Terus Mencintai

Terus Mencintai
Club Malam


__ADS_3

Erick sudah sampai di tempat tujuannya. Dia janjian dengan Richard di club malam. Richard adalah teman kuliah Erick ketika kuliah di Singapura. Selama kuliah Richard dan para sahabatnya memang sering bersenang senang menghabiskan uang bersama para wanita malam. Erick memang biasa pergi ke club malam ketika kuliah tapi tidak sesering richard, dan Erick juga tidak pernah bermain main dengan wanita club malam karena saat kuliah dulu Clara sudah berada disampingnya.


Memasuki club lampu sudah berkadap kedip menghiasi ruangan dan suara musik siap memecahkan gendang telinga. Erick mencari dimana keberadaan Richard dan dalam sekejap dia melihat Richard bersama para wanita dan juga dua orang lelaki. Dia pun langsung menuju ke meja Richard.


" Sorry i'm late. " Ucap Erick.


( Maaf aku terlambat )


" It's okey. Sit down and enjoying the party tonight. " Ucap Richard.


( Gak papa. Duduklah dan nikmati pesta malam ini. )


" How are you rick???? Did you forget me??? " Tanya seseorang disamping Richard.


( Apa kabar Rick??? apakah kamu melupakanku? )


" Sean, sorry i did not pay attention to you. And you Don Joo. How are you??? " Tanya Erick.


( Sean, Maaf aku tidak memperhatikanmu. Dan kamu Don Joo. Apa kabar kalian?? )


" As you can see. I'm fine. I heard you were married??? Who is the woman who has replaced Clara??? Is she as beautifull and sexy as Clara??? " Tanya Sean dan membuat yang lain tertawa.


( Seperti yang kau lihat. Aku baik. Aku dengar kau sudah menikah??? siapa wanita yang telah menggantikan Clara??? Apa dia cantik dan sexy seperti Clara??? )


" She is very beautifull and charming. " Ucap Richard dan yang lain langsung menoleh ke arah Richard dan Erick bergantian.


( Dia sangat cantik dan menawan. )


" Really ???? " Tanya Sean.


" Don't look at me, because i will never introduce you to my woman. Never. " Ucap Erick menegaskan pada Sean dan Don Joo.


( Jangan menatapku, karena aku tak akan pernah memperkenalkan wanitaku padamu. tak akan )


" I also would not be possible to disturb a woman from my best friend. " Ucap Don Joo.


( Aku tidak mungkin mengganggu wanita dari sahabat baikku. )


" Actually what are you doing here??? There's no way guys deliberately held a vacation together???? " Tanya Erick


( Sebenarnya apa yang kalian lakukan disini?? Tidak mungkin kalian sengaja mengadakan liburan bersama. )


" We deliberately did not invite you, but accidentally we met here. " Ucap Sean


( kami sengaja tidak mengundangmu, tetapi secara tidak sengaja kami bertemu disini. )


" Tonight we have a party and newlyweds will treat us. " Ucap Richard disambut tawa teman temannya.


( Malam ini kita pesta dan pengantin baru yang akan mentraktir kita. )


" Tonight i will obey your whises. Enjoy this party " Ucap Erick sambil mengangkat gelasnya.

__ADS_1


( Malam ini aku akan menuruti permintaan mu. Nikmati pestanya. )


" Lebih baik aku menghabiskan malam ku disini. Menghilangkan pikiran yang membuatku ingin marah. " Gumamnya dalam hati.


Waktu terus bergulir, sedangkan pesta malam ini belum juga selesai. Mereka masih menikmati malam di dampingi wanita malam, kecuali Erick. dia tidak ingin wanita lain berada di dekatnya.


" You have to go home, Rick. Your wife will be worried. " Ucap Sean pada Erick.


( Kamu harus pulang Rick. Istrimu akan mencemaskanmu. )


" Let me enjoy this party. I want to have fun. " Ucap Erick yang mulai mabuk.


( Biarkan aku menikmati pestanya. Aku ingin bersenang - senang. )


" Never mind let him. Let's have fun. " Ucap Richard yang juga sudah mabuk.


( Biarkan dia. Mari kita bersenang - senang. )


Sean hanya geleng geleng kepala melihat ketiga temannya yang mulai teler. Dia bingung melihat Erick malam ini. Selama mereka bersama ketika kuliah, Erick tak pernah minum sampai mabuk begini. Dua gelas bir sudah cukup bagi Erick buat bersenang senang. Sean berpikir pasti ada masalah dalam pernikahannya, sehingga dia meninggalkan istrinya sendiri padahal mereka adalah pasangan pengantin baru.


□□□□□□


Waktu menunjukkan pukul dua dini hari, tapi suaminya belum juga pulang dan itu membuat Lala sangat khawatir. Sebenarnya tadi Lala sudah tertidur, tapi dia terbangun ketika hendak ke kamar mandi, dia pikir suaminya sudah pulang tapi ternyata belum ada di sampingnya. Dan sekarang dia mondar mandir di depan televisi menunggu kedatangan suaminya.


Tak berapa lama terdengar ketukan pintu. Lala pun bergegas membuka pintu.


" Mas kamu darimana aja sich???? " Tanya Lala ketika membuka pintu tapi Lala terkejut melihat keadaan Erick yang mabuk berat dan diantar seorang lelaki yang tidak dia kenal.


( Aku membawa suamimu pulang. Dia sangat mabuk. )


" It's okey. You can bring it inside. " Ucap Lala.


( Gak masalah. Kamu bisa membawanya ke dalam. )


Sean pun membawa Erick masuk ke kamar dan menidurkannya di ranjang. Lalu dia pun keluar untuk pamit pada Lala.


" Thank's. " Ucap Lala.


" Sorry, i should have brought it home. But he doesn't want to go home. " Ucap Sean menjelaskan pada Lala.


(Maaf, aku sudah menyuruhnya pulang. Tapi dia tidak mau. )


" It's okey. I'm understand. " Ucap Lala.


( Gak papa. Aku mengerti. )


" Intrudece me Sean. Me and Erick have been friend for a long time. If you need my help just call me. " Ucap Sean sambil mengulurkan tangannya pada Lala.


( Perkenalkan aku Sean. Aku dan Erick berteman sudah lama. Jika kau membutuhkan bantuan hubungi aku. )


" Yolanda Sari. " Ucap Lala singkat sambil menerima uluran tangan Sean.

__ADS_1


" It looks like i have to go now. " Ucap Sean berpamitan pada Lala.


( Sepertinya aku Harus pergi sekarang. )


" Once again, Thank you. " Ucap Lala ketika mengantar Sean ke depan pintu kamar.


( Sekali lagi, terima kasih. )


Setelah kepergian Sean, Lala menuju kamar. Membuka sepatu Erick dan juga pakaiannya lalu menggantinya dengan piyama tidur agar Erick bisa tidur dengan nyaman.


□□□□□□□□


Pukul sepuluh Erick terbangun dari tidurnya. Sambil memijat mijat kepalanya yang masih pusing dia beranjak dari tempat tidurnya dan langsung menuju kamar mandi untuk menyegarkan diri.


Setelah mandi dia keluar dari kamar mencari Lala dan melihat istrinya sedang asik memonton televisi.


" Aku lapar. " Ucap Erick mengagetkan Lala.


" Aku akan menyuruh pelayan resort mengantarkan makanan ke kamar. " Ucap Lala.


Tak berapa lama kemudian makanan sudah siap dan Erick pun menikmati sarapan pagi yang kesiangan.


" Mas dari mana saja kau semalam??? Aku menunggumu hingga larut malam. " Tanya Lala pada Erick ketika sudah selesai dengan makanannya.


" Aku gak pernah menyuruhmu untuk menungguku pulang. " Jawab Erick seenaknya.


" Bisa gak sich mas kamu hargai aku sebagai istrimu. sedikit saja. " Ucap Lala.


" La, aku gak mau bertengkar hari ini. Mana laptop ku??? " Tanya Erick.


" Mas bisa kah kamu membawaku jalan jalan hari ini??? Aku bosan di kamar terus " Tanya Lala.


" Kalau kau ingin pergi, pergi lah sendiri. Jangan mengganggu pekerjaanku. " Ucap Erick berlalu pergi meninggalkan Lala.


Dan sekarang tinggal Lala dengan air mata yang terus mengalir di pipinya.


" Lebih baik aku cari udara segar di luar. Aku bisa gila kalau tetap diam di kamar bersama sebuah patung. " Ucap Lala sambil menghapus air matanya.


Dia pun langsung menuju kamar, berganti pakaian. Erick hanya melihat apa yang dilakukan Lala. Setelah siap dia pun keluar dari kamar setelah pamit pada Erick.


" Mas aku akan jalan jalan. " Pamit Lala dan Erick tidak membalasnya dan malah asik dengan laptopnya.


" Hati - hati La. Aku ingin sekali menemanimu tapi.... " Gumam Erick dalam hati.


" Tunggu " Ucap Erick sukses menghentikan langkah Lala.


" Bawa ini bersamamu. Aku tidak ingin di katakan lelaki tidak bertanggung jawab karena tidak memberikan istrinya uang. " Ucap Erick sambil menyodorkan sebuah kartu dan beberapa lembar uang tunai.


Sampai di receptionist, Lala meminta peta pulau jeju pada receptionist. Setelah mendapatkan apa yang diinginkan dia pun berlalu pergi seorang diri menikmati pemandangan di Pulau Jeju.


" Bagian mana yang akan ku kunjungi lebih dahulu ??? " Tanya nya dalam hati.

__ADS_1


__ADS_2