
Happy reading...
****
Arka menatap Selly dengan tatapan tidak suka, yaah wanita itu adalah Selly, wanita yang pernah Mike kenalkan pada saat mereka bertiga berada di bar milik Leo.
" Mau ngapain loe kesini??? " tanya Arkana malas
" yaah mau ketemu kamu lah " jawab Selly santai
" untuk apa? gue rasa gue nggak punya urusan apapun sama loe "
" kamu emang nggak punya urusan sama aku. tapi aku yang punya urusan sama kamu " Selly dengan mengedipkan satu matanya berusaha menggoda Arkana
Arkana mulai melihat Selly dengan tatapan jijik
" katakan!!!! gue nggak punya banyak waktu untuk ngeladenin loe, gue sibuk!!! " Arkana acuh
Mereka berdua masih setia berdiri di sisi pintu, tiba-tiba Selly menarik lengan Arkana dan membawanya untuk duduk di atas sofa. Arkana yang tidak siap dengan tarikan Selly secara otomatis langsung mengikuti langkah Selly.
Selly berhasil membuat Arkana duduk, iapun juga langsung duduk tapi tidak diatas sofa, dia tanpa tahu malu memilih duduk di atas pangkuan Arkana.
Arkana yang sangat sudah jengngah menghadapi Selly. secara refleks mendorong wanita itu dan membuatnya terhuyung ke lantai. sontak membuat wanita itu membelalakkan matanya, terkejut dengan perlakuan Arkana yang tidak pernah dia dapatkan dari semua laki-laki yang pernah dekat dengannya. mereka memuja Selly bak seorang ratu yang selalu di manjakan.
tapi kali ini seorang Arkana menolaknya mentah-mentah. ini tidak boleh terjadi!!!
" loe ini apa-apa'an sih Sel.. " Arkana berdiri dari duduknya dan menatap Selly dengan emosi
tak menjawab, Selly juga berdiri dari tempatnya, masih menatap Arka dengan tatapan keheranan.
*Seorang arkana menolaknya..
seorang arkana menolaknya*..
seorang arkana menolaknya..
kalimat itu terus berputar di kepala wanita itu, hingga pekikan Arkana yang cukup keras dan dan emosi yang perlahan mencuat.
" KELUAAARR!!!! "
" Arkana.. aku.. aku minta maaf, aku nggak ada maksud untuk____"
" untuk apa???? ngegoda gue." lelaki itu memberi seringai miring " loe salah Sel kalau loe nganggap gue sama dengan pria-pria yang dengan suka rela jadi cowo loe "
" a.. aku nggak__" Selly gelagapan
" Sekarang lo keluar.. KELUAARRR " pekik Arka
" aku bener-bener minta maaf aku___"
" apa perlu gue panggil keamanan buat ngusir loe dari sini..KELUAR!!!! "
Selly menekuk wajahnya, menyeret kakinya keluar dari ruangan itu dengan paksa, karena tatapan tajam Arka dan suasana yang tidak mampu lagi ia handle,
Namun Selly tidak berfikir untuk berhenti sampai disini,
Ternyata pria ini benar-benar menarik dan jangan panggil gue selly kalau gue nggak bisa bikin loe tunduk sama gue. gumam selly
__ADS_1
" Tunggu!!!! " Arkana menghentikan Selly.
ada seutas senyum yang di tampilkan Selly. dia berfikir bahwa Arkana berubah fikiran, tapi sepertinya dia akan sedikit kecewa karena apa yang di katakan Arkana selanjutnya akan membuatnya betul-betul berfikir untuk menjauhi Arkana.
selly membalikan badannya mengarah ke Arkana.
" Selly Atmanial .. Model majalah dewasa yang saat ini sedang naik daun " Arkana menyeringai licik. " Gue bisa hancurin karir loe sampai tak tersisa kalau loe masih berani muncul di hadapan gue. gue Nggak perlu ngejelasin kan kekuasaan yang dimiliki keluarga Abraham ?!! "
Selly menelan salivanya. telinganya bergidik ngeri mendengar ucapan Arkana. dia tahu betul kekuasaan apa yang dimiliki keluarga Abraham. apa lagi jika hanya menjatuhkan karirnya yang sudah susah payah dia bangun. Arkana brenseeeekkk! !! umpat Selly
dari pada melanjutkan obrolan yang membuatnya mengalirkan ke khawatiran. Selly memilih segera beranjak pergi dari hadapan lelaki dingin itu.
****
Fira dan Nana berjalan melewati pintu restoran. namun langkahnya terhenti ketika melihat seseorang yang tak asing muncul tepat dihadapannya. Fira tertegun melihat Fhatan yang kini memasang senyum manisnya.
" What?? OMG... loe Fhatan fatih Abraham kan?? artis terkenal itu? " Nana menutup mulutnya dengan ke dua tangannya.
Fhatan segera mengalihkan pandangannya ke Nana yang masih terlihat kaget " loe ebenar, gue Fhatan "
" gue nggak mimpikan? iyakan? " Nana yang masih dengan ekspresi terkejutnya
" kamu ngapain kesini? Restorannya kan udah tutup " Fira
" gue tau..., gue cuman pengen jemput loe!! kita pulang bareng yaa " ujarnya santai
Fira mulai khawatir, ia menoleh ke Nana yang menatapnya bingung, seolah meminta penjelasan.
" bentar,, Loe berdua saling kenal??? "
" hmmm " Fhatan mengangguk
Fhatan tau arti dari ekspresi Fira. tapi ntah kenapa dia menyukai raut wajah gadis itu yang ia tahu, pasti tengah mengumpatnya habisa-habisan dalam hati.
" udah.. ayo!!! " Fhatan langsung menarik lengan Fira tanpa perduli dengan keberadaan Nana.
" aku duluan yah Na'..." ucap Fira dengan setengah berlari akibat dari tarikan Fhatan
" loe utang penjelasan sama gue Fir " teriak Fira yang mulai menjauh dari pandangannya.
Fhatan membawa Fira masuk ke dalam mobil. Fira menghela nafas, dia tidak punya pilihan selain menurutinya sekarang, lelaki itu sedikit berlari ke sisi pintu mobil dan duduk di kursi pengemudi.
Fhatan mengendarai mobilnya dengan kecepatan sedang..
" kamu ngapain jemput aku "
" pengen aja. "
" tapi kan____"
" bawel deh Fir.. mending loe diam aja yah, gue lagi fokus nyetir, kalau loe ganggu gue mulu trus buat gue nggak fokus nyetir. loe mau kita kecelakaan ?? "
" dihh..ngomongnya gitu amat "
" yaudah. makanya loe diam"
Fira memilih diam sambil memanyunkan bibirnya mengumpat.
__ADS_1
Fhatan terkekeh melihat kejengkelan Fira. membuat ujung bibirnya melengkung membentuk senyuman " manis banget sih lo Fir " Fhatan
Mobil Fhatan melaju menyusuri jalanan ibu kota. hingga berhenti di depan sebuah restoran mewah. Fira termangu keheranan, membuatnya mau tidak mau harus bertanya dengan pria di sampingnya ini
" Bukannya kita mau pulang. kok berhenti disini?? " Fira mengedarkan pandangannya
" kita emang mau pulang. tapi kita makan dulu yah soalnya gue laper banget habis dari syuting langsung pulang buat jemput loe, pasti loe juga belum makan kan?? "
" aku udah makan ko' di restoran" Fira berbohong.
gruuuukk...
suara perut Fira yang meminta untuk di isi terdengar sangat jelas di telinga Fhatan.
" fffffftttthhhhh.. " Fhatan berusaha menahan tawanya " Sepertinya perut loe lebih jujur dari pada mulut loe Fir " ejek Fhatan
ahhh dasar perut nggak bisa di ajak kompromi banget.. rutuk Fira
" ayo keluar " Fhatan yang ternyata sudah membukakan pintu mobil untuk Fira
Fira menyeret langkahnya masuk ke dalam restoran. sebenarnya ia amat sangat malas untuk masuk ke dalam tempat yang di penuhi oleh orang-orang dari kalangan atas. tapi perintah Fhatan benar-benar tidak bisa di bantah. Fira menghela nafas..
ia melangkahkan kakinya. mengedarkan pandangannya dengan seksama melihat setiap sudut restoran ini. restoran mewah yang bernuansa klasik.
semua mata kini tertuju padanya dan juga Fhatan. ada yang menatapnya dengan rasa penasaran, benci, bahkan tatapan merendahkan. Fira menyadari itu.....
bagaimana tidak, dia saat ini sedang bersama dengan Artis terkenal seantero kota X bahkan Negeri dan anak bungsu dari CEO perusahaan Abraham Group. siapa yang tidak mengenal Abraham Group!!?
*itu fhatan fatih Abraham kan?
dia sedang bersama siapa? wanita tidak tau malu
apa hubungan mereka?
memalukan sekali gadis itu. dengan berani jalan dengan fhatan
itu sebagian dari cibiran yang mau tidak mau di dengar oleh telinga Fira, tentu saja juga Fhatan. berbeda dengan Fhatan yang terlihat acuh, Fira malah ingin sekali rasanya dia keluar berlari dari tempat itu menjauh sejauh mungkin.
" Loe nggak usah dengerin mereka. anggap aja mereka lagi iri sama lo "
" kenapa mereka harus iri sama aku? " tanya Fira dengan segala tingkat kepolosannya
" ya Ampun Fir.. lo ini kelewat polos atau loe emang nggak nyadarin sesuatu ?"
Fira mengernyitkan keningnya " maksud kamu apa? "
" loe lagi sama gue loh Fir "
" terus kenapa kalau aku lagi sama kamu? "
" benner-benner loe yah!! " Fhatan menghela nafas " gue ini Fhatan Fatih Abraham anak bungsu dari Hamis Fatih Abraham. CEO dari perusahaan Abraham group dan satu lagi gue seorang selebriti terkenal Fir.. jadi wajarlah mereka liatin loe pas lagi bareng gue "
" Ohhh " jawab Fira yang terkesan cuek
" Oh doang??" menatap Fira cengo " Ahhhh.. udah lah.. sekarang kita pesen makan. kamu mau pesan apa? ".
Fira meraih buku menu, dan memilih makananya. dan mereka berduapun menikmati makanannya dengan di selingi tawa. meskipun sesekali Fira terlihat canggung namun Fhatan selalu bisa menenangkannya.
__ADS_1
***
Tinggalkan jejak kalian... ðŸ˜ðŸ˜ðŸ˜ðŸ˜