
Happy reading....
****
semua keluarga Abraham telah berkumpul di meja makan seperti biasa. suara percakapan antara Hamis dan Raniah menemani sarapan mereka pagi ini.
" Arka, gimana nak. apa ada masalah sejauh ini, ?? " maksud dari Hamis adalah tentang perusahaan.
" sejauh ini, semuanya baik, semua kerja sama yang Papi mulai sebelumnya, satu persatu udah rampum, kalaupun ada masalah itu tidak terlalu besar, Arka cuman lagi memikirkan masalah dengan tender yang kita berikan pada Pradipta Corp, aku sedikit bingung dengan pergerakan meraka. "
" Pradipta Corp ya? " Hamis sejenak berfikir " ah ya... Papi ingat, sebenarnya itu bukan masalah karena yang Papi tau, pergerakan mereka memang sulit untuk kita duga, tapi kamu bisa mempercai mereka, cara kerja mereka memang seperti itu, tapi kita tidak akan menyesal dengan hasilnya "
" Tapi apa tidak terlalu berisiko pi, " Arkana menjeda untuk minum " maksudnya, kita tidak tau pergerakan mereka, itu berarti kita tidak bisa mengambil tindakan-tindakan pencegahan, atau lebih tepatnya mengambil tindakan yang tepat kalau ada masalah di luar kendali, apa lagi ini bukan tender yang kecil pi "
Hamis berfikir sejenak, membenarkan pernyataan Anak sulungya itu, meskipun ada sedikit rasa ketakutan yang juga ia rasakan, perihal ini adalah tender yang bisa di bilang cukup besar. namun memikirkan sepak terjang Pradipta Corp selama ini yang tidak menemukin kecatatan dalam hal bisnis. sepertinya itu bukan masalh saat ini.
" tidak usah khawatir. kamu tetap memantau pergerakan mereka, kumpulkan setiap data yang mereka laporkan, dari situ kita bisa menilainya. apa perusahaan itu bisa di percaya tau tidak " kembali melanjutkan makannya.
Arkana mengangguk tanpa berniat lagi untuk melanjutkan..
hening sejenak...
" Papi, "
" ya Abimanyu, ada apa? "
" sebentar lagi aku wisuda, dan aku udah mikirin ini baik-baik, " Abimanyu menghela nafasnya, " aku mikir, setelah aku wisuda aku mau lanjut kuliah di luar negeri " keputusan Abimanyu
" hm? ada apa? bukannya kamu yang paling menolak permintaan Papi kemarin tentang itu. katanya kamu ingin memegang salah satu cabang perusahaan kita "
ya.. sebelumnya, Hamis memang memberikan saran kepada Anaknya itu untuk melanjutkan pendidikannya di luar negeri, sebelum benar-benar memegang kendali cabang dari Abraham group. meskipun cabang itu tak sebesar dari perusahaan utama, tapi perlu di ingatkan jika itu sudah berhubungan dengan Abraham tidak ada yang biasa saja.
namun lelaki itu menolak dengan alasan tidak ingin jauh dari keluarga yang ia cintai. berbagai alasan ia lontarkan agar tidak pergi tapi ada apa sekarang? ia seolah lupa dengan penolakannya sendiri.
Fira yang mendengar pernyataan Abimanyu, membuat perasaan bersalah dalam dirinya semakin besar, ia tau betul bahwa kakanya itu tidak bisa jauh-jauh dari keluarganya. gadis itu meyakini, ini semua pasti ada hubungannya dengan kejadian semalam. dimana ia menolaknya.
__ADS_1
" nggak papa pih, aku ngerasa belum siap aja , nanti kalau aku udah benar-benar siap megang kendali di salah satu perusahaan papi, aku bakal balik. aku mohon ya pi? "
" kamu yakin Nak? " Raniah
Abimanyu mengangguk " aku yakin mi "
" boleh Papi tau, apa yang membuat kamu berubah Fikiran? "
Abimanyu melirik Fira yang sibuk dengan makannya " nggak ada apa-apa "
" loe yakin bang, nggak ada apa-apa, bukan karena di tolak cewekan? " celetuk Fhatan tepat sasaran.
Fira terbatuk, seolah tersindir dengan ucapan lelaki yang disampingnya itu.
" ya Ampun nak, pelan-pelan aja makannya." Raniah menyodorkan satu gelas air
" Maaf mi "
Fhatan menyipitkan matanya, melihat reaksi Fira atas celetukan yang baru saja ia lontarkan ia merasa aneh. sedangkan Arkana, hanya memfokuskan dirinya dengan makanannya. ia tahu betul alasan Abimanyu tapi ia tidak ingin ikut campur.
****
ini memang bukan hal yang baru, Sebelumnya memang seperti ini kan, ia selalu diam dan tidak akan memulai pembicaraan jika bukan Arkana yang memulainya.
namun Arkana melihat raut wajah gadis ini sedikit sendu. dan itu yang membuat Arka tidak dapat menahan dirinya untuk tidak bertanya.
" Fir "
" ya pak "
" loe kenapa? "
" ya? saya ngga papa pak "
" yakin? atau loe kurang sehat, mau istirahat aja di rumah "
__ADS_1
deg....
ucapan lembut dari seorang Arkana diselipi dengan kekhawatiran lelaki itu, lagi-lagi membuat Musfira merasa nyaman di ikuti detak jantungnya yang kembali berdetak tak karuan
Tolong pak.. jangan bersikap seperti itu pada saya, hhhhuuuuufffttttt... Fira menghela nafasnya dengan berat, memegang dadanya yang sudah tak terkendali.
" Fir, loe beneran sakit ? " Arkana menyentuh kening Fira " tapi nggak panas "
Fira menggigit bibir bawahnya, menelan salivanya susah payah, semakin menekan dadanya kuat. mengatur nafasnya. " sa.. saya bener-bener nggak papa pak "
" tapi kok muka loe merah gitu " Arka dengan tingkat kepolosannya. tidak menyadari bahwa perlakuaannya ini membuat semburat merah merona di pipi gadis itu.
" Ha? " pernyataan itu sontak membuat Fira memegang kedua pipinya panik " masa sih pak "
Arka terkekeh " yaudah sih, nggak usah panik gitu. jadi gimana mau balik aja ke rumah? "
Fira menggeleng..
" yaudah..."
gue tau loe pasti mikirin Abimanyu,.. Arka
beberapa saat kemudian...
kembali, mobil Arka terparkir apik di halaman parkir kantor Abraham group. dan sudah menjadi kebiasaan karyawan setiap kadatangan CEO mereka, mereka tidak menyia-nyiakan pemandangan ini.
meskipun mereka terdaftar sebagai karyawan di Abraham group, mereka tidak bisa segampang itu melihat bos mereka. bukan tanpa sebab, pribadi Arkana yang tertutup dan dingin kepada orang yang tidak ia kenal dengn baik,
di perusahaan itu juga tidak sembarangan karyawan yang bisa masuk di dalam ruangan sang Bos, hanya petinggi-petinggi perusahaan saja yang bisa, bahkan untuk beberapa kepala Divisipun hampir tidak pernah menginjakkan kakinya di ruangan CEO.
apa lagi kalau hanya karyawan biasa, jadi tidak heran, mengapa mereka sangat merasa iri dengan gadis yang berjalan di belakang bos mereka. meskipun kecantikan paripurna yang Fira miliki. tapi di luar itu, semua orang tau kalau Fira tidak memiliki pengalaman kerja sedikitpun.
ini terlihat saat Fira di ikut sertakan dalam meeting-meeting yang di adakan di perusahaan, ia hanya akan duduk diam sambil mencatat apa yang menurutnya harus di catat. tidak harus bekerja keras mempresentasikan apapun, dan tentu saja dia berlindung dari kedekatannya dengan Arkana. begitu fikir mereka.
****
__ADS_1
ini part ke dua dari janjiku.....
Jangan lupa tinggalkan jejak ðŸ˜ðŸ˜ðŸ˜