The Most Beautiful Love

The Most Beautiful Love
Sut....jangan menangis


__ADS_3

Hari begitu sepi dan sunyi nampak Kirana sedang asik ngelakuin kebiasaan nya yaitu nonton seharian. Ketika sedang asik nonton video di youtube Kirana mendapat pesan dari Nino


"Kirana kamu kenapa menghindar dari aku. aku ingin kamu yang seperti dulu sama seperti waktu SD saat aku menemukan mu dan saat kita ngobrol untuk sekian lamanya tidak bertemu. Kirana yang riang, lucu dan baik hati. Tapi kenapa kamu berubah sesingkat ini apa karena perasaan ku pada mu? Kirana aku hanya ingin tau apa alasan kamu kenapa kamu menghindar dari ku"


Setelah membaca pesan itu Kirana langsung mematikan telponnya karena Kirana tau Nino akan terus menanyakan alasan mengapa ia menjauh dan menghindar dari Nino setelah dia mengungkapkan perasaannya.


"Nino maaf kan gue. gue gak mau nyakitin lo karena lo cowok yang sangat baik dan gue gak mau kejadian masalalu gue terulang lagi. Nino tolong maaf kan gue...."


***


Sepulang sekolah gua segera keluar dari kelas. Sesekali gua melirik kelapangan basket yang ramai dengan anak tim basket yang sedang adu tanding.


Digerbang gua merasakan kalau  tangan gue ditarik seseorang yang ternyata itu adalah Nino


"Ada apa lagi sih? lo kenapa sih ganggu gue terus,  lo gak ada kerjaan lagi apa?" Tanya gua sedikit marah karena kaget


"Kirana aku mau bicara dengan kamu tapi gak disini, ayo kamu ikut aku" ajak dia


"Apa yang mesti di bicarakan lagi Nino?. apa susah bicara disini, gue mau pulang nih gue buru buru"


"Kirana aku mohon kita harus bicara..."

__ADS_1


Nino menarik tangan gua dan menyuruh gua masuk ke dalam mobil nya.


"Lo mau bawa gue kemana Nino?" Tanya gua was-was


"Kiran kamu diam saja nanti juga kamu akan tahu" suruhnya sambil melajukan mobilnya


"Awas ya kalau lo macem macem. Gue akan teriak dan gue gak akan maafin lo seumur hidup gue kalau lo macem macem ke gue" ancam gua padanya


"Ia aku gak akan nyakitin kamu kok" ucap nya sambil tersenyum ke arah gua.


Setelah menempuh perjalanan kurang lebih sepuluh menit Nino memberitahukan ke gua kalau kita udah sampai.


"Kiran kita udah sampai"


"Kamu sudah lupa ya Kiran. dulukan kita selalu main bersama di taman ini dan kamu pernah ngomong kalau kamu suka taman ini. Apa kamu sudah lupa Kiran? aku pikir kamu masih mengingat tentang kita tapi ternyata kamu sudah melupakannya. Mungkin hanya aku saja yang mengingat itu." Dia    menghela napas dengan kasar "Kirana aku mau ngomong sesuatu ke kamu tolong kamu dengar ya."


"Ku rasa Tak ada yang perlu dibicarakan lagi Nino. Maaf gue harus pergi...Nino"


"Aku gak akan pernah membiarkan kamu pergi lagi Kiran. Kirana tolong dengarkan aku sekali ini saja aku mohon "  ucap dia dan tiba-tiba dia memeluk gua sangat erat "Kirana sebanar nya aku suka banget sama kamu, semenjak kita SD aku ngerasa aku suka kamu dan ketika pertama kali nya aku berkomunikasi lagi, perasaan itu tumbuh kembali dan aku tak ingin kamu pergi dari ku lagi. Aku ingin kamu seperti dulu Kirana yang ceria, lucu dan baik. Aku ingin kamu yang seperti dulu Kirana ...aku mohon" ucapnya masih memeluk gua


"Maaf Nino aku tidak bisa...!" Ucap gua sambil melepaskan pelukan dia.  Air mata yang  gua tahan sejak tadi tiba-tiba jatuh menyusuri pipi mulus gua.  sebelum akhirnya tangis gua pun pecah menjadi isakan. "Kenapa...kenapa lo hadir di kehidupan gue kenapa Nino ? ...kenapa lo hadir dan mengingat kan gue pada orang itu kenapa....Nino?. Sudah cukup bagi gue, rasa sakit yang gue rasain dan gue gak mau itu terulang lagi jika gue  kembali memberi kesempatan itu kepada lo gue gak mau Nino gak mau. Sudah cukup bagi  gue  dihianati oleh seseorang laki laki sialan ..hik...hik..." air mata gua terus berjatuhan tanpa bisa berhenti.

__ADS_1


"Suttt...jangan nangis lagi Kirana aku mohon. Aku gak akan menghianati kamu dan pergi ninggalin kamu aku janji Kirana aku gak akan pernah ninggalin kamu aku sayang kamu Kirana" Nino menghapus air mata di pipi gua dengan ibu jarinya dengan sangat lembut Dan membawa gua masuk ke dalam mobilnya.


Author pov


Dimobil Kirana tak bicara pada Nino begitu juga dengan Nino. karena dia tau Kirana gak bisa bicara dengan lancar. Maklumlah Kirana tak bisa bicara akibat menangis tadi. Rasanya berat sekali untuk bicara bahkan menangis pun sudah tak lagi bersuara.


"Kirana sudah sampai " Nino memberitahu Kirana


"O..o ma..kasih Nino"jawab Kirana singkat dan  sedikit serak. Kirana turun dari mobil dan berjalan menuju pagar rumah nya


"Aku pergi ya...jaga kesehatan dan jangan menangis lagi" pamit Nino


"Nino..." panggil Kirana lirih


"Ya ada apa Kiran?"


"Oo..maaf..."


"Oh...dah aku pergi ya"  lagi lagi Nino tersenyum dan terlihat tegar meskipun hati Nino terluka.


Kirana memandangi Nino yang mulai menjauh .Hati nya merasa  kehilangan ketika Nino pergi. "ah apa yang gue pikirkan apa mungkin aku mulai jatuh cinta padanya...?

__ADS_1


Ah perasaan ini


Kirana tersenyum dan masuk ke rumah.


__ADS_2