Terus Mencintai

Terus Mencintai
Menghapus Kenangan Pahit


__ADS_3

Perjalanan menuju mall hanya butuh waktu setengah jam. Riana melajukan mobilnya tanpa hambatan. Sepanjang perjalanan Riana gak berhenti mengoceh. Lala hanya geleng - geleng kepala melihat kelakuan sahabatnya itu.


" Lu kenapa sich La, dari tadi kebanyakan diam. lagi dapat?? " Tanya Riana.


" Aku gak papa Na, lagi malas aja. " Jawabnya.


" Lu baik - baik aja kan sama Yoga??? " Tanya Riana yang tetap fokus menyetir.


Lala kaget ketika mendengar nama Yoga di sebut oleh Riana. Membuatnya kembali mengingat kejadian semalam. Kejadian yang sangat ingin Lala lupakan. Kejadian yang sudah meporak - porandakan hati dan perasaannya. Kejadian yang sangat memalukan yang tiba - tiba muncul di permukaan saat nama Yoga melambung di udara dan itu membuat Lala merasa gak nyaman dengan semua ini.


" La......" Teriak Riana membuyarkan lamunan Lala.


" Qpaan sich Na, bikin kaget aja...." Seru Lala.


" Abisnya lu juga sich, ditanya kok malah melamun. Lu pikirin apa sich??? Jangan - jangan lu pikirin Yoga???? " Goda Riana.


" Enak aja, kayak ga kerjaan aja sampe aku harus mikirin dia." Sergah Lala yang gak ingin Riana curiga padanya.


" Lu belum mau terima Yoga buat jadi pacar La??? Dia cinta banget sama lu, tiap hari Arga selalu diteror hanya buat tanyain lu doank...." Ucap Riana untuk meyakinkan keseriusan Yoga.


" Kenapa sich Yoga terus yang di bahas??? bosan tau. " Ucap Lala sambil terus menatap ke arah jalan raya.

__ADS_1


" Tapi La.... "


" Riana sayang, sudah ya gak usah di bahas terus. Aku gak bisa terima dia. Aku mau tutup kembali hatiku buat Yoga. " Ucap Lala sedih.


" Maksud lu tutup kembali??? Jangan bilang lu mulai suka sama dia...." Goda Riana lagi.


" Sudah ah aku malas kalau bahas Yoga lagi " Ucap Lala mencoba menghindar dari Riana.


" *S*ebenarnya aku mulai suka sama dia na, tapi aku takut untuk memulainya. Apalagi sejak kejadian semalam. Aku takut dosa semalam terulang lagi setelah aku bersama dia. Aku harus berusaha melupakan dia Na." Ucap Lala didalam hatinya.


" Okey, saat ini lupakan masalah Yoga. Sekarang waktunya buat senang - senang. " Ucap Riana.


" Betul banget. " Ucap Lala yakin.


" Udah sampai La, lu mau turun apa gak??? " Tanya Riana yang melihat Lala masih duduk manis di tempat duduknya.


" Sudah sampe ya??? Sorry aku ngelamun tadi. " Ucap Lala sambil keluar dari mobil.


" Gak lama lu kesambet La, ngelamun terus. " Ejek Riana sambil berjalan di belakang Lala.


Mereka memasuki mall terbesar di kotanya, lalu berjalan jalan mengelilingi mall. Tanpa membeli apapun. Kali ini hanya kegiatan cuci mata. Kegiatan yang sangat melelahkan tapi sangat menyenangkan.

__ADS_1


Masuk dari toko satu ke toko lainnya. melihat tas dan pakaian brand ternama, melihat pernak pernik dan juga kosmetik. Dengan melihat pun mata terasa segar kembali.


" La......" Ucap Riana.


" Hmmm...." Jawab Lala tanpa menoleh ke Riana.


" Laper... ngafe yuk " Ucap Riana sambil menunjuk cafe yang sudah ada di depannya sambil menarik tangan Lala.


Lala yang sebenarnya dari tadi sudah lapar dan haus hanya mengikuti Riana seperti anak kecil yang diseret tangannya.


" Iya Na, gak usah main tarik - tarik. Nanti aku jatuh Na..." Ucap Lala.


" Iya Tuqn Putri, tapi cepat donk. Gue haus banget nich...." Ucap Riana sambil melepaskan tangan Lala.


" Kita bakal sampe juga Na biar lambat. " Ucap Lala.


Lala selalu aja ada alasan buat ngebalas semua perkataan Riana, walaupun kebanyakan dia yang kalah. Atau lebih tepatnya dia yang mengalah pada Riana. Begitu lah sifat Lala, lebih baik mengalah daripada orang lain tersakiti.


Sampai didepan cafe, Riana melihat sekeliling. Tanpa mereka sadari ada mata yang mengawasi mereka berdua. Mereka masuk cafe, namun tiba - tiba Riana melihat kekasih hatinya.


" *M*emang kalau jodoh gak bakal kemana, dimana ada gue disitu pasti ada kekasih hatiku. Arga. " Ucap Riana dalam hati sambil senyum senyum.

__ADS_1


Lala yang melihat Arga dan teman - temannya langsung pucat. Gak tahu harus berbuat apa. Ingin lari tapi gak mungkin, karena mereka telah melihat kahadiran Lala dari jauh.


__ADS_2