
Siang yang begitu membosan kan tak ada yang nemani gue yang ada gue ditemani bantal sopa .Gue tiduran di sopa tamu dengan membayangkan kejadian yang terjadi di taman kemarin. Tiba tiba suara ketukan pintu memecahkan lamunan gue. Gue beranjak pergi membukakan pintu dan ternyata yang mengetuk pintu adalah Rio
"Hai Kirana" sapanya
"Rio lo ngapain kesini?" Tanya gua bingung
"Kirana apa lo ada waktu...?"
"Mau ngapain lo tanya gitu emang ada perlu apa
? tumben banget nih maen ke rumah bikin curiga nih..."
"Gue kesini mau ngasih ini ke lo " dia memberikan sebuah surat pada gua
"Apaan nih dari siapa?"
"Lah elo udah tah tu surat masih aja nanya. itu dari Nino gebetan lo"
"Apaan sih lo "
"Ngaku aja lo, benerkan dia emang gebetan lo?. Gue banyak urusan nih gue cabut ya"
"Udah sana buruan pergi ngapain masih disini "
"Ya lo ngusir gue"
"Apaan gue gak ngusir lo kok, yang bilang mau cabut kan lo Rio jadi kenapa malah jadi salah gue?"
"Ia ...ia gue cabut gadis macan" ucapnya meledek dan pergi meninggalkan gua.
"Apa lo bilang? gue gadis macan, yang ada lo cowok gorila curut" umpat gue kesal
Rio hanya menanggapi ucapan gua dengan lambayan.
Flashback on
__ADS_1
"Hallo..."
"Ia No ada apa?,tumben lo nelpon"
"Yo boleh gue minta tolong ?"
"Ah lo, kan udah gue bilang kalau lo butuh bantuan gue lo jangan sungkan bilang ke gue"
"Makasih ya Yo. Gue bingung mau minta tolong kesiapa lagi kalau bukan ke lo Yo"
"Lo mau minta tolong apa No?"
"Yo lo kan teman nya Kirana"
"Ya...terus"
"Gak enak kalau ngomong di telpon, lo kerumah gue ya Yo"
"Ok No, gue cabut sekarang"
Sesampainya di rumah Nino
"Ini?"
"Ia Yo gue minta tolong banget ya, gue gak bisa berkomunikasi lagi dengan Kirana. Kirana ngehindar dari gua yo.."
"Ok...gue akan kasih ini ke Kiran. Tenang aja No gue bantu lo kok"
"Makasih ya Yo"
Flashback off
"Ni surat dari Nino? Gue jadi penasaran isi nya apa gue buka ah..."
"Dear: Kirana
__ADS_1
Kirana aku tak tau kenapa kamu menghindar dari aku? dan aku ingin tau kenapa kamu menghindar dari aku? aku yakin masalalu mu adalah trauma bagi mu dan aku tak ingin menyakitimu. Maaf jika aku hanya jadi orang yang hanya mengingatkan masalalu, aku tau itu sakit untuk mu tapi aku janji tidak akan menyakitimu bahkan aku tak akan pernah menyakitimu aku sangat mencintai mu kiran. Aku ingin kamu tetep tersenyum dan jadi kirana yang aku kenal dulu aku sangat sangat mencintaimu
I LOVE YOU
Form:nino
Gue menganga tak percaya dan
Tak sengaja air mata gua pun jatuh menyusuri pipi. Gue tak tau perasaan apa yang gue rasakan ini, namun yang jelas setelah membaca surat dari Nino gue merasa bersalah ke pada Nino dan gue ngerasa kalau gue gak mau kehilangan Nino. Gue terus membayangkan kelakuan gue ke Nino bahkan gue gak pernah dengarin Nino kalau dia bicara tapi kenapa dia selalu tersenyum ke gue?. gue pikir betapa egois nya diri gue."
Meskipun gue malu untuk meminta ini ke Rio tapi gue harus lakuin ini demi nino. Gue menelpon rio dan gue berniat meminta alamat rumah Nino
"Hallo...Rio"
"Ada apa Kiran lo ada perlu apa kegue? Tumben nelpon biasanya aja ogah nempon gue..."
"Gue boleh minta alamat nya Nino yang sekarang gak? lo tau kan?"
"Apa lo minta alamat Nino gak salah nih?"
"Gak ada yang salah Rio cepetan kirimin gue alamat nya yang baru ya gue gak tau alamat nya yang sekarang"
"Ia ia bawel nanti gue kirimin"
"Nah gitu donk, awas lama"
"Ia ia bawal "
***
Setelah mendapat alamat rumah barunya Nino gue langsung pergi menuju alamat yang di berikan Rio. Gue turun dari taxi dengan gugup dan malu gue berpikir bagaimana nanti sikap gue dan apa yang mesti gue lakuin nanti kalau gue bertemu dengan Nino
Gue bertanya dalam hati gue apakah yang dilakuin gue saat ini benar atau kah salah?.tapi jika gue tak ngelakuin ini gue akan dihantui rasa penyesalan dan gue ngerasa takut kehilangan Nino. gue menekan bel dirumah Nino namun juga belum sempat menekan bel gue di kagetkan dengan seseorang yang memanggil gue
"Kirana apakah itu kamu?"
__ADS_1
Gue membalikan badan ke arah suara yang memanggil nama gue. Gue hanya diam mematung melihat seseorang itu yang tak lain itu adalah Nino
"Kirana apakah ini benar kamu...?"