Terus Mencintai

Terus Mencintai
Salah Paham


__ADS_3

Perpustakaan


Lala menikmati kesendiriannya sambil membaca bukunya. Kegiatan seperti ini yang sangat disukai oleh Lala, hening dan damai.


Tak ada Riana yang bawel, entah dimana dia


Lala juga tidak ambil pusing, dia hanya ingin belajar dengan tenang. Dan ini adalah tempat yang sangat tepat untuk ritual ini.


" Untung aja si bawel gak ada disini. " Ucap Lala didalam hatinya.


Baru saja menikmati kesendiriannya tiba tiba hp nya bergetar, Lala sengaja memasang mode getar agar tak mengganggu pengunjung lain. Dia tidak ingin menjadi perhatian karena keributan dari suara ponselnya.


Riana dimna???


Lala di perpus...


Riana ngapain????


Lala belajar lah


Riana sni dech, aq tggu di kantin y


Lala ntar aj dech, tanggung nich


Riana g bleh protes, q lpar banget nich.


Lala iy bwel, q otw....


Riana q tggu y cantik....


Tanpa membalasnya Lala langsung membereskan buku buku yang berserakan dan menyimpan kembali ke tempatnya. Setelah membereskan semua dia pun meninggalkan perpustakaaan langsung menuju ke kantin, tempat sahabat nya berada.


Di kantin lagi penuh mahasiswa, karena memang jam makan siang. seandainya bukan jam makan siang tetap juga penuh.


Sebenarnya Lala paling malas ke kantin kalau jam segini, lala tak begitu menyukai keramaian. Tapi karena permintaan tuan putri Riana jadi dia pergi juga.


Mata Lala berkeliling mencari Riana, belum sempat lala menemukan Riana dia sudah berteriak.


" Lala, sini....!!!!" Panggil Riana sambil melambaikan tangannya.


Lala hanya tersenyum lalu mendatangi temannya yang lagi nunggu makanan sambil bersenda gurau dengan arga kekasihnya.


" Kalau aku tahu kamu sama Arga, gak bakalan dech aku kesini...." Omel Lala setelah meletakkan bokongnya di kursi depan riana.


" Jangan ngomel melulu. Iya gue minta maaf, lagian kalau gue bilang lagi bareng Arga pasti kamu ga bakal datang. Nanti pasti banyak alasan. Lagian pasti kamu belum makan kan??? "


" Iya, aku memang lapar. Tapi coba kamu liat keadaan kantin, rame banget. Aku malas banget kalau ramai begini. " ucap Lala memjelaskan panjang lebar.


" Udah dech, kalau tunggu kantin sepi bakal pingsan duluan gue. Sampe lebaran monyet gak bakalan sepi, kecuali tengah malam. " Ucap Riana sambil tertawa.


" ya aku juga tahu Na. Siapa juga mau ke kantin kalau sudah tengah malam. Kalau pocong mungkin mau. " Ucap Lala yang ikut tertawa.

__ADS_1


" Lu aja yang ke kantin ama pocong, gue mah ogah banget. " Ucap Riana sambil bergidik.


" Ya, aku ngalah lah sama kamu. Bentar ya aku mau pesan makan dulu. " Ucap Lala yang akan berdiri


" Gak usah, sudah ku pesankan. " Ucap Riana sambil menahan Lala yang udah siap berdiri.


" Emang kamu tau aku makan apa ???? " Tanya Lala.


" Aku pesanin lu Mie Ayam, jadi lu tinggal duduk diam menanti makananmu. oke!!!! " Ucap Riana.


" Iya bawel " Balas Lala sambil mengambil buku dalam tas nya.


" Lu baca apa lagi La??? "


" Perempuan Pencari Tuhan. " Jawab Lala sambil memperlihatkan buku yang di pegangnya.


" Wuih dalam banget buku bacaan lu sekarang ya. menuju jalan yang lebih baik ya. " Ucap Riana menggoda Lala.


" Amin, mudahan aja Na. Kalau aku lebih baik kan kamu bakal aku ajak. Biar kita bareng terus. " Ucap Lala tapi matanya tak teralihkan dari buku yang di pegangnya.


Lagi asik ngobrol akhirnya pesanan pun datang dan mereka pun menikmati makan siang bersama.


" Memang ketika perut kosong makanan apapun terasa enak " Ucap Riana " Apalagi ketika makanan itu gratis. " Ucapnya lagi sambil melirik ke arah Arga


Arga yang melihat kelakuan Riana hanya bisa geleng geleng. Arga sudah terbiasa dengan kelakuan manja Riana. Dari awal bertemu sampai akhirnya berkomitmen dengan Riana, dia tidak pernah mempermasalahkan kelakuan Riana. Arga malah semakin menyukai kelakuan Riana yang kadang kekanak - kanakan. Mungkin itu bumbunya dalam berpacaran, itu yang selalu ada di pikiran Arga. Asalkan Riana tersenyum bahagia, itu akan membuat Arga bahagia juga.


" Habiskan makanannya La. " Ucap Arga pada Lala.


" Jangan harap dech Lala bakal kasih habis. Paling bentar lagi dia bakal bilang, aku kenyang banget Na. " Ledek Riana yang sudah tahu semua tingkah Lala.


" Kamu kan tau na, porsi makan ku gak sebanyak ini. " Ucap Lala.


" Pantas aja badan mu kurus kering La. " Ledek Arga.


" Betul banget tuch yank.... " Ucap Riana yang tertawa mendengar ucapan Arga.


" Memang kalian ini dua sejoli, cocok banget. Selalu menghina diriku ini. Lagian ini bukan kurus tapi langsing. " Ucap Lala kesal.


" Bukan menghina La, tapi memang kenyataan. Masa gue harus bilang lu bohay sedangkan lu kurus. " Ucap Riana.


" Aku gak kurus Na, tapi langsing. Dari tadi du bilang, gimana sich?? " Ucap Lala dan membuat Riana dan Arga tertawa terbahak bahak dan itu membuat Lala jengkel.


" Iya dech, aku coba habiskan makanan ku ya. " Ucap Lala akhirnya mengalah.


Dengan susah payah Lala menghabiskan mie ayam di mangkoknya.


" Habis juga. " Ucap Lala bangga.


" Sepertinya hari ini Lala harus masuk rekor Muri yank. Untuk pertama kalinya dia menghabiskan mie ayam satu mangkok tanpa bantuan siapapun. " Ledek Riana dan membuat Arga tertawa.


" Lu ada ada aja yank. " Ucap Arga yang masih tertawa.

__ADS_1


" Tega banget sich Na, bilang begitu. " Ucap Lala yang pura pura sedih.


" Gue becanda kali La. " Ucap Riana yang masih terkekeh.


Setelah makan Riana pamit sama Arga karena mereka mau masuk kelasnya.


" Yank kami duluan ya, ada kelas nich. " Ucap riana


" Dan makasih juga untuk traktirannya. " Ucap Riana lagi.


" Iya sayang. " Ucap Arga.


" Makasih banyak ya Ga. " Ucap Lala.


" Iya. " Ucap Arga.


" Kamu belum ke kelas???? " Tanya Lala.


" Entar lagi, kalian duluan aja. " Ucap Arga.


Lala dan Riana meninggalkan Arga yang masih di kantin.


" Sumpah perutku penuh banget Ma. Jadi gak enak perasaanku. " Icap Lala.


" Lu juga sich, kenapa juga di kasih abis tuch mie ayam satu porsi. " Ucap Riana.


" Semua karena kalian berdua yang selalu ngolok aku kerempeng. " Ucap Lala.


" Iya dech, gue minta maaf. " Ucap Riana.


Belum sampai dikelas, Lala dan Riana di hadang oleh Sherly dan gank nya.


" Mau apa sich perempuan satu nich. " Ucap Riana dalam hatinya.


" Enak banget hidup lu, gue yang tanam lu yang petik buahnya. " Ucap Sherly sambil mendorong Lala.


" Maksudmu apa??? " Tanya Lala yang kebingungan atas ucapan Sherly.


" Gak usah pura pura lugu, pengen jadi nona besar??? sampe harus ngegoda Yoga...."


" Jaga omonganmu Ly... " Sanggah Riana yang juga ikut kesal.


" Kenapa???? udah bosan hidup susah. sampe harus ngegoda Yoga...."


" Sialan lu Ly, jaga omonganmu.... " Ucap Lala kesal.


" Gak usah sok alim La, bilang aja lu mau jual diri ke Yoga...


PLAAKKK!!!!!


Tamparan telak ke pipi Sherly membuat dia terdiam beberapa saat.....

__ADS_1


__ADS_2