Tiga Cinta Di Hidupku

Tiga Cinta Di Hidupku
* Tak Mampu kugapai


__ADS_3

Happy reading....


***


Hari ini pertemuan Fira dan juga Dirga yang ke tiga kalinya. saat ini mereka berdua telah duduk bersama di salah satu restoran yang berada di dekat kantor Abraham group.


Pagi tadi Dirga menelfon gadis cantik ini untuk memintanya makan siang bersama. meskipun di warna dengan beberapa tingkah absurd dari Arkana, dimulai saat berusaha membuat Fira sibuk dengan kerjanya bahkan berulang kali menyuruh Fira membuatkan kopi untuknya.


jangan tanyakan kenapa! karena Arkana tau kalau makan siang nanti Musfira akan bertemu dengan Dirga dan berbagia cara ia lakukan untuk mencegah itu. meskipun akhirnya gagal karena Fira dengan cepat menyelesaikan pekerjaanya.


" kaka kangen sama kamu Fir " Dirga menatap wajah gadis yang ada di depannya ini dengan lembut


Fira melengkungkang bibirnya membentuk senyuman " kaka kenapa bisa ngenalin aku "


" pertemuan pertama kita, kamu masih ingat? " tanya Dirga menyeruput kopi hitam di depannya.


Fira berfikir sejenak kemudian mengangguk " aku ingat, Lalu? "


" aku mengenal dengan baik warna mata kamu, " tersenyum simpul " makanya aku suruh Rui untuk mencari informasi tentang kamu, dan hasilnya sudah kamu tau, "


" om sama tante gimana kabarnya? "


" Mereka baik-baik aja, aku baru di negara ini setahun, saat itu perusahaan ayah colap jadi aku turun tangan langsung untuk menangani ini. " meraih tangan Fira dan menggenggamnya lembut " kaka minta maaf karena nggak cepet cari kamu "

__ADS_1


meskipun dengan canggung, Fira balik menggenggam tangan Dirga " nggak papa, yang penting kaka udah ada di depan aku, apa yang lebih baik dari itu? "


" trus sekarang kamu cerita sama kaka semuanya, gimana kamu bisa berakhir di keluarga Abraham dan menjadi sekertaris Arkana, dan bunda Anisa, dia apa kabar? "


" ceritanya panjang kak, intinya aku bersyukur di pertemukan dengan orang sebaik Tuan dan Nyonya Abraham, mereka sangat baik. perihal Bunda Anisa, kemarin aku baru menelfonnya dan kabarnya juga baik " berusaha melepaskan genggaman tangan Dirga.


meraih tangan Fira lagi " Fira, kamu masih ingat kan janji kaka dulu, kalo ka_ "


Fira menarik tangannya " ma.. maaf kak, aku harus balik ke kantor, aku takut pak Arkana marah karena aku telat. ma.maaf yah kak, nanti malam aku telfon " gadis itu beranjak dari tempatnya, berusaha menghindar dari arah pembicaraan Dirga.


Tidak, bukan Fira tidak tau apa yang akan di katakan Dirga, tapi ia sendiri bingung ia belum siap mendengarnya. bukan, mungkin bukan belum siap, tapi hatinya di landa dilema yang besar.


ia sendiri bingung, harusnya ia senang, penantiannya selama bertahun-tahun akan selesai. sewaktu di panti, siang dan malam meskipun dalam keadaan kecewa gadis itu selalu menunggu kedatangan kakak Diganya. sekarang lelaki yang ia tunggu sudah ada di depannya untuk menepati janji itu.


Dirga yang di tinggalkan Fira begitu saja, hanya mampu menghela nafasnya panjang. ia merutuki dirinya sendiri, apa yang ia lakukan saat ini memang salah, karena ini terlalu cepat.


ia sendiri harus menelaah perasaannya sendiri, apakah benar ia masih mencintai gadis kecil itu setelah sekian tahun ia pergi, atau apakah ini hanya rasa bersalahnya dan juga tanggung jawabnya menepati janjinya dulu. jika itu benar, maka sangat Egois untuknya kalau dia harus menikahi gadis itu tanpa cinta.


****


ting...


pintu Lift berbunyi, Fira melangkah keluar dan mengambil duduk di kursi kerjanya. ia seperti lupa dengan perintah Arkana bahwa ia harus segera kembali setelah makan siangnya dan itu di ruangannya langsung.

__ADS_1


Fira meremas dadanya sesak, merutuki dirinya yang sudah sangat lancang menaruh perasaan untuk Arkana. sesuatu yang ia Fikir mustahil ia gapai, lalu bagaimana dengan orang tua angkatnya kalau sampai mereka tau tentang perasaanya.


kenapa seolah takdir mempermainkannya. menempatkannya pada posisi yang tidak mampu ia lawan, bulir air mata gadis cantik itu jatuh tak ber izin, ia berusaha menutup mulutnya tak bersuara. ia khawatir Arkana akan mendengarnya dan menyaksikannya dalam keadaan rapuh seperti ini.


namun sayangnya itu juga diluar kendalinya. Arkana melihat itu, bagaimana gadis ini berusaha meredam tangisnya, ia merasa sakit melihat Fira mengeluarkan Air matanya.


dengan langkah pelan, ia mengampiri Fira. gadis itu menyadari kedatangan Arkana, dengan cepat ia menghapus air matanya dan berusaha membuat dirinya terlihat baik-baik saja meskipun meskipun tidak semudah itu.


Arka meraih kedua pundak Fira, hingga membuat wanita itu berdiri tegap, berhadapan dengan laki-laki yang sudah memporak-porandakkan hatinya.


" gue nggak tau apa masalahnya, dan gue juga nggak mau tau itu, yang harus loe lakuin sekarang, hapus air mata itu dan jangan nangis di depan gue, " Arka menatap manik-manik mata yang masih menyisahkan butiran kristal disana.


di rengkuhnya tubuh gadis itu kedalam pelukannya... lagi??? persetan dengan perasaan gengsinya, yang ia tau ia tidak suka melihat air mata itu, apa lagi jika itu adalah air mata untuk lelaki lain.


" jangan nangis, hati gue sakit liatnya "


mengusap lembut punggung Fira, sesekali mengecup puncak kepala gadis itu, membawanya dalam ketenangan. namun bukannya tenang, gadis itu malah terisak semakin kencang. mendapat perlakuan seperti ini dari orang yang ia cintai mungkin bagi orang lain adalah kebahagiaan tapi tidak dengan gadis ini.


pelukan ini seperti batu besar yang menindihnya. memperjelas statusnya, bahwa ia mencintai lelaki ini, Lelaki yang tidak bisa ia gapai. mencintai tanpa memiliki. apa yang yang lebih sakit dari ini.....


****


maaf yah.. Author lagi Blang banget mikirnya!! tapi akan selalu up untuk pembaca setiaku..

__ADS_1


Tinggalkan jejak kalian.. 😭😭


__ADS_2