Tiga Cinta Di Hidupku

Tiga Cinta Di Hidupku
* Terhina


__ADS_3

Happy reanding.....


***


Sudah seminggu ini Fira bekerja di Restoran. dia juga semakin dekat dengan Nana dan perlahan pak dhani juga sudah mulai nyaman dengan Fira, karena pekerjaannya selama seminggu ini memuaskannya.


" Na'.. aku duluan yah, udah sore banget " Fira yang baru keluar dari ruang ganti pakaian.


Fira memang saat ini mengambil sif pagi sampai sore hari


Nan mengangguk " Oh...ya udah lo hati-hati yah "


" iya.. aku balik dulu " sembari Fira berjalan keluar dari pintu restoran


*******


" kamu udah pulang sayang..? " Rania yang berada di depan pintu kamar Fira.


" Ehhh.. Mami, iyah baru sampe "


" Boleh Mami masuk?? "


" Boleh kok Mi.. "


Rania berjalan mendekati Fira yang sedang duduk di bibir ranjang. dia duduk di samping Fira, meraih tangan Fira menggenggamnya dengan lembut.


" Maafkan atas sikap kakak-kakak kamu yah Nak, Maafkan Mami juga yang sudah menempatkan kamu di posisi ini " raniah berucal dengan mata yang tergenang air.


" Aku sama sekali Nggak ada dendam sama mereka Mi.. apa lagi harus marah " Fira tersenyum tulus " Fira mengerti, mereka tidak akan semudah itu menerima orang asing dalam hidup mereka " mengembuskan nafas " dan Fira akan menunggu sampai mereka bisa menerima Fira sebagai adik, walaupun Fira tau itu bukan hal yang mudah, tapi bukankah ketulusan adalah senjata yang paling ampuh menghancurkan kerasnya hati seseorang??"


" ya Ampun sayang, Mami baru sadar anak Mami ini emang punya hati lembut" Mengusap puncak kepala Fira.

__ADS_1


" kasih sayang Mami yang buat Fira kuat untuk melewati ini. Meskipun mereka terus-terusan membenci Fira, asalkan kasih sayang Mami selalu ada buat Fira, itu udah cukup buat fira "


Fira langsung merengkuh tubuh Raniah, memeluknya dengan kasih sayang " Makasih yah Mi.. sudah menyayangi Fira seperti ini. Selain bunda Anisa, mami juga membuat Fira makin yakin kalau kasih sayang itu bukan hanya berdasarkan kesamaan darah tapi karena ketulusan dan itu yang paling penting " Fira dengan mata senduhnya.


kini ia tak lagi mampu menahan air matanya untuk tak menetes. begitupun Raniah yang tanpa sadar juga ikut larut dan membuatnya juga berurai air mata.


sedang di balik pintu. ada sepasang telinga yang tidak sengaja mendengar semua percakapan mereka dan ikut meneteskan air mata. tersirat rasa sedih sekaligus menyesal dengan perlakuannya terhadap Fira.


Fhatan, laki-laki itu mengusap pipinya untuk menyeka air matanya yang tak sengaja mengalir begitu saja mendengar ucapan ketulusan dari Fira. apa gue keterlaluan yah ikuta-ikutan benci sama dia tanpa alasan.gumam Fatan dalam hati


****


Fira sedang sibuk membersihkan meja bekas dari pengunjung restoran yang baru saja pulang dan juga para pegawai yang lain sedang sibuk dengan tugas mereka masing-masing.


sedang di sudut meja restoran, Arkana terlihat sibuk dengan beberapa clientnya. sepertinya mereka sedang mengadakan meeting.


Fira dan juga Arkana tidak menyadai bahwa mereka ada di ruangan yang sama. tanpa sengaja arkabmelihat Fira yang tengah. Arkana menyipitkan matanya, menatap fira dengan tatapan selidik " oh.. jadi loe kerja disini. jadi pelayan??? " seringai Arkana merendahkan.


Arkanapun tak membuang waktu, ia beranjak dari duduknya, matanya terus mengedar keseliling sisi restoran. memastikan kalau tidak ada orang yang sedang melihat dan memperhatikannya.


dia berjalan menuju Fira, langsung saja Arkana menarik lengan gadis itu dengan kasar, sontak membuat gadis itu terkejut.


namun Arka tidak perduli dengan reaksi memekik kesakitan yang gadis itu rasakan " Sekarang loe ikut gue!! " bisik Arkana dengan pelan.


Fira tidak punya pilihan lain selain mengikuti Arkana karena genggaman arkana di lengannya cukup keras dan membuatnya sedikit meringis kesakitan dan sekali lagi Arkana, Tidak peduli..!!!!!


Arkana membawa Fira kelorong toilet yang berada di samping restoran


Fira menghempaskan tangan Fira kasar " Loe kerja disini..???"


" Seperti yang kamu lihat " Fira meremas kain lap yang sedang ia pegang. khawatir bercampur takut tergambar jelas di wajahnya. pasalnya sudah beberapa minggu dia tinggal di kediaman Abraham, ini kali ke dua arkana mengajaknya untuk bicara, meskipun selalu berawal dari menyakiti Fira lebih dulu dengan tarikan lengannya yang kasar.

__ADS_1


" Oke.. gue nggak perduli loe kerja apa atau dimanapun itu. whatever!!! gue cuma mau ngingatin sama loe, jaga mulut loe untuk bicara tentang keluarga gue, jangan pernah bilang sama siapapun kalau loe tinggal di rumah Abrahama " Arkana yang terus menunjuk wajah fira di sertai dengan tatapan tajam seperti seorang pembunuh. Benci..??!!! itu yang benar-benar arka rasakan sekarang pada gadis itu


" Loe taukan keluarga Abraham seperti apa??? jangan buat malu keluarga gue. apa lagi mengingat pekerjaan loe yang cuma sebagai pelayan!!!! ngerti... "


Fira menganggukan kepalanya " aku ngerti.. aku juga nggak pernah cerita sama siapapun karena aku tau posisi aku " jawab fira dengan masih posisi tertunduk. menahan segala rasa sedih atas penghinaan yang di lontarkan arkana untuknya.


" Baguss karena loe nyadar posisi loe... ingat loe ini cuman numpang di rumah gue!! "


Arkana langsung melangkahkan kakinya meninggalkan fira yang masih tertunduk. menahan air mata yang sedikit lagi menetes, dan sebisa mungkin tak membiarkannya lolos begitu saja


tak sengaja Nana melihat kejadian, namun ia tak mendengar jelas apa yang sedang mereka bicarakan tapi Nana tahu kalau sahabatnya itu merasa takut dengan Lelaki yang baru saja meninggalkannya di lorong.


Nana melangkahkan kakinya menuju Fira yang masih tertunduk.


" Lo nggak papa?? " tanya Nana sambil meraih pundak Fira. sontak membuat fira langsung membelalakkan matanya menyadari Nana yang sudah berdiri di depannya.


dengan cepat Fira merubah ekpresi sedihnya. susah payah fira menarik ujung bibirnya, tersenyum pada Nana. senyum yang terkesan di paksakan dan tentu saja Nana menyadari itu. " ya?? eh!!! Aku Nggak papa kok Na'.. " jawab Fira dengan kikuk


" Lo ada urusan apa sama tuh cowo??? " tanya nana dengan selidik, karena Nana melihat kalau Fira sedang bermasalah dengan laki-laki itu.


Fira langsung terkejut. " jadi..kamu..kamu lihat aku ngobrol sama dia..??? apa yang kamu denger " tanya Fira dengan gugup. dia takut jika Nana mendengar semuanya.


Nana menggeleng " Nggak.. gue cuma liat lo lagi ngomong, tapi gue nggak denger apapun yang lo bicarain sama tuh cowo " Nana mengernyitkan keningnya " Emang ada apaan loe sama tuh orang??? " Nana yang curiga kalau sahabatnya ini menyembunyikan sesuatu


Siapa laki-laki itu???? gumam Nana.


" udah yah!! ini kan udah makan siang kita makan dulu.. aku lapar " Fira mengalihkan.


" ya udah...!!! "


**

__ADS_1


__ADS_2