? "


" Gak papa non. Cuma rumah sepi banget, cuma ada non Lala dan den Erick. Kalau nyonya ada disini pasti lebih rame. "

__ADS_1


" Iya bi, sabenarnya Lala juga bosan terus di rumah. Apalagi mas Erick gak ngijinin Lala buat kerja. "


" Ngapain kerja non, kan den Erick sudah banyak uang. "


" Lala kan pengen cari kegiatan di luar. "


" Kenapa non Lala gak pergi arisan kayak artis - artis sama ibu - ibu sosialita. Pasti seru non. "


" Ih bibi, korban infotaiment. Lala gak suka kegiatan begitu. "


" Dulu nyonya selalu ikut kegiatan begitu buat ngilangin rasa bosan bilangnya. "


" Nanti lah Lala pikirkan bi. "


" Neng Riana apa kabar non?? "


" Dia baik - baik aja bi, dan sepertinya Lala bakal kalah dari dia bi. "


" emangnya kalah apa non?? "


" Dia lagi ngidam bi, baru masuk tujuh bulan pernikahannya Riana sudah hamil. Lala yang sudah dua tahun belum juga hamil. "


" Sabar aja dulu non. Belum rejeki namanya. "


" Iya bi. Tapi nanti sore Lala mau periksa kandungan lagi sama mas Erick. "


" mudahan segera di beri kepercayaan non. "


" Amin, makasih banyak bi. "


" Sudah siap makanannya non. "


" Iya non. "


Lala pun bergegas menuju kamar untuk ganti pakaian, sebentar lagi jam makan siang. Lala gak mau terlambat.


" Bi, Lala jalan dulu ya. "


" Iya non, hati - hati di jalan. "


Lala pun melajukan mobilnya menujh kantor suaminya. Sebentar lagi jam makan siang dan jalanan masih agak lenggang, jadi Lala bisa mempercepat sedikit laju kendaraannya.


Sampai di kantor, Lala memarkirkan kendaraannya dan langsung menuju loby. Sepertinya sudah waktu makan siang, sehingga sebagian karyawan sudah keluar kantor.


Di loby lala bertemu dengan Vivi, Rina dan Tyas.


" Mba Lala, kangen. " Ucap Tyas sambil memeluk Lala.


" Mba juga kangen sama kamu Yas. " Ucap Lala sambil membalas pelukan Tyas.


" Sama kami gak kangen mba??? " Tanya Vivi dan Rina bersamaan.


" Ya tentu kangen lah. Kalian mau keluar makan siang??? " Tanya Lala


" Iya mba, mba Lala mau ngapain??? " Tanya Vivi.


" Mau antarkan Mas Erick makan siang. " Ucap Lala sambil memperlihatkan paper bag yang ada di tangannya.


" Duh istri idaman banget. " Goda Rina

__ADS_1


" Kalian ini, gak hilang kebiasaan jahilnya. "


" Itu yang buat kami ngangenin mba. " Ucap tyas.


" Benar juga sich. "


" Kalau gitu mba Lala kerja aja lagi. " Ucap Vivi


" Mba mau banget kalau di ijinin sama mas Erick, tapi sayangnya gak di ijinin. "


" Kasian banget sich. " Ucap Vivi


" Sudah ah, kalian pergi lah makan siang. Nanti keburu habis waktunya. Mba juga mau ke atas antar makan siang. " Ucap Lala.


" Iya mba, kami pergi makan siang dulu ya. Selamat bertemu dengan Pak Erick. " Goda Tyas sebelum melangkah pergi dan yang lain malah ikut tertawa.


" Awas kalian ya. " Ucap Lala sambil senyum sendiri melihat kelakuan mantan anak buahnya.


Setelah kepergian mantan rekan kerjanya, Lala langsung menuju lift untuk keruangan suaminya.


" Mudahan aja Mas Erick belum makan siang. " Ucap Lala dalam hati.


Sampai di depan ruangan Erick, Rizal dan Sita siap - siap untuk pergi makan siang.


" Mas Erick ada di dalam kan??? " Tanya Lala.


" Eh ada kok, tapi.... "


Belum selesai omongan Sita, Lala langsung melangkahkan kakinya menuju ruangan Erick.


Masuk ke dalam ruangan suaminya, Lala di suguhkan pemandangan yang sungguh menyakitkan hati.


" Apa ini mas???? " Tanya Lala saat melihat Clara sedang memeluk Erick dari belakang.


Erick yang mendengar suara Lala langsung berbalik dan melepaskan pelukan Clara.


" Sayang, kamu ngapain kesini??? " Tanya Erick yang kebingungan.


" Jadi ini yang kau lakukan kalau berada di kantor. " Ucap Lala yang emosi dan air mata yang mulai mengalir.


" Dan kau Clara, tega - teganya kau menikamku dari belakang. Kau tahu kalau Erick itu suamiku. Tapi lihat kelakuan kalian berdua, sungguh menjijikan. " Ucap Lala lagi yang masih emosi.


" Itu semua gak seperti yang kau bayangkan sayang. Aku dan dia tak ada hubungan apa - apa. " Ucap Erick.


" Gak usah bohong mas. Lala melihat semuanya. " Ucapnya sambil membanting makanan yang di bawa dan semua menjadi berantakan.


" Tapi sayang, itu memang kenyataannya. Tak ada yang terjadi di antara kami. " Ucap Erick masih terua mencoba menjelaskan.


" Jujurlah pada istrimu Erick, apa sebenarnya yang terjadi diantara kita berdua. " Ucap Clara dengan penuh senyum kemenangan.


" Emang apa yang terjadi antara kita???? Kau hanya perempuan di masa lalu yang sudah lama ku lupakan. " Ucap Erick penuh dengan emosi.


" Lala gak tahu apa sebenarnya yang terjadi sekarang, yang Lala tahu mas Erick sudah membohongi Lala. " Ucap Lala


" Dan kau Clara, rupanya ini maksud dan tujuanmu mendekatiku selama ini. Kau memang perempuan tak tahu malu. " Maki Lala sebelum melangkah kan kakinya meninggalkan ruangan Erick.


" Sayang tunggu. " Teriak Erick mencoba untuk menghentikan langkah istrinya.


" Biarkan dia pergi Rick. Dia gak pantas buatmu. " Ucap Clara sambil menahan tangan Erick.

__ADS_1


" Jaga mulutmu Ra. Dia adalah istriku, dia lebih berhak berada disisiku daripada wanita ****** sepertimu. Dan satu hal yang harus kau ingat, aku mencintai Lala saat ini dan selamanya. Jadi aku peringatkan jauhi keluargaku. " Ucap Erick Sambil menghempaskan tangan Clara dan langsung menyusul Lala yang sudah meninggalkannya.


__ADS_2