
Hampir jam sepuluh malam, sebuah mobil berwarna hitam berhenti tepat di depan rumah yang pagarnya tertutup rapat.
Pengemudi mobil tersebut keluar dan membuka bagasi belakang. Sebuah koper berukuran kecil dan sebuah ransel ia letakkan tepat di depan pagar rumah bercat putih tersebut.
Sepasang pasangan muda menghampiri driver tersebut dan memberikan beberapa lembar uang.
"Maaf, Dok. Lagi sepi, kembaliannya ...."
"Ambil saja. Doakan kami ya." potong Hafiz sebelum driver tersebut memeriksa seluruh saku yang ada pada celana, baju ataupun jaketnya. Ia memegang bahu Syifa sekilas bertemu tatap dan kembali memandang driver.
"Saya doakan semoga pak dokter dan bu dokter langgeng rumah tangganya, sakinah mawaddah warohmah."
"Aamiin." jawab keduanya, tak lupa menyertakan senyum
Sementara dari balik jendela, dua pasang mata mengintai dalam kegelapan. Keduanya saling pandang, masing-masing menyimpan pertanyaan yang siap dilontarkan saat pasangan muda itu memasuki rumah nantinya.
"Pergi bukakan pagarnya, Bi. Saya sudah tidak sabar! Anak siapa yang dia bawa malam-malam begini!!!" perintah Ummi Ana
"Istrinya mungkin, Bu. Kelihatan mesra begitu." jawab Bi Lastri
"Istri gimana? Masak iya menikah Eyangnya nggak dikasi tau! Sudah sana cepat!"
"Lah ... Pagarnya sudah dibuka, Bu. Kan den Hafiz memang selalu bawa kuncinya ...."
"Ck! Itu itu buka pintu itu!"
__ADS_1
\=\=\=\=\=
"Assalamu'alaikum!" ucap Hafiz, laki-laki itu berjalan menggeret kopernya
"Assalamu'alaikum, Eyang!" Syifa mengulurkan tangannya, dan mencium punggung tangan wanita sepuh tersebut
Wanita yang membukakan pintu itu bertambah heran, pertanyaan dalam benaknya belum terjawab namun sudah muncul pertanyaan baru, Bi Lastri menatap Hafiz dengan heran sementara Hafiz mengulum senyum sambil meletakkan telunjuknya di depan bibir.
"Mas! Kok Eyang diam saja. Mas bilang Eyang akan sambut kita dengan pelukan hangat. Mana??! Syifa jadi takut!" ucapnya menggoyang lengan Hafiz dan berbisik
Sebelum mendapat jawaban dari Hafiz, lampu ruang tamu yang tadinya mati itu kini menyala.
"Eyangnya Hafiz itu saya! Disini!" ucap Ummi Ana menatap dua anak muda itu dengan tatapan sinis
"Berani kamu bawa perempuan tengah malam begini, Fiz! Anak siapa ini?" Ummi Ana marah, menatap Hafiz lalu bergantian menatap Syifa, gadis itu menunduk. Tidak menunggu lama cairan hangat jatuh satu-satu ke lantai.
"Eyang. Ini Syifa! Istri Hafiz." terang Hafiz, Ummi Ana terkejut
"Hafiz jelaskan! Hafiz jelaskan! Kita duduk bareng ya ... Eyang." Hafiz menenangkan wanita yang selalu menjaganya tersebut
Mereka pun berjalan menuju sofa ruang tamu tersebut. Syifa terus saja menunduk tidak berani menatap kepada siapapun, bahkan pada suaminya.
Hafiz menjelaskan proses pernikahan yang menurutnya benar-benar indah itu, proses dimana Allah menemukan mereka dalam satu ikatan pernikahan tanpa terencana oleh manusia itu.
"Ya Allah, semoga Allah menjaga pernikahan kalian. Memberikan kalian keturunan yang saleh dan solehah, berkekalan sampai Syurga, Aamiin."
__ADS_1
"Sini peluk, Eyang. Maaf ya, Nak. Eyang nggak tau ceritanya begini." peluk Ummi Ana pada Syifa, Syifa yang tadinya sudah diam kembali menangis kali ini malah lebih kencang dari yang tadi
"Duuh ... Eyang sih! Pake marah-marah." ledek Hafiz, Eyang putri jadi semakin merasa bersalah
"Sudah, Nduk. Maafin Eyang. Sudah ya, Nak. Jangan menagis lagi." Ummi Ana menepuk-nepuk punggung Syifa yang masih dalam pelukannya.
"Tidak apa-apa, Eyang. Eyang nggak salah kok. Syifa menangis karena sangat senang, Eyang. Syifa punya nenek empat sekarang."
"Banyak sekali, Nduk? Kakek mu poligami?" tanya Eyang putri,
Pertanyaan itu membuat Hafiz jadi tertawa, Syifa mencubit perut suaminya gemas.
"Aduh! Aduh!"
"Rasain! Enak aja ngetawain ...." bibir Syifa manyun
.
.
.
.
.
__ADS_1
Maaf ya lama baru update, untuk menulis itu perlu mood yang baik, beberapa minggu ini mood Author kayak naik rolerkoster. Jangankan nulis, buka aplikasi aja males, maaf ya sudah menunggu lama. Insya Allah cerita ini nggak akan dibuat menggantung, kalau ada umur, semaksimal mungkin cerita ini akan author selesaikan. Cuma waktunya yang belum tau kapan 🤣
Update selanjutnya masih belum tau kapan ya, saya mau menenangkan pikiran dulu 😊🙏