Tiga Cinta Di Hidupku

Tiga Cinta Di Hidupku
* Tak Mampu membenci


__ADS_3

Malam telah tiba,


Arkana dan Fhatan kini sedang menikmati makan malamnya dan juga terlihat Abimanyu di meja itu. malam ini dia memutuskan untuk ikut makan dengan kedua Saudaranya, karena kondisinya kini sudah mulai membaik, gips yang melingkar di lengannya pun sudah di lepas.


sedang Fira baru saja turun dan langsung mengambil duduk di sebelah Fhatan seperti biasa, Arkana yang melihat Fira, langsung meletakkan sendok dan garpunya di piring dengan sedikit keras, beranjak dari kursinya tanpa sepatah katapun


Fira menundukkan wajahnya, sadar akan adanya dia yang sangat tidak di sukai Arkana. Fhatan yang melihat itu tidak mampu berkata apa-apa selain memberikan semangat lewat sapuan lembutnya di punggung Fira


" Loe nggak papakan??? " tanya Abimanyu


Fira mengangkat wajahnya, sebisa mungkin memberikan senyum tulusnya. sambil menggelengkan kepalanya " aku nggak papa kok kak.. "


Fhatan melihat reaksi Abimanyu yang tiba-tiba baik pada Fira, memberikan tatapan menyelidik ke Abimanyu.


" bang!! loe sama Fira " sambil menunjuk ke arah Abimanyu dan Fira " udah baikan? "


" emang kita berantem?? " jawab Abimanyu santai


" maksud gue____"


" nggak usah di bahas, apa yang loe liat itu yang terjadi "


Fhatan berhambur ke Abimanyu dan langsung memeluknya dengan erat " loe emang yang terbaik dah.. makasih yah bang "


" uhuk.. uhuk.. adik kurang ajar, pelan-pelan napa.. keselek ni gue, loe meluknya kekencengan, lepasin nggak " Abimanyu menepuk tangan Fhatan yang memeluk sempurna di tubunya


" sory.. sory.. abisnya gue seneng banget jadi nggak sadar hehe "


Fira hanya bisa terkekeh melihat tingkah kedua saudara angkatnya itu namun sepersekian detik kembali dengan wajah sedihnya mengingat kembali tentang Arkana


***********


Fira sedang mengistirahatkan tubuhnya diatas tempat pembaringannya. matanya sejak tadi tidak bisa ia pejamkan, malam ini sangat susah untuknya meraih alam mimpinya.


semua bayangan tentang kebencian Arkana padanya memenuhi Fikiran gadis berambut coklat panjang itu, hingga bulir air mata di pipinya lolos begitu saja


Flasback On.......


Fira sedang berada di dapur untuk membantu bik Minah membuat sarapan, tiba-tiba Arkana muncul di samping Fira meraih cangkir Kopi,


" kakak mau buat kopi, biar Fira bantu " dia dengan lancang berniat mengambil cangkir di tangan Arkana tapi langsung di tepis kasar oleh lelaki itu " nggak usah sok baik, Najis gue sama loe " beralih meninggalkan Fira begitu saja.


suatu malam juga, ketika Arkana pulang larut malam dalam keadaan mabuk.


bell rumah terus berbunyi, sedang semua orang telah tertidur. hanya ada Fira yang sedang ada di dapur berniat mengambil air minum


" siapa yah.. malam-malam gini bertamu " gumam Fira sambil berjalan medekati pintu. ada sedikit ketakun dalam diri Fira untuk Membuka pintu, diliriknya jam dinding besar yang berada tidak jauh darinya,

__ADS_1


" jam dua belas lewat, siapa yang bertamu jam segini, apa jangan-jangan.......... " ketakutan-ketakutan yang menelisik fikiran Fira semakin membuatnya tidak berani membuka pintu yang terus berbunyi oleh bell sedari tadi.


Fira memilih berjalan ke jendela kaca besar yang tertutupi oleh gorden berwarna coklat gold


dengan Hati-hati Fira membuka sedikit tirai gorden itu, berniat mengintip siapa yang ada di depan pintu. hingga matanya menangkap sosok Arkana yang tengah bersandar di pintu dengan setengah sadar " ya ampun kak Arkana "


tanpa Fikir panjang Fira langsung bergegas membuka pintu " kak Arkana, kaka mabuk?? "


" bukan urusan loe!!! Minggir.." bentak Arkana


dilihatnya saat ini Arkana sedang sangat mabuk dan tidak mampu berjalan dengan baik


" bi... biar aku yang bantu kakak " Mencoba meraih lengan Arkana namun di tepis lelaki itu


" jangan sentuh gue.. "


" ta..tapi.. a..aku cuma mau bantuin kakak" mencoba meraih lengan Arkana lagi dan ditepisnya kembali


" shit!!!... loe nggak punya kuping apa, gue nggak butuh bantuan loe " ucap Arkana sambil mendorong Fira dengan keras


Arkana meraih Kedua lengan Fira menekannya dengan keras hingga membuat gadis itu meringis kesakitan " kak.. ini sakit "


Rahangnya menegang. tampak sangat jelas kemarahan Arkana malam itu. " jangan panggil gue kakak, karena sampai kapanpun loe bukan adiik gue dan nggak bakal pernah jadi adik gue, catat itu baik-baik Parasit!!!! "


Flashback Off.....


bayangan tentang kebencian Arkana padanya, tak mampu lagi meredam air mata yang terus mengalir semakin deras tanpa permisi di pipinya


********


Restoran...


" Woii.. ngelamun bae' loe " Nana menepuk pundak Fira


" ya ampun Na'.. kamu tuh yah suka banget ngagetin aku. "


" lagian ini nih jam kerja tapi gue perhatiin dari tadi loe ngelamun mulu',, nggak fokus "


" Eh?? emang keliatan yah " tanya Fira dengan tampang polosnya


Nana menepuk keningnya " yaelahhh.. punya satu sahabat aja tapi nggak beres. Noh liat noh.. " sambil menunjuk " Loe nyusun itu nggak benner, masa' piring loe taro di tempat gelas, di liat pak dani mampus loe "


" ya ampun Na' kok kamu nggak bilang sama aku sih " Fira langsung berjalan dengan cepat menuju rak merapikan tempat piringnya kembali


" wah..gesrek nih anak, emang sekarang gue lagi apaan kalau nggak ngasih tau loe "


" udah ahh.. kamu bawel, bantuin aku dong sebelum pak dani datang "

__ADS_1


" kaya gini aja baru deh minta bantuan ke gue.. " umpat Nana, meskipun tangannya sibuk juga membantu Fira


" kamu nggak ikhlas nih "


Nana memaksakan senyumnya " ikhlas kok Fir.. ikhlas banget malah, tapi ada syaratnya " ucap nana dengan menaik turunkan alisnya


" yah. sama aja nggak ikhlas kalau minta syarat " Fira dengan wajah jengahnya


" gue ikhlas.. benner deh samber geledek.. ehh.. . nggak jadi deh samber cowo ganteng aja kayanya enak tuh.. hehe "


" kamu tuh Na' ada-ada aja.. " Fira menggelengkan kepalaya


" gue serius ini.."


" iya. iya.. apaan emang syaratnya?? "


" syaratnya loe harus cerita sama gue, loe hari ini kenapa?? "


Fira menghela nafasnya, berfikir sejenak karena ia memang sedang membutuhkan seseorang untuk mengeluarkan keluh kesahnya dan Nana bukan orang yang buruk untuk jadi tempatnya berbagi


" yahhh.. ngelamun lagi, kesambet beneran loe, gimana loe mau cerita nggak nih?? "


" iya. iya aku bakal cerita, kalau kita makan siang "


" gitu dong.." ucap Nana dengan di ikuti sedikit tawa puasnya


********


Fira dan Nana sedang duduk berdua di salah satu ruangan yang biasa di pakai untuk istirahat oleh para pegawai di restoran itu sambil menikmati makan siang mereka.


setelah selesai Fira mebereskan piring-piring dan berniat mengangkat piring kotor itu, namun Nana mencegatnya


" udah.. itu loe lepasin dulu, sekarang waktunya loe cerita sama gue, loe sebenarnya kenapa?? mikirin apaan dari tadi "


Fira menghela nafasnya dan mulai menceritakan tentang kegundahan hatinya mengingat semua perlakuan Arkana padanya, tentang dia yang merasa aneh karena tidak bisa terima dengan semua kebencian Arkana,padahal selama ini sudah banyak orang yang sudah menghina dan membencinya, dengan statusnya sebagai anak panti asuhan yang tidak punya apa-apa,


namun semuanya dianggap angin lalu oleh Fira, tapi saat Arkana yang secara terang-terangan membencinya selama ini malah semakin membuatnya merasakan hal aneh dalam hatinya. ntah itu perasaan apa tapi benar-benar saat ini Fira tidak bisa memahaminya.


" ya ampun Fir... " Nana meraih pundak Fira dan memeluknya sebagai seorang sahabat " kasian banget sih hidup loe, loe pasti bingung kan sekarang mesti gimana? gue ngerti kok Fir, sebagai sesama cewe gue ngerti banget sama perasaan loe " sambil terus mengusap dengan lembut punggung Fira


" hiks.. hiks.. hiks... aku mesti gimana Na', apa aku mesti keluar aja dari rumah itu, aku bener-bener nggak bisa terus-terusan merasakan kebencian kak Arkana, hati aku sakit, harusnya aku bisa benci sama dia tapi anehnya hati aku nggak bisa benci sedikitpun sama dia "


" loe jangan mikir yang macam-macam dulu Fir, loe mesti ingat juga orang tua angkat yang udah sayang banget sama loe, ke dua kaka angkat loe, gimana perasaan mereka kalau sampai loe ninggalin mereka "


Fira melepas pelukan Nana, menatap sahabatnya itu dengan tatapan pilunya sambil menghapus air matannya " jadi aku harus gimana dong Na'..."


" udah.. udah.. sekarang yang loe harus lakuin, jalanin takdir yang udah Tuhan atur buat loe Fir.. gue yakin Tuhan udah nyiapin sesuatu yang terbaik buat loe, loe ngertikan maksud gue "

__ADS_1


Fira menganggukan kepalanya, dan kembali berhambur kepelukan Nana sahabatnya. memberikan ketenangan dan kekuatan pada dirinya sendiri


Mungkin kamu benar Na' ..aku nggak punya pilihan lain selain terima semuanya, aku cuma berharap Tuhan memberi aku kekuatan. ucap Fira dalan hati


__ADS_2