
Happy reading...
***
" Stop it!!!! " Leo berusaha melerai perdebatan kedua sahabatnya itu " apa-apaan loe berdua, kaya anak kecil aja! "
Leo yang selama ini selalu pecicilan dan sedikit bar-bar kini berperan menjadi lebih serius, ia khawatir dan juga kecewa dengan kedua sahabatnya itu, yang bertingkah kekanankan hanya karena wanita.
" gue balik! " Mike menyambar kunci mobilnya yang tergeletak di atas meja dan berniat untuk beranjak pergi namun tarikan Leo di lengannya menghentikannya " nggak bisa!!, gue nggak biarin siapapun keluar sebelum masalah ini selesai "
." Leo, please!!! " Mike memohon
" duduk! " tak ada pergerakan dari Mike " duduk gue bilang Mike! "
" Fine! " Mike mengehela nafas kasar dan kembali duduk dalam keadaan terpaksa.
" So! sekarang jelasin ke gue, terutama loe Arka " Leo memulai
" apa yang harus gue jelasin? gue cuman nggak suka Mike deket sama Fira, selesai! gue tau Mike cowo macam apa! " Tegasnya.
" ada hak apa loe ngelarang gue deket sama Fira? " Mike tak terima
" ya... ya... karena gue. gue kaka'nya Fira " jawab Arka sekena'nya
" kaka? gue nggak salah denger, bukannya loe yang udah memproklamirkan di hadapan gue dan juga Leo kalau sampai kapan pun loe nggak akan terima Fira jadi adik loe? and now loe berperan seolah loe itu kaka yang baik, Cih, yang benar saja! " Mike meneguk gelas winenya.
" itu dulu Mike, sekarang__ "
" sekarang loe jatuh cinta sama Fira!! " Sarkas Mike. " dan loe mencoba untuk membohongi perasaan loe, karena masih terjebak di masa lalu loe! itu yang benar Arkana!!! "
" apa yang di bilang Mike benar ka, please lah! loe jangan jadi manusia yang Egois sekarang, ini masalah perasaan, sadar nggak sih, loe secara nggak langsung udah nyakitin Fira dan nggak adil sama Mike " Leo kembali mengangkat suaranya
Arkan mengusap wajahnya frustasi " jadi gue harus gimana? "
" jangan ganggu gue sama Fira! " Mike
" Nggak bisa! " pekik Arka tak terima
__ADS_1
" Why? "
Arkana kembali menghela nafasnya berat, bahkan tenggorokannya seolah tercekak " oke...!! oke gue jujur sekarang! Gue emang jatuh cinta sama Fira dan gue cemburu liat loe sama dia, Puas loe!!! "
" and Natasya??? " satu pertanyaan Leo membungkam mulut Arka.
Mike menarik sudut bibirnya " Cih.. nggak bisa jawab! "
menghela nafasnya pelan " gue udah lupain dia! " ucap Arka pelan tapi ada kejujuran disitu!
" Loe yakin?? " satu pertanyaan Leo lagi
Arka mengangguk " gue yakin! "
Leo bertepuk tangan sekali " Oke! masalah selesai, loe berdua nggak
salah karena jatuh cinta sama orang yang sama, dan gue nggak punya Hak untuk melarang itu, gue cuma kecewa karena taruhannya adalah persahabatan kita. Please! gue mohon dengan sangat, loe berdua bersaing secara sportif jangan karena loe berdua udah jadi Rival dalam hal cinta, membuat persahabatan yang udah kita bangun selama bertahun-tahun hancur gitu aja " Jelas Leo.
Mike dan Arka hanya diam, tapi mereka membenarkan apa kata sahabatnya itu yang tumben dalam mode waras kali ini dan sedikit dewasa, ingat sedikit!
Arka berdecak sambil berdiri dari duduknya dan tak terduga, lelaki itu mengulurkan tangannya " gue minta maaf! gue emang egois "
Mike tertawa lirih lalu ikut berdiri, menerima uluran tangan Arka " gue juga minta maaf! " sedetik kemudian mereka berpelukan dalam konteks sebagai lelaki.
" tapi gue tekankan, gue akan tetap menjadi manusia egois dalam Hal Fira " ujar Arka di sela pelukan mereka " No problem, Selamat datang kembali, Rival.. " ucap Mike juga kemudian.
Mata Leo berair tanpa sadar, ia lalu ikut berhambur ke pelukan Arka dan Mike " ini baru sahabat gue ".
****
Fira berdiri depan pintu utama Abraham Group, terlihat sedang menunggu seseorang. tidak lama setelah itu mobil BMW hitam berhenti di depannya.
pintu jendela kaca itu terbuka, dan menampilkan sosok yang sedari tadi memang Fira tunggu.
" Masuk! " perintahnya seraya tersenyum manis untuk gadis yang sedang menunggunya itu.
tanpa menunggu lama, Fira masuk dan duduk di samping Dirga. " sendirian? " tanya Fira sambil memasang seatbelt nya.
__ADS_1
" emangnya kaka mau sama siapa? " Dirga mulai melajukan mobilnya
" kan biasanya nggak bisa lepas dari Rui, " Musfira sedikit tertawa. Fira ingat betul selama beberapa kali pertemuan mereka, Rui sekertaris Dirga selalu berada di belakangnya.
" ini kan jam pulang Fir, Rui juga harus pulangkan? " menoleh Fira sebentar dan kembali fokus dengan menyetirnya " Lapar nggak Fir? "
" Hm?.. sedikit. " akui Fira malu-malu.
" Cih, gitu aja malu " Dirga terkekeh
" Emang keliatan yah?? " gadis itu salah tingkah.
" semua yang tercetak di wajah polos kamu itu mudah banget untuk di tebak, " Dirga mengerlipkan satu matanya dan di balas gelengan kepala oleh gadis itu.
" kita mau makan dimana? " Tanya Fira tanpa basa basi
" kemana yah? " Dirga berfikir sejenak " gimana kalo kita ke restoran jepang, kaka lagi pengen banget makan makanan jepang! "
Musfira mengangguk antusias " Boleh, tapi kaka yang teraktir " menaik turunkan alisnya.
" Siap nyonya " Dirga tertawa pelan dan mendapat pukulan pelan dari Fira " emang aku setua itu di panggil nyonya?! " Fira mengerucutkan bibirnya tak terima.
" berasa muda banget emang? " Dirga menggoda Fira " orang kamu udah umur 30 kan! " menahan tawanya.
Sontak kalimat itu mendapat pelototan dari gadis yang berada di samping lelaki itu, " Enak aja!! aku baru mau masuk 21 tahun kali kak " protesnya tak terima.
" iya deh iya.. yang masih 21 tapi aslinya 31 " Dirga menahan tawanya
" kakak...!!!!!! " Teriak Fira sambil memukul bahu Dirga pelan, yang membuat lelaki itu tergelak dengan tawanya.
dan Akhirnya Dirga membawa Fira ke restoran jepang, sebelum mengantar gadis itu untuk pulang.
***
Hukum alamnya simple kok, kalian komen author Up..
Tinggalkan Jejak kalian ðŸ˜ðŸ˜ðŸ˜ðŸ˜
__ADS_1