
04:33..haha yang benar saja.. emang dasar akunya yang suka banget nulis. pas bangun nggak kepikiran yang lain selain nulis..
ok guys lanjutt....!!!!
******
dengan geraka perlahan, Fira juga ikut turun dari mobil.
*wait!! siapa tuh!!
* loh.. loh.. kok ada cewe turun dari mobil pak Arkana
* bentar.. itu cewe kenapa bisa bareng pak Arkana
* patah hati jilid pertama nih gue!!! hiks..hiks*
segala macam respon yang keluar dari benak karyawan Abraham group melihat seorang wanita yang keluar dari mobil CEO mereka. mungkin akan ada yang mengumpat, iri bahkan secara sengaja memberikan tatapan tak sukanya.
Arkana perduli?? oh tidak!!! iya langsung melangkah dengan kaki panjangnya melewati mereka-mereka yang masih diam menatapnya, atau mungkin melihat Fira turun dari mobilnya.
banyak sapaan terlontar yang keluar dari mulut karyawannya, khususnya kaum wanita. namun bukan Arkana Namanya jika membalas sapaan mereka. hanya dengan sedikit anggukan kepala dan masih tetap setia dengan wajah dinginnya, Arkana jauh meninggalkan Fira yang masih mematung di tempatnya.
tak ingin semakin tertinggal jauh, Fira segera melesat menyusul Arkana, meskipun dengan langkah canggung ia dengan cepat menyusulnya.
dan disini lah mereka. berdiri berdua di dalam lift. lift yang di khususkan untuk para petinggi perusahaan. merasa bahwa mereka terlalu dekat, Fira mundur satu langkah untuk memberi sedikit jarak dari jangkauan Arkana.
lelaki itu menyadarinya. dengan ekor matanya dia melihat Fira melangkah mundur. untuk sejenak dia berfikir kenapa Fira menjauhinya, hingga banyangan tentang apa yang sudah di katakannya di mobil mengingatkannya atas sikap Fira yang satu ini.
" jaga jarak sama gue, 1 meter!!! "
" hah... penurut juga loe " gumam Arkana dengan sangat pelan.
Ting!!! suara lift berbunyi.
Arkana dengan tatapan datarnya berjalan keluar dari lift, dan menuju sebuah ruangan baru untuknya. Ruangan sang CEO, ruangan yang dulu di tempati oleh papi Hamis.
Billy melihat kedatangan atasannya itu, langsung berdiri dari tempat duduknya. mejanya yang berada di depan ruangan sang CEO, memang di khususkan untuk sekertaris, " selamat pagi pak!!! "
Arkana mengangguk tipis " oh ya kamu sudah menyiapkan semua yang sudah saya minta "
" sudah pak! " melirik ke gadis yang berdiri di belakang bosnya " pak.. dia ??? "
" Ahh... yaa... dia yang akan mendampingi kamu Bill, dia sekertaris saya yang baru. "
" oh baiklah pak!! "
jadi itu sebabnya dia nyuruh gue menyiapkan satu Meja disini. disamping gue lagi!!! batin Billy.
__ADS_1
Arkana memang menyuruh Billy untuk menyiapkan satu meja lagi untuk Fira. tepat di samping Billy, karena itu bisa mempermudah Fira untuk lebih memahami tugasnya sebagai Sekertarisnya, dengan bantuan Billy tentunya. jadi dia tidak perlu repot-repot harus mengajari Fira dan bertemu dengan gadis itu setiap saat.
ntah mengapa, Arkana berfikir untuk menjauh dari Fira, selain tentang sedikit rasa benci yang masih terpatri di hatinya, namun tak mampu iya pungkiri, ia juga berusaha menghendel perasaannya yang kadang tak mampu ia tebak.
namun seolah takdir tengah mempermainkannya, semakin Arkana Mencoba untuk menjauh, mereka selalu punya jalan untuk tetap dekat.
seperti apa yang terjadi sekarang dan mungkin seterusnya. bukan hanya di rumah, bahkan di kantorpun mereka di paksa untuk harus bertemu. ahh sial!!!
" Musfira!!! " ucap Arkana tanpa mebalikkan badannya " ini meja kamu sekarang, kamu bisa belajar dan bertanya apapun tugas kamu dari Billy, " menunjuk satu meja di samping Billy
" iya pak " jawab Fira singkat.
" Billy, kamu ikut keruangan saya " melangkah kembali menuju ruangannya.
tanpa menjawab, Billy mengikuti langkah Arkana.
Arkana duduk dengan apik di kursi kebesarannya. Aura yang ia bawa memang sangat kuat. Billy saja seorang laki-laki sempat memuji tampilan dan bentuk tubuh bosnya itu yang selalu terlihat perfect!!
kok ada yah orang yang tampilannya sesempurna itu. gue aja sebagai cowo iri.. hah. Billy
" Bil, saya bisa minta tolong sama kamu? "
" apa itu pak? "
" mulai sekarang kamu yang bertanggung jawab mengajari Fira bagaimana menjadi sekertaris. dia belum punya pengalaman apapun tentang perkantoran "
" karena dia adalah orang yang di rekomendasikan langsung oleh pak Hamis, jadi saya tidak dapat menolaknya. saya harap sampai disini kamu paham "
" baik pak.. kalau begitu saya permisi dulu "
Arkana mengangguk tipis, sambil sedang berfikir...
" Billy " panggil Arkana
" iya pak ada lagi??? " berbalik kembali
" jangan biarkan dia masuk keruangan saya tanpa izin dari saya!!! "
" baik pak. "
****
jam kantor telah selesai. seperti titah Hamis pada putra sulungnya itu, Fira juga harus pulang dengannya.
20 menit perjalanan, yang ada hanya hening tak ada yang berniat memulai untuk mengubah suasana canggung itu. Arkana dengan segala tingkat genggsinya, mana mungkin akan memulai pembicaraan. sedangkan Fira yang masih punya rasa takut pada Arkana juga enggang untuk membuka suara.
nggak bisa kaya gini terus, masa iya gue harus tiap hari sama dia!!! ini lagi jantung ngapain sih loe berdetak nggak karuan gitu.. sadar woy yang di samping loe ini Fira, orang yang bikin hidup loe jadi nggak beres belakangan ini... sialan!!!. Arkana
__ADS_1
aku ini kenapa?? kok jadi nervous gini sih!! tenang Fira.. tenang!! ini bentar lagi sampe rumah!! jangan kelihatan salting di depan dia. kamu bisa makin di benci sama dia kalau kamu bikin kesalahan.. oke ini cuman takut!!!.
Fira
waktu yang ada hanya mereka habiskan untuk bicara pada diri mereka sendiri. dengan pergulatan hati, dengan sibuk menguasai diri masing-masing agar tidak sampai terlihat salah tingkah.
hingga tanpa sadar, mobil yang membawa mereka telah sampai di depan gerbang utama. Tapi aneh Arkana tidak menghentikan mobilnya namun terus melajukan mobilnya dengan tatapan yang lurus kedepan.
Fira yang menyadari itu, menatap Arkana dengan bingung " Loh.. pak, rumahnya kelewatan!!! "
" Ha???? "
Arkana dengan cepat menginjak pedal Rem mobil secara mendadak. membuat ia dan Fira sedikit terjingkat ke depan dan terpanting lagi kebelakang " auuuhhh " keluh Fira
" loe.. loe nggak papa?? " tanpa sadar Arkana memperlihatkan sisi khawatirnya kepada gadis itu
menggelengkan kepala " aku nggak papa "
" syukur deh!! "
what??? Arkana, loe ngomong apa sihhh..!!! loe lagi-lagi ngehawatirin dia..!! hahhh... lucu sekali**... Arkana
" kamu lagi mikirin sesuatu? " ntah keberanian dari mana yang membuat Fira bertanya seperti itu.
" bukan urusan loe!! "
well... Arkana kembali lagi dengan sikap dinginnya. yaahhh mungkin itu adalah caranya menutupi ke gugupannya. dengan bersikap dingin dia lebih bisa untuk mengontrol perasaannya.
Emang kamu ngarepin apa Fira, lancang sekali bicara dengannya., dasar bodoh!!! Fira merutuki dirinya sendiri.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
__ADS_1