Terus Mencintai

Terus Mencintai
Bertemu Dia


__ADS_3

" Riana. Lala. Sini gabung!!!!! " Teriak Arga sambil melambaikan tangan.


Riana yang melihat Arga langsung tersenyum gembira. Dia langsung menuju ke tempat Arga bercengkrama bersama teman - temannya sambil menggandeng tangan Lala. Sebenarnya Lala ingin menjauh pergi meninggalkan cafe dan yang lainnya, tapi malah akan menimbulkan kecurigaan buat yang lainnya. Jadinya Lala hanya bisa mengikuti langkah Riana.


" Hai yank...." Sapa Riana yang sudah berada di samping Arga.


" Kok gak ngomong sich kalau mau kesini? Tau gitu kan aku jemput kamu " Ucap Arga pada Riana kekasihnya.


" Tadi sebenarnya di kost Lala mau santai - santai, karna bete kuculik aja si tuan putri ke mall. " Ucapnya Riana sambil menunjuk ke arah Lala.


" Hai Ga.... " Sapa Lala sambil melihat ke arah Arga.


" Kok gue aja yang di sapa La, Yoga gak??? " Goda Arga sambil menunjuk ke arah Yoga.


Yoga yang ditunjuk langsung salah tingkah. Garuk - garuk kepala yang sebenarnya sama sekali gak gatal. Yoga masih takut menatap Lala, dia masih merasa bersalah atas kejadian semalam.


" Iya, gimana sich lu La. Kita berempat lo disini. " Ucap Aan menimpali.


" Iya, Lala gak adil nich..." Ucap Thio juga.

__ADS_1


" Ya, sorry. Aan Thio. " Ucap Lala sambil menekan nama mereka.


" Yoga kok gak disebut La...???" Goda Riana lagi.


" Udah jangan di ganggu terus si Lala. " Potong Yoga yang dari tadi hanya diam menatap Lala.


" Iya dech, sang pangeran marah kalau tuan putri di ganggu. " Goda Riana.


Lala yang digoda hanya buang muka, dia gak ingin bertatap muka dengan Yoga. Dia masih marah dan kecewa akan kejadian semalam. Atau mungkin lebih tepatnya dia malu bertatapan dengan Yoga.


Yoga yang ada di dekatnya bingung harus berbuat apa. Dia ingin ngobrol dengan Lala, tapi untuk saat ini pasti gak mungkin. Jadi dia hanya bisa menatap wajah Lala dalam diamnya.


" Kalian mau minum apa ??? Atau mau makan??? " Tanya Arga pada dua wanita yang ada di depannya.


" Aku jus wortel ja Na. " Jawab Lala singkat.


" Kamu gak makan La??? " Tanya Yoga ragu - ragu yang sedari tadi hanya diam menikmati minumannya.


Yoga yakin dari semalam Lala belum ada makan. Dia hanya minum jus semalam dan makan sedikit cemilan sebelum dia menghabiskan malam bersama. Tapi Yoga gak berani mengatakannya.

__ADS_1


" Aku gak lapar. " Jawab Lala ketus.


" Oke dech. " Jawab Arga lalu dia memanggil pelayan untuk memesan.


Sesudah memesan makanan, mereka kembali bersenda gurau. Tapi Lala masih diam saja. Yoga yang duduk di dekatnya masih merasa bersalah atas kejadian semalam. Masih bingung harus berbuat apa di depan Lala saat ini.


" Nonton yuk abis dari sini yank. Mumpung weekend. ada film seru nich. Lagian bete di rumah terus. " Ucap Arga pada Riana.


" Boleh, tapi ajak Lala ya. Gak mungkin kan gue tinggalkan sahabatku yang cantik ini sama teman - temanmu yang gak jelas ini. " Ucap Riana sambil menunjuk kearah Yoga, Aan dan Thio bergantian dengan senyumannya yang khas.


" Enak aja lu bilangin kami gak jelas. Lu sudah lupa kalau gue ini seorang model terkenal. Kalian tuch orang yang beruntung karena bisa kenal sama gue. " Ucap Thio sambil tertawa.


" Duh segitunya. Emang lu orang nya terlalu pede dan sok ganteng " Ucap Riana yang masih tertawa mendengar ucapan Thio tadi.


Thio yang di ejek riana hanya senyum - senyum ke arah yang lainnya.


" Aku ke toilet dulu ya. " Ucap Lala tiba - tiba yang mulai beranjak dari tempat duduknya di ikuti tatapan yang lain.


Sepeninggalan Lala, Yoga langsung di wawancara oleh Riana. Dari tadi dia penasaran dengan sikap Lala yang dari tadi kelihatan murung. Dia ingin bertanya pada Lala tapi Lala gak mungkin mau memberitahunya.

__ADS_1


" Lu kenapa sama Lala ???? " Tanya Riana pada Yoga akhirnya.


Yoga yang ditanya begitu langsung gelabakan. Gak tau mau jawab apa. Gak mungkin kan mengatakan yang sebenarnya.


__ADS_2