
...39...
Bruk!
Justin menghempas tubuh Vans hingga tersungkur di lantai tepat di ujung sepatu Alena. Kedua tangan Alena mengepal dengan erat saat melihat Justin yang menghempas tubuh Vans dengan keras. Ia yakin, tubuh Vans pasti merasa kesakitan saat memebentur lantai yang keras.
"Lo sekarang berani lawan, Bos!" bentak Denol dengan menendang kaki Vans.
"Aauuu, please jangan pukul gue. Gue ngak akan berani lawan bos tapi gue emang ngak punya duit sebanyak itu," jelas Vans dengan menarik kakinya.
"Aaahhh, bacot lo. Bos mending kita kasi ni Si Culun pelajaran biar dia ngak berani ngebantah lagi. Mentang-mentang punya pacar jadi belagu dia," seloroh Billy memanas-manasi Justin agar semakin marah.
Benar saja, sepertinya hasutan Denol dan Billi membakar kemarahan dalam diri Justin. Itu terlihat dari rahang Justin yang mengetat dengan tatapan nyalang siap menerkam yang ditujukan pada Vans.
Vans semakin ketakutan dengan keringat yang semakin mengalir deras di pelipisnya. Ketakutan yang sangat besar menyelimuti seluruh tubuhnya saat melihat tatapan nyalang Justin yang terlihat sangat mengerikan. Jika sudah begini, Vans tahu jika Justin pasti akan membuat ia sebagai bulan-bulanan pria itu hingga babak belur.
"Heh, Culun, seharusnya lo tahu posisi lo di mana. Orang seperti lo ngak lebih penting dari sampah, tetapi lo malah berani menolak permintaan gue. Lo ngak lupa kan hukuman untuk murid yang menolak perintah gue." Justin melayangkan bogem mentah tepat di wajah Vans. Kedua kelopak mata Vans tertutup dengan cepat, bersiap menerima bogeman yang pastinya akan membuat sudut bibirnya sobek.
Satu detik!
Dua detik!
Tiga detik!
__ADS_1
Vans tidak merasakan bogeman Justin mendarat di wajahnya. Seharusnya bogeman itu sudah membuat tubuhnya terjungkal. Perlahan, Vans membuka kedua kelopak matanya dan melihat sebuah tangan yang menahan tangan Justin tepat di depan wajahnya. Vans menoleh ke arah sang pemilik tangan yang ternyata adalah Alena.
Seketika wajah Vans berubah panik dan semakin ketakutan. Justin pasti akan marah besar pada Alena karena gadis itu sudah berani mencekal bogemannya. Vans segera bangkit dan menggelengkan kepalanya pada Alena yang masih tidak bergeming, dan malah menatap Justin dengan tatapan yang sangat dingin menusuk tulang.
Sedangkan Justin, terlihat syok karena seorang gadis berani mencekal tangannya. Gadis cupu dengan tompel di pipi kiri itu bahkan berani menatapnya dengan sangat tajam dan dingin.
Alena menghempas tangan Justin dengan kasar. Entah, keberanian apa yang membuat ia bisa melakukan hal ini. Akan tetapi, ia tidak terima melihat Vans yang akan di pukul oleh tiga pria preman itu. Ia juga tidak tahu kenapa ia bisa melakukan hal ini. Seolah-olah ini adalah perintah dari alam bawah sadarnya.
"Be---"
"Lo anak orang kaya kan, Justin? Tapi kenapa lo malah malakin murid-murid lainnya seperti lo orang miskin yang ngak punya uang. Lo itu anak konglomerat tapi kok tingkah lo udah kayak preman jalanan yang ngak punya duit!" berang Alena memotong ucapan Justin yang pasti akan mencaci maki dirinya. Namun, ia tidak membiarkan mulut Justin bersuara. Alena merogoh saku seragamnya dan mengeluarkan sepuluh lembar uang dengan warna merah. Lalu, melemparkan uang tersebut tepat di wajah Justin.
"Lo mau uang kan? Ambil tuh uang haram, itu lebih dari uang yang lo minta," imbuh Alena, kemudian menarik tangan Vans untuk pergi dari hadapan Justin dan antek-anteknya.
Bugh!
"Aauuuu!" pekik Billy kesakitan saat bogem mentah Justin malah mendarat tepat di wajahnya. Bahkan, saking kerasnya kepala Billy sampai menoleh ke samping. Billy terlihat sangat kesal tapi ia tidak berani melawan Justin. Bisa-bisa jika melawan Justin, pria itu malah membuat ia menjadi rengginang yang siap digoreng.
Sementara Denol memilih untuk diam dan menutup mulut rapat-rapat. Ia tahu jika Justin sedang sangat marah. Untung tadi ia tidak berada pada jarak terdekat dari Justin sehingga bukan ia yang menjadi samsak hidup pria itu.
"Brengsek! Berani sekali gadis culun itu ngelawan gue. Belum tahu dia kayaknya siapa gue. Lihat aja, gue bakal buat perhitungan sama cewek culun itu. Kalian berdua, cepet cari tahu di mana kelas gadis itu!" titah Justin dengan memandangi lembaran uang yang berserakan di bawah kakinya.
Di lain sisi, Vans dan Alena menghentikan langkah lebar dan cepat mereka yang setengah berlari saat sudah sampai di depan ruang guru.
__ADS_1
Nafas keduanya terlihat memburu dengan dada naik-turun tidak beraturan. Alena melepaskan pegangan tangannya pada Vans. Ia menekuk wajahnya dalam, apa yang sudah ia lakukan tadi. Ia mencari masalah dengan preman sekolah yang terkenal kejam. Tamat sudah riwayatnya.
"Sumpah, lo keren banget, Len. Lo berani bilang gitu sama Justin. Gue aja rasanya mau kencing di celana ngadepin Justin sama antek-anteknya," puji Vans dengan tatapan bangga.
"Diam lo, tamat udah riwayat gue. Mereka pasti bakal teror gue sekarang. Seharusnya tadi gue kasi aja uangnya dengan cara baik-baik. Udah uang gue diambil, terus gue malah bikin Si Preman sekolah marah," dengus Alena dengan perasaan bimbang.
Vans menatap wajah Alena yang terlihat ketakutan. Gadis di depannya itu sudah berani membela dirinya di depan Justin. Ia saja yang menjadi seorang laki-laki tidak berani tapi Alena dengan berani dan lantangnya melawan Justin. Tentu saja, gadis itu pasti takut karena Justin tidak akan melepaskannya. Ini semua memang salah dirinya, seharusnya ia memberikan semua uangnya pada Justin tadi. Vans merasa sangat bersalah. Ia meraih tangan Alena dan menatap lekat wajah manis di depannya.
"Udah, lo ngak usah takut, ntar kalau Justin marah biar gue aja yang dipukulin sama mereka. Lo lari aja yang kenceng, jauh-jauh dari mereka. Lagi pula ini salah gue, kalau gue kasih mereka duit lo ngak akan keseret masalah gue," ucap Vans dengan nada lembut.
Alena yang mendengar penuturan Vans yang terdengar tulus untuk melindungi dirinya terenyuh. Vans memang pria yang sangat baik.
"Udahlah, kita masuk serahin tugas dulu. Tentang Justin moga dia insaf atau pikun soal kejadian tadi," putus Alena yang lansung melenggang masuk ke dalam ruang guru, diikuti oleh Vans.
...----------------...
...****************...
Okeh, kalian semua jangan lupa ya buat kasi tips dan vote buat aku biar othor semakin semangat buat UP. Jangan lupa juga.
koment
like nya ya
__ADS_1