
Pesta pernikahan baru saja selesai. Kamar hotel presidential suite yang sudah disiapkan untuk pasangan pengantin baru telah siap di gunakan. Kamar sudah di hias dengan bunga mawar dan terlihat sangat cantik. Para tamu sudah mengosongkan tempat berlangsungnya resepsi pernikahan. Tinggal keluarga besar Lala dan Erick yang ada. Mereka semua akan berpamitan pada yang punya acara.
" Lakak Ipar gue pulang dulu yach. Selamat menikmati malam pertama. Semoga sukses. " Goda Erika ketika akan meninggalkan hotel.
" Udah dech Ka, jangan bikin lala tambah gugup. Bang nanti yang lembut ya, jangan terburu buru. " Goda Riana sambil tertawa.
" Kalian semua ini ya, kerjaannya godain Lala. Lihat wajah Lala menjadi merah. " Ucap Mamah Riana yang tersenyum melihat perubahan pada wajah Lala.
" Kamu gak usah dengarin mereka berdua La. Mereka pada iri tuch karena mereka kalah dari kamu." Bela Yuni, Kakak Iparnya.
" Gak kali Mba, entar lagi Riana bakal nyusul kok. Ya kan sayang???? " Tanya Riana manja pada Arga.
" Kayaknya baru akan ku pikirkan Na, gue takut nikah sama cewek bawel kayak kamu. " Ucap Arga dan langsung dihujani cubitan dari Riana.
Yang lain hanya tertawa melihat kelakuan Riana dan Arga.
" Sakit yank, lagian aku hanya becanda. " Ucap Arga sambil mengelus tangannya.
" Udah kalian jangan ribut disini. Lebih baik kita pulang biarkan pengantin baru menikmati harinya. " Ucap Mamah nya Erick.
" Ya lebih baik kita pulang. " Ucap Ibu Lala.
" Bang Erick pelan pelan aja yach. Jangan maksa kalau Lala belum mau ngasih. " Bisik Erika sebelum melangkah pergi.
" Dasar anak kecil, ini gak boleh dibicarakan oleh gadis di bawah umur. " Ucap Erick yang dari tadi senyum mendengar perkataan adiknya itu.
Tapi bukan Erika namanya kalau tidak mengganggu Abangnya. Dari kecil sampe sekarang dia selalu bersama, tak pernah terpisahkan kecuali ketika Erick mengambil kuliah di luar negeri selama beberapa tahun. Dan hanya Erick lah tempat mengadu setelah mamahnya, ya karena hanya ada mereka bertiga sejak kematian Papahnya. Dan sekarang lelaki kebanggaannya itu telah menikah dan Erika sangat senang karena Abangnya telah menemukan tambatan hatinya. Wanita cantik dan baik hati.
Mereka pun meninggalkan hotel bersama. Keluarga Lala menuju ke apartemen Lala sedangkan keluarga Erick dan Riana kembali ke rumah mereka masing masing. Setelah mengantar kepergian mereka, Lala dan Erick langsung menuju kamar pengantin mereka.
Dalam kamar pengantin Lala duduk di depan meja rias membersihkan sisa make up di wajahnya.
" Mas Erick mau mandi ???? " Tanya Lala.
__ADS_1
Tiada jawaban dari Erick, hanya tatapan dingin yang diberikan pada Lala
" Mas, Lala siapin air panas ya. " Ucap Lala lagi.
" Gak pelu La, mas bisa sendiri. " Ucap Erick lalu melangkah pergi menuju kamar mandi.
Lala hanya terdiam melihat sikap dingin Erick sambil mengusap air mata yang mengalir tanpa izinnya.
" *Ini baru awal. Aku gak boleh cengeng, ini pilihanku. Aku harus kuat untuk kebahagiaan semua orang*. " Ucap Lala untuk menguatkan dirinya.
Sambil menunggu Erick keluar dari kamar mandi, Lala bermain ponsel. Dia melihat semua pesan masuk. Semua ucapan dari sahabat dan kerabat yang tidak sempat hadir membuat lala tersenyum sendiri.
Tak lama kemudian Erick keluar dari kamar mandi dan melihat Lala tersenyum sambil menatap layar ponselnya.
" *B*etapa indah senyummu La, aku harap senyum itu hanya untukku. " Gumam Erick dalam hatinya.
" Begitu senangnya dirimu karena mendapat pesan dari kekasih gelapmu. " Ucap Erick.
" Maksud mas apa???? ini hanya ucapan dari mba hany mas. " Ucap Lala.
Lala yang melihat hanya bisa menahan tangisnya lalu menuju kamar mandi untuk membersihkan diri.
Setelah selesai Lala pun keluar dan langsung menuju tempat tidur. Lala merebahkan tubuhnya disamping suaminya.
Dalam diam lala menatap wajah suaminya yang terpejam. Ingin sekali Lala menyentuh wajahnya, tapi ada keraguan. Takut membangunkan erick dan pasti dia akan marah. Dalam diam air mata Lala hanya bisa mengalir.
" *Y*a tuhan, bantu aku menghadapi semua ini. Beri aku kekuatan. " Gumamnya dalam hati.
Lelah menangis akhirnya Lala tertidur. Dan menjelang subuh Erick terjaga dari tidurnya. Dia melihat Lala yang tidur disampingnya.
" *T*erasa nyaman sekali ketika kita bangun bisa melihat wajah orang yang kita cintai. Tapi kenapa matanya bengkak??? Apa semalaman dia menangis???? Ya Allah apa yang sudah kulakukan???? Aku harus bagaimana menghadapinya??? Aku mencintainya tapi aku juga kecewa padanya. " Gumam Erick dalam hatinya.
Ingin sekali Erick memeluk dan membelai Lala dalam dekapnya. Tapi ketika mengingat video itu dia merasa jijik.
__ADS_1
" *S*iapa lelaki yang ada dalam video itu??? Apa benar Lala tidak mengetahuinya???? " Tanya Erick dalam hati.
Lelah melihat Lala, Erick pun bangun dari tidurnya. Dia langsung mandi dan salat subuh. Setelah salat subuh dia pun menuju balkon. Dia sengaja tidak membangunkan Lala, dia akan membiarkan Lala beristirahat sebentar lagi.
Tak lama kemudian Lala pun terjaga dari tidurnya. Dia melihat Erick sudah tidak ada disampingnya. Lala pun mengambil ponselnya dan melihat jam.
" *H*ampir aku kesiangan. Sudah jam lima lewat. Tapi dimana Mas Erick??? Ah nanti saja aku mencarinya setelah aku salat. " Ucap Lala dalam hati lalu beranjak menuju kamar mandi.
Setelah salat Lala pun keluar dari kamarnya. Mengamati seluruh ruangan dan melihat Erick ada di balkon. Lala pun langsung menuju balkon.
" Apa yang mas lakukan??? " Tanya Lala dan membuyarkan lamunan Erick
" Tidak ada. " Jawab Erick dingin.
" Mas ada apa denganmu??? Mengapa mas selalu bersikap dingin kepadaku???? Tanya Lala.
" Apa perlu mas menjelaskan semua. Tanpa mas jelaskan pasti kamu sudah tahu semuanya. " Ucap Erick yang siap melangkah pergi tapi di tahan Lala.
" Maafin aku mas. Aku mohon. " Ucap Lala.
" Kata maaf memang mudah untuk diucapkan La. Kamu yang memilih untuk melanjutkan pernikahan ini, jadi kamu harus menerima konsekuensinya. " Ucap Erick.
" Tidak bisa kah kita memulainya dari awal??? Tidak bisa kah kamu menerima aku yang sekarang??? " Tanya Lala.
" Semua butuh proses La. " Ucap Erick.
" Aku akan menunggu itu mas, aku akan melakukan apapun untuk melewati semua prosesnya. " Ucap Lala.
" Oke, kalau gitu siap kan dirimu melewati semuanya" Ucap Erick.
" Aku mencintaimu Mas " Ucap Lala lirih.
" Hentikan semua ini. Mas gak mau membahasnya pagi ini. Aku lapar. Sebaiknya kamu pergilah bersiap. Kita akan turun sarapan lalu kita pulang kerumah utama. Kita akan persiapkan perjalanan kita. " Ucap erick sambil melangkah pergi.
__ADS_1
" *M*aafin semua sikap ku La. Aku juga mencintaimu. Sangat mencintaimu. " Ucap Erick dalam hati.