
Dalam keheningan malam, Lala merebahkan tubuhnya di dalam kamar seorang diri. Memikirkan Suaminya yang saat ini berada di luar kota. Ini sudah malam ketiga Lala di tinggal seorang diri. Seharusnya Erick sudah pulang hari ini, tapi karena urusannya belum selesai jadi dia harus memperpanjang perjalanannya.
Rasa rindu yang sudah membuncah membuatnya ingin segera menyusul ke tempat suaminya kini berada. Kalau tidak ada larangan dari suaminya, mungkin sekarang Lala sudah berada di kota Bandung bersama Erick. Menikmati suasana sejuk di kota kembang mungkin akan sangat menyenangkan. Mungkin dia juga bisa bertemu dengan kakak sulungnya, Rahman dan Iparnya Mba Yuni. Lala juga sangat merindukan mereka, apalagi dengan keponakannya. Ketika membayangkan semua itu membuatnya tersenyum seorang diri.
○○○○○○○○
Deringan ponselnya mengagetkan Lala dan membuatnya terjaga dari tidur nyenyaknya. Setelah melaksanakan salat subuh dia kembali terlelap, mungkin karena begadang semalam karena menonton drama korea yang di gemarinya.
Dengan malas Lala menggerakkan tangannya untuk meraih ponsel yang dia simpan dia atas nakas.
" Siapa sich yang nelpon sepagi ini??? ini kan masih jam tujuh. " Gerutunya kesal karena mengganggu tidurnya.
Melihat nama Erika di layar ponselnya membuat dirinya menjadi semangat.
" Assalamualaikum Ka, apa kabar??? " Teriaknya Lala senang.
" Waalaikum salam. Aku baik - baik aja kakak ipar, gimana dirimu??? Aku merindukanmu Kakak Ipar. " Ucap Erika di ujung ponsel miliknya.
" Kami juga merindukanmu. Gimana kabar Mamah??? Dia baik - baik aja kan???? " Tanya Lala sedikit khawatir karena Erika menghubunginya pagi sekali.
" Mamah baik - baik saja Kak, tapi dia sangat merindukan kalian. Dia ingin kembali ke sana. Mamah mengatakan dia ingin menemani masa - masa kehamilanmu. " Ucap Erika.
" Aku sangat senang kalau Mamah berada di sini bersamaku. Tapi gak mungkin kan meninggalkan dirimu sendiri disana. " Ucap Lala.
" Aku baik - baik saja walaupun disini seorang diri. Lagian disini ada Tante Neni yang bisa menemaniku. Apartemen kami berdekatan Kakak Ipar. "
" Aku akan menanyakan hal itu pada Mas Erick nanti. Sekarang Mamah dimana??? " Tanya Lala.
" Mamah berada di rumah dan sekarang aku sedang di Kampus. Mana Bang Erick??? Aku ingin bicara dengannya. "
" Mas Erick sedang ke luar kota. Kemungkinan dua hari lagi baru dia kembali. "
" Oh, begitu rupanya. "
" Kamu tenang saja, sebentar lagi pasti dia menelpon. Aku akan memberitahu keinginan Mamah. Tapi apa kamu yakin bisa sendiri disana??? "
" Aku sudah dewasa Kak. Aku bisa jaga diri disini. Jangan terlalu mengkhawatirkanku. "
" Baiklah, aku percaya padamu. Terus bagaimana hubunganmu dengan lelaki Indonesia itu??? Kamu sudah menerima cintanya??? " Goda Lala.
" Hubungan kami berjalan lancar. Nanti akan kuperkenalkan dia pada kalian semua ketika aku kembali ke Indonesia. "
" Kapan kamu akan kembali Ka??? "
" Tak lama lagi Kak, itulah aku membiarkan Mamah pulang lebih dulu. Dia sangat merindukan kalian. "
" Aku tahu Ka, aku juga merindukannya. "
" Kakak Ipar sudah dulu ya, aku akan bertemu dengan dosen pembimbingku. "
" Okey, selesaikan lah urusanmu lalu segera kembali ke Indonesia. "
__ADS_1
" Baik Kakak Ipar, aku menunggu telpon siang ini. See you. " Ucapnya sebelum mengakhiri sambungan telponnya.
Lala meletakkan kembali ponselnya di atas nakas lalu segera menuju ke kamar mandi. Mandi dan berpakaian lalu siap - siap ke bawah untuk sarapan paginya.
Baru akan melangkahkan kakinya keluar kamar, ponselnya kembali berdering. Dengan cepat dia segera mengambil ponselnya dan melihat layar ponselnya dan ternyata suaminya yang menelponnya.
" Ya Mas, assalamualaikum. " Ucap Lala
" Waalaikum salam sayang, apa yang kamu lakukan hari ini??? Mas sangat merindukanmu. " Ucap Erick dan sukses membuat Lala tersipu malu.
Wajah Lala merona hanya karena gombalan garing suaminya pagi ini.
" Aku juga merindukanmu. Kapan Mas akan pulang???? "
" Mungkin sekitar dua hari lagu sayang, maafkan Mas ya. "
" Gak papa Mas, Aku ngerti kok. Oh ya Mas, tadi Erika menelpon. "
" Ada apa??? Mamah sakit??? " Tanya Erick khawatir.
" Gak Mas, Mamah baik - baik saja. Tapi.... "
" Tapi apa sayang???? "
" Mamah ingin pulang kesini, dia merindukan kita Mas. "
" Kalau Mamah pulang, siapa yang akan menemani Erika disana??? "
" Itu juga yang ku katakan pada Erika, tapi Erika bilang dia akan baik - baik saja. Dia memastikan bahwa akan menjaga dirinya, lagian tak lama lagi kuliah Erika akan selesai kan??? "
" Terima kasih sayang. Kamu memang yang terbaik. "
" Kalau begitu berikan aku hadiah sekarang. "
" Apa yang kau inginkan Mas??? "
" Ciuman selamat pagi darimu dan juga dari putriku. "
" Okey, ummmaaaachhhhh..... "
" Terima kasih sayang, kau sudah mengembalikan energiku pagi ini. "
" Sama - sama sayang, baiklah aku akan turun ke bawah Mas. Aku lapar dan ingin sarapan pagi. "
" Okey, Mas juga ada pertemuan pagi ini. Ingat perhatikan asupan gizimu dan jangan lupa minum vitamin dan susumu. "
" Okey sayang, assalamualaikum. "
" Waalaikum salam. "
Setelah mengakhiri panggilannya, dia pun langsung turun ke bawah untuk mengisi perutnya yang dari tadi berdemo.
__ADS_1
□□□□□□□
Erika pulang ke rumah membawa berita baik untuk Mamahnya, Kakak Iparnya telah menelponnya dalam perjalanan pulangnya dari kampus. Dia memberitahukan bahwa Sita sudah mengurus tiket Mamahnya untuk penerbangan besok siang menuju ke Indonesia.
Baru beberapa langkah ketika sudah membuka pintu apartemennya, Erika berteriak memanggil Mamahnya yang sedang berada di dapur.
" Mah Mah "
" Erika, kecilkan suaramu itu. Kamu sudah dewasa tapi kelakuan mu masih seperti anak - anak. " Omel Mamahnya yang muncul dari arah dapur.
" Mamah ngapain??? Pasti masak ya??? " Ucapnya manja sambil memeluk Mamahnya.
" Mamah masakkan kesukaan kamu. Empal daging dan sayur asam. "
" Mamah memang yang terbaik. "
" Hmmm pasti ada maunya. "
" Gak kok, malah Erika yang mau kasih kejutan buat Mamah. "
" Oh ya, apa itu??? "
" Tapi Erika lapar, ntar dulu ya. " Ucap Erika sambil melangkahkan kakinya menuju dapur di susul juga oleh Mamahnya.
Mengambil dua buah piring dan langsung menyendokkan nasi ke piringnya. Erika yang sudah lapar dari tadi menjadi semangat melihat makanan di atas meja. Mamahnya yang melihat tingkah Erika hanya bisa tersenyum.
" Kamu mau Khimci Ka??? " Tanya Mamahnya di sela makannya.
" Gak usah Mah, ini sudah cukup. Lagian Erika tak begitu suka makanan seperti itu. "
" Padahal ini enak lho Ka. Tante Neni yang membuatnya. "
" Oh ya, sepertinya Tante Neni sudah terbiasa dengan makanan disini. "
" Itu wajar Ka, hampir 15 tahun dia tinggal disini. Semenjak menikah dengan suaminya dia langsung di boyong kesini karena tuntutan pekerjaan. "
" benar juga Mah. "
" Kejutan apa yang akan kau berikan buat Mamah Ka??? "
" Oh itu, tadi pagi Erika sudah menelpon Kakak Ipar dan Abang Erick mengijinkan Mamah kembali ke Indonesia tanpa Erika. Dan sekarang Mamah harus siap - siap karena keberangkatan Mamah besok siang. Mba Sita sudah menyiapkan semuanya. "
" Benarkah??? Mamah akan menelpon Abangmu dulu. "
" Gak perlu Mah, Abang Erick sedang berada di bandung saat ini. Kemungkinan lusa baru dia pulang. "
" Jadi Lala sendiri di rumah, Erick bagaimana sich istri lagi hamil kok di tinggal ke luar kota. "
" Mamah, Bang Erick ada pekerjaan penting yang gak bisa ditinggalkannya. "
" Tapi kan sejarusnya dia utamakan istrinya. "
__ADS_1
" sudahlah Mah. Lagian besok Mamah akan segera pulang menemani Kakak Ipar. Lebih baik kita habiskan makan malam lalu Erika akan membantu Mamah membereskan pakaian Mama. "
Mereka pun menghabiskan makan malam dalam diam, Tidak sabar menanti hari esok untuk segera kembali ke Indonesia.