The Secound Choice

The Secound Choice
Tujuh Delapan


__ADS_3

"Jangan cantik-cantik kali ya, Kak. Tipis-tipis saja!" laki-laki yang sudah rapi dan memancarkan ketampanannya itu berkata kepada wanita yang merias wanitanya


"Dokter ini aneh! Biasanya orang pasti bilang dandani yang cantik, ini kok malah ngomongnya begitu!" jawab MUA tersebut melirik Hafiz yang terus menjadi mandor pada pekerjaannya


"Cantiknya istriku seharusnya hanya aku yang boleh melihatnya, Kak." balas Hafiz pula


"Ck! Istrimu ini memang sudah cantik dari orok, Dok. Mak bapaknya aja nggak gini-gini amat posesifnya." sahut nya pula


"Hahaha ... Abang ini banyak aturannya ya, Kak. Kok kakak betah sih! Nggak boleh kelihatan cantik, aku pegang nggak boleh! Ih ... Gemess!!" ucap seseorang yang dari tadi duduk berjarak dari mereka bertiga


"Ah ...diamlah! Sudah sana keluar bantuin wo beresin meja sana." usir Hafiz kepada laki-laki yang bergaya feminim, asisten perias tadi


"Maaas!!!" panggil Syifa yang sedari tadi diam saja


Hafiz tidak ingin meninggalkan kamar itu karena ada sosok perempuan jadi-jadian menurutnya disana.


"Mas nggak mau keluar kamar? Cerita gitu sama papa, Abi atau kakek. Mereka kan di luar, Mas." bujuk Syifa


"Enggak!" Hafiz malah membaringkan tubuhnya di kasur, walau rebahan tapi matanya jeli memperhatikan gerak-gerik orang asing diantara mereka berdua itu


Syifa geleng-geleng kepala melihat tingkah Hafiz yang tak biasa.


"Memang gitu, Mba. Pak dokternya?" bisik perias


"Biasanya nggak, Mba. Cuma ini ... Sepertinya karena ada itu. Dia kan aslinya laki-laki."Syifa balas berbisik dan menunjuk asisten perias dengan ekor matanya.

__ADS_1


"Maaf ya, Mba." ucap Syifa lagi


"Enggak apa-apa loh. Untung dia asisten saya, kalau kebalikannya ... saya yang jadi asisten, waaah ... Auto cari perias lain si mba nya. Hahaha."


\=\=\=\=\=


Acara resepsi ini di awali dari pembacaan Al-qur'an dan tausiah dari Ustadz, tidak ada akad nikah lagi, karena dari awal Hafiz tidak ingin ijab qabulnya di ulang.


"Kalau ijab qabulnya di ulang lagi, jadi selama empat bulan ini kami berzina!" ucapnya menguatkan diri agar papa Adzka dan Abi menerima argumennya dan tidak mempermasalahkan hal ini lagi.


Akhirnya terjadilah resepsi pernikahan yang tidak padat jadwal acaranya. Acara terbilang santai hanya seperti kumpul keluarga saja tapi dalam jumlah yang luar biasa banyak.


Dan pertanyaan Syifa terjawab hari ini, kenapa suaminya itu kepo bertanya baju warna apa saja yang akan mereka kenakan saat resepsi nanti. Ternyata Hafiz mempersiapkan sarung tangan cantik berwarna senada dengan baju yang di pakai istrinya.


"Terbuka auratmu dengan sengaja itu menjadi dosa ku. Istriku bersentuhan dengan sengaja dengan yang bukan muhrimnya itu juga menjadi dosa ku. Dosa suamimu ini sudah sangat banyak, Sayang. Tolong kerja samanya agar kita bisa sama-sama ke surganya Allah, nanti." ucap Hafiz begity tegas namun begitu manis ditelinga Syifa, saat laki-laki itu memakaikan sarung tangan padanya.


"Bunda ikut bahagia atas pernikahanmu, Nak. Semoga kalian bahagia dan setia sampai mau memisahkan. Maaf kan bunda ya, Fa." ucap perempuan berkerudung coklat tersebut


Hafiz menatap penuh tanya, tatapannya bertemu dengan sang istri dan mengalihkan kembali pada perempuan yang masih memeluk istrinya tersebut.


"Syifa juga ikut senang, Bun. Akhirnya Fauzi sudah memberikan Bunda dan ayah cucu." ucap Syifa sedikit mengeraskan suaranya agar suaminya mendengar.


Benar saja, Hafiz membulatkan bibirnya dan berkata tanpa suara pada Syifa.


"Ooo, Mertaji!" Syifa yang tidak mengerti bertanya dengan mengangkat kedua alisnya, namun Hafiz pura-pura sibuk dengan beramah tamah pada tamu yang lain.

__ADS_1


Setelah Ayah dan Bunda turun pelaminan dan gantian ngobrol dengan papa dan mama Syifa, Syifa yang sudah penasaran pun menanyakan maksud ucapan Hafiz tadi.


"Tadi itu apa, Mas?"


"Yang mana?"


"Itu yang mas bilang tadi waktu ada bunda!"


"Oooo ... Mertaji!"


"Hm ... Iya, Mertaji!"


"Apa, Mas?"


"Mertua tak jadi." bisik Hafiz


.


.


.


.


.

__ADS_1


Ada yang punya Mertaji tapi sayangnya masih kerasa sampai sekarang gaes? Kita senasib 🤭


__ADS_2