
happy reading...
***
Semua yang pergi mungkin suatu saat nanti akan kembali tapi dalam bentuk yang lain. Tuhan tidak akan mengambil sesuatu kecuali menggantinya dengan yang lebih baik. Percayalah pada rencana-Nya.
Jasad Musfira sudah di kebumikan, yang ada hanya ada gundukan tanah coklat yang masih basah dengan taburan bungan di atasnya. Batu nisan yang terpasang sempurna sebagai tanda bahwa sang pemilik nama sudah kembali kepada pencipta.
" gue turut berduka. loe pasti kuat ka, gue yakin. " Mike memberikan semangat pada lelaki yang masih menatap kosong gundukan tanah itu.
" kita sayang sama Fira ka, tapi Tuhan lebih sayang dia. gue yakin Fira udah bahagia di pangkuan Tuhan " Leo juga melakukan hal yang sama dengan mengusap pelan pundak lelaki itu.
Raniah dan Hamis sudah kembali 20 menit yang lalu, karena Raniah jatuh pingsan saat jasad sang anak angkat benar-benar sudah hilang di matanya.
Abimanyu dan Fhatan juga masih duduk disisi makam Musfira. tatapan yang tidak jauh beda dengan Arkana, menatap kosong batu nisan itu. Musfiranya benar-benar telah pergi.
Arkana sudah tidak bisa mengeluarkan Air mata yang sejak kemarin terus terjatuh tak berkompromi. Bukannya itu membuat lelaki ini membaik tetapi yang ada semakin sesak dengan nafas yang tercekak di tenggorokan.
Musfira yuniar. gadis polos dengan sejuta keluguan dan kesabarannya sudah pergi dengan kenangan yang masih tercetak kuat di memory ingatannya.
" kita pulang! "
Arkana bangkit dari duduknya dengan celana kain hitam yang terlihat kotor bekas sentuhan lumpur tanah, sedari tadi lelaki itu hanya duduk di samping makam Fira.
kacamata hitam yang bertengger di hidung mancungnya mampu menyembunyikan mata sembab Arkana, meskipun semua orang tau bagaimana hancurnya lelaki itu.
dengan tatapan datar dan juga dingin, Arkana tetap melangkah tanpa mengindahkan panggilan dari Abimanyu yang terus mengejarnya. ia tidak ingin berbalik lagi dan melihat ke makam itu. ia tidak cukup kuat untuk itu.
" Brensek! "
satu bogeman mentah sudah mendarat di pipi kirinya. Ya itu dari Abimanyu, sudah kemarin ia menahan diri untuk tidak meluapkan amarahnya. sekarang, tidak lagi.
" GUE MUAK SAMA LOE! " teriaknya dengan lantang.
suara Abimanyu benar-benar menggelegar di sana, karena di pemakaman hanya ada ke lima orang itu.
" SEKARANG PUAS! UDAH PUAS LOE, SELAMAT LOE UDAH JADI COWO BRENSEK. LOE UDAH BIKIN GADIS TIDAK BERDOSA ITU PERGI "
Abimanyu meluapkan semua amarahnya saat ini, ia tidak hanya kehilangan sosok adik tetapi juga wanita yang dicintainya dan itu semuanya karena lelaki yang baru saja dia beri hadiah pukulan.
Arkana masih dengan tatapan kosongnya, seolah pukulan itu tidak berarti apa-apa untuknya. kenyataannya memang seperti itu karena rasa sakit dan sesak di dadanya lebih mendominasi tubuhnya saat ini.
Arkana bangkit dari duduknya di bantu Mike tetapi dengan cepat juga Arkana menepis tangan Mike dari lengannya " jangan sentuh gue "
" Arka_ "
" DIAM! jangan bertingkah seolah loe perduli sama gue Mike " katanya dengan menunjuk Mike
" Loe__ "
" Benci gue Mike! loe berhak, semuanya berhak benci gue!!!!. " ucap Arkana dengan desakan nafas yang memburu. " benci gue sepuas yang loe bisa. gue gak akan keberatan "
" ka, loe jangan kaya gini. " Leo berjalan mendekati Arkana namun lelaki itu menahannya dengan satu telapak tangan Arkana yang sudah ada di hadapan Leo " berhenti! "
" KA__ "
" CUKUP YO'!!! " matanya kini beralih ke Abimanyu " loe pengen mukul gue? AYO PUKUL GUE SEPUAS YANG LOE MAU, ATAU KALAU BISA BUNUH GUE SEKARANG BIM, AYO!! " Arkana menepuk keras pipinya.
" BANG_ "
" LOE TETAP DI TEMPAT LOE FHATAN! " ucap Arkana tegas tanpa tanpa mengalihkan pandangannya dari Abimanyu yang sudah memandanganya sengit.
__ADS_1
" kita bisa bicarain ini baik-baik bang! dengan loe berdua kaya gini gak akan buat Fira kembali. please! hentikan kegilaan kalian berdua, karena gue yakin Fira juga gak akan suka dengan yang kalian lakuin sekarang " Fhatan menengahi pertengkaran kedua kakaknya itu.
Arkana menggeleng keras " gak akan! kalau memang Abimanyu mau mukul gue silahkan, gue malah berharap gue mati dan segera nyusul Fira. gue capek Fhatan. gue bener-bener capek, sekali lagi gue kehilangan orang yang gue cintai. "
Abimanyu tersadar dari apa yang dia lakukan, melihat kehancuran Arkana sekarang membuat sebagian hatinya meringis. ia sadar yang paling hancur saat ini adalah kakak sulungnya itu.
kepergian Arlita, perselingkuhan Natasya, dan sekarang meninggalnya Musfira. Abimanyu memejamkan matanya mengatur deru nafas dan juga emosi yang sedari tadi tidak mampu ia kontrol.
Arka bertumpu di tanah dengan kedua lutut yang sudah menekuk, sedangkan wajahnya sudah menunduk, menyembunyikan air mata yang siap untuk mengalir kembali.
" Bunuh gue Bim, gue pengen mati sekarang. gue pengen nyusul Fira. kalau Tuhan gak ngizinin gue buat bahagia di dunia ini sama Fira, mungkin aja Tuhan berbaik hati untuk bikin gue sama Fira bahagia disana "
" Bang. " panggil Abimanyu dengan nada bergetar, " gue minta maaf. Maaf bang! "
Abimanyu memeluk kakak sulungnya itu dengan erat. menyesal? tentu saja, karena secara tidak langsung Abimanyu sudah bertindak dengan egois tanpa memikirkan bagaimana hancurnya hati seorang Arkana yang tentu berkali-kali lipat darinya.
***
Tiga bulan berlalu, setelah kejadian di pemakaman itu, semuanya kembali seperti semula, kecuali untuk Arkana.
sudah tiga bulan ia lalui dengan hanya tatapan datar dan semakin dingin, bagai manusia es yang tidak mudah di cairkan, setiap harinya lelaki itu hanya bekerja tanpa kenal waktu, tidak berbicara dengan ramah kecuali dengan orang tuanya.
para karyawan dari Abraham group saja selalu menghela nafas lelah mmenghadapi keadaan bos mereka yang semakin dingin dan tak berperasaan
kadang hanya untuk masalah kecil saja ada yang sampai harus di pecat tanpa pesangon. benar-benar kepergian Fira 3 bulan lalu mampu melahirkan seorang Arkana yang lebih tak berperasaan.
waktu yang lelaki itu punya hanya ia habiskan di dalam ruangan kantornya, dan pulang saat sudah menjelang dini hari.
Raniah dan Hamis sering sekali mengingatkan anak sulungnya itu untuk tidak menyiksa dirinya sendiri. tapi jawabannya satu dan tak terbantahkan.
" biarkan semua orang membenci Arkana, anggap saja itu hukuman dari Tuhan "
Abimanyu sudah kembali seminggu setelah pemakaman Fira untuk melanjutkan kuliahnya yang ia tinggalkan.
" Bil, kita mampir ke supermarket sebentar "
" baik pak "
Mobil mewah milik Arkana sudah terparkir apik di depan supermarket. CEO Abraham group itu, turun tanpa mengubah ekspresi wajahnya yang benar-benar dingin. tidak mengindahkan tatapan-tatapan haus dari wanita yang secara terang-terangan menatapnya lapar.
sampai saat ini, nama. Musfira Yuniar masih tersimpan rapih dalam hatinya. ia tidak akan menggantikannya dengan nama lainnya lagi. yah setidak nya itu lah yang di fikirkan seorang Arkana, namun tidak dengan kehendak Tuhan.
ini lah kebiasaan Arkana sejak tiga bulan lalu, setiap minggu ia akan mampir di supermarket untum membeli coklat kesukaan Fira dan meletakkannya di kamar gadis itu.
setelah selesai membayar, Arkana dengan cepat berjalan keluar dari dalam supermarket karena mulai jengah dengan tatapan wanita-wanita padanya.
bug..
" Sory gue gak sengaja " Arkana menunduk meraih coklat yang tidak sengaja ia jatuhkan karena menabrak seseorang.
" Makanya, kalau punya mata itu di pake " Wanita yang di tabrak Arkana itu mengumpat sambil memunguti belajaannya yang sudah tercecer.
" gue udah bilang gue gak se... " Arkana menggantung ucapannya.
Lelaki itu menelan salivanya cepat, beberapa kali mengerjabkan matanya. berusaha menyadarkan dirinya bahwa saat ini ia tidak sedang bermimpi. ini nyata, wanita yang sudah membuatnya bertekuk lutut ada di depannya sekarang.
" Mas, loe besok-besok kalo jalan itu hati-hati, untung aja gak ada yang rusak, coba aja kalo belanjaan gue ada yang rusak. Fix gue bakal nyuruh loe ganti rugi " Wanita itu masih memperbaiki letak belanjaannya sambil menggerutu tidak jelas.
bukannya menjawab, Arkana masih menelisik wajah gadis itu. itu benar-benar wajah gadisnya. tapi, kenapa sekarang ada tanda kecil di dagunya, dan kuliatnya terlihat sedikit lebih gelap dari gadisnya.
" Yee.. dari tadi gue ngomong loe gak ada respon sama sekali. Aneh loe! " Wanita itu berniat meninggalkan Arkana tetapi dengan cepat di cekal oleh lelaki itu.
__ADS_1
" Fir__ " panggilnya dengan suara yang di pastikan sudah bergetar di barengi dengan syok.
" Far-Fir Far-Fir, " wanita itu menepis tangan Arkana di lengannya " gak sopan banget sih, loe udah nabrak gue, bukannya minta maaf malah nyentuh gue "
" ka.. kamu.. kamu gak ingat aku yank? " Mata Arkana mulai berair. jika ini memang mimpi tolong jangan bangunka dia. terlalu indah.
" iiss.. apaan sih loe " Wanita itu kembali menepis tangan Arkana di lengannya " Gue Vanya buka Fir-Fir loe itu "
Vanya menyipitkan matanya " Loe mau modus yah sama gue? "
wanita itu memperhatikan penampilan Arkana dari bawah sampe atas. ia tidak memungkiri jika lelaki yang ada di depannya ini memang cukup tampan. Ah Ralat! sangat Tampan.
dinilai dari pemampilannya juga dia pasti orang kaya. Vanya menggelengkan kepalanya, memangnya kenapa kalau dia tampan dan kaya, dia sudah bertindak kurang ajar.
" Kamu bener gak ingat aku Fir, aku Arkana " Arkana mengguncang tubuh Vanya dengan keras. ada apa ini? Firanya hidup kembali? bagaimana mungkin, dan sikapnya sekarang sangat berbeda jauh dari cintanya itu. tapi wajah ini? wajah Firanya!
" Mas, tolong yah yang sopan " dengan langkah cepat Vanya berlari meninggalkan Arkana yang masih dengan sekuat tenaga memanggil dan mengejarnya.
" FIRAA JANGAN TINGGALIN AKU LAGI SAYANG!! "
****
**Dan inilah akhir dari part TCH ini. maaf kemarin aku bilang masih ada dua part lagi, tapi malah satu part dan ending.
sebenarnya bukan ending juga sih. aku lagi mikir buat ngukir kisah Arkana yang baru sampai benar-benar mendapatkan cinta sejatinya. kenapa? Arkana anak kesayangan aku 😜
aku sengaja gak melanjutkannya itu di part TCH ini, kan takutnya kalian pada bosen kalao partnya kepanjangan.
btw, sebenarnya ada rahasia yang tidak terungkap disini, bahkan Fira saja tidak tahu. kalian pernah berfikir gak sih, kok. keluarga kandung Fira gak pernah muncul.
itu karena aku siapin di season keduanya. ceilleehh aku pake ngomong season segala kaya sinetron aja. hihiks...
saran aku jangan hapus cerita TCH ini dari favorit kalian karena aku bakal infoin kelanjutannya disini tapi dalam judul berbeda tentunya.
fix, aku mau ngucapin makasih yang tak terhingga buat yang sudah mendukung cerita ini dari awal. sumpah yah cerita ini gak ada apa-apanya tanpa kalian. 😘
kalian bisa juga mampir di cerita aku yang lain, caranya gampang banget kalian tekan profil aku aja, kalian bisa dapat karya aku yang lain yang pastinya juga gak kalah seru.
see you next part..😅
aku lupa kan cerita ini udah tamat jadi gak mungkin ada part keluarga Abraham ini lagi.
i love you semua.. 😍**
.
.
.
.
.
.
.
.
.
__ADS_1
.