Tiga Cinta Di Hidupku

Tiga Cinta Di Hidupku
* Arkana Berbohong


__ADS_3

Happy reading...


****


katakan saja Fhatan saat ini sedang mengerang jengkel, setelah menelfon Raniah ia mendapatkan jawaban kalau Fira sedang bersama Arkana.


Fhatan belum memberitahu orang tuanya kalau gadis itu sedang berada di rumah sakit. akan seperti apa jika mereka tau,


mungkin Fhatan akan memberitahu tapi tidak malam ini karena Raniah dan Hamis pasti akan langsung meluncur ke RS mengingat ini sudah cukup malam.


Fhatan menelfon Raniah untuk mencari tahu kenapa gadis itu bisa ada di luar rumah saat malam begini.


di lain tempat...


Arka memukul keras stir mobilnya, merutuki kebodohannya, bagaimana ia menjadi lelaki brensek malam ini.


setelah Arka meminta Mike mengantar Natasya pulang, ia memutuskan mencari gadisnya, perasaannya semakin bertambah khawatir karena jam sudah menunjukan pukul 10 malam, apa lagi baru saja terjadi hujan deras. menelfon Fira berkali-kali tapi tidak aktif, menyusuri setiap jalan berharap bahwa ia akan menemukan Fira.


Nihil....


drrttt... drrrttt... drrttt....


dengan cepat Arka meraih ponselnya yang terletak di dasbord mobilnya berharap itu panggilan dari Fira. namun sayang karena kenyataannya nama yang tertera adalah ' Fhatan ' adiknya.


lelaki itu sedikit malas untuk menjawab telfonnya karena seperti biasa Fhatan hanya akan bertanya tentang sesuatu yang tidak penting, lelaki itu meletakkan ponselnya kembali tanpa berniat mengangkatnya. namun sekali lagi ponsel itu bergetar, tidak biasanya Fhatan menelfonnya berulang kali.


dengan decakan malas Arka menekan icon hijau yang tertera.


" Ya.. loe kenapa? "


" ke Rumah sakit bokap sekarang! "


Arkan mengerut " Rumah sakit? siapa yang sakit? "


" *Cih.. bahkan loe nggak sadar cewe yang loe ajak keluar tadi lagi terbaring di rumah sakit "


deg...

__ADS_1


" loe jangan bercanda ya Fhatan, " Arka membentak


" maksud loe bercanda? sekarang gue tanya, Fira ada di samping loe apa nggak? "


Arka diam...


" nggak kan? atau loe emang nggak sadar kalau fira uda nggak ada di samping loe "


" Loe__ " kalimat yang baru saja akan Arka lontarkan terhenti karena Fhatan sudah memutuskan panggilannya.


shit!


tanpa buang waktu, Arka membanting stirnya ke arah rumah sakit keluarganya yang tidak jauh dari sana. 20 menit perjalanan Arka sudah sampai, dengan langkah cepat lelaki itu menuju receptionis dan menanyakan tentang gadis yang bernama Musfira.


tentu saja informasi itu dengan mudah Arkana dapatkan, karena ia adalah anak pemilik rumah sakit. setelah mengetahui ruangan Fira, Arka tak membuat waktu lagi. lelaki itu berlari dengan perasaan cemas.


tak memperdulikan tatapan orang-orang yang dia lewati. berbagai pertanyaan terpatri di dalam otaknya.


kenapa Fira bisa disini?


untuk apa?


sakit apa?


bagaimana Fhatan bisa bersama dengan gadis itu?


tapi itu sekarang tidak terlalu penting, karena ia harus mengetahui keadaan gadisnya itu. Arka sudah sampai di depan ruangan Fira, dengan langkah pelan ia membuka ruangan itu, dan benar saja gadis yang sedari tadi membuatnya khawatir sudah terbaring di atas brangkar rumah sakit dengan baju yang sudah terganti. baju khusus pasien.


Arka juga melihat Fhatan yang duduk di samping Fira sambil menggenggam tangan kekasihnya. Oke ini bukan saatnya itu cemburu!!


Arka semakin mendekatkan dirinya mendekati ranjang pesakitan, Fhatan yang menyadari kehadiran seseorang mendongak dan mendapati kaka sulungnya itu sudah berdiri di seberang.


Fhatan tersenyum miring " akhirnya loe datang juga "


Arka menelisik wajah gadisnya yang terlihat pucat dan perban yang menempel di kakinya. merasa bersalah? tentu saja itu yang di rasakan lelaki itu.


" i... ini ke.. kenapa Fira ada disini " Arka mengusap lembut kepala Fira

__ADS_1


" gue mau ngomong sama loe bang, tapi nggak disini " Fhatan beranjak dari kursi tunggalnya menuju keluar ruangan.


Arka menatap Fira sebentar dan akhirnya berbalik mengikuti Fhatan. baru saja ia menutup pintu ruangan itu pelan tiba-tiba tubuhnya terhuyung kelantai karena mendapat bogeman mentah dari seseorang yang tidak perlu dipertanyakan lagi, Fhatan.


" loe apain lagi Fira kali ini bang? hah? "


Arka menyeka darah segar di sudut bibirnya, ternyata kekuatan anak itu lumayan juga. tanpa menjawab lelaki itu bangkit dan mengambil duduk di kursi tunggu yang berada di depan ruangan Fira.


Arkan mengusap wajahnya frustasi, ia memang salah bahkan sangat salah, ia tidak seharusnya meninggalkan Fira dan dengan gampangnya melupakan keberadaan gadis itu.


" gue salah, gue minta maaf! " ujar Arka dengan nada penyesalan.


" gue nggak butuh maaf loe, lagian loe seharusnya minta maaf sama Fira bukan gue! disini gue minta penjelasan gimana ceritanya loe bisa ngebiarin Fira sendiri di pinggir jalan dan itu dalam keadaan hujan deras bang! " Fhatan menghela nafasnya berat dan mengambil duduk di samping Arka " loe apain Fira lagi sekarang,? apa loe tinggal dia gitu aja di pinggir jalan "


Arka dengan cepat menggeleng, mana mungkin ia tega melakukan itu pada gadis yang di cintanya " terus kenapa? "


Arka menghela nafasnya, ia tidak mungkin menceritakan alasan yang sesungguhnya apa lagi ini menyangkut Natasya. mengingat bagaimana kebencian adiknya itu dengan mantan kekasihnya.


Ya. Fhatan juga mengetahui masa lalu Arka dan Natasya, termasuk orang tua mereka dan juga Abimanyu.


jadi akan seperti apa kemarahan Fhatan dan juga kedua orang tuanya jika megetahui alasan yang sesungguhnya.


" gue terlalu asik ngobrol sama temen gue sampai gue lupa kalau gue lagi sama Fira, dan gue nggak tau alasan Fira ninggalin pesta gitu aja " Arka berbohong


brens*k loe Arka!!! selamat loe udah jadi cowo pecundang!


ia betul-betul mengumpat dirinya sendiri, katakan saja dia pengecut! ia terlalu takut menghadapi kemarahan adiknya itu apa lagi dengan kedua orang tuanya.


bukan tentang pukulan, tapi ia memang harus menyelesaikan masalahnya dulu dengan Fira. ia harus menjelaskan semuanya. bukan tidak mungkin jika keluarganya tau cerita yang sebenarnya itu akan menimbulkan masalah baru. jadi keputusan yang baik menurut Arka sekarang adalah menyelesaikannya.


***


kemarin sempat down sedikit, gara-gara ada komen yang bilang ceritanya sama dengan salah satu novel yang ada di aplk ini. huh! padahal aku buatnya dengan imajinasiku sendiri. menguras otak buat berfikir. eh nggak taunya malah pernah satu Fikiran sama orang lain..


tapi nggak papa de,. itu kan di luar kuasa aku sebagai pengarang ya kan? author juga mau minta tolong kasi tau author kalo ada part2 yang mengalami kesamaan, biar Author bisa me revisinya lebih cepat. nggak mau di bilang plagiat!


udah itu aja

__ADS_1


Tinggalkan jejak kalin.. 😭


***


__ADS_2