
Dingin, kaku, irit bicara dan berbagai sifat yang tidak disukai Syifa pada laki-laki yang saat ini duduk bersebelahan dengannya itu hilang. Semuanya berubah menjadi kebalikannya. Hafidzh ternyata orang yang asik di ajak ngobrol, walau hanya sesekali ia menatap lawan bicaranya. Mungkin karena laki-laki menjaga pandangan dengan wanita yang bukan muhrimnya.
Announcement menyebut nama dan jenis pesawat yang akan membawa penumpangnya. Sejenak obrolan mereka terhenti, namun kembali melanjutkan pembicaraan yang mungkin belum selesai
"Sebelum nama saya disebutkan, saya pergi sekarang ya. Hati-hati, semoga Allah melindungi perjalanan Syifa sampai ke rumah nanti. Sampaikan salam saya pada dokter Adzka dan tante Juna." pamit Hafidzh
Syifa mengiyakan, ingin sekali Syifa meminta maaf atas penolakan nya waktu itu. Tapi, bibirnya kelu untuk mengatakannya. Menurutnya, Hafidzh sudah melupakan karena sikapnya sama sekali tidak menunjukkan rasa kecewa ataupun marah. Bahkan Hafidzh menjadi sangat ramah kepadanya.
"Iya, Mas. Aamiin. Insya Allah nanti saya sampaikan kalau sudah di rumah. Nggak mungkin sekarang juga kan, batal deh surprise saya." jawab Syifa menyunggingkan senyuman terbaiknya
"Mas juga hati-hati, semoga Umrohnya berkah." ucapnya lagi
"Aamiin. Saya duluan ya. Assalamu'alaikum!"
"Wa'alaikumsalam!"
Syifa menatap langkah demi langkah laki-laki yang sedang berjalan menjauh di hadapannya. Tak sekalipun Hafidzh memperlambat langkah itu atau hanya sekedar menoleh kebelakang walau sedetik.
Syifa menyandarkan tubuhnya, menarik nafas panjang. Pesawat yang mulai bergerak terlihat dari kaca transparan di ruang tunggu itu, Syifa mendekat mengucapkan beberapa kalimat doa seolah berbisik kepada burung besi tersebut 'Tolong antarkan mas Hafidzh ke kota suci dengan selamat ya!'
__ADS_1
Tidak berselang lama, pesawat yang akan ia tumpangi pun mulai siap menerima seluruh penumpang yang akan mengantarkan mereka ke bandara bernama pahlawan kemerdekaan Soekarno Hatta.
\=\=\=\=\=
Aktifitas mengajar kembali menjadi rutunitas Yoli. Gadis itu sudah kembali kepada kenyataan hidup yang harus ia jalani. Kehilangan sosok yang paling ia kasihi ternyata bukanlah akhir dari segalanya. Apalagi sekarang sudah ada suami yang harus ia rawat dan abdi dengan sepenuh cinta.
Motor matic berwarna hitam berhenti dipekarangan rumah bernuansa serba hijau. Yoli membuka helm dan jaket yang ia kenakan setiap hari saat mengendarai motor dari rumah tinggal mereka ke sekolah.
"Assalamu'alaikum!" ucapnya setelah membuka pintu. Tidak ada jawaban, karena pasti hanya dia yang ada dirumah tersebut
Yoli masuk ke dalam kamarnya mengganti pakaian kerjanya. Akhir-akhir ini Yoli merasakan tubuhnya sedang kurang sehat. Tidak seperti biasanya, ia merasakan tubuhnya tidak bisa diajak kompromi. Badannya gampang capek.
"Kok pusing gini ya." ucapnya sendirian. Yoli memejamkan mata, menghimpun tenaga agar mampu mengerjakan pekerjaan rumah tangga yang sudah menunggu.
Dering ponsel membuatnya kembali membuka mata. Layar pipih tersebut menampilkan nama ibu mertua
"Assalamu'alaikum, Bunda." ucapnya semangat
"Wa'alaikumsalam. Kamu dimana, Nak?"
__ADS_1
"Di rumah, Bun. Baru saja pulang dari sekolah. Bunda mau kesini?" tanya Yoli antusias. Wanita itu menebak kalau mertuanya akan datang ke rumah mereka seperti biasanya. Karena sebelum mereka sampai Bunda pasti menelpon dan bertanya kamu dimana.
"Iya, Sayang. Bunda boleh mampir ya! Tapi besok malam sepertinya." jelas bunda
"Oh, Yoli pikir bunda sudah otw." ada sedikit kecewa dari intonasi suaranya
"Bunda masih disini, Sayang. Besok baru pulang kesana."
"Oh ... Iya, iya. Salam sama keluarga disana ya, Bunda. Maaf nggak bisa ikut. Soalnya kami sudah banyak ambil cuti."
"Nggak apa-apa, Sayang. Semuanya memaklumi kalian kok. Yang penting semuanya sehat."
Pembicaraan anak dan menantu itu berlangsung hampir setengah jam. Syifa dan Bunda cocok satu sama lain. Waktu berputar sangat cepat rasanya kalau mereka sedang bersama seperti itu.
Akhirnya, waktu shalat memutuskan mereka untuk segera mengakhiri perbincangan.Yoli mengambil air wudhu lalu membentang sajadahnya.
\=\=\=\=\=
Happy weekand 🥰🥰
__ADS_1