
Dalam kamar Lala menangis merenungi kejadian semalam, mengingat semua kejadian membuat Lala menjadi semakin sedih. Akhir matanya mengalir tanpa henti. Merasa jijik pada diri sendiri karena yidak bisa menjaga kehormatannya sebagai perempuan.
" *M*engapa harus terjadi sama aku?? Mengapa aku harus pergi ke pesta itu?? Apa yang harus kulakukan sekarang??? " Banyak pertanyaan yang muncul dalam benaknya yang dia sendiri pun tak tahu apa jawabnya.
Hanya bisa menangisi nasib karena penyesalan tak ada guna. Semua sudah terjadi, semua gak akan kembali seperti sedia kala. Nukan penyesalan namanya ketika terjadi di awal. Nasi sudah jadi bubur, semua pasti ada hikmahnya. Hanya kata kata itu yang bisa menguatkan nya saat ini.
*A*nd oh my love
I'm holding on forever....
lamunan Lala terbuyarkan oleh bunyi ponselnya, Lala pun mengambilnya lalu melihat nama di layar ponsel nya.
" *R*iana, ada apa dia menelpon pagi pagi?? Tidak biasanya. " Gumamnya dalam hati sebelum mengangkat ponselnya yang terus berdering.
" Ya Na, ada apa?? " Jawab Lala di ujung telponya.
" Suaramu kenapa?? Lu sakit??? " Tanya Riana khawatir karena mendengar suara Lala yang parau.
" Aku gak papa Na, aku hanya pilek doang. Kamu gak usah khawatir. " Ucap Lala.
" Lu yakin??? Gak mau ke dokter??? Gue antar ya. " Ucap Riana lagi.
" Gak usah na, aku baik baik aja kok. " Ucap Lala untuk meyakinkan Riana.
" Lu udah minum obat??? " Tanya Riana.
" Entar aku minum. Lagian kamu sudah kayak emak - emak dech, bawel banget. " Ucap Lala membuat Riana tertawa.
" Aku kan khawatir sama lu. Kalau ada apa apa kan aku juga yang repot. " Ucap Riana.
" Iya dech, aku minta maaf dan makasiihhhh banget atas perhatiannya. " Ucap Lala.
" Kalau gitu sekarang lu minum obat terus istirahat. Entar sore gue ke kostan lu. " Ucap Riana lalu memutuskan sambungan telpon nya.
Tanpa menunggu jawaban, Riana langsung memutuskan panggilan teleponnya. Lala cuma geleng geleng melihat kelakuan temannya.
" *S*elalu begini, orang belum selesai ngomong sudah main tutup aja. " Ucap Lala tersenyum karena tingkah konyol Riana.
Sejenak Lala bisa melupakan kesedihannya karena riana. Tapi detik berikutnya dia kembali memikirkan kejadian semalam.
" *H*aruskah aku membagi dukanya dengan Riana??? " Pertanyaan itu kembali muncul di benaknya.
__ADS_1
Seandainya dia cerita, dia tahu akan terjadi keributan antara Arga dan Yoga, dan dia gak mau itu terjadi. Persahabatan mereka bisa hancur karena masalah ini.
Setelah berfikir panjang akhirnya dia memutuskan untuk memendam duka nya sendiri. Dia berfikir hanya dia dan Yoga yang tahu kejadian ini. Tetapi dia tidak tau apa yang menantinya nanti.
Lelah menagis dan tidak sadar Lala pun tertidur. ketika tersadar sudah sore dan dia bergegas bangun dan langsung mandi. Selesai mandi dia pun berpakaian.
*K*riuuk kriuuk
Bunyi suara cacing di perut Lala yang berdemo minta di isi.
Dia baru ingat belum ada makan apapun dari pagi. Di pesta semalam pun dia hanya makan sedikit cemilan. Mau jalan keluar cari makan tapi dia malas bergerak. Jadi dia putuskan untuk membaca buku saja untuk menghilangkan kejenuhan dan rasa laparnya.
Asik membaca buku, terdengar ketukan dari arah pintu. Lala pun beranjak dari tempat duduknya untuk membuka pintu.
" Kamu Na. Sama siapa??? " Tanya Lala.
" Gue sendiri emangnya mau sama siapa??? Lu gak nyuruh gue masuk la?? " Tanya Riana.
" Tumben lu nanya, biasa juga langsung nyelonong masuk tanpa di suruh. " Ucap Lala.
" Gimana mau masuk kalau lu menghalangi di depan pintu. " Ucap Riana.
" Lala, aku rindu kamu....." Ucap Riana sambil memeluknya dari belakang
" Lepasin gak??? Aku risih kamu peluk begini..." Balas Lala sambil berusaha melepaskan pelukan Riana.
" Iya dech....., lagian takut banget sich. Gue masih normal kali...." Ucap Riana sambil melepaskan pelukannya.
" Iya aku tau, tapi kan tetap aja....." Balas Lala
" Iya, iya, iya tuan putri. Aku tau kok....." Ucap Riana sambil merebahkan badannya diatas ranjang.
" La, semalam lu pulang kok gak pamit sama gue dan Arga. " Ucap Riana.
" Gue cari lu, tapi bilang Thio lu gak enak badan jadi Yoga ngantar lu pulang duluan. " Ucap Riana lagi.
" Hmmmm semalam aku gak enak badan jadi pulang duluan " Jawab Lala tanpa melihat ke Riana karena takut Riana tahu kalau dia berbohong.
" Tapi setidaknya kan lu bisa pamit dulu biar gue gak khawatir. " Ucap Riana lagi.
" Aku gak mau ganggu kamu Na. Kamu kan lagi asik sama Arga. " Ucap Lala sambil pura pura fokus pada buku di depannya.
__ADS_1
" Iya dech. Tapi lain kali lu harus bilang ke gue kalau ada apa apa. " Ucap Riana memberi peringatan dan di jawab anggukan oleh Lala.
" Ngemall yuk, bete nich di sini !! " Ajak Riana yang mulai bosan berdiam diri di kost.
" Aku malas Na. Lagian gak yang pengen ku beli disana. " Ucap Lala menolak.
" Emangnya kalau ke mall harus belanja??? Gak juga kali. " Ucap Riana.
" Iya aku tau, tapi kan aku lagi malas. " Ucap Lala lagi.
" Ayo donk, please...!!! Dari pada bete di rumah kan bagus kita nongkrong sekalian cuci mata. Mana tahu ada cowok ganteng lewat. " Ucap Riana sambil tertawa.
" Kamu mau kemanain Arga Na??? Lu gak akan selingkuh kan?? " Tanya Lala.
" Gue kan bercanda La, lu gak usah terlalu serius dech lagian gue gak akan ngehianatin Arga kok. Dia kan cinta sejati dan soulmate gue. " Ucap Riana.
" Hmmmm dasar kau Na. Kayaknya kamu sudah di butakan oleh cinta. " Ucap Lala.
" Terserah kau mau ngomong apa, yang penting gue bahagia sama Arga. " Ucap Riana.
" Terserah lah. " Ucap Lala.
" Jadi gimana nich?? Jadi gak kita ke mall??? " Tanya Riana lagi.
" Emangnya kamu mau cari apa disana?? " Tanya Lala balik.
" Hak ada yang penting sich, kita muter muter aja disana. Nanti kalau ada yang menarik hati baru kita beli. Gimana, mau kan La??? " Tanya Riana yang masih memaksa Lala sambil memasang wajah memelas.
Dengan berat hati akhirnya Lala menyetujui ajakan sahabatnya ini. Lala pasti akan luluh hatinya ketika riana memasang wajah memelas ketika menginginkan sesuatu dari Lala.
" Iya dech nyonya Arga, aku ganti baju dulu. " Ucap Lala sambil beranjak dari tempatnya.
" Gitu dong. Itu baru sahabatku. Gie sayang dech sama lu " Ucap Riana.
" Hmmm ada maunya aja baru bilang begitu. " Ucap LalaM
" mLMemang nyata kok kalau aku sayang la. Gak percaya banget sich. Bikin gue sedih aja. " Ucap Riana.
" Iya gue percaya. " Ucap Lala akhirnya.
Setelah Lala berganti pakaian, mereka pun menuju mobil Riana dan siap meluncur menuju mall.
__ADS_1