Tiga Cinta Di Hidupku

Tiga Cinta Di Hidupku
* Mogok


__ADS_3

Happy reading....


****


Mike menarik tubuh Arka dari sisi Fira " jangan deket-deket, nggak takut Corona loh..?? "


" Sembarangan kalau ngomong!! mending loe pulang deh, gue juga mau pulang sekarang " meninggalkan Mike.


" Tunggu Arka!! " panggil Mike


" apa'an lagi?? " menatap Mike malas


" oke, nggak papa hari ini Fira pulang sama loe, besok gue balik kesini dan ngantarin dia pulang, loe nggak ingat kalau dia gebetan gue? " Mike tersenyum simpul


ekspresi Arka mengeras " atas dasar apa? "


" wih santai kali bray " menyeringai miring jadi sekarang loe ngakuin kalau loe udah jatuh hati sama Fira?? " Mike dengan pertanyaan menohoknya.


" itu bukan urusan loe!! " pekik Arka


" sekarang loe mengibarkan bendera perang sebagai Rival gue? " tantang Mike


Arka memucat, mana mungkin persahabatnnya dengan Mike berakhir hanya karena masalah wanita. " oke... besok loe antarin Fira pulang " ujar Arka terpaksa dan berlalu meninggalkan sahabatnya itu.


***


Arka merutuki dirinya, bisa-bisanya ia menyetujui permintaan Mike untuk mengantar Fira besok, itu berarrti ia membiarkan Mike untuk lebih dekat dengan gadis itu. ia berusaha menyangkal tapi ia tidak menyukai itu.


Arka melirik Fira, yang sedang duduk di sampingnya menatap ke arah kaca jendela mobil. " Fir.. "


" ya? "


" gue mau nanya! "


" apa? "


" gimana perasaan loe sama Mike " Arka menghilangkan sedikit harga dirinya, demi mengeluarkan pertanyaan ini. ia sangat ingin tau perasaan gadis itu yang sebenarnya.


" maksudnya? Fira mengernyit bingung


" khemmm " Arka berdehem " ma... maksud gue, loe suka nggak sama Mike "


" ha? Mike?? yang tadi?? "


" iya... jadi loe nggak tau namanya "


Fira menggeleng..

__ADS_1


" selama kenal dia, loe nggak tau namanya " Arka mengerjap heran


lagi-lagi Fira menggeleng..


" udah lah..nggak penting!! jawab pertanyaan gue yang tadi, gimana perasaan loe sama dia, "


berfikir sejenak " dia orangnya baik, ramah, lucu, trus___ "


Arka jengngah " please Fir,.. gue nanya tentang perasaan loe, bukan penilaian loe, jadi__ "


" aku nggak ada perasaan apapun sama dia " Sela Fira.


Arka menyeringai senang, perasaan lega itu hadir menyeruak ke dalam hatinya, saat ini hatinya seolah bersorak bahagia mendengar Fira tidak punya perasaan apapun untuk sahabatnya itu.


" bagus deh!!! " mengusap lembut kepala Fira


pipi Fira seketika merona, detak jantungnya mulai tak beraturan, ia merasa senang dengan perlakuan Arka, untuk pertama kalinya, gadis itu bahagia berada di dekat lelaki ini.


jalanan perkotaan yang mereka lewati mulai macet, karena ini memang jam pulang kantor, Arka berinisiatif untuk mengambil jalan pintas.


" inikan bukan jalan ke__"


" ini jalan pintas Fir, loe mau macet-macetan, kalau gue sih ogah!! " sela Arka


" oh "


" ini kenapa?? Loh.. loh... kok berhenti " suara Arka terdengar saat mobil tiba-tiba berhenti di tengah jalan,


" kenapa pak? "


" Nggak tau, gue priksa dulu " Arka turun dari mobil dan membuka cup depan bagian mobil. dan yang benar saja ' Mogok '


" aahhh Sial..!!! " Arka mengumpat dan kembali kedalam mobil " Mogok Fir "


" Mogok,? " tanya Fira khawatir


Arka merogoh kantong celananya dan mengeluarkan ponselnya " Shit!! pake lowbet lagi " lalu melihat ke Fira, " gue pinjam ponsel loe "


" ponsel? ponsel aku ketinggalan di kantor pak "


" lah.. kok bisa " tanya Arka geram


" tadikan aku emang niat ambil ponsel waktu balik ke kantor, tapi bapak malah narik saya kembali keluar "


" ya.. ya..ya itukan gara-gara Mike " gelagapan


mengernyit " emang kenapa dengan pak Mike, dia kan__ "

__ADS_1


" diam nggak loe,!! " sela Arka


" jadi gimana pak? "


" mau gimana lagi, kita cuma bisa nunggu orang lewat " putus Arka pasrah


satu jam...dua jam... di isi dengan keheningan, Fira yang duduk di sebelah Arka hanya terus mengalihkan wajahnya ke arah jendela menelisik setiap sudut jalanan barangkali ada yang lewat. sedangkan Lelaki itu menyandarkan punggungnya ,memejamkan mata, melipat kedua tangannya. mereka menunggu namun tidak ada satupun orang yang lewat, tiba-tiba rintik hujan mulai turun membasahi permukaan tanah, semakin lama semakin deras.


" pake hujan lagi... sial banget hari ini " lalu melihat ke arah Fira yang terlihat pucat " loe nggak papa Fir? " dengan ragu menyentuh kening Fira. ia membulatkan matanya ketika mendapati suhu badan gadis itu terasa panas " loe sakit Fir "


gadis itu hanya terus terpejam tak berdaya, sambil bersedekap. arka membuka jas kantornya dan memberikannya ke gadis itu " loe pake ini deh, badan loe panas banget "


Fira meraihnya tanpa berfikir, ia memang sangat lemah saat ini. Arka mulai khawatir melihat Fira yang menggigil kedinginan. " gue harus gimana ini, " gumamnya, sambil mengedarkan matanya berharap ada seseorang yang lewat dan menolong mereka dan hasilnya nihil.


arka melirik jamnya yang menunjukkan pukul 9 malam, hujan sepertinya tak ingat untuk berhenti malam ini,


" dingin... dingin... " gurau Fira sambil mengeratkan tubuhnya bersedakap.


arka sudah tak mampu berfikir panjang lagi, ia meraih tubuh Fira masuk kedalam pelukannya, memeluk erat tubuh sang gadis, ikut andil merasakan panas yang mulai menggelenyar ke tubuhnya, tidak ada reaksi dari Fira bahkan ia juga balas memeluk Arka dengan erat, seolah mengatakan bahwa ia nyaman dengan pelukan ini " Loe yang sabar yah, gue disini " ujar Arka mengelus punggung gadis itu.


jantung Arka memacu dengan cepat, rasa yang tak di mengerti itu kembali mencuat dalam hatinya, menyentuh dinding pertahanan yang selama ini di jaganya, apa lagi jika berhubungan dengan yang namanya wanita.


namun seolah memiliki kontak yang terjalin kuat, Arkana merasa ingin melindungi gadis ini, dan tidak ingin mebiarkannya pergi dari sisinya. gadis ini membutuhkannya saat ini, Fikir Arka.


rasa kantuk menguasai keduanya, tanpa sadar tertidur dengan posisi masih dalam keadaan berpelukan. beberapa lama setelah itu, seseorang terdengar mengetuk kaca jendela mobil, hingga membuat Arka terbangun dan ia langsung melihat seseorang di luar mobil dan hujan juga sudah berehenti " ohhh terima kasih Tuhan " gumamnya


ia melihat Fira masih nyaman dengan posisinya, dengan pelan arka melepas Fira dan membawa wanita itu duduk menyender di kursi mobilnya.


ia keluar dari mobil, menghampiri seseorang yang mengetuk kaca jendela mobil tadi. terlihat seorang lelaki paru bayah di hadapannya " syukurlah ada bapak, mobil saya mogok pak, apa saya bisa meminjam ponsel bapak, saya ingin menghubungi keluarga saya. "


lelaki paruh bayah itu menelitik ke arah Arkana lalu melihat ke arah Fira yang sedang tertidur di dalam mobil secara bergantian.


" dia.. dia adik saya pak " Arka tau arti dari tatapan lelaki itu.


" kalian sejak kapan disini? ini sudah larut malam " tanya lelaki itu


Arka melihat jam yang bertengger di lengannya, dan benar saja ini sudah pukul 12 malam. " sejak sore pak, saya bisa meminjam ponsel bapak? saya ingin menghubungi keluarga saya " tanyanya lagi


Lelaki paru bayah itu merogok saku dan mengeluarkan ponselnya dan memberikannya pada Arka.


" Terima kasih pak " Arka meraih ponsel itu dan langsung menghubungi seseorang.


****


Maafkan author ini yang jarang Up, ada urusan yang harus author urus nggak bisa di tunda.. ini juga author nyempatin up satu part.. next time lagi yah!!!


Tinggalkan jejak kalian.. 😭😭😭

__ADS_1


__ADS_2