
Lala hanya bisa menatap mobil yang di tumpangi suaminya dalam diam. Seakan tak rela ketika perlahan - lahan mobil menghilang dari pandangannya. Melaju kencang meninggalkan pekarangan rumah. Ketika pagar tinggi pembatas rumahnya sudah tertutup kembali Lala pun melangkahkan kakinya menuju ke dalam rumah untuk kembali melanjutkan kegiatan yang sempat tertunda tadi karena harus mengantarkan suaminya.
" Tahan rindumu La, Erick hanya pergi beberapa hari saja. " Gumamnya dalam hati saat bokongnya sudah berada di atas sofa yang berada di ruang keluarga.
Melanjutkan menonton televisi, Lala mengambil remote untuk memindahkan chanell yang ingin di nontonnya. Tapi percuma mood nya untuk menonton televisi telah hilang bersama keberangkatan suaminya tadi. Dan sekarang dengan langkah gontai dia pun melangkahkan kakinya menuju lantai dua rumahnya untuk kembali ke kamarnya.
" Hmmmm seandainya tadi Mas Erick mengijinkan ku untuk ikut, aku tak akan bosan seperti saat ini. Sekarang apa yang harus aku lakukan???? baru beberapa menit dia pergi aku sudah merindukannya. Tapi anggap saja sekarang dia berada di kantor seperti biasanya. " Gumamnya dalam hati sambil melangkahkan kakinya menuju balkon.
Menatap keadaan perumahan sekitar dari atas balkon. Perumahan yang sekarang dia tempati termasuk daerah kawasan perumahan elite di sini. Erick membawanya tinggal disini ketika mereka baru saja menikah. Sebenarnya sebelum mereka menikah Erick sudah menyiapkan rumah impian untuk mereka tinggali. Tapi Lala menolak untuk pergi kesana karena dia ingin tinggal bersama mertuanya agar tidak kesepian dan sekarang dia tetap kesepian karena sang mertua harus menemani Iparnya yang sedang menyelesaikan pendidikannya. Dan walhasil rumah yang sudah di beli hanya di tempati pembantu untuk membersihkan rumah tersebut.
○○○○○○
" Sorry, kamu gak papa kan??? " Tanya seseorang ketika tidak sengaja menabrak tubuh Lala dan menyebabkan barang belanjaan yang di bawanya jatuh berserakan di area parkiran.
Lala pun sedikit menunduk untuk memungut barang yang di bawanya di bantu oleh lelaki tersebut.
" Gak papa, aku aja yang kurang hati - hati. " Ucap Lala tanpa memperhatikan wajah orang tersebut karena masih memungut buah yang berserakan.
" ini belanjaanmu. " Ucapnya lagi sambil menyerahkan paper bag belanjaan Lala.
Lala pun menerimanya, seketika dia kaget melihat seorang lelaki bule yang ada di depannya. Seakan tak percaya bahwa dia akan melihat lagi lelaki yang pernah dia temui di awal pernikahnnya dengan Erick.
" Sean, it's you right??? " Ucap Lala seakan takj percaya bahwa lelaki itu berdiri di depannya.
" Yolanda, What are you doing here??? Mana Erick??? " Tanya nya dengan menggunakan bahasa indonesia yang masih kaku di lidahnya.
" Dia sedang ke luar kota Sean. Sejak kapan kau berada di Indonesia??? " Tanya Lala penasaran.
" Aku akan menjawabnya nanti. Lebih baik kita mencari Kafe untuk mengobrol. " Ucap Sean masih dengan aksen inggris yang terlalu kentara.
" Baiklah, tapi ijinkan aku meletakkan barang belanjaanku di dalam mobil terlebih dahulu. " Ucap Lala sambil membuka tasnya untuk mencari kunci mobilnya.
Setelah mendapatkan kunci mobilnya, Lala pun memencet tombol kunci agar pintu mobilnya bisa terbuka. Setelah terdengar bunyi Bipp alhasil pintunya sudah terbuka dan dia pun memasukkan dua kantong belanjaannya ke dalam mobil.
Setelah mendapatkan cafe yang di inginkan, mereka pun masuk dan memesan minuman dan beberapa makanan ringan untuk menemani obrolan santai mereka siang ini.
__ADS_1
" You haven't answered my question, Sean. Kapan kamu datang ke sini??? " Tanya Lala ketika pramusaji berlalu meninggalkan mereka setelah meletakkan pesanan mereka di atas meja.
" About two weeks ago i arrived in Indonesia. " Jawab Sean santai sambil menikmati Jus Alpukat di depannya.
" Apa dua pekan??? Dan selama itu kamu gak pernah hubungi kami??? Kamu terlalu Sean. " Ucap Lala
" Sorry i'm bussy. Jadi gak sempat menghubungi kalian. "
" benarkah??? Tapi apa yang membuatmu begitu sibuk hingga melupakan kami??? "
" Aku ada beberapa pekerjaan disini, dan itu begitu menyita waktuku. "
" Baiklah, berapa lama kau ada disini?? "
" Aku akan berada disini beberapa bulan ke depan atau mungkin sampai setahun. Sampai pekerjaanku selesai baru aku akan kembali. Oh ya, berapa lama Erick berada di luar kota??? "
" Dia berada di Bandung beberapa hari ke depan, mungkin lusa baru dia kembali. Aku akan mengabarimu ketika dia kembali. "
" It's okey. Aku juga masih lama berada disini. Dan sepertinya tak lama lagi aku akan mendapatkan new niece "
" Berapa bulan usia kandunganmu La??? "
" Sekarang masuk bulan kelima. Dia seorang perempuan. "
" Selamat La, aku senang mendengarnya. Pasti dia akan secantik mommy nya. "
" Terima kasih Sean. Apakah kau sudah menikah Sean??? "
" I'm single. Aku belum menemukan wanita yang cocok dengan kepribadianku ini. Aku harap bisa menemukan wanita baik seperti kamu La. "
" Semoga saja Sean. Kamu lelaki baik pasti akan bertemu wanita baik juga. Tapi jangan terlalu lama juga, usia sudah cukup matang untuk berumah tangga. "
" Kenapa kau tak perkenalkan aku dengan teman - temanmu yang baik dan juga cantik La. Rekomendasi darimu pasti tidak akan mengecewakan. "
" Aku tak begitu mempunyai banyak teman Sean. Sahabatku sudah menikah dan aku tak punya sosok seorang wanita untuk ku perkenalkan padamu. "
__ADS_1
" It's okey, aku akan mencari sendiri. "
" Dan pastikan ketika kau mendapatkannya kau harus memperkenalkan pada kami. "
" Okey Nyonya Erick, aku akan membawa kehadapanmu ketika menemukannya. Kau harus menilai apa dia sudah cukup pantas bersanding denganku nanti. Aku juga ingin segera punya anak seperti Erick, pasti akan sangat menyenangkan. "
" Itu benar Sean, Erick sudah tidak sabar menantikan buah cinta kami. "
" Erick sudah banyak berubah, dan aku tahu semua perubahan itu berkat dirimu. Kamu memang perempuan hebat La. "
" Kamu terlalu memujiku Sean. "
" Dan itu memang kenyataannya. Dan sekarang habiskan makanan yang ada di depanmu. "
" Okey, aku akan habiskan semuanya dan tak akan tersisa sedikit pun. " Ucap lala yang mulai menikmati makanannya.
" Habiskan ibu hamil, kalau masih kurang kita bisa memesannya lagi. "
" Ini sudah cukup Sean. "
" Kamu semakin cantik La, apalagi sekarang kamu sedang mengandung. Kamu terlihat lebih menawan dengan pipi chuuby mu itu. Seandainya aku berada di posisi Erick saat ini, mungkin aku akan jadi lelaki paling bahagia sedunia. Hmmmm andaikan aku lebih dahulu bertemu denganmu La. " Gumam Sean dalam hati sambil ikut menikmati makanan yang ada di depannya tetapi matanya tak henti menatap ke arah Lala dan memperhatikan tingkah lucu wanita tersebut.
" Kau menertawakanku Sean??? dan It's funny??? "
" Aku tidak tertawa La, aku hanya tersenyum melihat caramu makan. "
" Ada apa dengan caraku??? "
" Kau memakan dengan cepat, seakan takut kalau aku mengambilnya. "
" Selama aku hamil, nafsu makan ku bertambah. Dan hasilnya seperti ini, aku semakin gendut. "
" Tapi tetap cantik La, pipimu terlihat lebih menggemaskan daripada terakhir kali kita bertemu. "
" Tak usah menggodaku, lebih baik habiskan minumanmu dan juga bantu aku menghabiskan ini semua. Aku mulai kenyang dan tak sanggup untuk menghabiskannya. "
__ADS_1
Setelah menikmati makan siang, mereka pun meninggalkan cafe. Berpisah di tempat parkir, dan Lala pun langsung melajukan mobilnya setelah berjanji akan kembali bertemu Sean ketika Erick kembali dari perjalanan bisnisnya.