Terus Mencintai

Terus Mencintai
Goodbye Erika


__ADS_3

Seperti yang di jadwalkan, hari ini Erika akan meninggalkan tanah air dan bertolak kembali ke Seoul melanjutkan pendidikannya yang tertunda beberapa hari.


Pagi pagi sekali dia sudah bangun dan bersiap. Lala sang kakak ipar pun turun tangan mempersiapkan keperluan adik iparnya. Sebelum ke bandara mereka menyempatkan diri sarapan bersama seperti biasanya.


" Sudah siap semuanya Ka??? " Tanya Lala ketika mereka menyantap sarapan bersama.


" Sudah kakak ipar. " Jawab Erika santai.


" Bagaimana Visa dan Boarding pass mu, jangan sampai tertingggal. Juga pasport mu. " Ucap Erick mengingatkan adiknya.


Erick tahu betapa ceroboh dan pelupa nya adiknya, itulah sebabnya dia melepaskan mamahnya ikut pergi menemani adiknya menempuh pendidikan di sana. Dia takut terjadi sesuatu pada adik semata wayangnya. Dengan adanya mamahnya disana dia bisa sedikit lebih tenang.


" Bang erick gak usah khawatir, dari semalam Erika sudah memepersiapkan semuanya. " Ucap Erika.


" Sudah, jangan cerita terus. Habiskan makan kalian lalu kita ke bandara. " Ucap Lala agar dua orang di depannya berhenti mengoceh.


Dan tanpa protes mereka berdua pun diam dan menghabiskan sarapan mereka.


Setelah sarapan mereka pun bersiap ke bandara untuk mengatar kepergian Erika.


Kurang lebih satu jam perjalanan menuju bandara, akhirnya mereka sampai. Erick pun menurunkan barang bawaan adiknya. Gak banyak hanya satu koper kecil dan sebuah paper bag.


Setelah setengah jam menunggu, panggilan keberangkatan pesawat yang akan di tumpangi Erika.


" Bang, Erika pamit ya. Ingat jangan buat kakak ipar menangis lagi. " Ucap Erika pada abangnya.


" Iya, kamu gak usah khawatir. Abang pasti ngebahagiain dia." Ucap Erick sambil melirik ke arah istrinya dan Lala yang di lirik semakin tersipu malu.


" Kakak ipar, kalau bang Erick macam macam lapor aja sama aku. Nanti Erika sama Mamah akan pulang buat ngehukum dia. " Ucap Erika lagi.


" Iya, lagian kalau dia macam macam nanti aku nyusul kamu aja ke sana. Biar dia kesepian di sini sendiri. " Ucap Lala sambil tertawa.


" Sudah, kamu harus segera masuk. Titip salam sama Mamah dan juga tante Neni, aku merindukan mereka. " Ucap Erick sambil mencium kening adiknya.


" Iya nanti Erika sampein. " Ucap Erika.


" Aku juga titip salam sama mamah Ka. Bilang ke dia aku kangen banget sama dia. " Ucap Lala sambil memeluk adik iparnya.


" Iya kakak ipar. Nanti erika sampein. Dan Erika tunggu kalian berdua disana. Dan juga kami disana menunggu kabar baik. " Ucap Erika sambil memegang perut Lala.


Lala dan Erick hanya bisa tertawa melihat kelakuan adiknya itu. Melepaskan kepergian seseorang yang di sayang memang menyisakan kesedihan, tapi jika untuk mengejar cita cita dan impian kenapa tidak.


Setelah pesawat lepas landas mereka pun menuju tempat parkir menuju ke rumah, karena hari ini weekend jadi mereka akan bersantai di rumah hari ini.

__ADS_1


" Mas aku ke toilet dulu ya. " Ucap Lala ketika mereka menuju ke tempat parkir.


" Mau aku temanin??? "


" Gak usah mas, biar aku sendiri. "


" Kalau gitu mas langsung ke mobil ya, mas akan tunggu kamu di sana. " Ucap Erick sebelum meninggalkan Lala.


Lala pun menuju ke toilet, setelah selasai dia pun segera menuju ke parkiran mobil, karena terburu buru tak sengaja dia menabrak seseorang.


" Sorry, aku gak sengaja. " Ucap Lala sambil membantu memungut tas orang yang di tabraknya.


" It's okey. Seharusnya kau yang meminta maaf karena tak memperhatikan jalan. " Ucap nya.


" Sepertinya kita sama sama salah. Sekali lagi aku minta maaf, dan aku harus segera pergi. " Ucap Lala pamit.


" Tunggu, sepertinya aku pernah melihat mu. " Ucap nya lagi.


Lala pun menatap perempuan yang berdiri di hadapannya. Sepertinya dia memang pernah bertemu dengannya, tetapi dia lupa dimana.


" Apakah kita pernah bertemu??? " Tanya Lala.


" Bukan kah kamu Yolanda Sari " Ucapnya lagi.


" Jeolmul Forest atau lebih tepatnya di Pulau Jeju. " Ucap nya dan membuat Lala mengingat semuanya.


" Ya, sekarang aku mengingatnya. Clara. " Ucap Lala


" Akhirnya kau mengingatku. Biasanya orang yang pernah berkenalan denganku akan selalu mengingatku, tetapi kau tidak. Apa wajah ku terlalu sulit di ingat ??? " Tanya Clara sambil tertawa.


" Maaf kan aku. Kau baru tiba di Indonesia??? "


" Seperti yang kau lihat. " Jawab Clara sambil menunjuk koper yang ada di tangannya.


" Lalu sekarang kau mau kemana??? "


" Aku akan langsung ke apartemen ku. "


" Kamu butuh tumpangan. Aku akan mengantarmu. "


" Gak perlu, teman ku akan menjemputku. Dia dalam perjalanan kesini. "


" Baiklah, kalau gitu aku akan pergi lebih dulu. Suami ku sudah menunggu di mobil. "

__ADS_1


" okey, kuharap kita bisa bertemu lagi. " Ucap Clara sambil mengulurkan tangannya.


" Semoga saja. Aku duluan ya. " Ucap Lala sambil membalas uluran tangan Clara.


Lala pun meninggalkan Clara yang masih menunggu seseorang yang akan menjemputnya.


" Kenapa lama sekali sayang, hampir saja aku menyusulmu tadi. " Ucap Erick ketika Lala sudah masuk dalam mobil.


" Maafkan aku mas, tak sengaja aku bertemu dengan kenalan baruku. "


" Siapa??? Seorang pria??? Aku mengenalnya??? " Tanya Erick bertubi tubi dan Lala hanya tersenyum.


" Dia seorang wanita sayang, aku tak sengaja mengenalnya ketika kita berada di Pulau Jeju. "


" Dia orang Korea. "


" Bukan, dia orang Indonesia. Kami bertemu ketika aku jalan - jalan ke Jeolmul Forest. Dia bekerja di Brazil dan sekarang dia kembali ke indonesia. Dia kembali untuk merebut kembali hati mantan pacar yang batal dia nikahi. " Ucap Lala menjelaskan.


" Oh ya. Sepertinya kau sudah kenal dekat dengannya, hingga kau mengetahui semua ceritanya. "


" Dia yang menceritakan sendiri, aku tak pernah bertanya. Dia orang yang aneh, menceritakan semua tentang dirinya pada orang yang baru ditemuinya sekali. "


" Mungkin dia merasa nyaman di dekatmu jadi dia mengungkapkan semua. Seperti diriku saat ini, aku selalu merasa nyaman ketika kau berada disampingku. " Ucap Erick sambil mencium punggung tangan istrinya.


" Kau selalu menggoda ku mas, aku jadi malu. " Ucap Lala sambil tertunduk malu.


" Hari ini kita mempunyai banyak waktu luang, bagaimana kalau kita ke Pantai, kamu mau??? " Tanya Erick.


" Aku mau banget mas. " Ucap Lala sumringah.


Erick pun melajukan mobilnya menuju pantai. Sampai di Pantai mereka pun turun untuk berjalan jalan.


" Kamu suka pantai La?? " Tanya Erick sambil menggandeng tangan istrinya.


" Aku suka banget mas, berjalan jalan di atas pasir sangat menyenangkan, hembusan angin, suara deru ombak dan juga hawa air laut begitu menenangkan hati dan pikiran. Dan mas tahu pantai di Pulau Jeju juga sangat indah. "


" Maafkan aku La, bulan madu yang kamu harapkan tidak berjalan sebagaimana mestinya. "


" Gak papa mas, mari kita lupakan semuanya. "


" Aku beruntung memilikimu La, sekali lagi maafkan aku. Mari kita membuka lembaran baru untuk pernikahan kita. Aku akan membahagiakanmu, aku mencintaimu La. " Ucap Erick sambil memeluk erat istrinya.


" Makasih mas, karena telah memilihku. " Ucap Lala yang mulai terisak.

__ADS_1


Lelah berjalan, akhirnya mereka pun beristirahat untuk mengisi perut. Setelah makan mereka pun langsung pulang ke rumah untuk istirahat.


__ADS_2