
Happy Reading...
sebelumnya maafka. Typo yang bertebaran..
***
Hari ini dimana Abimanyu akan meninggalkan negara X untuk melanjutkan studinya meraih gelar S2-nya. maka dari itu, semua anggota keluarga Abraham melakukan perjalanan ke bandara.
Awalnya Fira tidak ingin ikut karena mengingat dirinya yang belum di ketahui publik, tapi Raniah sang ibu angkat memaksanya dan sungguh permintaan Raniah adalah sesuatu yang pantang untuk gadis itu tolak.
seandainya Raniah meminta nyawanyapun akan ia berikan, terkesan berlebihan memang tapi Musfira sudah menganggap Raniah dan Hamis sebagai orang tua kandung Fira sendiri. jadi tidak ada yang berlebihan untuk orang tua bukan.
Raniah menyadari ketidak nyamanan Fira jika harus muncul di depan publik, hidupnya akan terus merasa di ikuti jika mereka tau Fira sekarang adalah bagian dari keluarga Abraham dan Hamis sudah mewanti-wanti itu.
dengan koneksi yang kuat dari Hamis, dan juga Hamis adalah salah satu pemegang saham yang cukup besar di bandara itu, jadi ia memerintahkan agar hari ini sebelum keberangkatan anaknya itu agar bandara di amankan, penjagaanya di perketat apa lagi dari mata wartawan, dan tidak di perbolehkan orang ada di area tersebut.
sungguh, keluarga yang luar biasa!!
" Nak, kamu tidak perlu khawatir Mami sama papi sudah mengurus semuanya, " Raniah mengedarkan pandangannya " kamu liatkan nggak ada orang disini selain kita, dan Mami pastikan kamu tidak akan di ketahui publik "
Musfira juga ikut mengedarkan pandangannya, memang sedari tadi perasaannya agak aneh karena selama iya berada di bandara ini, tidak ada satupun orang yang berlalu lalang seperti biasanya Bandara terlihat, kecuali petugas.
" lagian sayang, Abimanyu tidak akan menggunakan pesawat umum, dia akan naik ke pesawat keluarga kita " Raniah mengulas senyum
Musfira berkerut " Maksud Mami ? "
" kamu lihat itu ? " Raniah menunjuk salah satu pesawat yang cukup besar di balik kaca dinding bagian bandara, pesawat berwarna putih yang bertuliskan ABRAHAM
Tunggu! Abraham? berarti??
" itu jet pribadi keluarga kita sayang " jelas Raniah dengan santai
Musfira mengerjap beberapa kali, mulai berfikir seberapa kaya keluarga angkatnya ini.
" sepertinya Papi menggangu? " Hamis memecah keterkejutan Fira.
" Papi liat deh ekspresi Fira, lucu banget " Raniah terkekeh geli melihat reaksi Fira
__ADS_1
Hamis lalu menoleh ke arah Fira " kamu kenapa nak? tidak enak badan? " tanya Hamis yang perhatian
" Papi salah, dia pucat karena mami baru sudah ngasih tau dia kalo kita punya jet pribadi, anak ini malah langsung syok " Raniah mengusap kepala belakang Fira dengan lembut seraya tertawa kecil
" Mami~ " Oke Fira mulai malu " aku nggak nyangka aja, aku baru petama liat pesawat dari dekat " Fira mengigit-gigit jarinya
" Uuuhhh... gemesin banget sih anak mami " Raniah lalu menoleh ke suaminya " pi, anak-anak kita yang lain kemana?? "
" mereka__ "
" Kami disini " seru Fhatan yang membuat kalimat Hamis tertahan. Arkana, Abimanyu, dan juga Fhatan berjalan mendekat kearah Fira dan kedua orang tuanya.
mereka memang sengaja berangkat terpisah, bukan karena khawatir mobil tidak akan muat dengan keluarga besar itu, tapi lebih ke agar keberangkatan Abimanyu tidak tercium wartawan.
Abraham mempunyai limousine yang cukup menampung mereka semua, tapi jika memakai itu pasti akan sangat nampak mencolok.
" Cih.. lama sekali " Raniah berkacak pinggang seolah jengkel
" Mami Cantik kalo lagi marah " celetuk Abimanyu
" bisa aja loe kalo masalah bohong " timpal Fhatan menahan tawanya
" aduh... duh.. Mami sakit, Ampun! Ampun! Fhatan bercanda mi, " lelaki itu dengan tampang dibuat memelas " masa iya aku yang ganteng overdosis kaya gini punya orang tua jelek, kan nggak banget! " Fhatan dengan tingkat Narsisnya.
Hamis, Arka, Abimanyu dan juga Fira tergelak dengan tawanya,
gue bakal merindukan suasana ini
Abimayu membatin di sisa tawanya, lalu matanya sudah berkaca-kaca, melihat keluarga yang ia sayangi sebentar lagi akan ia tinggalkan. Lelaki itu menghela nafas berat, ia tidak punya pilihan lain,
selain ini adalah bentuk pelarian dirinya karena di tolak, ini juga bentuk tanggung jawabnya kepada perusahaan yang akan ia pimpin jika dia sudah menyelesaikan kuliahnya. ia ingin menjadi seperti Papinya hebat dalam segala Hal.
namun kesedihan semakin menyelimutinya, menatap Fira dan juga Arkana secara bergantian. mengingat semua yang tanpa sengaja ia saksikan.
Musfira dan Arkana memiliki hubungan. Cih... lelaki itu berdecih tak percaya, mengingat semua perlakuan Arkana kepada Fira selama ini, dan di akhir cerita Arkana menyukai Fira, sungguh permainan takdir yang menarik.
terbersit perasaan tidak rela di dirinya untuk beberapa saat, namun ia menepis itu dengan cepat, ia yakin Fira akan bahagia jika di tangan Arkana, karena Abimanyu sangat tau betul Arka adalah laki-laki yang tidak gampang mencintai wanita, jika dia sudah berani menjalin hubungan, berarti wanita itu memang sudah berhasil merebut hatinya.
Abimanyu memeluk satu persatu keluarga tercintanya di mulai dari Rania, Hamis, Fhatan, Fira dan terakhir Arkana.
__ADS_1
namun anehnya, ia memeluk kakak sulungnya itu begitu lama, dan tidak ada yang menyadari jika Abimanyu membisikkan sesuatu di telinga Arkana
" Loe jangan kira gue jauh dan gue nggak bisa pantau Fira disini, kalau sampai gue denger loe nyakitin Fira, gue bakal langsung terbang kesini dan ngambil Fira dari loe "
Arkana menelan salivanya, bukan... bukan takut dengan ancaman Abimanyu, tapi....
" loe tau kalo__ "
" gue tau bang, loe punya hubungan sama Fira di luar dari hubungan saudara angkat, tapi loe tenang aja, gue bakal tutup rapat mulut gue asal loe bisa janjiin kebahagiaan Fira untuk gue, dan ingat omongan gue yang pertama, gue bakal rebut Fira kalo__ "
" gue janji " potong Arka tanpa ragu
Abimanyu lega mendengar itu, ia segera melepas pelukannya dari Arka dan menarik senyum berusaha terlihat baik-baik saja di hadapan semua orang.
" Tunggu aku kembali " kalimat terakhir yang di ucapkan Abimanyu sebelum meninggalkan semua keluarganya dan berjalan menuju pesawatnya.
Raniah melepas Anak keduanya itu dengan perasaan yang campur aduk, senang bangga dan juga sedih.
termasuk Fhatan Fira dan juga Arkana, hanya mampu menatap punggung Abimanyu yang semakin menjauh, sedangkan Hamis tetap dengan wajah datarnya, ia sedih tentu saja, tetapi ia tidak menunjukan kerapuhannya kepada keluarga terkasihnya
selamat berjuang anakku!!!
***
kok ada sedih-sedihnya gitu yah si Abimanyu pergi, karakter Abimanyu bakal di hilangin dulu untuk sementara waktu, tapi mau author kasi bocoran nggak kapan dianya balik? makanya komen dong.. hahaks ngarep amat gua 😁
Tinggalkan jejak kalian... 😭😭😭
.
.
.
.
.
.
__ADS_1
.