
ini adalah hari pertama Musfira untuk kerja kantoran. ada perasaan gugup dan tak percaya diri menghinggapi dirinya. pasalnya, dia hanya seorang gadis lulusan SMA tanpa gelar dan pengalaman apapun, namun harus di paksa menjadi sekertaris seorang CEO yang tidak lain adalah kaka angkatnya.
ntah sudah berapa kali dirinya bolak balik kedepan cermin untuk melihat dan menilai penampilannya pagi itu. stelan kantor yang formal, baju kemeja Ruffled collar berlengan panjang berwarna putih tulang yang di padankan dengan rok spam hitam selutut. ahhhh sempurna...
" apa ini sudah cocok? apa ini berlebihan? ahh Fira, ayolah!!! rileks tenang!! tarik nafas buang.. tarik nafas buang...!!! " kalimat itu terus di gumamkan pada dirinya sendiri, hingga ketukan pintu mengalihkan perhatiannya.
" masuk!! "
" Maaf Nona muda, semua sudah menunggu anda di meja makan " bik Minah
" oh.. iya bik, sebentar lagi Fira turun "
" baik Nona muda, bibik permisi "
Fira menganggukan kepala, dan tersenyum manis.
****
dan sinilah dia berdiri. di depan semua orang yang menatapnya tanpa kedipan mata, termasuk Arkana. Fira berjalan dengan gugup, untuk pertama kalinya dia memakai sepatu kantor yang berhak tinggi dan ini aneh untuknya. tapi fira tetap berusaha menguasai dirinya, meskipun dengan langkah gontai Fira memasang senyum manisnya semaksimal mungkin.
" Wah Fir.. melihat kamu dengan pakaian kantor ini, Mami jadi berfikir apa benar kamu baru berusia 20tahun?? " Mami raniah dengan ucapan menggodanya.
seketika pipi Fira merona mendengar itu. sedang ketiga putranya masih tetap Fokus dengan tatapan yang kagum tertuju untuk gadis di hadapan mereka.
Fira secara tidak sengaja melihat ke arah Arkana. namun Arkana yang menyadari itu langsung membuang tatapannya ke sembarang arah. apa jadinya, jika dia kepergok sedang memperhatikan gadis itu. ini masalah harga diri.. fikir Arkana.
****
" Arkana, mulai hari ini kamu akan berangkat bersama Fira ke kantor, itu juga berlaku ketika jam pulang " titah Hamis
" What?? apa harus seperti itu pih? " ujar Arkana protes
" iyah pih.. kan aku bisa antar Fira ada mang Asep juga kan pih " Abimanyu ikut menimpali
" No,!! Arkana, bagaimana cara kamu mengajari Fira, sedang waktu temu kalian mungkin akan terbatas, dan di mobil kamu bisa selingan dengan mengajari Fira. di kantor, kamu mungkin tidak punya banyak waktu. ini perintah Arkana!!! dan kamu Abimanyu " menoleh " tidak usah memusingkan tentang Fira, cepat selesaikan kuliah kamu karena sebentar lagi kamu akan segera memimpin beberapa anak cabang perusahaan kita!!! "
__ADS_1
" tapi pih.. apa kata karyawan yang lain kalau pergi dan pulang kantor harus bersama Fira,?" Arkana yang masih dengan protesnya.
Hamis menyipitkan matanya " sejak kapan kamu perduli dengan omongan orang lain? "
benar juga!!! tapi ini bukan masalah tentangnya saja tapi tentang Fira juga, bagaimana kalau karyawan lain menggunjingnya dengan sesuatu yang tidak baik. berfikir yang tidak-tidak tentang Fira. Wait..!!!! apa yang loe Fikirin Arkana. hahahha sangat tidak lucu!! loe perduli dengan gadis itu.. ahhhh sialaaannn... Arkana
" Arka..heiii..... Arka!!!! " Mami raniah menyadarkan lamunan Arkana.
" ya.. eh iya Mam ada apa?? " ujar Arkana gelagapan
" kamu yang ada apa!! kamu dengerkan omongan Papi kamu? "
" iya mih.. Arka denger "
" jadi?? "
" Terserah kalian saja " Arkana pasrah.
selesai dengan sarapannya Arkana beranjak dan berjalan menuju mobilnya di ikuti oleh Fira de belakangnya. masih dengan tingkah malu dan gugupnya, Fira membuka pintu mobil di bagian belakang.
" see?? ini kali keduanya loe mau duduk di belakang, dan kali Keduanya gue harus bilang. gue bukan supir loe, loe ngerti bahasa gue nggak sih Fir " bentak Arkana jengah
Arkana memutar matanya jengah " Maaf.. oh.. iya.. apa cuman kata itu yang bisa loe keluarin sewaktu bicara sama gue??!! "
" ya??? "
menghela nafas " udah.. lupain!!!! sekarang masuk mobil dan jangan nyusahin gue "
tak ingin membuat Arkana makin geram, Fira langsung mengambil langkah cepatnya masuk kedalam mobil duduk di samping Arkana.... lagi.
sedang di meja makan menyisahkan Hamis dan juga Raniah.
" Pih.. apa ini jalan yang baik yang kita ambil, aku kok agak kasian gitu sama Fira pih, seolah kita memaksa dan mengatur hidupnya, dan mami nggak tega liatnya "
" Mami tenang aja. Papi yakin, Arkana sedikit lagi akan menerima kehadiran Fira sebagai adiknya, kita hanya perlu waktu sedikit lagi "
" tapi Mami cuma kasihan sama Fira pih "
__ADS_1
" ini juga demi kebaikan Fira mih, dan cara ini Papi ambil untuk menjamin masa depannya juga. Mami lihatkan perubahan pada Abimanyu dan Fhatan, mereka sudah menerima fira, kita cuma butuh sedikit waktu, Mami kan tau seperti apa sifat anak sulung Mami itu "
tanpa menjawab Raniah menganggukan kepalanya, berusah menghapus kecemasan-kecemasan dalam dirinya yang membiarkan Arkana dekat dengan Fira. bukan tentang perasaan tapi tentang perilaku kasar Arka yang mungkin sewaktu-waktu bisa menyakiti Fira.
****
mobil sport hitam metalik itu telah sampai dan terparkir di halaman parkiran perusahaan Abraham group.
Para karyawan yang melihat kedatangan CEO barunya itu, menanti turunnya sang pria tampan dari mobil dengan tidak sabar, apa lagi untuk kaum hawa. mereka sibuk merapikan sesuatu yang melekat pada diri mereka. berusaha tampil semaksimal mungkin untuk menarik perhatian sang bos besar tampannya.
" ketika gue sama loe udah turun, loe harus ingat ini dan catat di kepala lemmot loe ini,"
" pertama jaga jarak dari gue 1meter "
" loe harus bersikap hormat sama gue sebagai atasan loe "
" jangan bicara apapan sama gue di depan orang lain kecuali gue yang minta "
" jangan menyebutkan kedekatan apapun loe sama keluarga gue ke orang-orang yang ada di kantor atau di manapun itu "
" dan ini poin yang paling penting, jangan nyusahin gue!!! ngerti kan loe... "
dikte Arkana dengan sangat jelas di telinga Fira, dan Fira yang mendengarnya hanya mengangguk dan tidak mengatakan apapun.
Arkana kembali merasa jengngah dengan tingkah Fira yang seperti orang idiot untuknya. " Ngomong dong Fir, yaa Tuhan!! jangan bertingkah seperti orang idiot seperti itu "
" aku disuruh ngomong?? " tanya Fir dengan polosnya
Arkana melongos " iya lah Fir, gue dari tadi ngomong sama loe ini.. dan tanggapan loe kaya gini?? "
" katanya aku nggak boleh ngomong kalau bukan kamu yang minta, makanya aku nggak berani ngomong, jadi sekarang aku boleh ngomong??? " Fira dengan sekali lagi dengan wajah polosnya
" NGGAKKK!!!!! terserah loe deh.. " Arkana keluar. bantingan pintu mobil dengan keras sempat menghentak Fira yang masih berada di dalamnya.
Arkana yang seketika menyadari akan tatapan karyawan-karyawannya langsung merubah ekpresi wajahnya untuk kembali dingin. bukan hal yang sulit untuk Arkana lakukan itu karena pada dasarnya dia memang lelaki yang dingin.
*******
__ADS_1
Sampai disini gimana?? lanjut nggak nih....
kalau masih lanjut komen dong sayang kuh 😘 dan jangan lupa votenya.. Al tunggu yoh