
" syukurlah.. Tuan muda tidak terluka parah hanya tangan yang sedikit keseleo dan beberapa luka-luka kecil, nanti saya berikan salep dan mungkin tangan Tuan akan kami gipsm.. " ujar Noah. dokter yang menangani Abimanyu
Abimanyumerebahkan dirinya di atas ranjang pesakitan rumah sakit dan di sisi kiri ranjang dimana Fira berdiri, mereka berdua berada di salah satu ruang perawatan di rumah sakit terbesar di negara X itu, dan jangan di tanya lagi karena Rumah sakit itu tidak lain adalah milik keluarga Abraham. Ahh pantas saja dokter memanggil Abimanyu dengan sebutan Tuan muda
Fira yang mendengar penuturan dokter hanya bisa mangut-mangut. karena menurutnya apapun yang di lakukan dokter adalah yang terbaik untuk Abimanyu
sedang Abimanyu hanya memejamkan matanya namun masih mendengar dengan jelas penuturan dokter
" apa saya sudah bisa pulang dok??? "
" sebenarnya anda bisa saja pulang hari ini Tuan muda, tapi ada baiknya anda masih disini sampai besok supaya saya bisa mengecek langsung keadaan anda lebih lanjut "
" yasudah.. " jawab Abimanyu cuek.
abimanyu membuka matanya, dan tatapan matanya langsung bersiborok dengan mata Fira yang sedang melihatnya dengan raut wajah khawatir yang tidak dapat di sembunyikan
Fira yang menyadari kalau Abimanyu sedang menatap ke arahnya langsung mengalihkan pandangannya ke sembarang arah dan terlihat gugup. Abimanyu menyadari tingkah Fira. tanpa sadar bibirnya tertarik ke atas dan membentuk senyuman di wajah tampannya
you are so cute. Abimanyu
" gue lapar!!! " masih menatap Fira namun dengan tatapan yang kembali dingin
" kaka lapar??? tunggu sebentar aku akan pulang menyiapkan makanan untuk kaka"
" kalau begitu saya permisi tuan.. " sela dokter
" terima kasih dokter " saut Fira
dokter Noah hanya membalas dengan senyuman
Fira lalu menoleh ke arah Abimanyu
" kak. apa aku boleh pulang sekarang? "
" wahh.. wah.. wah.. sepertinya sekarang loe udah berani dengan terang-terangan manggil gue kaka" Abimanyu berfikir ingin mengerjai Fira sedikit.
ntah apa yang di fikirkan pria yang sedang terbaring ini, disaat dia tengah kesakitan akibat kecelakaan yang menurutnya kecelakaan kecil masih sempat mengerjai gadis itu
mendengar itu Fira langsung menundukkan wajahnya, tegang dengan situasi ini, merutuki dirinya sendiri.
ahh.. mulut ini. bodoh sekali aku.. rutuknya,memukul bibirnya sendiri
dan itu tak luput dari perhatiaan Abimanyu, sebisa mungkin dia menahan tawanya melihat tingkah Fira
" ma.. maafkan aku!!! a...aku tidak akan mengulanginya lagi.. maaf!!! " ucap Fira tertunduk
" memang siapa yang nyuruh loe berhenti.???? "
" tapi kak___ ehh maksudku ahhh.. jadi aku harus menyebutmu apa?? " ucap Fira
" ffffftttttthhhh.. hahahahah... " Abimanyu sudah tidak mampu menahan tawanya melihat ekspresi lucu Fira.
Fira mengernyitkan keningnya mendengar suara tawa Abimanyu. menatap Abimanyu dengan seringai bingung
memang apa yang lucu sampai dia harus ketawa begitu. Fira
" you are so Funny..hahaha" tertawa lagi " baiklah mulai sekarang loe bisa panggil gue kakak "
ehh.. bukannya tadi dia marah aku manggil kaka..Fira
" ya???? ta..tapi tadi..?? "
__ADS_1
" tadi kenapa,,??? ha? udah sekarang lo pulang, masak buat gue. jangan buat gue harus makan makanan Rumah sakit karena harus nungguin loe " ujar Abimanyu
"i... iya kak " canggung
Fira baru saja akan melangkahkan kakinya. namun tiba-tiba mang asep datang dengan membawa ponsel di tangannya
" Maaf Tuan muda, Tuan muda Arkana ingin bicara dengan anda " menyerahkan ponsel yang ada di tangannya
Abimanyu meraih ponsel dengan yang malas
" ini gue.. ada apa bang??? "
" loe itu baru aja kecelakaan Bim. dan gue nelfon, loe malah nanya ada apa??? sekarang loe dimana? apa gue perlu kesitu dan bawa loe ke dokter pribadi kita " hardik Arkana di seberang telfon
Abimanyu menjauhkan ponsel yang ada di telinganya, seolah malas dengan pertanyaan Arkana
" yaa ampun bang.. gue nggak papa, cuman luka kecil doang!! nggak usah lebay gitu deh " Abimanyu sudah tau kalau akan mendapat perlakuan seperti itu dari kakaknya jika terjadi sesuatu padanya atau Fhatan
meskipun terlihat dingin di depan umum tapi Arkana adalah tipe pria yang sangat perhatian dan penyayang.
Abimanyu tidak ingin memberi tahu Arkana tentang kecelakaan kecil yang di alaminya sampai nanti berada di rumah tapi mengingat banyak fhoto-fhoto yang pasti sudah tersebar luas dari orang-orang yang menyaksikan kecelakaan itu. apa boleh buat.
" lebay gimana, nggak papa gimana?? aneh loe.. ya udah gue kesana sekarang!! "
" eh.. eh.. nggak usah deh bang!! lagian disini ada mang Asep dan____" sekilas dia melirik Fira yang berdiri mematung di dekatnya. dia sedikit ragu mengatakan jika ada Fira juga yang menjaganya. takut Arkana akan marah tapi mau gimana lagi, " Fira " lanjutnya.
mendengar nama Fira di sebut. seketika rahangnya menegang
" kenapa ada gadis itu " ujar Arkana tajam
" auwww...ssshhh.. " Abimanyu tiba-tiba meringis kesakitan " udah dulu yah bang. ntar gue kabarin tangan gue sakit nih megang Hp kelamaan. ntar gue hubungin!! eh nggak jadi deh.. Hp gue kan hilang. udah yah bang "
di barengi dengan umpatan kesalnya pada adiknya itu
Abimanyu sengaja meringis sakit padahal sebenarnya tidak sesakit itu, hanya saja dia tidak ingin mendengar kemarahan Arkana karena sedang bersama dengan Fira
******
Sehabis dari rumah dan membuat makanan untuk Abimanyu, Fira kembali berada di ruang perawatan. meletakkan Rantang yang berisi makanan untuk Abimanyu. dan melangkah mendekat ke arah pria itu
Abimanyu sedang memejamkan matanya, terdengar nafasnya yang beraturan
" lagi tidur rupanya " menatap ke Abimanyu yang masih setia memejamkan matanya
ketika Fira akan beranjak dari tempatnya tiba-tiba tangan kokoh Abimanyu menggenggam lengan Fira " loe mau kemana?? " Fira menoleh ke arah tangan yang sedang mencegatnya.
" eh.. aku Fikir kaka lagi tidur. makanya__"
" makanya mau pergi gitu??? " sarkas Abimanyu
" lepasin dulu kak.. aku juga nggak ada maksud untuk pergi, aku.. aku cuma mau duduk di sofa nungguin kaka bangun " elak Fira
" bawel. gue laper!!!! " sambil melepas lengan Fira
Fira meraih Rantang yang ia letakkan di atas meja, membukanya dan memberikannya ke Abimanyu
" trus gimana gue makan kalau lagi baring gini? "
" i.. iyaa.. maaf kak, aku harus gimana " ujar Fira dengan bingung
" dan menurut loe gue bisa bangun sendiri dengan tangan gue yang di gips gini.. bantu gue bangun.. !!!!" Abimanyu menahan tawanya
__ADS_1
" eh.. iya kak " meletakkan makanan itu di atas nakas
Fira meraih kedua pundak Abimanyu dan membantunya bangun. Abimanyu menggeser tubuhnya bersandar di kepala ranjang pesakitan itu
kembali Fira meraih makanan yang ia letakkan di atas nakas dan menyodorkannya ke Abimanyu.
Abimanyu meraih makanan itu tapi dengan memasang wajah cemberut
Nggak peka banget!! suapin kek..batin Abimanyu
what the hell.. OMG abimanyu ternyata minta di suap toh.. ( autor ngakak jadinya 😂)
Abimanyu hanya mengaduk-aduk makanannya tanpa ada satu suappun yang di masukkan ke dalam mulutnya.
apa makanannya nggak enak atau dia nggak suka.. batin Fira
" kak.. makanannya nggak enak yah? atau mau makan yang lain? " Fira memberanikan diri untuk bertanya
" Nggak!!! "
" trus kok nggak di makan, di aduk-aduk aja dari tadi..? "
" Nggak papa "
" mau makan yang lain? "
" Nggak!! "
" atau perlu aku suap? "
"............." Abimanyu terdiam. terlalu gengsi untuk mengatakan 'iya'
Fira mengerti, segera dia mengambil alih sendok yang di pegang Abimanyu dan meraih makanan yang ada di depannya.
" buka mulut... aaaaaaa " sambil menyodorkan sendok yang ada ditangannya
" emang aku anak kecil di suap " protes Abimanyu namun tetap membuka mulut, ada seulas senyum tipis di raut wajah Abimanyu. tapi sebisa mungkin tidak terlihat oleh Fira. sekali lagi dengan alasan gengsi. suapan itu terus berlanjut hingga makanan itu tandas tak tersisa.
" sekarang kaka tidur yah. kaka juga harus istirahat. udah larut malam " ucap Fira sambil membereskan rantang makan yang ada di atas meja
" lod mau pulang..? Ninggalin gue disini sendiri..? " Abimanyu memelas
" aku bakal nemenin kaka kalau kaka mau..tapi kalau kaka keberatan biar mang Asep___"
" Nggak.. nggak..,, Nggak perlu mang Asep. loe aja yang disini" sela Abimanyu
" yaudah kaka tidur. aku bakalan tidur di sofa itu " sambil menunjuk sofa yang ada di sebelahnya
Abimanyu mengangguk dan merebahkan tubuhnya. begitu juga mengambil posisi ternyaman untuknya merebahkan diri di atas sofa berwarna coklat itu, hari ini adalah hari yang sangat melelahkan untuknya.
jam 01:15
ruang perawatan telah hening. hanya terdengar suara dengkuran halus dari gadis yang sedang tidur di sofa, terbuai di alam mimpinya.
Abimanyu masih belum bisa memejamkan matanya hingga saat ini. hatinya terasa tidak tenang, seolah ada sesuatu yang mengganggu fikirannya. matanya terus saja menatap Fira yang tengah tertidur pulas.
" Terima kasih dan maafin gue.. " gumam Abimanyu pelan.
******
Tinggalkan jejak kalian... ðŸ˜ðŸ˜ðŸ˜
__ADS_1