Tiga Cinta Di Hidupku

Tiga Cinta Di Hidupku
* kita.. TEMAN!!!!


__ADS_3

satu menit.. dua menit... Fhatan dan Fira masih sama-sama memilih diam


" Maafin kaka gue ya Fir.. " ujar Fhatan memulai percakapan mereka.


" ya..??? " Fira menyeringa bingung


" gue minta maaf atas sikap gue selama ini ke loe.. dan tolong maafin juga Arkana atas kekasarannya sama loe "


".........." Fira masih diam termangu mendengar apa yang di katakan Fhatan


" gue tau, abang gue udah keterlaluan sama loe. tapi kalau boleh jujur, Arka sebenarnya baikko' dia mulai berubah sejak........" Fhatan menggantung ucapannya, ada rasa sesak menyeruak di dadanya, tak sanggup mengeluarkan apa yang harus dia katakan. Fhatan menghela nafas, mengontrol diri " sejak kepergian Arlita " lanjutnya


Fhatan menelitkk ekpresi wajah Fira yang terlihat ke bingungan " bokap sama Nyokab gue belum cerita tentang Alita??? "


Fira menggelengkan " belum "


lagi-lagi Fhatan menghela nafas yang semakin terasa sesak " dia sodara kembar gue, satu-satunya anak perempuan di keluarga Abraham, dia..... ninggalin kita 10 tahun yang lalu"


" memangnya Arlita kemana? dan..dan kenapa dia ninggalin kalian " Fira dengan ekpresi polosnya.


itu tidak luput dari pandangan Fhatan. iya tersenyum pilu, namun senyumnya tidak berlangsung lama. Fhatan menyandarkan punggung, menyilangkan kedua lengannya ke dada dan menatap langit " dia sudah tenang di atas sana " raut wajah lelaki itu mulai terlihat menyedihkan.


Fira mulai mengerti maksud Fhatan, ia memasang wajah bersalah, karna menanyakan masalah yang sedikit sensitif


" Maaf.. "


Fhatan menggeleng " kenapa harus minta maaf.. loe kan nggak salah apa-apa, loe liat bunga yang berukiran love di sana? " sambil menunjuk ke rangkaian bungan dengan ukiran love yang tidak jauh dari mereka. " itu tempat di mana Arlita ninggalin kita untuk selamanya "


gadis itu lagi-lagi mengernyit bingung, fikiran polosnya membuatnya bertanya-tanya. bagaimana bisa bunga membunuh seseorang.


" dulu di situ ada kolam renang. dan.. dan.." susah payah Fhatan mengatakannya karena sekelebat kenangan masa lalu di mana saudara kembarnya di temukan mengapung dan sudah tak bernyawa. membuat air mata lelaki itu lolos tanpa permisi.


Fira yang menyadari kesedihan Fhata, dengan ragu ia mengangkat tangannya dan memegang pundak Fhatan sambil mengusapnya seolah dia tengah memberikan kekuatan pada laki-laki yang sedang rapuh di sampingnya ini.


Deg....


jantung Fhatan barpacu tak karuan. ntah perasaan apa yang di rasakan lelaki ink setelah di sentuh dengan lembut oleh gadis yang kemarin-kemarin ia benci.


"nyaman" gumam Fhatan dalam hati


" Sekarang aku ngerti dengan sikap kalian yang Nggak bisa nerima aku, dan aku nggak akan bisa maksa kalian untuk itu. jika aku ada di posisi kalian aku juga bakalan ngelakuin hal yang sama "


" aku mengerti rasanya kehilangan.... tapi kamu masih beruntung karena kamu masih bisa mengenang kepergian Arlita yang kamu tau wajahnya seperti apa " Fira menggigit bibir bawahnya.


" sedangkan aku... aku harus mengenang kepergian orang tua aku seperti apa. kadang aku bingung bagaimana aku mengenang mereka dan caranya seperti apa"

__ADS_1


" tidak ada kenangan yang aku ciptakan dengan mereka. bahkan wajah merekapun aku nggak tau " Fira lagi-lagi menangis tapi kali ini tangisannya seorang anak yang merindukan orang tuanya.


" maksud kamu?? mereka? orang tua kamu? " Fhatan berkerut.


" Yaaahhh mereka juga sudah tenang di atas sana " sambil menatap langit " 20 tahun yang lalu, mereka mengalami kecelakan dan mereka ninggalin aku saat itu juga, di saat umurku baru dua bulan "


" aku cukup beruntung, waktu itu aku tidak ikut, karena mereka menitipkanku di rumah paman. Tapi.... seandainya aku ikutpun aku tidak akan menyesal setidaknya aku pergi bersama mereka dan tidak harus susah-susah menjalani hidup sendiri di dunia ini "


Fhatan tertegun. rasa bersalah dan menyesal semakin menyeruak ke dalam hatinya. dia tidak menyangka bahwa gadis yang selama ini dia benci adalah gadis yang bernasib malam.


" Sekali lagi maafin gue.. gue benner-benner nggak tau " Fhatan semakin menyesalm


Fira tersenyum tulus " aku sudah memaafkan kalian "


Fhatan tanpa sadar menelitik senyum yang sedari tadi Fira tunjukan. " cantik " gumamnya. beberapa detik kemudian dia mengalihkan pandangannya. takut jika Fira menyadari itu.


" walaupun gue belum bisa sepenuhnya nerima lo jadi adik gue.. tapi kita bisa jadi temen kan??? " ucap fhatan yang mengulurkan tangan.


" Ha? "


" bisakan loe jadi temen gue "


gadis itu mengangguk, meraih tangan fhatan


" Kita Teman!!!! "


perasaan nyaman it hadir dengan kehadiran Fira. tanpa canggung dia mulai membuka diri dan bersikap lembut sekaligus nyeleneh di depan gadis itu


***


Semua sudah ada di bandara kecuali Fira, dia memilih untuk tidak ikut sebab dia tau, akan banyak pasang mata yang akan memperhatikan keluarga Abraham disana. tidak menutup kemungkinan kalau wartawan juga pasti akan ada disana.


Fira masih sangat ingat setiap jengkal perkataan Arka, berbagai peringatan dan juga umpatan masih membekas dengan jelas di ingatannya, meskipun dia mulai berteman dengan Fhata, tapi Fira masih sangat takut menghadapi Arka.


sebenarnya dia sangat ingin mengucapkan salam perpisahan kepada orang tua angkatnya, apa lagi Mami Raniahnya, ia benar-benar ingin memeluknya sebelum mereka meninggalkannya selama sebulan.


Fira memilih berbohong pada Raniah dengan beralasan bahwa dia harus berangkat kerja di awal pagi, agar Raniah tidak memaksanya untuk ikut.


" wooiiiiii.... bengong bae', kesambet setan baru tau rasa loe " Nana mengagetkan Fira


" ngagetin aja kamu Na'.. " Fira langsung terkejut dan memanyunkan bibirnya


" jiiiaaahhh. ngambek!! loe emang ada masalah apa sih? dari tadi gue perhatiin ngelamun mulu "


" Nggak papa.. aku cuma lagu kangen sama bunda anisa " Fira berbohong

__ADS_1


" bunda Anisa yang ibu panti kan?? " Nana mengingat-ingat orang yang pernah di kenalkan Fira lewat fhoto diponselnya.


Fira mengangguk.,, Nana mengangkat sebelah alisnya " Loh.. emangnya loe sekarang tinggal dimana. nggak dipanti lagi..? "


Bodoohhh!!!!


Fira merutuk, mencari alasan tapi malah membuatnya membongkar rahasia yang ia simpan rapat-rapat.


" itu.. itu... aku " Fira gelagapan, bingung harus menjawab apa. hingga suara pak dhani seakan jadi penolong untuknya.


" kalian ini ngobrol terussss!!!! kapan kerjanya "


" iyah pak, Maaf!!! " Fira beranjak pergi meninggalkan Nana yang masih terlihat bingung


menghela nafas lega, makasih pak dhani....


****


Arkana mengendarai mobilnya menuju kantor. , setelah mengantar orang tuanya ke bandara. Abimanyu dan juga Fhatan melakukan hal yang sama, bedanya Abimanyj berangkat ke kampusnya dan Fhatan ke lokasi syutingnya.


Arka memarkirkan mobilnya di depan gedung besar milik keluarganya yang bertuliskan " ABRAHAM GROUP ", Lelaki itu melangkahkan kakinya masuk ke dalam gedung perusahaannya. panggilan dari salah satu pegawai reseptionis menghentikan langkahnya.


" Pak.. permisi "


" ada apa??? " Arka menoleh


" ada wanita yang ingin menemui bapak, sekarang dia ada di ruangan tunggu " ucap reseptionis dengan hati-hati


Arkana mengernyitkan keningnya. " siapa??? "


" Maaf pak saya tidak tau.. saya sudah mengatakan kalau bapak belum datang tapi dia memaksa untuk tetap menunggu ,"


Arka mengangguk " kamu kembali bekerja. biar saya temui dia ".


Arkana beranjak menuju ruang tunggu untuk menemui wanita yang di maksud oleh pegawainya. sebenarnya bagi arkana ini tidak terlalu penting, tapi mengingat wanita itu bersedia menunggunya, jadi Arkana fikir mungkin ada sesuatu hal.


ia membuka pintu ruang tunggu, matanya langsung bersirobok dengan wanita yang tengah duduk di kursi ruang tunggu


menyadari kedatangan Arkana. sontak membuat wanita itu menyeringai senang dan segera beranjak dari tempat duduknya menghampiri Arkana


" Haiiii Arkana. udah lama yah kita Nggak ketemu " ucap wanita itu dengan senyum menggoda


****


**aduhhh.. siapa tuh cewenya!!

__ADS_1


Tinggalkam jejak kalian 😭😭😭**


__ADS_2