Tiga Cinta Di Hidupku

Tiga Cinta Di Hidupku
* Memulainya Lagi


__ADS_3

Happy Reading...


***


Mobil mewah bermerek BMW berwarna hitam berhasil terparkir dengan baik di halam rumah kediaman Abraham. Dirga sang pengemudi segera turun dari mobil dan membuka pintu di bagian sisi Fira. " Silahkan turun Tuan putri "


" apa sih kak, lebay ih.. " Fira tau kalau Dirga sedang menggodanya.


" Ayolah Fir, belajar romantisan dikit kek " Dirga mencebik


" jangan aneh-aneh deh! " Fira berjalan menuju pintu dan menekan Bell di ikuti Dirga di belakangnya.


terlihat wanita paru bayah yang membuka pintu dan tersenyum pada Fira. " Ehh Non, sudah pulang? " lalu melirik sekilas ke arah Dirga " masuk Non, "


" yuk masuk kak! " Dirga mengangguk dan mengambil duduk di salah satu sofa di ruang tamu itu.



" Bik, Mami sama Papi kemana? " Fira melepas tasnya di atas sofa


" ada di kamar Non, apa perlu saya panggilkan,? " tawar Bik Minah


" kalau nggak ngerepotin bik, " saut Fira


" kok ngomong gitu Non, itukan tugas saya atuh, ya sudah bibik panggil Tuan dan Nyonya dulu sekalian bikin minum untuk Tamunya "


" iya Bik ".


Bik minah melenggang pergi. Fira mengambil duduk di sofa tunggal yang tidak jauh dari Dirga. " Fir, emang nggak papa nih, aku ketemu mereka.? "


" nggak papalah kak, sekalian kenalan kan! " Fira meyakinkan.


tidak lama setelah itu, terlihat Hamis dan juga sang istri Raniah, sedang menuruni Tangga yang tidak jauh dari mereka. " ternyata ada tamu?! "


Dirga langsung berdiri dan mengambil salam pada Raniah dan juga Hamis " selamat malam Om, tante "


Raniah mengangguk dan tersenyum ramah


" kalian dari mana nak? " Raniah dan Hamis menyandarkan bokongnya di salah satu sofa panjang.


" dari makan Mi,.. oh ya aku ganti baju dulu ya sebentar. kak aku permisi dulu " setelah mendapat anggukan tipis dari Dirga, Fira segera melenggang pergi.


" nama kamu siapa? " Hamis memulai interogasinya


" saya Dirga Wirajaya om "


" Wirajaya?? " Hamis mengulang " kamu anak dari Gunawan Wirajaya? "


" iya om " jawab Dirga singkat


" CEO Jaya Group ? " tanya Hamis lagi

__ADS_1


Dirga hanya tersenyum tipis meng-iyakan pertanyaan dari Tuan Abraham ini. tak terduga Abraham langsung berdiri dan meraih tangan Dirga " Wah.. sungguh kehormatan anda bertamu di rumah saya, "


" tidak usah berlebihan Om, saya bertamu sebagai teman Fira om, bukan sebagai rekan bisnis " jelasnya.


tidak lama setelah perbincangan antara Hamis dan juga Dirga, terdengar deruman mesin mobil yang terhenti di depan pintu.


Arkana masuk ke dalam rumah, namun langkahnya seketika terhenti melihat Dirga yang duduk di ruang tamu di temani oleh kedua orang tuanya.


" Dirga?! " panggilan itu membuat Dirga dan juga ke dua orang tuanya menoleh.


" sayang? sudah pulang? " Raniah


" kenapa anda ada disini? " bertanya tanpa basa basi


" sayang, ternyata dia itu sahabat kecilnya Fira loh nak. dia ngantarin Fira tadi pulang sekalian mampir. " seru Raniah


" Oh " hanya itu respon yang Arkana berikan, " kalau begitu saya permisi dulu, Mami, Papi, pak Dirga " Arka langsung beranjak dari tempatnya.


tanpa sengaja, Arka bertemu Fira di undakan tangga, Fira yang memakai piyama berwarna maroon di tubuhnya berjalan turun. tidak usah di pertanyakan, dia pasti akan menemui Dirga.


sedangkan Fira, cukup terkejut dengan adanya Arka, yang tengah berjalan berlawanan arah dengannya, gadis itu terus menunduk. sebisa mungkin menghindari kontak mata dengan Arka yang ia tau tertuju padanya.


" Fir_ " .......... " kak Diga " seru Fira cepat, karena ia tahu, kalau Arka tengah memanggilnya.


jaga hati kamu Fira!!!! kalimat mantra yang selalu Fira tanamkan dalam hatinya.


" Maaf yah kak, lama " Fira memilih duduk di samping Raniah.


****


Arka membanting pintu kamarnya dengan cukup keras. ia marah dengan keadaan ini. bukan marah pada Fira tapi pada dirinya sendiri. dia yang membuat benteng tak kasat mata antara dirinya dan juga Fira, jadi jangan salahkan gadis itu, jika ia mulai menjauh.


menyesal? Tentu!!!


Namun jangan fikir Arka akan diam saja, sudah cukup kebodohannya kemarin yang membuat gadis itu menjauh, sekarang tidak lagi, Arka yang merusak semuanya, dia juga yang akan memperbaiki semuanya.


ia tidak akan menyerah begitu saja pada Rival-rivalnya, yaah Mike dan juga Dirga. setidaknya ia berada dua langkah di depan mereka berdua, karena Fira juga mempunyai perasaan terhadapnya, dan Arka yakin bahwa perasaan itu masih ada sampai sekarang. jadi bukan hal yang sulit meluluhkan hati Fira kembali untuknya.


****


Pagi ini semua orang telah berkumpul di meja makan kecuali Fhatan, karena dia sedang dalam mode sibuk-sibuknya dengan syutingnya. mereka semua menikmati sarapan seperti biasa.


" Nak, Hari ini kamu di antar mang Asep yah! jangan pake taksi online terus, Papi khawatir sama keselamatan kamu " Hamis


"Ak__ "


" Nggak usah Pi, mulai sekarang dan seterusnya Fira akan berangkat lagi bareng Arka " Arka langsung menyambar, tidak membiarkan Fira untuk bicara.


mendengar itu, Fira tertegun. apa lagi ini....


" Emang kamu udah nggak sibuk sayang? " Raniah mengambil minum dan meneguknya

__ADS_1


" nggak kok Mi, " melihat sekilas ke Fira, dan sialnya gadis itu juga tengah melihatnya.


" Ya sudah!, jaga adik kamu " Titah Hamis


Arka mengangguk tipis dan melihat ke arah Fira yang terlihat berusaha sibuk dengan makannya. Lelaki itu menyunggingkan senyumnya.


aku akan menebus semuanya.!!!


***


Hening melingkupi dua insan yang sedang berada di atas mobil ini, Arka yang fokus dengan menyetirnya meskipun sekali-kali mencuri pandang dengan gadis yang ada di sampingnya, dan Fira yang terus menetralkan perasaannya berada dalam satu lingkup lagi dengan Arkana, adalah sesuatu yang ia hindari selama 2 minggu ini.


" Fir__"


" Ya? "


" kemarin dari mana sama Dirga "


" Makan " jawab Fira singkat. ia masih konsisten dengan berdiri di benteng yang ia bangun.


" Oh "


Hening....


Hingga, mobil Arka sudah sampai di depan area parkir Abraham Group. Arka memarkirkan mobilnya di tempat biasa.


" Fir, loe sama Dirga udah__ "


" Permisi pak, saya duluan! " Fira tau maksud dari pertanyaan Arka, namun gadis ini memilih menghindari pertanyaan yang mungkin tidak bisa untuk iya jawab.


" bentar Fir, gue mau ngomong " Arka mencegat Fira dengan menarik lengannya.


Musfira menelan salivanya, mungkin mulutnya berusaha menolak namun tidak dengan reaksi tubuhnya, jantung yang sudah berdegup kencang tidak karuan, sentuhan Arka yang seakan mampu menghipnotisnya.


gadis itu menetralkan perasaanya, " bapak mau ngomong apa,? "


Hening menyerbu lagi...


Bibir Arka seolah keluh, ia tidak tau harus memulai semuanya dari mana?


Meminta maaf kah?


Menjelaskan semuanya kah?


atau meminta Fira untuk memulai semuanya dari awal lagi, dan berujung meminta kesempatan?


sungguh terdengar Egois, mengingat perlakuan Arka selama dua minggu ini pada Musfira. apa segampang itu? Arka rasa tidak! tapi ia harus mencobanya.


****


Nah Lo.. Arka balik lagi tuh! Plinplan banget kan yah?! hahaks nikmatin aja prosesnya...

__ADS_1


Tinggalkan jejak kalian 😭😭😭


__ADS_2