Terus Mencintai

Terus Mencintai
Pamit


__ADS_3

Lala menuruni tangga menuju ke ruang tamu untuk menemui kedua tamunya. Dari kejauhan Lala bisa melihat Clara dan seorang lelaki sedang duduk di sofa menanti kehadirannya.


" Maaf sudah membuat kalian menunggu " Suara Lala menghilangkan keheningan di antara mereka membuat Clara dan lelaki tersebut berdiri menyambut kedatangannya.


" Tidak apa - apa. Seharusnya kami yang minta maaf karena telah mengganggu waktu istirahatmu. " Ucap Clara.


" Silahkan duduk. Suamiku sebentar lagi akan turun. Tapi ada perlu apa kau kesini Clara??? Dan siapa dia??? " Pertanyaan Lala bertubi - tubi sambil menunjuk ke arah pria di samping Clara.


" Maaf, aku hampir lupa memperkenalkan dia. " Tunjuknya pada pria yang berada di sampingnya. " Dia Luis Edward, Suamiku. " Ucap Clara.


Mendengar perkataan Clara, Lala agak terkejut. Dia tidak menyangka bahwa Clara telah menikah dengan seorang pria blasteran. Dari yang di dilihatnya kemungkinan pria itu keturunan Brazil. Dan yang membuatnya semakin bingung, jika dia sudah menikah kenapa masih mengganggu kehidupan rumah tangganya.


Masih dalam kebingungan, Erick pun muncul dari arah loteng menuju ke ruang tamu dan ikut bergabung dengan mereka.


" Katakan keperluanmu setelah itu kalian silahkan angkat kaki dari rumah ini. " Ucap Erick tegas dan membuat Lala menjadi gak enak hati.


" Kami kesini untuk meminta maaf atas semua kejadian yang telah menimpa keluarga anda dan juga untuk berterima kasih untuk semuanya. " Ucap Luis Edward dengan bahasa indonesia dengan aksen brazil yang sangat kentara.


" Mas, aku masih belum paham atas semua ini. Ada apa sebenarnya???? " Lala yang masih bingung sangat mengharapkan penjelasan dari suaminya.


" Sebenarnya La, semua kejadian yang selama ini terjadi adalah rencana ku. Aku sengaja mendekati Erick kembali untuk mendapatkan uangnya. Dan karena kejadian kemarin dia menjebloskanku ke penjara. Karena itu sekarang Luis berada disini untuk meminta belas kasihan dari suamimu agar melepaskanku dari penjara. " Ucap Clara penuh penyesalan.


" Dan satu hal lagi, terima kasih karena telah membantu pengobatan anak kami. Kami sudah menerima kabar dari neneknya bahwa dia bisa melanjutkan kemoterapy. Ada seseorang yang telah membayarnya, dan kami sangat yakin pasti anda yang melakukannya Tuan Erick. " Ucap Luis.


Lala hanya diam mendengarkan semua penjelasan dari dua orang di depannya. Dan dia juga tidak menyangka suaminya masih punya sifat kemanuasiaan setelah apa yang dibuat Clara pada dirinya dan juga rumah tangganya.


" Aku harap kamu tidak pernah muncul dihadapanku lagi Ra untuk mengganggu ketenangan rumah tanggaku dengan Lala. Konsentrasilah pada pengobatan putrimu, telepon aku jika kamu membutuhkan bantuan untuk pengobatan anakmu


" Ucap Erick


" Sekali lagi terima kasih Rick. Kamu sungguh beruntung mendapatkan istri sebaik Lala. Dia telah merubahmu menjadi sosok yang hangat dan juga penolong. Semoga kehidupan rumah tangga kalian selalu dilimpahi keberkahan. " Ucap Clara tulus.

__ADS_1


" Terima kasih Ra, semoga kehidupan rumah tanggamu juga seperti itu. " Balas Lala.


" Kami harus segera pergi, dua jam lagi pesawat yang akan kami tumpangi akan segera berangkat. Sekali lagi terima kasih untuk semuanya. " Ucap Luis sambil mengulurkan tangan pada Erick.


" Semoga selamat sampai tujuan. " Ucap Erick sambil membalas uluran tangan dari Luis.


" Terima kasih La " Ucap Clara sambik memeluk Lala.


" Hati - hati di jalan Ra. Jadilah ibu yang baik untuk putri kecilmu. Semoga dia cepat sembuh. " Ucap Lala sambil membalas pelukan Clara.


" Terima kasih La. Kamu memang perempuan yang baik. " Ucap Clara.


" Kami pamit. "


Lala dan Erick mengantar tamunya pergi menuju tempat parkir. Disana taxi sudah menunggu untuk mengantar mereka ke Bandara. Pesawatnya gak lama lagi akan lepas landas membawanya kembali ke Brazil untuk menemui putrinya yang sedang berjuang melawan penyakit yang di deritanya.


" Aku tak tahu bahwa suamiku begitu baik. Tapi apa sebenarnya yang terjadi mas??? " Tanya Lala ketika mereka sudah berada di kamar.


" Apa pekerjaan suaminya Clara mas?? "


" Dia seorang pebisnis, sama seperti Mas. Tapi perusahaan terancam bangkrut. Dia telah di tipu seorang client. Jadi Mas berniat membeli perusahaan itu, dan kejutan buatmu perusahaan itu Mas beli atas namamu. Mas akan mempercayakan pada suami Clara untuk mengurus semuanya. "


" Mas percayakan padanya??? Mas yakin ??? "


" Mas sudah menyelidiki latar belakangnya. Dia lelaki pekerja keras dan juga bertanggung jawab. Mas mempercayakan padanya tetapi juga Mas mengawasinya dari sini. Semua sudah di atur oleh Rizal. Jadi kamu gak usah khawatirkan masalah itu. "


" Mas Rizal memang selalu bisa diandalkan. Beruntung Mas punya sahabat dan juga asisten seperti dia"


" Sudahlah kita tak usah membahas hal lain, lebih baik kita melanjutkan yang tadi tertunda. " Ucap Erick sambil tersenyum ke arah Istrinya.


□□□□□□□□□

__ADS_1


Meninggalkan kantor cukup larut. Yoga melajukan mobilnya menuju rumah orang tuanya. Sekarang hampir pukul sepuluh malam, sebenarnya dia ingin segera pulang ke Apartemennya tapi dia sudah berjanji pada orang tuanya akan menginap malam ini karena besok akhir pekan.


Berada di depan pintu pagar rumahnya, Yoga membunyikan klakson untuk membangunkan satpam agar membukakan pintu pagar. Satpam yang terkejut melihat sebentar, mengetahui mobil tuan mudanya berada di depan dia pun bergegas membuka pagar yang sudah dia kunci satu jam yang lalu.


" Maaf Mang Udin, membangunkan malam - malam begini. " Ucap Yoga.


" Gak apa - apa Den Yoga, sudah tugas saya. "


" Kalau gitu saya masuk dulu ya Mang, jangan lupa pagarnya di kunci lagi. Saya mau nginap malam ini. "


" Beres Den Yoga. "


Setelah berbincang sejenak dengan Mang Udin satpam rumahnya, dia pun memarkirkan mobilnya. Memasuki rumahnya, keadaan sudah sepi. Hanya Bi Ratmi yang membukakan pintu rumah.


" Mami sama Papi mana Bi ??? "


" Tuan fan Nyonya berada di kamarnya Den. Mau saya bangunkan Den??? "


" Gak usah Bi, Saya juga mau istirahat, capek Bi. "


" Den Yoga mau saya siapkan makan malam??? "


" Saya sudah kenyang Bi. Tadi makan di kantor. Sekarang saya mau mandi lalu istirahat. Jadi Bi Ratmi bisa istirahat juga sekarang. "


" Baik Den Yoga. "


Yoga pun menuju ke lantai dua untuk menuju ke kamarnya. Langsung mandi lalu setelahnya mengambil beberapa berkas yang belum sempat dia selesaikan tadi di kantor. Beberapa jam berkutat dengan berkas di depannya, dia pun melihat jam di dinding kamarnya dan sudah menunjukan pukul 12 malam.


" Pantas saja mata tak bisa di ajak berkompromi. lanjutkan besok, sekarang waktunya merebahkan diri. " Gumamnya dalam hati.


dan akhirnya Yoga pun beristirahat melepaskan lelah setelah seharian disibukkan dengan meeting dan berkas.

__ADS_1


__ADS_2