
Happy reading..
***
" Usaha kak " Ucap Fira denga tawa kecilnya
" ini udah usaha Fir, " sanggahnya " Fir, " ucap Arka lagi
" apa? "
" ntar malam dinner yuk!!! " ajak Arka
" dalam rangka? "
" ck, emang harus ada alasan yah ngajak cewe sendiri dinner " Arka melipat kedua lengannya di dada
" Tumben aja! " jawab Fira cuek
" ini lagi belajar romantis Fir, " Arka menatap Fira malas
" Boleh "
" Fir, " panggil Arka lagi
" apa lagi kak "
Arka tak menjawab, malah mencondongkan wajahnya lebih dekat ke arah Fira, semakin dekat hingga hidung mancung mereka bersentuhan dan bau nafas mereka tercium, bau mint yang keluar dari deru nafas mulut Arka membuat darah gadis itu berdesir,
manik mata hitam lelaki itu menelusuri lekukan wajah sang kekasih, Arka memberi jarak di antara wajah mereka lagi, membuat Fira mengerutkan alisnya. gadis itu berfikir Arka akan menciumnya. Ohh Fira kau sudah tidak polos lagi!
" Fir "
" ya? "
" gue, eh.. aku boleh cium kamu nggak "
" Ha? "
" tadi aku pengen cium kamu langsung, tapi itu nggak sopan kalo nggak minta izin dulu "
tawa kecil terdengar dari bibir mungil itu, memikirkan sikap Arka yang sedikit aneh ini, membuatnya mendapat tatapan menelisik dari lelaki itu " kamu kok ketawa sih? mang ada yang lucu ".
" kamu yang lucu, tumben minta izin biasanya juga langsung nyosor " Fira menahan tawanya.
" Ck, gue cuma belajar menghargai loe Fir, "
" aku-kamu kak! " Fira mengoreksi
" iya itu... boleh yah?! " Arka dengan pupy eyesnya
__ADS_1
dengan pipi yang sudah memerah merona, Fira mengangguk tipis. wajah Arka berserih dengan cepat merai tengkuk gadis itu, menyatukan bibir mereka, mencercap setiap sisi bibir Fira, mengulumnya dan mengaksen setiap sudut rongga mulut dengan lidahnya.
kedua tangan Arka kini sudah menangkup kedua rahang Fira, semakin memperdalam ciumannya. sedang gadis itu meremas kemeja Arka dengan kencang di bagian dada lelaki itu.
eungh.... satu lengukan halus lolos begitu saja dari gadis ini, semakin mempertegas bahwa ia sangat menikmati kegiatan intim mereka. " i love you " ucap Arka di sela ciuman panasnya.
Drrrtt... drrrttt... drrrrttt...
getaran ponsel dari Fira, memaksa keduanya untuk menghentikan kegiatan mereka.
" Oh.. Shit!! " umpatan kasar Arka membuat Fira terkekeh, gadis itu meraih ponselnya di saku bleazernya.
" Siapa? " Arka melirik ke arah ponsel kekasihnya dan mendapati satu nama yang...
Kak Diga is calling....
wajah gadis itu berubah pias, lalu menyimpan kembali ponselnya. ia tau arti tatapan tak suka dari Arka seolah mengatakan ' jangan di angkat! '
" kenapa nggak di angkat? "
" Emang boleh? " Fira menaikkan satu alisnya.
" terserah kamu! " mengherdikkan kedua bahunya
Fira tersenyum " bentar yah."
Gadis itu mengangkat telfonnya, dan menekan tombol loudspeaker " ya Halo kak "
" di kantor kak "
" nanti malam ada acara? "
Fira melihat sekilas ke Arka yang sudah beranjak dari duduknya " nanti malam yah? "
" iya, aku pengen nemuin kamu sama seseorang "
" seseorang, siapa? " sebenarnya Fira juga penasaran
" makanya kaka mau ngajak kamu nanti malam dek "
" gimana yah kak, Hmmm.. aku udah ada acara kak. Maaf "
terdengar helaan nafas di seberang telfon " gimana kalo besok malam "
" aku tanya pak Arkana dulu yah kak! " melihat lagi ke Arkana yang sudah melipat kedua tangannya di dada sambil menyandarkan pingganggnya di depan meja kerjanya.
" kenapa harus tanya dia, aku ngajaknya malam Fir, bukan jam kerja " Dirga bersikeras
" Tapi__ "
__ADS_1
praaannggkkk....
Fira terkejut mendengar benda terpelanting yang tidak lain adalah cangkir bekas kopi yang banting Arka. ini sudah dalam mode merah yang artinya berbahaya.
" Fir, itu suara apa. kamu nggak papakan dek? " suara Dirga di balik telfon membuat Fira menelan salivanya
" a... aku nggak papa kak, ntar aku telfon balik yah "
tut. tut. tutt... gadis itu memutus telfonnya dan segera menghampiri Arka yang sudah menatapnya tajam. " kaka ini kenapa sih, kok banting gelas segala " Fira memunguti cangkir yang sudah tak berbentuk itu,
" Auuwhhh " memang dasar Firanya yang tidak hati-hati, pecahan beling itu sedikit merobek kulit mulus gadis itu di bagian jarinya.
" Fira! " Arka mengampiri Fira dan meraih tangan Fira yang sudah di tetesi darah segar di salah satu jarinya " kamu hati-hati makanya " Arka mengulum jari gadis itu ke dalam mulutnya, menghisap dengan pelan darah itu.
" kak jangan, ini kotor " Fira berusaha menarik jarinya dari mulut Arka tapi lelaki itu menahannya
" siapa yang suruh kamu mungutin ini..!!!" terdengar suara bentakan dari mulut Arka, tapi lebih terdengar khawatir.
" kenapa di banting? "
" apa? " Arka berpura-pura tak mengerti
" gelasnya kak, kenapa di banting? "
Arka diam....
" Cemburu?? " Fira menelisik wajah Arka yang sudah gugup
" ng... nggak.. siapa juga yang cemburu, itu nggak sengaja kesenggol Fir " Arka berkilah
" Yakin? " Fira dengan tatapan intimidasinya
" Shit! Oke, gue__ "
" Hm?! " potong Fira
" Aku cemburu, Puas!! " Arka beranjak dan duduk kembali di sofa. lelaki itu menyandarkan punggungnya. terdengar helaan nafas kasar darinya.
Fira ikut duduk di samping Arka, meraih jari jemari lelaki itu dan menggenggamnya dengan lembut " kamu nggak percaya sama aku? "
Arka melihat ke arah Fira, dan menatapnya dengan tatapan sayu " Maaf,!! aku overprotektif banget yah Fir? aku salah yah bersikap kek gini, aku cuma nggak suka liat kamu dekat sama cowo lain " Arka merapikan anak rambit Fira yang sedikit berantakan
Fira tersenyum manis dan langsung menghambur kepelukan kekasihnya itu " aku sayang kamu "
Arka juga menarik sudut bibirnya, mengecup puncak kepala Fira dan memeluknya dengan erat " aku juga sayang kamu "
***
Uluuh.. uluhh... romantisnya!! iri akoh 😆, pokonya aku kasih yang manis dulu yak! tapi jangan terhanyut karena semakin banyak manisnya semakin besar juga konfliknya 😈 jahat aku tuh 😆
__ADS_1
Tinggalkan jejak kalian.. ðŸ˜ðŸ˜ðŸ˜