
Happy reading...
***
cukup lama Fhatan dan juga Arka di luar ruangan, hingga suara gelas terjatuh terdengar dari ruang Fira.
" Fira! " gumam Arka dan juga Fhatan bersamaan. keduanya langsung mengambil langkah cepat masuk ke dalam ruangan itu, dan benar saja satu gelas berisikan air jatuh hingga membuat gelasnya pecah.
" ya Ampun Fir, kok loe bangun sih. loe kan belum sehat. loe mau apa, bilang sama gue! " Fhatan memunguti gelas yang belingnya sudah berserakahn di atas lantai.
" Ha.. haus " satu kata yang Fira ucapkan susah payah
" jadi loe mau minum, " Fhatan meraih gelas baru yang ada di atas nakas setelah membuang pecahan beling, lelaki itu mengisinya dengan air dan membantu Fira menenggaknya.
Arka, lelaki itu mematung di tempatnya. ingin sekali rasanya ia membantu Fira, tapi ia terlalu pengecut untuk ada di dekat Fira saat ini. melihat kondisi Fira yang lemah, perasaan bersalah semakin menyeruak dalam dirinya. ia menyakiti gadis itu lagi!
" kenapa nggak panggil gue tadi, " Fhatan meletakkan gelas di atas nakas
Fira mengulas senyum hangatnya " aku nggak tau kalau kaka ada di depan "
" yaudah loe harus banyak istirahat "
ntah Fira menyadari atau tidak kalau di ruangan itu ada Arkana, ia seakan tak ingin melihat ke arah lelaki itu.
" loe tidur yah, gue tungguin loe disini " gadis cantik itu mengangguk tipis.
drrrtt... drrrttt... drrrttt...
getaran ponsel terdengar dari saku celana Fhatan, lelaki itu merogohnya dan segera berlalu menerima telfon.
Arkana. secara perlahan, sangat pelan melangkah mendekati brangkar Fira, lelaki itu memperhatikan wajah pucat gadis cantiknya. bersalah, menyesal, dan pilu di rasakannya dalam satu waktu.
sedangkan gadis itu, membuka mata dengan perlahan dan mendapati sosok yang dicintainya berdiri di sampingnya " kak Arka? "
Arka mengulas senyum " ganggu yah? " lelaki itu duduk di kursi tunggal yang tadi di gunakan Fhatan
Musfira menggeleng.
" Maafin aku yah? " Arka sedikit tertunduk
gadis itu mengulas senyum " kenapa minta maaf, emang bikin salah? "
aku harus kuat!
" aku jahat banget yah Fir " masih menunduk
__ADS_1
" mana ada aku bisa sayang sama orang yang jahat, " Fira berusaha bicara sebaik mungkin.
aku harus kuat!
Arka mengangkat wajahnya " kamu nggak marah? "
" kenapa aku harus marah? " masih berusaha terlihat datar
" ka... karena aku__ "
" karena cewe itu?, kenapa aku harus marah, emang dia siapa? "
" masa lalu aku Fir "
" aku tau! "
" kamu tau? "
Fira mengangguk sambil tersenyum tipis " semua orang yang melihat kekhawatiran kaka sama dia, pasti tau kalo dia punya tempat tersendiri di hidup kamu "
aku harus kuat!
" Fir "
Arka menggeleng...
" jadi apa alasannya aku harus marah? "
" Fir "
" kamu sayangnya sama aku kan? dan itu bagi aku udah cukup " Fira menghela nafas pelan " udah yah, aku mau tidur. Capek! " gadis itu menarik selimutnya hingga ke dada, dan memilih memunggungi Arka.
aku harus kuat!
tanpa Arka sadarin gadisnya itu sedang menangis dalam diamnya, kalimat ' aku harus kuat! ' terus ia gumamkan dalam hatinya.
Arka mengangkat tangannya, ingin membelai rambut kekasihnya, namun ia urungkan mendengar suara pintu terbuka.
" bang! loe bisa jagain Fira kan, ada masalah sedikit di lokasi syuting gue " Arka meraih jeket yang terlampir di punggung Sofa.
" nggak masalah "
" oke, gue balik "
setelah memastikan Fhatan benar-benar pergi, Arka melanjutkan aktifitasnya yang tertunda mengelus kepala Fira dengan lembut " Maafin aku sayang, please kasi aku waktu, aku nggak mau gantiin kamu dengan siapapun, apa lagi itu masa lalu aku. nggak akan sayang! "
__ADS_1
lelaki itu, melirik jam melingkar di lengannya dan menunjukan pukul 12 malam. ia merebahkan dirinya di atas sofa panjang di ruangan itu.
baru saja lelaki itu akan terlelap, suara getaran ponsel mengalihkannya.
Natasya is calling...
Arka menggigit bibir bawahnya, menimbang apa dia harus mengangkatnya atau tidak, lelaki itu melihat sekilas ke arah Fira dan sepertinya gadis itu sudah terlelap. dengam langkah pelan, Arka keluar dari ruangan itu dan memutuskan mengangkat telfon gadis masa lalunya.
" Halo Nat, "
" Arka, kamu nggak papa? "
" gue nggak papa! "
" aku khawatir, soalnya kamu langsung nyuruh Mike ngantar aku, aku fikir kamu lagi ada masalah "
" tadi Fira hilang, jadi gue nyariin ".
" Fira sekertaris kamu "
" iya " kekasih gue juga! namun sayang kalimat itu hanya sampai di tenggorokan,
" terus sekarang dimana? "
" dia demam karena kehujanan, makanya ini lagi di rumah sakit "
" Oh "
" Nat, masih ada yang penting nggak, gue mau masuk jagain Fira lagi. gue matiin telfonnya dulu " tanpa berniat mendengar balasan Natasya, Arka langsung memutus panggilannya.
" Maafin gue Nat, gue udah punya Fira sekarang! " Arka kembali masuk ke ruangan Fira, dan melangkah mendekati brangkar gadis itu, duduk di sampingnya dan meraih tangan Fira untuk ia genggam. rasa kantuk sudah menggelayuti lelaki itu, ia langsung menyandarkan kepalanya di samping Fira, sambil menggengam tangan gadis itu.
***
Huaa... aduh gimanayah,! aku moodian orangnya. maaf yah upnya cuma satu doang pendek lagi. iya.. iya nggak papa di judge akunya. bukannya nggak mau nulis atau apa, cuman otak aku akhir2 ini sedikit blank, bukan gimana2 aku udah Up di novel aku yang sebelah tapi ini udah terhitung 6 hari belum lolos reviuw juga sama pihak Manga ðŸ˜ðŸ˜
itu yang bikin aku malas nulis. mohon di mengerti yah!
Tinggalkan jejak kalian. ðŸ˜ðŸ˜ðŸ˜
.
.
.
__ADS_1