Tiga Cinta Di Hidupku

Tiga Cinta Di Hidupku
* MEMILUKAN!


__ADS_3

Hu.. hu.. iya.. iya ini aku up, bukan gak pengen up bebebku. hmm gimana yah ngejelasinnya. sebenarnya aku tuh... aku...aku... huh! sudahlah tidak penting. yang penting aku up!


Happy reading...


***


" Bangs*t! "


" Bohong! gak mungkin, gak mungkin "


Bugh!!!


suara dentuman dinding terdengar keras, meninggalkan luka memar di jemari Abimanyu.


" Meninggal? " tanya Arka menahan tawa " Gilaaa loe! " seru lelaki itu menuju Dokter Noah.


" Gak mungkin bodoh! HAHAHAHA " seru Arka lagi tak terima, tertawa keras setelahnya


" Mohon maaf, tapi pasien benar-benar tidak bisa di selamatkan, " jawab suster yang baru keluar dari ruangan Fira, menatap Arka dengan sendu.


Abimanyu menggeleng beberapa kali, " Mulut loe di jaga! gue bisa tuntut loe berdua " ancam Abimanyu menatap sang dokter dan suster dengan tajam.


Memilih tak menjawab, dokter Noah dan suster membiarkan agar kondisi lebih tenang. Memberikan kesempatan kepada kedua lelaki itu menyalurkan perasaan mereka setelah mendengar berita kematian.


Natasya, gadis itu hanya terduduk diam seraya menunduk. menyesal?! sangat!


" Cepat selamatin cewek gue! " perintah Arkana dengan cepat


begitu tak mendapat balasan apapun, nafas Arkana kian memburu dengan mata yang memanas. rasa panik mulai merasuki relung hatinya.


" SELAMATIN CEWEK GUE DOKTER NOAH! " teriak Arkana hingga urat lehernya muncul kepermukaan


" Udah Bang! " Fhatan yang baru saja tiba langsung menarik Arkana agar lelaki itu tidak kelepasan


" GAK! INI GAK BISA! FHATAN! GAK MUNGKIN. FIRA GAK MUNGKIN PERGI, FIRA GAK MUNGKIN MENINGGAL! "


" MEREKA SALAH! MEREKA GAK BECCUS JADI DOKTER! " seru Arkana lagi, sambil menunjuk ke arah dokter Noah dengan kasar.


" bang cukup! " Arkana menghentakkan pegangan Fhatan di pundaknya dengan kasar " BACOT LOE THAN, FI... FIRAAA__ "


" FIRA UDAH GAK ADA BANG!!! " teriak Fhatan memenuhi lorong rumah sakit


dengan mata yang masih berapi-api Arkana membalas ucapan adiknya itu " Loe diem! jangan sekali-kali loe ngomong kaya gitu than! " desisnya


melihat kembali ke arah pintu ruangan Fira yang tertutup dengan linangan air mata yang membasahi pelupuk matanya " Fir, ini gak lucu sayang "


" bangun sayang! bangun! aku.. aku yakin kamu cuma bercanda kan yank, kamu mau balas dendam kan yank. sumpah ini gak lucu FIR!!! " ujarnya lagi dengan tertahan.


Abimanyu berdiri dari duduk pilunya, lelaki yang sedari tadi menangis itu mengusap wajahnya kasar, menatap Arka dengan tajam sekaligus simpati.


tidak pernah ia melihat kakak sulungnya itu sehancur ini, bahkan kepergian Arlita tidak menyisahkan luka sedalam ini untuk Arkana termasuk dirinya. dan jawabannya satu, keduanya sangat mencintai Fira.


Abimanyu berdiri di depan ruangan Fira, menempelkan telepak tangannya di pintu kaca itu seraya menutup matanya dengan pelan " Fir, aku ikhlas dek. aku ikhlas " ungkapnya dengan air mata yang terus mengalir menyesakkan

__ADS_1


" bang dengerin gue, Fir__ " ucapan Fhatan lagi-lagi terputus saat Arkana kembali mengelak " gak mungkin than! loe percaya sama dokter yang gak beccus itu "


" Loe le.. lebih pe.. percaya sama dokter sialan itu dari pada sama Fira? Gue tau Fira pasti berjuang dia gak akan mungkin pe.. pergi " jelas Arka dengan bahu bergetar


Natasya masih setia dengan keterdiamannya, apa yang harus di katakan wanita ini, karena ia cukup andil sebagai penyebab semua ini terjadi.


Arka memalingkan wajahnya ke samping di sambut oleh kedatangan Hamis, Raniah, Mike dan juga Leo yang matanya sudah sembab karena air mata.


melihat kedatangan orang tuanya, buru-buru Arkana berlari ke arah mereka " Mami Pa-papi, mereka bi-bilang Fira udah gak ada " adunya menunjuk dokter dan juga suster


Hamis yang mendapat telfon dari rumah sakit tentu saja syok bukan main, Raniah sang istri sudah meraung histeris sejak keberangkatan mereka dari rumah


Fhatan yang memang berniat menjenguk Fira saat itu juga harus di kejutkan dengan pemandangan yang membuatnya tercengang.


Leo dan Mike juga ikut menyusul saat mendapat telfon dari Hamis. jangan tanya keterkejutan mereka. Leo yang seorang lelaki petakilan kini sudah tak terlihat bahkan matanya sedari tidak berhenti berkaca-kaca.


Hamis terdiam dengan tatapan kosong, sedang Raniah terus saja menangis dalam pelukan sang suami.


sadar tak ada balasan apapun dari kedua orang tuanya, Arkana kembali berkata " Papi ayo ki-kita tuntut dokter itu, mereka bilang Fira meninggal!!! "


" Gak mungkin kan?! " tanya Arka lagi " Mami, Papi, kalian gak mungkin percayakan kalau Fira meninggal?! "


" Mike, loe percaya sama Fira kan?! loe percaya sama gue kan kalau Fira belum meninggal?! " Ujar Arka menarik tangan Mike denga kencang


ia mengumpat, baik Mike Leo ataupun kedua orang tuanya tidak ada yang percaya bahwa Fira gadisnya belum meninggal!


" Leo, Fira belum meninggal " Kini Fhatan beralih ke tangan Leo, menghentak-hentakkan bahu Leo dengan keras " YO' GAK MUNGKIN FIRA NINGGALIN GUE! YA KAN?!! JAWAB GUE MOHON!!! " pinta Arka dengan wajah pilu


dalam sekejap Leo melepaskan pengangan Arka dari bahunya, lalu dengan gerakan cepat memeluk Arkana yang menangis tersedu-sedu di pundak lelaki itu.


bukannya mereda, tangis dan isakan di lorong itu justru semakin pecah sedih, pilu, sakit, kecewa, tak terima dan tak percaya.


jangan pernah panggil gue kakak karena sampai kapanpun loe gak akan pernah jadi adik gue, karena loe itu cuma parasit!


*jaga jarak dari gue 1 meter


jangan bicara apapun di depan gue kecuali gue yang minta


jangan nyusahin gue.


gue suka sama loe fir


gue cinta sama loe*!


Arkana semakin menangis tersedu, mengingat bagaimana ia memperlakukan Fira dengan sangat tidak baik bahkan sampai membuat dirinya mencintai gadis itu.


Mengedarakan pandangannya, tak ada yang bisa Fhatan temukan selain duka, laki-laki itu mengeram dengan air yang mengumpul di pelupuk mata.


Musfira sudah tidak bersama mereka?


Jika ini mimpi, Fhatan hanya memohon satu Hal, tolong, tolong bangunka ia dari mimpi buruk ini.


isakan pertama mulai terdengar, dengan cepat Fhatan menutup rapat bibirnya. menangis dalam diam sambil meletakkan tangannya di pundak Arkana, meremas kuat memberikan kekuatan pada kaka sulungnya itu.

__ADS_1


Arkana yang sejak tadi tak sanggup lagi menopang berat tubuhnya, kakinya melemas, yang membuat tubuhnya merosot terduduk di lantai.


sejak tadi air matanya tumpah tak kenal henti, membasahi seluruh wajahnya dengan sempurna. isak tangisnya bahkan terdengar begitu memilukan. memukul lantai tak karuan, sesekali menjambak rambutnya dengan kasar.


sekelebat ingatan saat Fira sudah ada di atas ambulans, dengan tangan keduanya yang saling menggenggam, gadis itu berusaha menahan sakitnya dengan teramat sangat,


" *kak Arka, a... aku minta mi.. minta maaf ka.. kalau aku.... gak bisa ja... jadi pacar dan adik yang... yang baik untuk kamu. "


" kalau aku udah gak bi... bisa dampingin kaka, a___ "


Arka menggeleng kasar " kamu jangan ngomong sembarangan, kamu akan tetap di samping aku yank, kamu yang akan dampingin aku, kamu gak akan kemana-mana yank. "


Gadis itu meringis menahan sakitnya lagi " aku ca.. capek kak! ini sakit, terutama untuk hati... hati aku "


Arkana menggemggam jemari Fira semakin erat, " Maaf yank, maafin aku... maaf, aku sayang kamu Musfira. kamu gak akan ninggalin aku. kita baru mulai semuanya* "


ingatn tentang semua perkataan Fira masih terekam jelas di otak lelaki itu, seolah Fira baru saja mengatakannya di depan Arkana langsung


" aku cinta kamu kak "


Tangis semakin deras, Arkana bahkan merasa sesak nafas di karenakan rongga dadanya terasa begitu penuh.


" F-Fir! " panggil Arkana sesegukan " jangan biarin aku sendiri sayang " lanjutnya tertahan, sesekali lelaki itu terbatuk karena tangis yang memilukan


Memaki dirinya sendiri, seharusnya kesalahan itu tidak ia lakukan, seharusnya ia tidak menyakiti gadis yang sangat di cintainya itu di akhir kehidupannya.


Demi Tuhan, jika saja Arkana bisa memutar waktu kembali, ia tidak akan menyia-nyiakan gadis itu.


.......


Yaaahhh gimana ini. Fira bener-bener harus pergi!...


apa yang mau kalian katakan di part ini!


well, sedikit lagi TCH ini bakalan tamat. aku gak mintanya muluk-muluk. minta jejak kalian aja! sekalian votenya laahh.. supaya banyak yang baca cerita ini. biar aku gak ngerasa sia-sia nulisnya.


Oke.. see you di part selanjutnya.


Tinggalkan jejak kalian 😭😭😭


.


.


.


.


.


...


.....

__ADS_1


..


__ADS_2