
waktu sudah menunjukan pukul 10 malam. semenjak perdebatan yang terjadi di rumahnya. Arkana memilih untuk menghilangkan amarahnya dengan menengguk Wine kegemarannya.
Arkana sedang berada di Black world. Bar yang sangat bergengsi di kota X. hanya orang-orang yang berkantong tebal yang mampu masuk ke dalam tempat ini, Bar ini adalah milik Leo, sahabat Arkana.
dentuman musik DJ menggema di telinga Arka. dia berada di dalam ruang VVIP. tempat yang biasa mereka gunakan jika sedang berkumpul
" loe kenapa bray..?? tumben amat datang kesini " tanya leo, yang memang merasa heran dengan kedatangan arkana malam ini secara tiba-tiba. pasalnya sudah hampir sebulan Arkana tidak menginjakkan kakinya di bar miliknya.
" gue lagi bete sama bokap nyokap gue "
" kenapa emang..??? "
" mereka mau menggantikan posisi arlita dengan membawa gadis sialan itu " jawab Arkana dengan nafas yang naik turun. " brengseekk!!! nggak akan ada yang bisa menggantikan arlita di hidup gue. nggak akan ada!!!!! apa lagi gadis sialan itu " umpat Arkana.
Leo membiarkan Arkana dengan apa yang dia inginkan saat ini. dia sangat memahami bagamana artinya arlita untuk Arkana. Adik yang sudah 10 tahun meninggalkannya.
Arkana menatap gelas Wine yang tengah ia genggam. Fikirannya kembali teringat dengan kejadian 10 tahun yang lalu.
sedikit tentang arlita....
Arlita adalah anak bungsu dari keluarga Abraham. dia saudara kembar dari fhatan yang kelahirannya selang beberapa menit setelah fhatan. dia satu-satunya adik perempuan Arkana yang sangat Arka sayangi. 10 tahun yang lalu kejadian yang tidak terduga terjadi. Arlita yang baru ber umur 10 tahun tewas tenggelam di kolam renang yang memiliki kedalaman yang cukup dalam, di tambah arlita yang tidak bisa berenang. kolam renang keluarga abraham yang sekarang telah dirombak menjadi taman belakang rumah. mereka menghilangkan kolam itu dan mengubahnya menjadi taman karena mereka tidak ingin terus-terusan larut dan mengingat kejadian dimana putri satu-satunya dari keluarga Abraham tewas karena tenggelam di kolam itu.
dan kepergian Raniah dan Hamis yang malam itu untuk menemui seseorang, adalah untuk pergi ke pemakaman Arlita, hingga akhirnya menghantarkannya bertemu dengan Musfira.
***
" gue ngerti sama apa yang loe rasa'in sekarang, tapi dengan cara loe yang pergi dari rumah kaya gini dan nggak mau denger penjelasan bokap nyokap loe tentang keputusannya. sumpah lo itu childish tau nggak!!! " Leo berpendapat.
__ADS_1
sebelumnya Arkana menceritakan semuanya ke Leo. tentang gadis yang akan di angkat menjadi adiknya. tentang perdebatannya dengan ke dua orang tuanya dan kenapa dia berakhir di bar miliknya sekarang.
" childish loe bilang??? lo nggak ngerti sama apa yang gue rasaain. gue nggak akan bisa nerima gadis yang nggak gue tau asal-usulnya itu di keluarga gue. apa lagi jadi adik gue " Arkana dengan tegas
menghela nafasnya " serah loe deh.... " Leo menyerah, ia membiarkan sahabatnya itu dengan asumsinya saat ini. " percuma ngomong sama orang yang lagi stengah sadar kaya loe.. " Leo beranjak dari sisi Arkana, meninggalkan lelaki itu yang tengah mabuk.
***
Sinar matahari menampakkan dirinya. cahayanya menembus dinding kaca menyusup menyentuh kulit arkana, membuatnya lelaki itu terbangun dari tidurnya.
matanya setengah terbuka karena belum mampu sepenuhnya menerima cahaya yang mencoba menyentuh kornea matanya. hingga suara seseorang membuatnya mengalihkan pandangannya dari jendela ke arah pintu kamar.
" loe udah bangun. ????!!!" ucap leo yang masuk kedalam kamar sambil membawa nampan berisi segelas susu. " semalam loe mabuk banget. sampe ngk sadarin diri. makanya gue bawa lo kesini " lanjut leo yang paham akan ekspresi bingung Arkana, " nih.. susu buat lo,..supaya hangover loe sedikit berkurang " sambil memberikan segelas susu yang baru saja dia bawa.
Arkana meraih gelas yang diberikan Leo " thanks " hanya itu yang di ucapkan Arka.
" selama gue jadi sahabat loe, untuk pertama kali gue liat lo hancur kaya gini karena kedatangan seorang gadis. hmmmm menarik " Leo menyeringai.
Arkana meraih bantal yang ada disebelahnya dan melemparkannya ke Leo " Bacot lo..!!! gue kaya gini karena gue nggak akan bisa nerima gadis itu dan gue juga nggak bisa ngerubah keputusan orang tua gue, sialan !! "
"ya. ya. ya. terserah lo aja deh " sambil beranjak dari tempatnya " gue mau keluar, ada urusan. dan sekarang lo harus pulang, nggak mungkin kan lo seharian disini ngabisin makanan gue," Leo terkekeh " jangan sampai salah satu cewe gue datang kesini dan ngaggap gue Homo, karena liat loe tidur di atas ranjang gue " kembali tertawa.
" sialan.. loe ngusir gue??? " pekik Arka
" anggap aja kaya gitu.." Leo menyeringai jahil,
" wah..wah.. wah... loe beneran udah bosan hidup.." ancan Arka
__ADS_1
" uuhhhh takut.. " Leo memasang wajah mengejeknya.
****
pukul 10:11.
pagi menjelang siang. Arkana memutuskan untuk kembali ke rumah setelah semalaman dia tidak pulang. dia menyeret langkahnya masuk kedalam rumah, menaiki anak tangga satu persatu untuk menuju kamarnya dilantai dua.
para pelayan yang melihat tuan mudanya itu berjalan tertatih hanya melihat sekilas lalu kembali melakukan tugas mereka. tidak ingin ikut campur dengan apa yang terjadi dengan majikannya itu, meskipun mereka tau masalah yang sebenarnya. tapi Diam adalah pilihan yang paling bijak untuk mereka.
Arkana terus menyeret langkahnya, hingga tiba di depan pintu kamar yang ber cat putih berpernis gold. membuka pintu lalu memilih merebahkan tubuhnya di atas ranjang.
"arlita.. arlita.. arlita.. kakak merindukanmu"
kalimat itu yang terus berputar dalam otak dan hati arkana, hingga sekelebat bayangan tentang gadis yang datang di tengah-tengah mereka semalam muncul dalam ingatannya.
rahang arkana seketika kembali menegang, sorot matanya memancarkan kebencian yang dalam. tanpa berfikir lagi Arkana beranjak dari tempat tidurnya membuka laci nakas dan meraih sesuatu, melangkahkan kakinya keluar dari kamar menuju salah satu ruangan yang tidak jauh dari dari kamarnya.
Arkana membuka pintu, yang ternyata adalah kamar fira. mengedarkan pandangannya mencari gadis itu. Fira yang tidak menyadari kedatangan arkana masih tampak sibuk dengan benda pipihnya. hingga tarikan kasar di lengannya membuatnya terkejut, " gue mau ngomong sama loe!!! " Arkana menarik Fira untuk duduk di kursi yang ada di sudut kamar yang di tengahnya terdapat meja.
merogoh buku kecil persegi panjang yang ada di dalam saku celananya, ia masih menatap Fira lekat, yang terlihat masih syok dengan perlakuan kasar darinya.
Arkana meletakkan kertas kecil itu di hadapan fira yang tidak lain adalah selembar cek kosong " sekarang loe tulis berapapun yang loe mau!!! setelah itu loe pergi dari sini " Arkana merendahkan.
***
**Tega benner babang Arkana sama Fira, Hati-hati loh!!! author bikin kamu jatuh cinta sama Fira baru nyahooo'... kessel aku tuuhhh.. 😬
__ADS_1
Tinggalkan jejak kalian ðŸ˜ðŸ˜ðŸ˜ðŸ˜**