Tiga Cinta Di Hidupku

Tiga Cinta Di Hidupku
* Penyesalanku Mencintaimu


__ADS_3

I am back,!!! sebelumnya maaf yah, kalo selama ini ceritaku banyak typo. hehe malu aku tuh, tapi maklumin yak 😘


Happy reading..


***


Fira menyeka air matanya yang semakin lama semakin deras tak tertahan, memang apa yang bisa gadis itu lakukan selain menangis? menjalani hubungan yang tidak di ketahui publik, di hianati pula? hah menyesakkan!


gadis itu tak tahan berada di tempat menyesakkan ini lebih lama lagi, ia mengambil langkah cepat berlari keluar dari ruangan itu.


" Fira! " Arka memanggil Fira yang semakin jauh meninggalkannya " Fir, dengerin aku sayang, Firaaa!! "


tak perduli, gadis itu menekan tombol lift, berharap lift itu cepat terbuka sebelum.....


" Fir dengerin aku dulu, " Arka meraih lengan gadis itu tapi di hempaskan begitu saja oleh Fira


" jangan sentuh aku! " menatap Arka pilu " apa? apa yang harus aku dengar sekarang kak? kebohongan apa lagi yang harus aku denger dari kamu,? kamu tau penyeselan terbesar aku sekarang cuma satu, MENCINTAI KAMU! "


pintu lift terbuka...


Fira masuk di ikuti Arkana, " aku tau aku salah, aku minta maaf! " Arka menangkup kedua pipi Fira " aku minta maaf sayang "


lagi, Fira melepas paksa tangan Arka dipipinya " kata maaf kamu nggak akan bisa nyembuhin sakit yang ada di sini " Fira memukul pelan dadanya, gadis itu tertawa hambar " setidaknya aku tau sekarang, sebesar apa cinta kamu sama aku "


" nggak! nggak sayang, kamu salah aku cinta sama kamu, aku__ "


" Diam! aku nggak mau dengar kalimat menjijikkan itu lagi, sekarang lepasin aku " bersamaan dengan pintu lift terbuka, Fira mendorong keras tubuh Arkana dan segera berlari keluar.


gadis itu sudah ada di luar gedung, berlari tanpa tujuan, menyusuri jalan dengan derai air mata yang semakin tak tertahan, saat gadis itu menyebrang, satu mobil hitam tak Fira sadari semakin mendekat ke arahnya dan..


Braaakkk....


" FIRAAAAAAA!!! "


gadis itu terpelanting dengan darah mengucur di bagian tubuhnya, arka yang menyaksikan itu, seakan ribuan jarum menusuk dadanya, sesak!


kekasihnya, orang yang dia cintai tapi dia kecewakan, sekarang... " sayang! sayang! bangun, BANGUN!!! jangan tinggalin aku, aku minta maaf " Arka membawa Fira dalam pelukannya seolah tak perduli dengan darah yang sudah mengotori bajunya


Mike dan juga Leo yang baru saja tiba, membulatkan matanya, menyaksikan semua yang ada di hadapan keduanya.


" Yo, cepet telfon ambulans " Leo yang masih syok tidak mendengar jelas perintah Mike


" YO! CEPET TELFON AMBULANS "


" i.. iya " dengan tangan yang bergetar Leo merogoh ponselnya.


orang-orang sudah mulai mendekat, menyaksikan tangisan pilu dari Arkana, semua memandang Arka dengan tatapan iba. coba saja mereka tau kejadiaanya, ah sudahlah!


****

__ADS_1


Arka hanya mondar mandir di depan ruang oprasi, sesekali menghela nafas berat, mengusap wajah frustasi dan melapalkan kata maaf dan menyesal.


Ya, setelah sampai di rumah sakit, dokter langsung mengambil langkah oprasi karena luka di kepala cukup parah, dan juga kondisi gadis itu yang semakin melemah.


Mike dan Leo yang sedari tadi berada di samping Arka, hanya bisa diam. memang apa yang bisa mereka lakukan, semuanya sudah terjadi. ada titik penyesalan dalam diri Mike, seandainya saja ia tidak memberi tahu Fira, sekali saja ia tidak bertindak egois, mungkin semuanya tidak akan seperti ini, seandainya...


" udah lah Mike, semuanya udah kejadian " Leo memukul pelan pundak Mike, mengerti dengan perasaan sahabatnya itu, karena dia juga merasakan itu. seandainya dia bisa mencegah itu,


Hamis dan Raniah semakin mempercepat langkahnya setelah mendapati Mike Leo dan Arka berdiri di depan ruang operasi.


" Ma.. Mami "


plaakkk....


satu tamparan keras sudah mendarat di pipi Arkana " apa yang kamu lakukan Arka!! "


" Mami tenang, kita lagi di rumah sakit " Hamis berusaha menenangkan istrinya


" Mami nggak akan bisa tenang, anak kita pi, Fira kita sedang terbaring di dalam, berjuang untuk tetap hidup dan ini semua karena dia " Raniah menunjuk Arka " anak yang kita bangga-banggakan tapi bikin kita kecewa "


" Maaf mi " hanya itu yang sanggup di ucapka Arkana


" sejak kapan? sejak kapan kamu menjalin hubungan sama Fira di belakang Mami? "


Arka mengangkat wajahnya yang sedari tadi hanya tertunduk " Mami tau? "


" aku minta maaf! " kembali tertunduk, perasaan bersalah dan penyesalan semakin dalam menyeruak ke hati Arka.


" dan yang paling Mami nggak nyangka ini semua karena Natasya, Arka. kamu lupa apa yang sudah di lakukan wanita itu dalam hidup kamu. yaa Tuhan! apa yang ada di Fikiran kamu Arkana!! "


" sudah mi, sekarang kita berdo'a semoga Fira bisa melewati masa kritisnya " Hamis mengusap pelan punggung istrinya dan membawanya duduk di kursi tunggu, di samping Mike dan Leo


" Mami tenang yah, kita ada disini kok " Mike tersenyum menenangkan ke Raniah dan di balas anggukan oleh wanita paru bayah itu.


" Brensek!!! "


Bughhh...


Fhatan yang datang tanpa suara langsung memberikan bogeman mentah untuk Arka. setelah mendapat telfon dari Raniah, Fhatan segera meninggalkan lokasi syutingnya.


dan disinilah ia sekarang, dengan nafas yang memburu tatapan tajam dan kecewa tersemat kuat untuk Arkana, " loe apain Fira lagi Bang!!! "


Fhatan berniat menghantam Arka lagi tapi di tahan oleh Mike dan juga Leo " udah than, jangan kaya gini. Fira juga nggak akan suka "


" iya than, loe tenangin diri loe dulu. mending sekarang kita berdo'a " Leo


Fhatan menghela nafas pelan, berusaha meredam emosinya, Mike dan juga Leo sudah melepaskan cegatan tangannya dari tubuh Fhatan " ingat, kalau sampe terjadi apa-apa sama Fira, gue akan melupakan kalo loe abang gue! "


Arka hanya menyentuh sudut bibirnya yang sedikit berdarah, ia tidak perduli dengan sakit yang ada di tubuhnya, karena yang memenuhi fikirannya sekarang adalah tentang Fira.

__ADS_1


jika pukulan dari Fhatan bertubi-tubi mampu membuat Fira baik-baik saja ia tidak akan keberatan, lelaki itu dengan senang hati akan merelakan wajahnya di hantam menjadi tak berbentuk, ia hanya ingin Fira kembali padanya dalam keadaan seperti semula.


dua jam berlalu...


lampu yang bertengger di bagian sisi atas pintu ruang operasi sudah mati, sebagai pertanda bahwa operasi itu sudah selesai.


Arkana yang pertama melihat pintu terbuka dengan dokter yang keluar sambil melepas masker yang menutupi sebagian wajahnya.


" apa oprasinya berhasil, bagaimana keadaannya, apa pacar saya baik-baik saja, apa dia sudah sadar? " Arka memberikan pertanyaan beruntun pada dokter itu


" iya dok, bagaimana keadaan anak saya, bilang kalau dia baik-baik saja dok " Raniah mungguncang tubuh dokter itu yang sedari tadi hanya terdiam.


dokter itu seolah tidak mampu menyampaikan apa yang terjadi di dalam ruang operasi, tatapan matanya seolah meminta maaf dan ragu harus mmengucapkan apa.


" Jawab dokter! adik saya baik-baik sajakan? " Fhatan sudah mulai hilang Kesabarannya.


dokter Noah, dokter yang menangani operasi Fira menghela nafasnya pelan " Maafkan kami nyonya "


duar....


*****


Eng.. i... eng.... hahaks gantung lagi kan! huh maaf kalo kurang greget, aku tuh paling lemah dalam hal yang kaya gini. semoga suka yaks! btw, nggak lama lagi cerita TCH ini bakal tamat... huhu sedih kan jadinya 😢


Tinggalkan jejak kalian 😭😭😭


.


..


...


....


.....


....


....


.....


..


.


.


.

__ADS_1


__ADS_2