
Happy reading...
***
Fira mengerjap tak percaya beberapa kali, ia mematung di dalam rengkuhan seorang Arkana. Lelaki yang yang ia cintai beberapa waktu ini mengatakan sesuatu yang masih terus di cerna baik oleh hati dan otaknya. apakah ini mimpi??
" A... arka! " Gadis ini tak tau apa yang harus ia katakan
" iya, ini gue Fir. " semakin mengencangkan pelukannya " loe maukan maafin gue! " ucap Arka lagi dengan nada permohonan di dalamnya
" ka... kamu beneran cinta sama Fira?? " Fira mendongak melihat wajah lelaki yang masih setia memeluknya itu " kamu... nggak mainin aku lagikan? " Fira terus menatap mata sayu itu.
Arka mengangguk pasti " gue cinta sama loe Fira, dan apa loe fikir gue bercanda. nggak Fir, gue nggak bercanda " ucapnya dengan yakin.
" aku mau dengar sekali lagi "
" yang mana? "
" yang..yang tadi! " muka gadis itu merona
" yang tadi mana Fir, " ucap lelaki itu seolah tak mengerti
" ih.. yang kamu bilang__ "
" I love you Fira, I really love you!! " Arka dengan lantang " itu kan yang mau loe denger? " Arka tersenyum tulus.
Fira langsung membalas pelukan Arka dengan sangat erat, menumpahkan kerinduan akan sosok lelaki ini di depannya. raga mereka berdua memang dekat selama ini tapi tidak hati dan perasaan mereka, seolah ada batu besar yang memberikan mereka jarak tak kasat mata namun mereka mampu melewatinya. ia tak mampu berkata apapun lagi selain air mata kebahagiaanya yang mewakili semuanya.
ia kira, semuanya hanya akan berakhir sampai disini, namun ia salah. setelah jatuh bangun beberapa kali dalam luka yang di berikan Arkana, akhirnya semuanya pada titik ini. dimana mereka saling mencintai.
sejenak Fira terhanyut dalam pelukan itu, hingga gadis ini menyadari ada sesuatu yang harus mereka fikirkan setelah ini " A.. arka?! "
" Hm " saut Arka tanpa melepas pelukannya
" Mami sama Papi gimana? " ucap Fira dengan ragu. ia seharusnya tak merusak moment indah ini sekarang. setidaknya untuk saat ini, namun itu tak dapat di abaikan begitu saja, mengingat mereka adalah saudara angkat.
lelaki itu diam beberapa detik, lalu melonggarkan pelukannya, sekarang tangan Arkana beralih ke kedua pundak gadis itu " loe nggak usah khawatir, gue pasti akan jelasin semuanya sama Mami Papi, tapi nggak sekarang. gue cuman minta loe sabar yah! " Arka meyakinkan Fira lagi dan mendapat anggukan dari gadis itu.
" hah.. kok kita jadi di situasi ini sih " kekehan kecil terdengar dari lelaki itu " mungkin ini cara Tuhan buat nyadarin gue, kalo wanita itu bukan satu-satunya wanita di dunia ini dan itu lewat loe, adik angkat yang gue benci... Awalnya!! " sambil tertawa sumbang
__ADS_1
Tunggu! wanita? wanita siapa???
" wanita ?? " Fira mengangkat sebelah alisnya
terlihat Arka mengehela nafas berat " Nanti..!!! gue bakal jelasin semuanya, dan itu juga yang buat gue menjauh dari loe beberapa waktu ini. tapi sekarang udah mulai gelap dan gue juga udah lapar, kita makan dulu yah! "
gadis itu tersenyum manis " aku juga lapar " Fira berjalan sedikit ke mejanya, meraih tasnya dan kembali menghampiri gadis itu. " ayok! " Fira menarik lengan Arka
" uhhh... sekarang cewe gue sudah mulai berani rupanya! " ujar Arkana menahan tawanya
Musfira yang mendengar itu seketika pipihnya menjadi merah, merutuki kebodohannya sendiri yang terbilang lancang. tanpa fikir ia langsung melepas genggaman tangannya di lengan Arka " Ma.. maaf "
Arka terkekeh, dan segera mengalungkan lengannya di pinggang gadis itu, " sepertinya ini tidak buruk "
Fira sedikit terkesiap dengan perlakuan Arka kali ini, ia langsung mengalihkan pandangannya pada Arka " ka.. kamu ngapain? "
" ngelakuin apa yang harus gue lakuin ke cewe gue, " Arka berucap acuh
" ta.. tapi ini di kantor " gadis itu mengedarkan pandangannya berharap tidak ada yang melihat mereka sekarang.
" jadi apa boleh kalau di luar kantor? " Arka dengan senyum menggodanya
" bu... bukan itu, tapi.. tapi nanti ada yang liat, aku malu Arka " ujar fira dengan tertunduk
" Hei " Arka menarik dagu gadis itu lembut, agar mendongak ke arahnya " jangan menunduk, nanti mahkota loe jatuh! emangnya kenapa kalau ada yang liat, gue nggak perduli itu "
" bu.. bukan gitu, kan kamu sendiri yang bilang secara nggak langsung kalau kita harus rahasiain ini dulu dari Mami dan Papi, jadi__ "
" jadi kita harus menjaga jarak begitu,? " Arka memotong ucapan Fira. " sekarang kan nggak ada mereka Fir, jadi kenapa harus takut " masih menatap lekat wanita yang sedang berada di depannya itu.
Fira memutar bola matanya malas, sepertinya berdebat dengan lelaki di depannya ini akan percuma, dengan langkah pelan gadis itu mulai berjalan dan di ikuti oleh Arka, " aku emang nggak bisa ngelawan kamu, Egois " ucap Fira dengan sedikit tertawa
" dan sayangnya cowo egois ini adalah orang yang lo cintai " ucap Arka dengan tersenyum kemenangan.
" dan sialnya itu benar! aku emang cinta sama lelaki egois ini, Cih sulit di percaya, " Fira masuk ke dalam lift dan yang pasti di ikuti Arka yang lengannya masih setia melingkar di pinggang gadis itu.
****
ini bukan pemandangan baru untuk Fira, tatapan dari orang-orang yang kebetulan berada dalam tempat yang sama dengannya saat ini. tatapan iri, tak percaya, tertegun dan juga mata yang berbinar melihat keserasian pasangan ini.
__ADS_1
meskipun lengan Arka sudah tak melingkar lagi di punggungnya, jangan lupakan jari jemari mereka yang saling menggenggam dengan erat dan membuat kefokusan teralihkan ke tangan itu. yah setelah beradu mulut di depan halaman parkir restoran akhirnya Arkana mengalah dengan melepas rengkuhan lengannya di pinggang Fira dan sebagai gantinya, tangan mereka harus saling bartautan. Lelaki over!
Arka menyadari ketidak nyamanan Fira dan lelaki ini sudah mewanti-wanti sebelumnya kalau ini pasti akan terjadi maka dari itu sebelum sampai di restoran Arkana sudah memesan satu ruang VIP untuk mereka berdua.
mengingat ia adalah anak sulung dari keluarga Abraham, CEO muda dan juga dari keluarga yang sangat berpengaruh di negara X itu. jadi bukan hal yang baru jika dirinya menjadi pusat perhatian, apa lagi dalam keadaan tangan yang saling menggenggam dengan seorang gadis. jangan lupakan juga aura kebahagiaan pasangan ini.
Falling in love!
sang orang tua, Raniah dan juga Hamis belum mengumumkan secara resmi perihal pengangkatan Fira sebagai anak angkat di keluarganya, dan Arkana bersyukur akan hal itu, karena ia berencana akan mengenalkan Fira kedepan khalayak ramai sebagai kekasih seorang Arkana Fatih Abraham.
tapi belum sekarang, akan ada waktunya. ia harus menyelesaikan semuanya satu persatu dulu. tentang kedekatan Dirga apa lagi Mike dengan kekasihnya itu, tentang restu dari orang tuanya, dan yang paling penting dari Abimanyu. hah sejenak ia merasa bersalah pada adiknya itu.
" apa ini nggak berlebihan! " Mata Fira berkeliling, sibuk melihat interior mewah ruangan VIP itu " kita bisa makan di luar! "
" dan membiarkan mereka melihat loe dengan tatapan tidak suka! c'mon sayang gue nggak rela, dan pasti loe nggak nyaman kan? " ucap Arka sambil menarik salah satu kursi untuk Fira.
Blusyiiing...
lagi-lagi pipi gadis itu terasa panas dan memerah. perlakuan dan perhatian yang di berikan oleh Arkana di hari pertama mereka saling mengatakan perasaan adalah sesuatu yang tak di duga.
mengingat, Lelaki yang sedang tersenyum manis sambil menggenggam erat tangannya ini adalah tipe lelaki yang misterius sangat dingin kepada wanita, sangat tidak tersentuh. dan apa ini? Fira mendapatkan sisi lain dari seorang Arkana. ternyata lelaki ini sangat romantis.
apa aku egois jika berfikir aku tidak kehilanganmu!
****
hehehe... i am back babe! maaf yah baru UP, aku udah mulai kerja lagi dua hari yang lalu jadi waktunya terbagi-bagi say! ma'lumin yah!
jujur yah! hehe aku emang rada malas kalo mengingat kalian yang ngebaca tapi nggak ninggalin jejak, itu salah satu alasan yang buat aku jarang up. tapi yaudah lah ya! part ini aku persembahin buat yang selalu setia ninggalin jejak, dan yah makasih buat yang udah nyumbang poinnya. 😘
Plis Tinggalin jejak kalian ðŸ˜ðŸ˜
.
.
.
.
__ADS_1
..