Terus Mencintai

Terus Mencintai
Gak Ada Bedanya


__ADS_3

Hari pertama di acara bulan madu tidak ada bedanya ketika mereka di indonesia. Bangun pagi disuguhkan wajah tampan Erick yang dingin, tiada senyuman hangat seperti dulu lagi. Dan Lala sangat menyadari itu semua.


Lala sudah membersihkan diri, dia sangat berharap Erick akan mengajaknya jalan jalan melihat keindahan Pulau Jeju, seperti yang Lala selalu nonton di drama korea kesukaannya. Tapi sepertinya orang yang di harapkan mengajaknya malah asik dengan laptop dan kerjaannya.


" *S*udah ku sangka akan begini juga akhirnya. Kalau tahu begini kan lebih baik di Indonesia aja. Seandainya aku bosan aku bisa berjalan sendiri mengisi kebosananku saat ini. " Gumam Lala dalam hati.


" Mas, apakah kita akan di kamar seharian ini??? " Tanya Lala akhirnya.


" La, kalau kamu bosan kamu bisa keluar jalan jalan. Jangan mengganggu pekerjaanku. " Jawab Erick tanpa memalingkan wajahnya dari laptopnya.


" Tapi aku gak tahu keadaan disini mas. " Ucap Lala lagi.


" Kamu bisa meminta peta Pulau Jeju pada receptionist. Apa susahnya sich La??? " Ucap Erick yang mulai meradang.


" Baiklah mas, aku gak akan ganggu aktivitasmu. " Ucap Lala sebelum dia melangkah pergi meninggalkan kamar.


Setelah berdebat dengan Erick, Lala memutuskan menonton televisi.


" *L*ebih baik aku disini menonton acara televisi. Setidaknya rasa bosan akan hilang sementara waktu. " Ucap Lala dalam hati.


Lala menonton acara komedi di televisi. Dia tertawa terbahak bahak seorang diri. Suaranya pun menggema sampai di telinga Erick yang berada di dalam kamar.


" *A*pa yang dilakukan perempuan itu??? Suaranya terlalu berisik " Tanya Erick di dalam hati.


Lelah menonton dan tertawa akhirnya lala terlelap di sofa. Ruangan menjadi hening, hanya suara televisi terdengar.


" *K*emana perginya Lala??? Mengapa suaranya tidak terdengar lagi??? Tanya Erick dalam hati.


Pekerjaan sudah selesai dan sekarang menunjukkan pukul satu siang. Dan cacing di perut Erick sudah mulai berdemo minta segera di isi.


" *P*antas saja perut ku terasa lapar, sekarang saja sudah lewat jam makan siang. Tapi mengapa Lala belum merengek minta di ajak makan siang. Kemana dia??? " Yanya Erick dalam hati.


Dia pun menuju keluar ruangan dan melihat Lala tertidur dengan sangat nyenyak.


" *B*etapa nyenyaknya tidur mu sayang. Apa aku harus membangunkannya??? " Tanyanya dalam hati.


Erick tidak membangunkan Lala, untuk mengganjal perutnya akhirnya erick makan roti yang ada di meja makan dan meminum kopi sambil menunggu Lala terbangun.


Yidak lama kemudian lala bangun dari tidurnya. Lala pun melihat jam yang ada di tangannya.


" *A*paaaa sudah jam dua lewat, pantas saja perutku lapar. " Ucapnya dalam hati sambil memegang perutnya.


Dia pun menuju kamar mencari Erick. Ingin mengajaknya makan siang bersama. Tapi orang yang dicari sudah tak ada lagi ditempatnya. Lalu dia menuju meja makan, dia hanya melihat cangkir kopi yang sudah kosong dan plastik pembungkus roti.


" *K*emana mas Erick??? aku sangat lapar ." gumamnya dalam hati.


Lala memutuskan tetap di dalam kamar. Membaca buku sambil menunggu kedatangan Erick. Satu jam lebih Lala menunggu akhirnya Erick kembali ke kamar.


" Mas dari mana???? Dari tadi aku menunggu mas. " Ucap Lala.


" Bukan urusanmu. " Ucap Erick acuh.


" Mas aku lapar. " Ucap Lala

__ADS_1


Erick pun melihat jam ditangannya sudah menunjukkan jam lima kurang.


" *P*astas saja kamu lapar sudah jam segini. Pasti kamu belum makan dari tadi siang. " Gumamnya dalam hati.


" Pergilah mandi dan bersiap. Kita akan makan malam di Restaurant Resort. " Ucap Erick.


" Haruskah kita makan malam di Restaurat Resort mas??? " Tanya Lala.


" Apa sebenarnya yang kau harapkan??? " Tanya Erik kembali.


" Aku hanya ingin.... " Ucapan Lala langsung di potong Erick.


" Jangan kau mengharapkan lebih dari perjalanan kita. Nikmati saja yang sudah kukatakan padamu. " Ucap Erick sebelum meninggalkan lala menuju kamar mandi


Bukkkkk .....


Suara batingan pintu kamar mandi.


" *K*enapa sich mas, aku kan hanya ingin menikmati pemandangan Pulau Jeju. Apa gunanya berada disini kalau di kurung dalam kamar juga. " Gumamnya dalam hati.


□□□□□□


Lala dan Erick menikmati makan malam dalam diam. Hanya suara garpu dan sendok menemani juga suara alunan musik terdengar di seluruh ruangan.


Asik menikmati makan malam, seseorang mendekati meja mereka.


" Hai Erick. how are you??? what are you doing here??? " tanya lelaki tersebut


" Richard. Long time no see. I'm fine. We are enjoying vacation in here. " Jawab Erick.


" Do i bother you guys??? " Tanya Richard.


( Apakah saya mengganggu kalian?? )


" Certainly not. I almost forgot, intruduce my wife Yolanda Sari. " Ucap Erick memperkenalkan Lala.


( Tentu tidak. Aku hampir lupa, pekenalkan istriku Yolanda Sari )


" Your wife??? I guess you married Clara. Uppss sorry. " Ucap Richard sambil menutup mulutnya.


( Istrimu??? Ku pikir kau menikahi Clara. )


" I'm not married to him. It's all past " Ucap e


Erick santai.


( Aku tidak menikahinya. semua telah berlalu. )


" Richard Deep. Nice too meet you. " Ucap Richard sambil mengulirkan tangannya.


" Yolanda Sari. Nice too meet you too. " Ucap Lala sambil membalas uluran tangan Richard.


" I should go. I don't want to disturb your dinner. I also have an appointment with a woman. " Ucap richard sambil mengedipkan matanya pada Erick.

__ADS_1


( Saya harus pergi. Saya tidak ingin mengganggu makan malam kalian. Saya juga sudah punya janji denagn seorang wanita. )


" You don't change, you always play arround with the woman you meet. " Ucap Erick sambil terbahak.


( Kamu tak berubah, kau selalu bermain dengan wanita yang kau temui. )


" Maybe i'll change when i find someone who can make fall in love. " Ucap Richard.


( Mungkin aku akan berubah ketika menemukan seseorang yang bisa membuatku jatuh cinta. )


" Hope that happens soon. " Ucap Erick.


( Semoga itu segera terjadi. )


" Oke bye. I'll contact you letter. " Ucap Richard sebelum meninggalkan meja Erick.


" Siapa dia mas??? " Tanya Lala setelah Richard pergi.


" Teman lamaku. " Jawab Erick.


" Lalu siapa Clara??? " Tanya Lala.


" Kamu tidak perlu tahu. Lebih baik kau habiskan makananmu lalu kita kembali ke kamar. " Ucap Erick.


Walaupun kesal Lala tetap menghahiskan makanannya. Selesai makan mereka langsung kembali ke kamar. Di dalam kamar lala kembali berkutat di depan televisi sedangkan erick sibuk dengan laptopnya.


Selang beberapa lama terdengar suara ponsel Erick yang berdering.


" Hallo. Ya Richard. What's wrong??? " Ucap Erick.


"...... "


" I have nothing to do. " Ucap nya lagi.


"..... "


" Alright i'll go there. wait for me there. " Ucapnya lagi.


Setelah menerima telpon dari Richard, Erick pergi bersiap siap akan pergi. Setelah siap dia pun langsung ke luar kamar.


" Mas mau kemana??? " Tanya Lala yang melihat suaminya akan pergi.


" Aku akan keluar sebentar. " Ucap Erick.


" Tapi ini sudah malam mas. Aku juga sendiri di kamar. " Ucap Lala.


" Emangnya kenapa kalau malam. Aku ingin bertemu dengan teman temanku. " Ucap Erick.


" Tapi mas... "


" Sudahlah, kamu gak punya hak untuk melarang kemana pun aku pergi. Lebih baik kau pikirkan nasibmu saja. " Ucap Erick lalu melangkah pergi meninggalkan Lala.


Sepeninggalan Erick, Lala hanya menangis di kamar meratapi nasib pernikahannya.

__ADS_1


" *M*engapa harus seperti ini??? Aku rindu ibu. "


Gumam Lala dalam hati.


__ADS_2