Tiga Cinta Di Hidupku

Tiga Cinta Di Hidupku
* Keputusan Fira


__ADS_3

" mami kenapa? papi perhatiin dari tadi diam terus dimobil bahkan sekarang dirumah " Hamis menelitik wajah istrinya, merasa heran pasalnya setelah pulang dari panti sampai dikediamannya, seolah istrinya sedang memikirkan sesuatu hingga membuatnya tidak berbicara sepatah katapun.


" mami cuma kepikiran sama gadis itu pi, seandainya dia masih ada mungkin dia udah sebesar gadis itu " Raut wajah Raniah terlihat pilu.


" Papi ngerti, sekarang mending mami tidur yah " Hamis tidak mau membahas tentang apa yang dirasakan istrinya, karna itu akan membuatnya semakin merasa bersedih.


meskipun dia juga sempat merasakan apa yang juga di rasakan sang istri.


***


" Mami sama Papi semalam kemana? " Arkana yang semalam sepulang dari kantor tidak mendapati orang tuanya itu berada dirumah.


" Mami sama papi ada urusan " Raniah singkat


Abimanyu dan Fatan, hanya sibuk dengan makanannya tanpa ingin bertanya, meskipun mereka berdua juga sebenarnya penasaran kemana kedua orang tuanya pergi hingga pulang larut malam, tak berniat memperpanjang pertanyaanya arkana bergegas meraih jas kantornya, beranja. Namun ia menghentikan langkahnya, " mami kalau ada masalah cerita ya " sambung Arkana sebelum dia benar-benar meninggalkan rumahnya menuju kantor


tidak berselang lama Abimanyu dan Fhatan juga berpamitan " kami sudah selesai, jaga kesehatan kalian " secara bergantian mencium pipi Raniah


Hamis merasa prihatin dengan sang istri, karena sejak semalam ia tak melihat sedikitpun senyum yang terukir di wajahnya.


Hamis meraih tangan sang istri, menggenggamnya dengan sayang " Mami sebenarnya kenapa? "


" kita adopsi anak itu yah pi " ucap Raniah tanpa Ragu.


terkejut?? tentu saja Hamis terkejut dengan keputusan sang istri. ia tahu keputusaan yang istrinya ambil itu adalah karena alasan yang Hamis tau betul.


" Mami yakin? jangan membuat gadis itu berada di posisi yang tidak dia mengerti mi, " Hamis hanya tidak ingin membuat gadis itu merasa di manfaatkan.


" Mami yakin, ntah kenapa setelah bertemu dengan gadis itu Mami menemukan sosok yang Mami rindukan selama 10 tahun ini " ucap Raniah dengan mata yang berkaca-kaca


inilah alasannya. mengapa Hamis sedikit ragu dengan keputusan ini, ia tidak ingin kehadiran gadis itu hanya untuk sebagai pengobat kerinduan yang selama 10tahun ini pada sosok yang sudah meninggalkan mereka.


ia takut tidak mampu menjadi orang tua angkat yang baik. namun melihat air mata yang mengalir di pipi istri tercintanya, ia tak kuasa menolak keinginan sang istri.


" kalau Mami yakin, Papi akan mengurus semuanya "


Raniah seketika menampilkan wajah bahagianya,tanpa ragu ia beranjak dan memeluk suaminya itu.


****


setelah beberapa hari berlalu,


Mobil mewah BMW berwarna hitam baru saja terparkir dihalaman panti asuhan KASIH BUNDA. terlihat kedua pasangan paru baya turun dari mobil, dan berjalan menghampiri yang empunya panti.


bunda Anisa sedang sibuk menyirami tanaman hias yang ada dihalaman dan tidak menyadari kedatangan pasangan suami istri itu.


" Permisi, apa kami mengganggu?? " Sapa Raniah


suara yang tidak asing terdengar dari belakang membuat bunda anisa menghentikan aktifitasnya dan menoleh untuk memastikan si pemilik suara.


" eehh.. Nyonya " bunda anisa sangat ingat dengan wajah wanita ini, wanita yang sudah menyelamatkannya dari para penagih hutang beberapa hari yang lalu " Silahkan masuk Nyonya"


dengan perasaan yang sedikit bingung, mengapa kedua orang ini datang lagi, apakah mereka akan menagih kembali uang yang sudah mereka keluarkan. kira-kira begitu Fikiran Bunda Anisa.


Mereka bertiga kini sudah berada didalam ruang tamu sederhana tetapi masih nyaman,mata Rania terus berkeliling kesegala arah seolah mencari sosok yang beberapa hari ini ia rindukan, Hamis yang melihat raut wajah istrinya, mengerti dengan apa yang sedang dicari oleh istrinya itu.


beberapa saat hening...


" Maafkan kami yang sudah mengganggu aktifitas ibu pagi ini, " Hamis memulai memecah keheningan " kami tidak akan berbasa basi, "

__ADS_1


" Maksud Tuan apa? kalau masalah uang yang anda keluarkan malam itu, saya Mohon maaf, karena__ "


" Kami kesini bukan untuk masalah uang, kami........ ingin mengadopsi salah satu anak yang ada di panti ini " Hamis


sedikit ada guratan keterkejutan dari bunda Anisa. ini di luar dari pemikirannya.


" dimana gadis yang kami antar malam itu? " Raniah tak sabar.


bunda anisa mengerti siapa yang ditanyakan oleh wanita yang ada di depannya ini " Maksud anda Fira?? "


" jadi namanya Fira ? " ujar Raniah


" iya Nyonya, namanya Fira, dia juga salah satu anak di panti ini.. dia dititipkan oleh pamannya sewaktu dia berusia dua bulan, di karenaka kedua orang tuanya telah meninggal akibat kecelakaan, tapi..... sayang hingga saat ini tidak ada satu keluarganya yang datang menjemputnya ataupun menengoknya " jelas bunda Anisa dengan wajah yang sedih.


Raniah makin yakin untuk mengadopsi gadis itu, gadis yang malang yang tidak di inginkan keluarga sendiri.


" Tunggu sebentar Nyonya, saya panggil anak-anak yang lain, agar anda bisa melihat anak-anak panti yang ingin anda adopsi " bunda Anisa berniat beranjak, namun ia urungkan mendengar ucapan Raniah selanjutnya.


" kami akan mengadopsi Fira "


ia kembali Fokus dengan kedua orang yang ada di hadapannya " tapi kenapa harus fira Nyonya, maksud saya.... dia sudah dewasa, apa itu tidak masalah untuk anda, lebih-lebih untuk keluarga anda yang lain," terdengar sedikit keberatan.


" kami sudah memikirkan ini, jika kami tidak serius untuk apa kami datang kesini? " Raniah berusaha meyakinkan.


" Tapi???? " Bunda Anisa mulai ragu


Raniah mengerti dengan kekhawatiran dari bunda Anisa, tapi sekali lagi ia meyakinkan wanita itu bahwa dia akan menjaga Musfira dengan baik. Raniah meraih tangan bunda Anisa " Saya berjanji sama ibu' kalau saya akan menjaga dan menyayanginya seperti anak kandung saya sendiri "


mendengar penuturan Raniah, bunda Anisa sedikit tenang, dan berfikir sejenak. " baiklah kalau itu kepetusan Nyonya, saya akan bicara dengan Fira nanti, "


Raniah merasa lega mendengar persetujuan bunda Anisa " Terima kasih "


mungkin sudah saatnya kamu menemukan jalan hidupmu yang sebenarnya nak. bunda anisa


selang beberapa saat setelah kepulangan Rania dan Hamis. bunda anisa langsung memutuskan untuk menemui fira sebulum gadis itu pergi bekerja.


****


Tok..tok.. tok...


suara ketukan pintu yang terdengar, menghentikan aktifitas gadis cantik yang sedang sibuk dengan merapikan pakaiannya.


" Boleh bunda masuk sayang? "


" masuk aja bun, nggak di kunci kok" teriak Fira dari dalam kamar.


bunda Anisa membuka pintu, dan matanya langsung fokus dengan sosok gadis cantik yang ada di hadapannya. " sedang sibuk? "


Fira menggeleng " tidak, hanya sedang merapikan baju "


Bunda Anisa meraih lengan musfira dan membawanya duduk ke bibir ranjang. menatap gadis itu dengan sayu,


Fira yang tau kalau bundanya sedang memikirkan sesuatu, membuatnya harus bertanya " bunda ada apa? mau ngomong sesuatu? "


Bunda tersenyum, " kamu memang yang paling tau bunda " sambil mengusap kepala Fira dengan lembut.


" jadi bunda mau ngomong apa? " sekali lagi bertanya.


Bunda mulai ragu, mencoba menyusun kalimat yang pas untuk ia sampaikan kepada Musfira. ia tidak akan memaksakan apapun pada Fira, karena semua keputusan ada di tangan Fira sendiri.

__ADS_1


" sayang, kamu ingat wanita yang melunasi hutang bunda beberapa malam lalu ? "


Fira memutar matanya berfikir " Oh iyaa.. Fira ingat!! kenapa dengan mereka bun? "


" Mereka tadi datang kesini nak, "


" kenapa nggak bilang sama Fira, kita kan belum mengucapkan terima kasih bun "


" kamu tidak ingin tau kenapa mereka kesini " masih dengan posisi mengusap kepala Fira


mengernyit " kenapa memangnya? minta uangnya kembali yah bun ? " tanya Fira khwatir


Bunda menggeleng " tidaj sayang, mereka datang kesini untuk.... untuk...!!!! " ucap Bunda Ragu


" Untuk??? " Ulang Fira


" untuk mengadopsi kamu nak!!! "


Fira sontak tertegun mendengar kalimat itu, ia sama sekali tak menyangka bahwa kedatangan mereka untuk mengadopsinya.


" Maafkan bunda sayang, bukan bunda ingin kamu pergi dari panti ini. Tapi bunda berfikir ini mungkin yang terbaik untuk kamu nak "


" tapi aku nggak mau pisah sama bunda apa lagi adik-adik " tolak Fira


" sampai kapan Fira!??, cepat atau lambat masa seperti ini pasti akan terjadi. ntah bunda yang akan meninggalkan kamu atau kamu yang akan meninggalkan bunda " Bunda berucap dengan mata yang berair


" bunda hanya ingin yang terbaik untuk kamu nak " lanjut Bunda.


Fira memejamkan matanya mendengar setiap jengkal perkataan bunda anisa. wajahnya tampak termangu bercampur aduk dengan fikirannya


" Baiklah kalau itu kemauan bunda, aku mau diadopsi " Keputusan fira


*****


di ruangannya, Arkana tengah sibuk dengan layar laptopnya. posisinya sebagai direktur di perusahaan ayahnya, membuatnya harus kerja ekstra,


jika sebagian orang yang terlahir dari keluarga yang kaya raya, akan berleha-leha sambil menikmati kekayaan orang tuanya, tapi tidak untuk Arkana.


rasa tanggung jawab sebagai anak sulung, Pewaris dari Abraham group, dan kaka dari kedua adiknya, membuatnya tumbuh jadi laki-laki yang pekerja keras.


tok. tok. tok. tok


" Masuk!!!! "


" permisi pak. saya membawa berkas yang harus bapak tanda tangani " terdengar suara seorang laki-laki yang sedang mendekat kearah Arkana. dia adalah Billy sekertaris arkana yang sudah menemaninya selama 5 tahun ini.


" letakkan dimeja " tanpa mengalihkan pandangannya.


" baik pak " ucap billy


" bagaimana dengan kerja sama kita dengan jaya group. apa sudah ada yang menghubungi kita dari pihak mereka "


" sudah pak dan mereka setuju " ucap Billy dengan penuh kehati-hatian karna ia paham betul seperti apa bosnya ini


" bagus. kamu boleh keluar!!! "


tanpa berfikir panjang billy langsung melangkahkan kakinya keluar dari ruangan arkana yang memiliki aura cukup mencekam untuknya. ia menghela nafasnya dengan lega


syukurlah suasana hatinya sedang baik.

__ADS_1


__ADS_2