
pernikahan lala dan erick tinggal menghitung hari. semua persiapan sudah rampung. keluarga besar lala sudah berada di jakarta. semua undangan juga sudah di sebar. buat keluarga lala dan juga erik, teman dan sahabat, rekan kerja dan semua kolega bisnis sudah menerima undangan.
walaupun rasa cemas menghantui pikiran lala, dia tetap melangsungkan pernikahannya, dia tidak ingin melihat kecewaan dimata orang tuanya.
" aku siap menerima semuanya, apa pun yang terjadi dalam pernikahanku aku akan tetap bertahan. aku akan melakukan apapun untuk menebus segala kesalahanku pada mas erick. " gumamnya dalam hati
asyik melamun tiba tiba riana masuk ke dalam kamarnya.
" heiii.... " ucap riana membuyarkan lamunan lala
" apaan sich na, bikin kaget aja " ucap lala
" lu aja tuch yang ngelamun terus. dari tadi gue ketok kamar gak di gubris. " ucap riana
" masa sich, jadi dari tadi kamu datang???? " tanya lala dan hanya di jawab riana dengan anggukannya.
di kamar lala, riana merebahkan badannya di atas ranjang sambil memerhatikan sahabatnya itu. ada raut kecemasan di wajahnya yang tidak bisa dia ungkapkan.
" kenapa la???? masih khawatir??? " tanya riana akhirnya
" aku bingung na, apa keputusan yang kuambil sudah benar??? " tanya lala kembali
" buang semua kekhawatiran lu la. gue yakin bang erick akan membahagiakanmu. semua hanya butuh waktu dan proses. " ucap riana menenangkan sahabatnya
" mudahan na, aku hanya berharap yang terbaik buat semuanya. sekarang aku hanya ingin melihat semua bahagia. aku sudah tidak peduli lagi dengan kebahagiaanku, asalkan melihat dia ada di depanku itu sudah cukup. aku gak mau berharap lebih lagi darinya, karena aku sudah sangat mengecewakannya. dan aku sangat berharap mas erick bisa memafkan kebodohanku di masa lalu " ucap lala sedih
" amin, gue juga berharap lu bisa bahagia dengan pilihanmu la. dan aku yakin bang erick adalah piliham terbaik " ucap riana memberi semangat
" makasih banyak na, kamu sudah banyak membantuku. " ucap lala sambil memeluk riana
" itulah gunanya sahabat la, gue siap membantu lu kapan saja. lu harus ingat itu " ucap riana sambil membalas pelukan lala
□□□□□□□
dan mulai hari ini, lala dan erick akan mulai di pingit.
dalam kesempatan ini lala berkesempatan untuk beristirahat dan merawat diri dalam menyambut hari bahagianya.
sebenarnya lala hanya ingin istirahat total dirumah. dia ingin membuang semua rasa lelahnya ketika berada di kantor. tapi riana dan kakak iparnya memaksanya untuk ke salon melakukan perawatan dan jadwal ke salon hari ini ditemani oleh riana dan kakak iparnya, mba yuni.
" duh calon pengantin " goda yuni, kakak iparnya dalam perjalanan ke salon
" apaan sich mba. lala kan jadi malu " ucap lala yang sudah merona
" gimana la perasaanmu sekarang??? " tanya yuni
__ADS_1
" ya berbunga bunga lah mba " ucap riana yang sibuk dengan kemudi nya
" apaan sich kamu na " ucap lala malu malu
" pasti deg degan kan la??? " tanya yuni
" iya mba, lala gak bisa tau kenapa. " jawab lala
" itu sudah lumrah la, semua calon pengantin pasti akan merasakan itu semua " ucap yuni
" masa sich mba??? kalau gitu nanti riana juga bakal ngalamin yang begitu ya??? " tanya riana
" iya na, nanti kamu bakal ngerasain juga. emangnya kamu kapan nikah na??? " tanya yuni
" insya allah tahun depan mba. " jawab riana malu malu
" jangan terlalu lama pacaran na, gak baik. nanti ada setan diantara kalian. " ucap yuni
" iya mba, riana pasti ingat nasehat mba yuni. insya allah riana masih kuat iman kok mba " ucap riana sambil tertawa
gak lama kemudian mereka pun sampai di salon langganan riana. riana pun memarkairkan mobilnya lalu masuk ke dalam salon. riana sudah melakukan reservasi sebelumnya. lala akan melakukan perawatan pra nikah.
" selamat siang mba riana " sambut pegawai salon yang sudah kenal dengan riana
" iya mba, mari saya langsung antar. " ucap pegawai yang bernama mery
mereka pun langsung menuju ruangan yang di maksud.
" kayaknya gue juga sekalian perawatan dech, gue mau spa juga dech mba mery. mumpung lagi disini " ucap riana mery
" iya mba, bisa. " ucap mery
" mba yuni juga ya, sekalian kita bersantai nemenin calon pengantin " ucap riana
" boleh juga tuch na. " ucap yuni
" kalau begitu saya akan siapkan. mba riana silahkan berganti pakaian dulu. " ucap mery sebelum meninggalkan riana
dan mereka pun menikmati acara santai bersama.
□□□□□□□□
di dalam kamar erick hanya mondar mandir sendiri. dia bingung dengan sikapnya sendiri. kebimbangan selalu menghantui dirinya.
" aku sangant mencintai lala, tetapi kenapa aku gak pernah bisa melupakan masa lalu lala. apa ini semua sudah benar???? aku sangat merindukanmu la. " gumamnya dalam hati
__ADS_1
asik melamun sehingga erick tak menyadari mamahnya sudah berada dalam kamarnya
" kamu kenapa sayang??? " tanya mamahnya mengagetkan erick
" eh mamah, ngagetin erick aja. " ucap erick
" mamah dari tadi sudah ada di kamarmu, kamunya aja yang gak dengar mamah. " ucap mamahnya
" maafin erick mah " ucap erick
" kamu kenapa rick??? mamah liat kamu sangat gelisah " tanya mamahnya khawatir
" erick baik baik aja mah, gak usah khawatir. " ucapnya
" kamu gak usah bohongin mamah rick. mamah bisa lihat semua dari raut wajahmu. " ucap mamahnya
" mah, apa semua yang erick lakukan sudah benar ???? " tanya erick
" apa maksudmu rick???? " tanya mamahnya lagi
" apa menikah dengan lala adalah keputusan yang tepat???? " tanya erick ragu
" rick, ini semua adalah pilihanmu. mamah gak pernah memaksakan semua. tapi apa yang sebenarnya yang terjadi diantara kalian???? " tanya mamahnya
" gak ada mah, hanya ada sedikit keraguan erick. " ucap erick berbohong
" ingat rick, pernikahanmu sudah di depan mata. jangan kau mengecewakan orang orang di sekitarmu. " ucap mamahnya
" erick tahu mah dan erick gak mungkin melakukan hal bodoh seperti itu. erick bukan anak kecil lagi " ucap erick
" lalu mengapa kau menanyakan hal bodoh tadi??? " tanya mamahnya
" erick hanya..... " ucapan erick langsung di potong mamahnya
" sekarang tanya pada hatimu. apakah kamu mencintai lala???? " tanya mamahnya
" erick sangat mencintai lala dan gak mau berpisah darinya. " ucap erick pada mamahnya
" tapi erick juga sangat kecewa pada lala mah... " ucapnya dalam hati
" rick apapun yang terjadi, kamu cukup ingat satu hal. kenyataan bahwa kalian saling mencintai itu sudah cukup untuk kalian hidup bersama. jangan kamu ragukan itu. kalian hanya butuh saling percaya agar kehidupan rumah tangga kalian berjalan dengan baik. " ucap mamahnya
" makasih mah, erick akan ingat itu. " ucapnya
" kalau begitu kamu istirahat, sudah malam. " ucap mamahnya sebelum meninggalkan kamar erick
__ADS_1