
" kalian Fikir saya tidak mendengar apa yang kalian ucapkan, heh??? "
tiga wanita itu semakin tertunduk khawatir, mereka takut jika ini akan sampai ketelinga CEO mereka, dan hadiah yang paling buruk adalah pemecatan secara tidak hormat. tamatlah masa depan mereka.
karena siapapun karyawan yang telah di pecat secara tidak hormat di perusahaan Abraham group sama saja telah hancur, sebab seluruh perusahaan yang ada di Negeri X tersebut tidak akan menerima mereka lagi. itu konsekuensinya!!!
" Hari ini kalian selamat karena saya yang mendengarnya, tapi ingat!! jika sampai saya mendengar ini lagi baik dari mulut kalian ataupun karyawan yang lain, ini akan menjadi masalah besar untuk kalian sendiri, apa kalian mengerti..!!!!!! " ancam Billy
tanpa menjawab, ketiga wanita itu mengangguk dan secepat mungkin pergi dari hadapan Billy.
****
rapat sedang berlansung di dalam ruangan yang memang di khususkan untuk itu. di meja panjang, Arkana duduk paling ujung sebagai pemimpin rapat. Arkana mengecek langsung berbagai statistik pemasaran selama ia menjadi CEO.
selang beberapa lama, rapat itupun selesai. menyisahkan Arkana, Billy, dan juga Mita yang sebagai kepala dari divisi Pemasaran.
" pak apa saya boleh bicara sebentar, 4 mata " Mita sedikit ragu, tapi iya meyakinkan dirinya.
Arkana melirik ke sekertarisnya Billy, dan mengangguk. Billy pun segera keluar dan meninggalkan mereka berdua.
kini hanya ada Mita dan Arkana.
" Cepat katakan, saya tidak punya banyak waktu " tegas Arkana
" Mmmmm.... maaf pak, saya hanya ingin bertanya, mewakili pertanyaan karyawan yang lain... " Mita terlihat semakin ragu, setelah berhadapan langsung dengan atasannya itu. tapi ia berfikir ini adalah kesempatan yang paling bagus untuknya.
" Mengenai apa itu? "
" Mengenai sekertaris baru bapak,!! "
Arkana menautkan alisnya " Sekertaris baru saya, maksud kamu Fira? kenapa dengan dia? " Arkana sedikit penasaran
" kemarin bapak memasang iklan tentang promosi menjadi sekertaris bapak, tapi setelah itu iklannya di tarik dan bapak sudah membawa sekertaris yang kami tau itu tanpa prosedur penerimaan karyawan. Maaf kalau saya lancang pak. tapi apa bapak yakin menjadikan Fira sebagai sekertaris bapak, yang kami lihat dia tidak cukup kompeten dalam hal itu " jelas Mita dengan sedikit takut
Arkana menaikkan salah satu alisnya, menatap mita dengan tidak suka dengan pernyataan yang menyudutkan Fira " kamu meragukan kredibilitas saya?? " tanya Arkana dengan tajam " jadi kamu berfikir saya salah mengambil keputusan? "
" ti...tidak pak, tidak sama sekali, kami hanya ingin tau saja, " elak Mita
" hanya ingin?? tapi secara tidak langsung itu yang kalian lakukan!! dan yahh saya lebih tau apa yang saya lakukan untuk perusahaan saya. dan saya tidak ada di posisi harus meminta persetujuan kalian kan?? "
" tentu saja tidak pak!!! "
" jadi apa yang harus saya jelaskan?? "
" saya hanya menyampaikan keluhan karyawan yang lain, karena melihat sekertaris bapak yang kami Fikir tidak bisa bekerja dengan benar " menyudutkan Fira
Arkana semakin geram " siapa kalian yang berhak menilai sekertaris saya. jangan lupa, wanita yang kamu katakan tidak bekerja dengan benar itu adalah sekertaris saya, dan otomatis dia Atasan kamu " jelas Arkana dengan rahang yang menegang menahan amarah
" saya minta Maaf pak, mungkin saya lancang, kalau begitu saya permisi " Mita memilih untuk mengakhiri ini, karena dia makin merasa bahwa Atasannya itu sudah dalam mode yang tidak baik.
__ADS_1
Mita beranjak dan segera meninggalkan bosnya. namun sebelum iya benar-benar meninggalkan ruangan itu, Arkana membuatnya menghentikan langkahnya
" Kamu kepala divisi pemasarankan?? " tanya Arkana dingin
Mita berbalik " iya pak "
" ini peringatan pertama dan terakhir dari saya, jangan coba-coba mendeskriminasi siapapun disini apa lagi itu sekertaris saya karena itu akan menjadi sesuatu yang tidak baik untuk masa depan kamu " Arkana dengan aura dinginnya.
Mita yang mendegar itu, menelan salivanya dengan susah payah, iya mengerti dengan peringatan yang Arkana lontarkan, itu sama saja dengan menghancurkan hidupnya tanpa ampun.
bukan hal yang sulit untuk seorang Arkana Fatih Abraham menghancurkan hidup dari seorang karyawan biasa sepertinya.
sebelum ia mendengar sesuatu yang lebih mengerikan lagi, Mita memutuskan untuk segera pergi dari bos besarnya itu, setelah mengatakan ' baik pak '
Arkana emosi mendengar pertanyaan tidak penting dari karyawaanya. sebenarnya ia tahu, apa yang di katakan karyawannya adalah benar, tapi bukan itu masalahnya, masalahnya adalah ia tidak suka jika ada yang merendahkan Fira, meskipun itu tidak secara langsung. namun iya sangat tidak suka itu,.. tapi kenapa!?!
****
setelah meredam emosinya yang sedikit mencuat tadi, Arkana kembali keruangannya. dan iya mengingat bahwa ini adalah jam makan siang, karena sebentar lagi ia ada janji temu dengan Dirga Wirajaya.
Arkana menekan tombol sambungan telfon kantornya.
" Billy, dimana Fira?? "
"......."
" Suruh dia keruangan saya "
gue ini kenapa, kenapa gue mikirin Fira terus, kenapa gue nggak suka dengar orang lain menghina dia. dan Mike,? kenapa harus Fira Mike,??. Arkana menghela nafas, ia bingung bahkan sangat bingung dengan perubahan perasaannya selama dekat dengan gadis itu.
Tok. tok. tok...
" Masuk!!! " Arkana memperbaiki posisi duduknya
" Apa bapak memanggil saya??? "
" Hmmm.. loe sibuk? "
" tidak pak " jawab Fira singkat
" hmm... loe udah makan? "
Fira mengernyit bingung, ada apa dengan sikap Arkana yang menjadi lembut begini " be.. belum pak, "
" kita ada janji temu dengan CEO jaya groupkan, dan kita punya masih punya waktu satu jam, jadi..... " menjeda ucapannya ragu " mau makan bersama?? " lanjut Arkana dengan sangat pelan.
Fira mengerjap beberapa kali, memastikan apa yang ia dengar, mau menjawab tapi takut salah denger.
tadi Arkana ngomong apa? ngajak aku makan? nggak.. nggak mungkin aku pasti salah denger,!!!
__ADS_1
" Maaf, tadi aku nggak denger pak, bapak ngajak aku makan?? "
menghela nafas " bukan, gue ngajak loe tidur.. " ucap Arkana spontan
Fira membulatkan matanya, sedangkan Arkana menangkupkan bibirnya, merutuki dirinya sendiri yang secara spontan mengatakan itu pada Fira.
pasti dia mikir gue cowo mesum.!! bodoh banget sih gue.
" Ma.. maksud gue, ya makanlah, emang loe fikir apa, " beranjak dari tempatnya " buruan!! loe mau kelaperan nungguin gue Meeting nanti " ia terus melangkah melewati Fira, kalau boleh jujur, saat ini ia betul-betul malu.
maksudnya apa coba, aku kan cuma nanya soalnya nggak kedengeran. kok malah marah. batin Fira.
****
" pesan aja!!! " Arkana menyodorkan buku menu
" Nggak usah pak, saya pesan jus jeruk saja, " tolak Fira.
Arkana meletakkan buku menu yang ia pegang " jadi loe nggak mau makan? atau loe nggak mau makan sama gue?? " Arkana sedikit kecewa, menganggap Fira tidak mau makan dengannya.
" Tidak.. tidak pak, saya hanya tidak lapar saja, bapak makan saja, " tolak Fira dengan halus
" kalau loe sakit gimana? " ucap Arkana tanpa sadar
Fira yang mendengar sedikit perhatian dari Arkana menjadi grogi dan membuatnya salah tingkah.
tadi itu apa? gue perhatian sama dia, hahhhh... menggelikkan!!!
" Ma... maksud gue, ntar kalau loe sakit, gue yang bakal kenal marah sama bokap/nyokap dikira nggak jagain loe, sekarang loe makan,!!! " Arkana mencoba berkilah padahal ia memang khawatir.
tak mampu menolak lagi. dengan sedikit malu, Musfira meraih buku menu yang tadi di letakkan Arkana di atas meja dan memesan beberapa makanan untuknya.
Arkana melihat setiap ekspresi yang di tampilkan Fira, hingga bibirnya melengkung membentuk senyuman. ia mulai merasa bahwa ia menyukai moment ini...
***
**auh.. auh.. bumbu cintanya udah nyantol tuh di hati Arkana, kalau sudah begini, masih mau lanjut nggk???
Tinggalkan jejak kalian ðŸ˜ðŸ˜ðŸ˜ðŸ˜**
.
.
.
.
.
__ADS_1
.