Terus Mencintai

Terus Mencintai
Kebenaran Terungkap


__ADS_3

Erick melajukan mobilnya ketika meninggalkan kantor siang ini. Dia sudah memberitahu Sita untuk mengosongkan jadwalnya setelah makan siang. Dan saat ini dia menuju restaurant untuk bertemu Sherly.


Kemacetan jalan raya siang ini cukup panjang, membuat Erick mengurangi laju kendaraannya.


" Keluar di waktu yang tidak tepat, kenapa harus terjebak di kemacetan ini. " Gumamnya dalam hati.


Disaat jam makan siang seperti ini, memang agak macet. Ketika ada celah untuk maju, Erick pun tidak sia sia kan kesempatan untuk membebaskan mobilnya dari kemacetan lalu lintas.


Setengah jam berikutnya akhirnya dia sampai dan langsung memasuki restaurant. Erick hanya memesan orange juice untuk membasahi tenggorokannya yang kering sambil menunggu Sherly. Hampir setengah jam menunggu tetapi perempuan itu belum juga menampakkan batang hidungnya.


Ingin menghubungi Sherly, tetapi dia tidak punya nomornya.


" Okey, aku akan menunggu setengah jam lagi. "


Tangannya terus memainkan ponsel sambil menunggu, sepuluh menit kemudian Sherly pun tiba.


" Sorry, aku sangat terlambat. " Ucapnya sambil meletakkan bokongnya di kursi yang ada di depan Erick.


" It's okey. Aku mengerti kesibukanmu. Seharusnya aku tidak mengganggu kegiatanmu. Maafkan aku. "


" Anda terlalu berlebihan tuan Erick. Tidak masalah bagiku menemui lelaki tampan sepertimu. " Godanya sambil mengembangkan senyumnya " Hal penting apa yang ingin anda bicarakan??? "


" Bisakah anda berbicara lebih santai terhadapku??? "


" Baiklah, tapi aku bingung harus memanggil anda. "


" Erick. Itu sudah cukup dan jangan di tambah embel embel yang lain. "


" Okey Erick, sampaikanlah yang ingin kau katakan. "


" Ini masalah istriku. Apakah kamu mengenalnya dengan baik???? "


" Ya aku sangat tahu siapa dia. Tapi aku gak ingin kenal dia dengan baik. "


" Maksudnya??? "


" Aku dan Lala hanya kuliah di tempat yang sama. Kalau kau ingin mengetahui semua tentang istrimu seharusnya kamu bukan datang padaku, tapi pada riana. tapi, sebenarnya apa yang ingin kau ketahui??? "


" Seharusnya memang begitu, tapi tak mungkin dia akan menceritakan semua padaku. "


" Apa kau sudah mencobanya??? "


" Belum "


" Apa yang ingin kau ketahui??? "


" Bagaimana lala ketika kuliah??? "


" Kau tahukan aku sangat membenci istrimu itu. Dia seorang wanita penggoda "


" Apa maksudmu???? " Erick mulai emosi tapi dia masih bisa menahannya.


" Dia telah merebut semuanya. Dia tak pantas mendapatkanmu Erick. Kau terlalu sempurna buatnya. " goda sherly.


" Dasar ******, disaat seperti ini dia masih bisa menggodaku. " Gumam Erick dalam hati.


" Apakah kau mengetahui tentang video??? "


Mendengar pertanyaan Erick, membuat Sherly kaget dan bungkam sejenak.


" Aku tak tahu apa apa tentang video itu . Jangan tanyakan padaku. " Ucapnya dengan tenang untuk menghilangkan kegugupannya. Dia tidak ingin Erick tahu bahwa dia dalang dari pengiriman video itu.


" Kau yakin tidak mengetahuinya??? "


" Aku bersumpah tidak pernah melihat video mesum itu. "


" Skakmat. Mati aku bagaimana aku bisa mengatakan video mesum sedangkan dia tidak mengatakannya sama sekali. " Gumamnya dalam hati dan mulai panik.


" Video mesum??? Aku tak pernah mengatakan itu. katakan sejujurnya padaku??? "


" Bukan itu maksudku, aku hanya asal mengatakan. "


" Oh ya, tapi tebakanmu tepat sekali. Boleh aku tahu siapa pemeran utama video mesum yang kau maksud?? "


" Okey, aku tak akan berpura pura lagi di depanmu. Memang aku yang mengirim video itu padamu. Aku ingin menghancurkan pernikahanmu dengan Lala karena aku sangat membencinya. Dan aku tak ingin meminta maaf pada kalian berdua. Puas??? "


" Akhirnya kau mengakui kesalahanmu. Tapi bukan jawaban itu yang ingin ku dengar. Katakan padaku siapa pria yang ada di video itu??? "


" *A*paaaaa, Erick tidak tahu siapa lelaki yang bersama Lala. jadi Lala tak pernah mengatakannya. Okey, ini kesempatan buatku menghancurkan ****** itu. Enak saja dia bisa hidup berbahagia. Bukankah aku lebih cantik dan seksi dari Lala. Lebih baik Erick bersamaku. " Gumam Sherly dalam hati.

__ADS_1


" Apa kau benar ingin mengetahuinya??? Apakah kau sudah siap untuk mendengarnya??? "


" Katakanlah padaku sekarang!!!! "


" Kalau aku mengatakan, apa yang kudapat darimu? "


" Apa saja. Kamu boleh memintanya. "


" Bersenang senanglah denganku malam ini. "


" Jangan mimpi. Aku tidak ingin menikmati tubuh kotormu itu. " Ucap Erick dalam hati.


" Akan aku pikirkan tawaranmu. Sekarang katakan padaku. "


" Lelaki itu bernama Yoga Pratama. Dia teman kuliah kami dan lala selalu saja menggodanya untuk mendapatkan Yoga. Dia kaya dan tampan, wanita mana yang tidak tertarik padanya. Dan lelaki mana yang akan menolak ketika diajak tidur dengan seorang wanita. "


Erick yang mendengar penjelasan Sherly semakin marah. Dia pun mengepalkan tangannya di bawah meja.


" Aku tak menyangka kelakuanmu seperti itu La. " Gumam Erick dalam hati.


" Sepertinya Erick sudah terpancing dengan omonganku. " Gumam Sherly dalam hati.


" Aku sudah mengatakan semuanya padamu. Sekarang aku menagih janjimu. "


" Aku tak pernah berjanji padamu. Tapi mungkin aku akan memikirkannya. "


" Okey, aku akan menunggunya. Sekarang aku harus pergi, pemotretanku satu jam lagi, aku harus bersiap siap. "


" Baiklah, mari kita keluar bersama. "


Setelah Erick membayar tagihan, mereka pun bersama menuju tempat parkir.


" Kita berpisah disini saja. Kamu bisa menghubungiku bila kau bosan, kita bisa bersenang senang bersama. " Ucap Sherly sambil menyerahkan sebuah kartu nama sebelum dia masuk ke mobilnya.


" Baiklah, berhati hatilah di jalan. "


Setelah kepergian Sherly, Erick hanya memandang kartu nama yang di berikan padanya lalu membuangnya.


" Kau pikir aku mau bersenang senang denganmu. ada hal lain yang lebih penting harus kuselesaikan. " Gumamnya dalam hati lalu dia masuk ke dalam mobilnya dan melajukan ke tempat tujuannya sekarang.


Sampai di tempat tujuannya, masih dengan amarah dia langsung menuju lift. Menekan tombol naik untuk membawanya ke ruangan Yoga. ya, dia akan buat perhitungan dengan Yoga.


Tanpa permisi dia pun langsung masuk ke dalam ruangan tersebut. Di dalam ada Yoga, Riana dan tunangannya Arga juga seorang pria yang tidak di kenalnya.


Melihat Erick yang masuk tanpa permisi membuat pandangan mereka beralih ke Erick semua.


" Bang Erick, ada apa??? " Tanya Riana yang dikagetkan dengan kedatangan Erick yang tiba tiba tapi Erick tak menggubris riana


" Pak Erick, apa kab.... "


bught.....


Suara tinju Erick langsung mendarat di wajah Yoga dan langsung membuat ujung bibirnya berdarah.


" Brengsek kau Yoga " Ucap Erick yang masih di penuhi amarah.


" Bang Erick, ada apa ini??? " Teriak Riana yang penuh amarah karena kaget dengan tingkah Erick.


Yoga yang tersungkur karena tinju Erick pun sudah bisa berdiri. Menerima pukulan yang tiba tiba membuatnya tumbang.


" Ada apa ini Pak Erick??? "


" Kamu masih bertanya ada apa??? Seharusnya aku yang bertanya apa yang sudah kau perbuat pada istriku??? "


Pertanyaan Erick membuat mereka semua bungkam, terlebih Thio. Hanya Arga yang bingung dengan kejadian ini. Dia menatap Riana mengharapkan jawaban atas semua kejadian yang ada di depan matanya, tapi nihil karena tak ada seorang pun yang membuka mulut.


" Apa maksudnya Bang??? " Akhirnya Riana buka suara dan menatap Erick supaya memberi penjelasan padanya.


" Masalah video itu, kalian pikir aku tak tahu siapa pria bersama Lala saat itu. " Ucapnya sambil menatap tajam pada Yoga.


Akhirnya Riana mengerti hal yang membuat Erick begitu murka.


" Ada apa sebenarnya??? Video apa yang dimaksud Riana??? " Tanya Arga yang masih bingung dengan semua yang terjadi.


" Sekarang bukan saat yang tepat untuk menjelaskannya Ga. Nanti aku cerita semua. " Ucap Riana agar Arga tidak bingung.


" Erick bisakah kita berbicara tanpa ada kekerasan??? " Tanya Yoga yang masih merasakan perih di ujung bibirnya.


" Benar Bang, bisakah Abang menahan amarah Abang??? Tapi darimana Abang mengetahui semuanya??? " Tanya Riana penuh selidik.

__ADS_1


" Apa masih perlu kalian mengetahui dari siapa aku mendapatkan jawaban dari semua ini??? "


" Riana rasa itu perlu Bang. Tapi tanpa Abang mengatakannya sepertinya Riana bisa menebaknya. Pasti perempuan ****** itu yang memberitahukan pada Abang. Apa saja yang dia katakan bang??? "


" Apa aku harus menjelaskan dihadapan kalian semua??? "


" Satu hal yang harus abang tahu, Lala tak seburuk yang abang pikirkan. Dia wanita baik baik. Selama ini Lala sudah cukup menderita karena kejadian yang menimpanya. " Ucap Riana sambil menatap nanar ke Erick.


" Jadi kau mengetahuinya sejak lama Riana??? "


" Gak Bang, Riana tahu tak lama setelah Yoga hadir kembali dalam kehidupan Lala, beberapa minggu menjelang pernikahan Abang dan Lala. Dia menyimpan rapat dukanya selama ini sendiri. "


Yoga yang mendengar ucapan Riana hanya bisa tertunduk mendengar semua ucapan Riana. Begitu dalam rasa penyesalan dalam dirinya saat ini.


" Lepaskan Lala bang kalau abang tak bisa menerima masa lalunya. Dia mungkin bisa berbahagia dengan orang lain yang mencintainya dengan tulus. "


" Aku tak akan pernah melepaskan istriku. " Ucapnya sambil menatap Yoga dengan penuh kemarahan.


" Jadi sekarang apa mau Abang??? Terus menyiksa batin orang yang sangat mencintai Abang??? "


" Maafkan aku, semua itu salahku. " Ucap Thio akhirnya setelah sekian lama bungkam.


" Apa lagi ini?? Apa hanya aku saja yang gak tahu apa apa??? " Arga yang mendengar ucapan Thio makin gak ngerti semua keadaan ini.


" Siapa dia Na??? " Tanya Erick bingung.


" Dia Thio bang, semua kejadian itu terjadi dipesta ulang tahunnya. Dan Lala meminum minuman yang seharusnya milik Yoga. Sherly sengaja menaruh obat perangsang pada minuman itu karena dia ingin memiliki Yoga. Dan akibatnya Lala harus kehilangan semuanya. "


" Tapi bukan itu yang diceritakan Sherly padaku. "


" Apa yang dikatakannya??? Pasti dia mengatakan Lala selalu menggoda Yoga. Dia memang gak pernah berubah dan abang dengan begitu bodohnya mempercayai semuanya. Miris sekali pemikiranmu Bang. Riana benar benar kecewa pada Abang. "


" Mengapa Lala tak pernah mengatakan semuanya??? "


" Apa Abang pernah mendengarkan penjelasan Lala?? Gak pernah kan. Dimata Abang semua salah Lala, Lala tak pernah bohong bang, dia sangat mencintai Abang. Dia sengaja tidak memberitahukan soal Yoga, karena dia tahu akan berakhir dengan perkelahian. "


" Seandainya dari awal kau berkata jujur na, pernikahanku dan Lala tak akan seperti ini. Dia tak akan pernah menangis setiap malam. "


" Apa maksudmu Rick??? mengapa kau membuat Lala menangis?? " Tanya Yoga penasaran.


" Semua karena dirimu. "


" Brengsek. "


bught....


Tinju nya pun mendarat di wajah Erick.


" Yoga hentikan. " Teriak Riana panik melihat dua orang di depannya akan beradu jotos.


Arga dan Thio pun melerai mereka berdua.


" Lepaskan dia kalau kau menyiksanya. Aku bisa membahagiakan dia. " Teriak Yoga.


" Jangan mimpi untuk memiliki istriku. Langkahi dulu mayatku. "


" Betapa bodohnya Lala mencintai lelaki sepertimu. Lelaki yang tidak bisa menghargai perasaan wanitanya. "


" Persetan denganmu. " Teriak Erick.


" Dia istriku dan aku akan membahagiakannya. " Teriaknya lagi.


" Lepaskan aku, aku akan pergi dari sini. Aku tak ingin melihat wajahnya lagi. " Ucap Erick pada Thio yang mulai tadi menahan tubuhnya.


Erick pun meninggalkan kantor Yoga dan langsung menuju kantornya. Sampai di kantor dia sengaja menuju ruangan Lala untuk melihat istrinya, tiba tiba dia sangat merindukan istrinya yang sudah lama tidak pernah di peluknya. Dari luar dia hanya melihat istrinya yang sedang sibuk dengan kegiatannya.


" Maafkan aku La. Selama ini aku sudah salah menilaimu. Aku mencintaimu. " Gumamnya dalam hati sambil terus menatap istrinya.


Tiba tiba dia dikejutkan oleh seseorang di belakangnya.


" Pak Erick, ada yang bisa saya bantu?? " Tanya Vivi.


" Oh tidak ada. Aku akan kembali ke ruanganku. " Ucap Erick lalu melangkah pergi meninggalkan Vivi yang masih termenung melihat kepergian bosnya.


" Hei lihat apa??? " Suara Rina mengagetkan Vivi.


" Tidak ada. Ayo kita masuk. " Ajaknya.


□□□□□□□□□

__ADS_1


__ADS_2