Tiga Cinta Di Hidupku

Tiga Cinta Di Hidupku
* Sekertaris Arkana


__ADS_3

" Sial... gue ini kenapa sih?? kenapa tuh cewe selalu ganggu fikiran gue, masa karena cuman rasa bersalah bikin gue sampai kaya gini.. " umpat Arkana sambil menutup laptopnya dengan kasar.


guratan frustasi di wajahnya terlihat jelas, seharian ini pekerjaan tidak dapat dia selesaikan seperti biasa, kilasan bayangan tentang Musfira terus terbayang mengobrak-abrik fikirannya, kebersamaannya yang terbilang singkat namun sangat membekas untuknya,


kepolosan gadis itu mampu membuat seorang Arkana Fatih Abraham menjadi tak menentu.


Arkana beranjak dari kursi kebesarannya, melonggarkan dasi yang berwarna biru navy itu dari lehernya. membuka jas kerjanya dan yang terlihat hanya kemeja putih bersih yang melekat sempurna di badannya. membuka sudut kancing di lengan kanan dan kirinya, menggulung hingga siku.


menyandarkan punggungnya pada sofa yang ada dalam ruangannya, mengusap wajahnya dengan Frustasi,menatap langit-langit. percuma baginya saat ini untuk bekerja karena fikirannya sedang terbagi. hingga getaran ponsel yang ada di saku celananya mengalihkan perhatiannya


" Halo Mam "


" sayang.. kamu makan malam di rumah aja yah, Mami udah masak banyak, kamu cepet pulang,,, "


" kenapa emangnya Mam "


" kamu ihh.. masa buat makan malam bersama harus pake alasan. pokoknya Mami nggak terima penolakan "


" tapi Mam........."


Tut.. tut.. tut.....


Mami raniah mengakhiri telfonnya, Arkana menghembus kesal, niatnya ia memang ingin lembur malam ini. mengingat semua pekerjaan yang tertunda seharian ini karena memikirkan Fira, dia juga berfikir bagaimana untuknya agar ia tidak bertemu dengan gadis itu dan membuat dirinya sendiri menjadi salah tingkah. pertanyaannya..emang bisa?? mereka saja tinggal se atap.. semakin frustasi yang Arkana rasakan.


melirik jam mewah yang melingkar dengan pas di lengannya menunjukkan jam 6 sore, tanpa fikir panjang, Arkana beranjak dari tempatnya, dan segera melajukan mobilnya menuju pulang.


beberapa saat kemudian..


semua orang telah berkumpul di ruang makan, termasuk Fira. mereka menikmati makan mereka dengan khidmat. tak ada suara percakapan yang keluar dari mulut mereka masing-masing. hingga selesai Mami rania tidak mengizinkan siapapun untuk pergi meninggalkan meja makan.


" ini sebenarnya ada apa sih mih??? " Arkana memulai untuk bicara


" iya mih, Mami nyuruh kita buat makan malam di rumah, nggak biasanya " lanjut Fhatan. sedangkan Abimanyu hanya menatap kedua orang tuanya secara bergantian. " Mami mau ngomong sesuatu??? " imbuh Abimanyu


" tepat sekali Bim, Mami emang mau ngomong sesuatu, terutama untuk kamu Arkana, anggap saja ini sebuah permohonan, ahh tidak.. tidak.. anggap ini perintah!!! "


mengernyitkan keningnya " perintah?? emang ada apa?? "


" Fira.. " Papi hamis mengalihkan pandangannya ke gadis cantik itu


" ii.. iya pih "

__ADS_1


" kamu nggak usah kerja lagi yah!!! "


" kenapa?? "


" karena mulai sekarang kamu akan bekerja di perusahaan Papi ".


Fira membulatkan matanya, tertegun dengan pernyataan ayah angkatnya itu. Abimanyu dan Fhatan pun bereaksi yang sama, kaget dan heran tak percaya.


Namun Arkana, mungkin dia juga terkejut namun sebisa mungkin dia menguasai dirinya agar terlihat tak berlebihan.


" ta... tapi, kenapa Fira harus kerja di perusahaan Papi, Fira kan___"


" Arkana yang akan membimbing kamu, karena kamu akan menjadi sekertarisnya " lanjut Mami raniah


"uhuuk... uhuk... " tak mampu lagi menyembunyikan keterkejutannya " ini apa-apaan sih Mami, Papi. ini nggak lucu tau nggak "


" aku sih, nggak masalah kalau Fira berhenti dari pekerjaannya yang sekarang, karena itu emang pekerjaan yang lumayan berat buat kamu Fir, dan aku setuju kalau kamu kerja di perusahaan, " Abimanyu memberikan komentarnya.


" tapi kenapa harus jadi sekertaris Arkana pih?? " Fhatan mulai protes


" Loh.. kenapa emang, baguskan kalau dia jadi sekertaris, banyak ilmu yang bisa dia dapat. " Abimanyu


" gue nggak masalah sama jabatannya, yang gue permasalahin itu kenapa harus sama Arkana, Papi sama Mami kan tau gimana Arkana sama Fira "


" emang kenyataannya kaya gitukan bang, bisa-bisa setelah jadi sekertaris loe, loe bakalan telan Fira hidup-hidup.. nggak... nggak... nggak... pokonya Fhatan nggak setuju "


" Memang siapa yang minta persetujuan kamu Fhata,??? " Mami raniah


" Mami~.." rengek Fhatan


" keputusan Papi sama Mami sudah bulat, mulai minggu depan Fira akan bekerja di perusahaan " putus Mami raniah, beranjak dari kursi makannya di ikuti oleh papi Hamis. meninggalkan ke empat anaknya dengan ketertegungan mereka masing-masing


Fira yang sedari tadi terlihat tak berekspresi mengalihkan pandangannya ke Arkana yang ternyata juga menatapnya dengan raut wajah yang tak terbaca, beberapa detik saling bertatapan. kali ini Arkana yang memutus kontak mata itu, ia segera beranjak dari tempatnya sebelum dirinya benar-benar hilang kendali menjadi salah tingkah.


" bang!! gue peringatin sama loe, jangan loe sakitin Fira, apa lagi setelah jadi sekertaris loe karena gue dan Abimanyu nggak akan tinggal diam kalau sampai Fira terluka lagi karena loe "


" Ho.. ho.. ho.. sekarang kalian berdua udah berani yah sama gue!!! dan apa loe bilang, nggak bakal tinggal diam " seringai miring terlihat di wajah Arkana " emang apa yang bakal loe lakuin?? hmm?? " jelas Arkana menantang


" intinya gue nggak bakalan tinggal diam kalau loe sampe nyakitin dia lagi " ultimatum Fhatan.


tawa kecil sedikit terdengar dari Arkana " emang siapa yang bakalan nyakitin dia?? "

__ADS_1


" kayanya loe lupa, apa yang loe lakuin sampai buat dia terbaring seminggu, mau gue ingetin??? hah??? " kini Abimanyu


" cukup!!!! stop kak.. aku mohon jangan kaya gini, dan aku mohon jangan bahas kejadian itu lagi, aku nggak mau kalau sampe papi dan mami dengar, itu akan jadi masalah besar terutama untuk Arkana, " Fira menggenggam tangan Fhatan, dan itu tak luput dari Abimanyu dan juga Arkana.


Arkana hanya menatap sekilas genggaman tangan itu dan Abimanyu, langsung menepis dan memisahkan kedua tangan yang sedang bertautan itu


" Nggak harus pegang-pegang juga kan bisa Fir " protes Abimanyu


" hmmm.. Maaf.. maaf.. aku cuma lagi nenangin kak Fhatan, "


" kenapa harus minta maaf " Fhatan meraih tangan Fira untuk ia genggam kembali


" yaa... eh.. " Fira mulai kebingungan


" Apaan sih.. lepas nggak!!!! " bentak Abimanyu dan sontak saja Fira langsung menarik tangannya


" Cihhh.. drama!!! " umpat Arkana, memilih untuk pergi dan mengabaikan pertengkaran kecil ke dua adiknya.


sedangkan Fira, terus menatap punggung Arkana yang benar-benar hilang dari pandangannya. " kak.. aku balik ke kamar yah!! "


" bentar Fir, " Abimanyu menghentikan Fira


" yaaa???? "


" gimana menurut loe, loe mau kerja di perusahaan??? "


seutas senyum itu menghias di bibir Musfira " apapun keputusan Papi sama Mami, aku bakalan ikut, karena aku tau. itu adalah yang terbaik " melangkahkan kakinya meninggalkan ke dua lelaki itu.


" So? sekarang gimana? " ujar Fhatan


" gimana apanya?? " Abimanyu tak mengerti


" loe bakal biarin Fira, deket-deket sama Arkana,? gila... "


Menghela nafas " trus kita harus ngapain,? nentang keinginan Mami sama Papi, kaya loe nggak tau aja, orang tua kita itu kaya gimana. gue sih setuju aja,, gue emang nggak suka liat Fira kerja di restoran itu, bukan masalah pekerjaannya,"


" Lalu??? " sarkas Fhatan


" gue nggak suka aja, disana pasti banyak pengunjung dan bakalan banyak yang ngeliatin Fira, apa lagi cowo.. nggak rela gue!!! "


" jadi menurut loe, kalau di kantor Fira bakalan aman... "

__ADS_1


" pintar adik gue.. setidaknya disana ada Papi yang bakal jagain Fira, lagian ni yah.. nggak sembarang orang yang bisa masuk ke dalam perusahaan kita, jadi itu lebih baikkan? " jelas Abimanyu


Fhatan hanya mangguk-mangguk. membenarkan penjelasan Abimanyu.. benner juga sih..


__ADS_2