Terus Mencintai

Terus Mencintai
magang


__ADS_3

Hari ini hari terakhir Kala dikampus, karena dalam tiga bulan ke depan dia akan melaksanakan magang. Otomatis kegiatannya dikampus berkurang dan akan berkutat dengan dunia baru. Dia ke kampus hari ini hanya untuk menyerahkan tugas terakhirnya sebelum magang.


Berjalan menyusuri kampus yang akan pasti di rindukannya. Rindu akan perpustakaannya tempat dia menghabiskan waktu dengan buku buku nya, rindu akan taman belakang kampus tempat dia dan riana bercanda sekaligus obat nyamuk ketika arga dan riana berpacaran, rindu masakan kantin kampusnya.


" *B*akal lama nich gak nginjakin kaki kesini. " Gumamnya dalam hati.


Semenjak kejadian itu Lala memang tidak pernah melihat apalagi bertemu dengan Yoga. Yoga benar benar menghilang dari pandangan Lala. Dan dari yang dia dengar Yoga memutuskan untuk menyambung sekolahnya di luar negeri. Ada sedikit rasa kehilangan Yoga, tapi di sisi lain lala bersyukur karena dengan cara ini Lala bisa melupakan Yoga dan kenangan lalu yang menyiksa hari dan perasaannya. Yoga memang benar benar menepati janjinya, hanya untuk saat ini. tidak ada yang tahu apa yang terjadi selanjutnya dalam kehidupan seseorang.


□□□□□□□


Hari ini Lala bangun lebih cepat dari biasanya. karena hari ini pertamanya magang, dia gak mau meninggalkan kesan pertama yang jelek pada atasannya.


Setelah melakukan rutinitas paginya, dia pun dengan langkah penuh percaya diri menuju perusahaan tempatnya magang.


Sampai di perusahaan, dia melihat sudah mahasiswa yang lain disana. dia satu tempat dengan Evita dan Gusti. mereka satu jurusan di kampusnya.


" Hey, aku telat ya??? " Tanya nya pada kedua temannya itu


" Gak kok, gue juga baru datang sama Gusti. " Jawab Evita.


" Aku deg degan nich, mudahan aja pembimbing disini baik baik yach. " Ucap Lala.


" Gue juga La. Semalam mata gue susah rapat memikirkan ini semua " Ucap Evita


" Aku serasa mimpi bisa magang di perusahaan besar seperti ini. " Ucap Lala.

__ADS_1


" Benar banget La, gue juga begitu. Ada kebanggan tersendiri kalau kita mendapatkan apa yang kita inginkan. " Ucap Gusti menimpali.


Sambil menunggu, mereka terus mengobrol bertiga. Sambil melihat para pegawai lain yang mulai berdatangan.


" Kira kira berapa banyak ya karyawan disini??? " Tanya Evita iseng.


" Yang pasti banyak banget Ta. Dari tadi aja yang lewat udah banyak " Jawab Gusti


" Moga aja kalau gue udah lulus kuliah bisa kerja disini. " Ucap Evita lagi dan Lala hanya geleng geleng melihat kelakuan Evita.


Gak lama kemudian datang tiga orang pegawai menghampiri mereka. Satu orang lelaki paruh baya dan yang dua lagi wanita dewasa yang cantik dan berwibawa.


" Selamat pagi semua, perkenalkan nama saya pak Akbar. Dan ini mba Hany dan mba Mia. " katanya sambil menunjuk kedua rekannya.


" Karena hari ini pertama kalian berada disini saya akan membagi dan menentukan penempatan kalian. " Ucap pak Akbar lagi.


" Untuk Evita Larasati dan Gusti Alfaro bisa ikut mba mia, dia akan menjadi pembimbing kalian selama berada disini. Dan Yolanda Sari bisa ikut mba Hany. " Ucap pak Akbar menjelaskan.


" Saya menanti kerja sama kalian selama 3 bulan ke depan. Saya ingin melihat kinerja kalian yang masih muda muda. Bagaimana kalian siap??? " Tanya pak Akbar.


" siap pak " Jawab Lala dan teman temannya bersamaan.


" Okey kalau begitu saya ucapkan selamat datang di perusahaan ini dan semoga kalian betah selama berada di perusahaan Sanjaya Advertising Agency ini. " Ucap pak Akbar lagi


" Terima kasih pak " Ucap Lala dan bersama teman temannya lagi.

__ADS_1


" Oke sepertinya kita harus mengakhiri pembicaraan kita pagi ini, saya ada meeting pagi ini bersama bos " Ucap pak Akbar sambil melihat jam di tangannya.


" Pak Erick bisa ngamuk kalau telat " Ucap nya lagi sambil berbisik lalu pergi meninggalkan kami. kami hanya tertawa melihat candaan pak akbar


" Okey sekarang saya ambil alih, kalian berdua bisa langsung ikut sama rekan saya, mba mia dan Yolanda langsung ikut saya ke ruangan. " Ucap mba Hany dengan lugas dan tegas.


Gusti dan Evita pun mengikuti mba Mia menuju ruangan mereka.


" La kami duluan ya. " Ucap Evita dan Gusti sebelum meninggalkan Lala.


" Iya " Jawab Lala singkat.


Setelah Evita dan Gusti menghilang dari pandangannya mba Hany pun mengajak Lala menuju ruangannya.


" Yolanda, ayo kita ke ruangan. " Ajak mba Hany dan membuyarkan lamunan Lala.


" Iya mba " Ucap Lala sambil mengikuti langkah mba Hany.


Di ruang kerjannya, Lala mulai mengakrabkan diri bersama senior seniornya yang lain. Untuk bergaul dengan orang baru sebenarnya Lala susah. Tapi demi loyalitasnya dia harus melakukannya. Apalagi para senior memberikan Lala respon yang baik, biarpun Lala hanya seorang anak magang tapi mereka tetap menghargainya.


" Gak da salahnya di coba " Ucap Lala dalam hati


" Yolanda, bisa bantu mba gak??? " Tanya hany yang masih sibuk dengan berkasnya.


" Panggil Lala aja mba, biar lebih singkat dan lebih akrab. " Ucap Lala sambil tersenyum

__ADS_1


" Ya dech, biar gak ribet ya..." Ucapnya sambil tersenyum.


Hany pun memberi penjelasan pada Lala apa aja tugas yang harus di kerjakan selama magang. Lala merasa senang karena senior senior disini sangat baik dan kompeten. disini dia belajar banyak dari mereka. Bagaimana cara kerja tim yang baik dan beberapa hal lainnya yang tidak dia dapat selama bangku kuliah. sungguh jauh bedanya saat kuliah dengan saat kita benar benar terjun langsung di dunia kerja. teory dan praktek nya sangat berbeda. Dan itulah tantangan yang akan Lala hadapi ke depannya.


__ADS_2