
Maaf karena baru up...
Karena kelamaan gak up aku saranin untuk baca dua part sebelumnya supaya lebih dapat Feelnya di part yang ini..
***
" Ngapain loe kesini? " ucap Arka ketus
wanita itu melangkahkan kakinya semakin mengikis jarak antara dirinya dan juga Arkana " ka, aku mau ngomong sesuatu. ini tentang perusahaan keluarga aku. aku kesini__ "
" mau minta bantuan,? " Arkana tersenyum miring " jangan berharap Nat "
" ka, ini semua gak ada sangkut pautnya sama keluarga aku, ini murni kesalahan kita_ "
" Kita? " Arka mengangkat satu alisnya, menatap Natasya dengan tajam " jangan loe sebut-sebut lagi kata 'kita' antara loe sama gue "
" kamu gak bisa nyalahin aku sama semuanya, ini semua gak akan terjadi kalao kamu juga gak mau ka! " sentak Natasya
Natasya berniat semakin mengikis jarak antara dirinya dan juga Arkana, " Stop disitu! jangan deket-deket Fira gue gak mau dia drop karna ada loe disini, sekarang keluar! "
" Ka! "
" keluar! "
Natasya menggeleng keras kepala " tujuan aku kesini buat perusahaan keluarga aku yang di akuisisi sama orang tua kamu, aku gak terima ka, aku gak terima! " teriak Natasya histeris
" dasar cewe gila! " umpat Arkana,
" Arkana! "
" Keluar gue bilang Nat! loe ngerti bahasa manusia kan? " Arka semakin menatap Natasya tajam
" Wah.. wah.. ada drama disini " satu suara membuat Arkana dan Natasya langsung mengalihkan pandangannya ke arah pintu.
Abimanyu masuk dengan cara yang sangat elegan, dengan kedua tangannya di dalam saku celana, wajah datar, ia berjalan melewati Natasya dan juga Arkana tanpa menoleh dan langsung menuju brankar Fira, meletakkan satu tangkai mawar putih, yang ia tau adalah bunga kesukaan gadis itu.
lelaki itu mengusap lembut puncak kepala Fira " loe apa kabar? loe pasti ke ganggu yah sama mereka berdua, sory gue telat datang__ "
" Bim! "
" Ssstttt... kalau loe mau berantem sama cewek loe jangan disini, ganggu! " Abimanyu dengan rahang yang sudah mengeras, apa lagi ada Natasya, gadis tidak tau diri itu!
__ADS_1
" dan Loe " Abimanyu menunjuk ke Natasya " masih punya muka datang kesini, apa hukuman keluarga gue belum cukup Natasya " Abimanyu tersenyum miring " sebenarnya ini gak adil, harusnya bukan cuma loe yang bertanggung jawab tapi cowok loe juga "
" Stop Bim! "
" Karena ini semua gak akan terjadi kalau si cowoknya juga gak mau " melirik sini ke Arkana " Heran! "
" itu alasan aku datang kesini, aku mau__ "
" mau ngemis " potong Abimanyu merendahkan, lalu tertawa mengejek " Percuma! "
" aku gak mau ngemis Abimanyu! aku__ "
" Ssstttt... loe gak punya kekuasaan untuk berteriak ke gue Natasya " Abimanyu menekankan kata 'Natasya' agar wanita itu menyadari posisinya sekarang.
" Please Bim, aku mau ngomong sama orang tua kamu, aku mau minta mereka untuk jangan ngusik keluarga aku, ini murni kesalahan aku, aku datang kesini untuk minta maaf " Natasya dengan tampang memelasnya
" Maaf loe bilang? " Abimanyu menaikkan satu alisnya, lalu menggeleng " Maaf loe gak akan bisa bikin Fira kembali seperti semula!!! " bentaknya frustasi.
" Nat, loe sekarang keluar deh, " itu suara Arkana yang sejak tadi memilih diam
" loe nyuruh dia pulang? " Abimanyu menunjuk Natasya dengan dagunya " gak sekalian ikut " lalu tersenyum miring
" gue udah ngaggap gue gak punya Abang, sampai Fira baik-baik aja, kalau loe lupa! " balas Abimanyu tak kalah sengit
tiba-tiba suara dari ventilator yang menunjukkan tanda-tanda kehidupan Fira berbunyi, menandakan bahwa Fira mengalami drop, sontak saja itu membuat Arkana dan Abimanyu kalang kabut,
dengan langkah cepat Arka menekan tombol yang ada di samping nakas, tombol yang di gunakan untuk memanggil dokter ataupun suster,
kedua lelaki itu semakin terlihat khawatir, karena tubuh gadis yang sedang berbaring itu tiba-tiba juga kejang,
" ada apa ini? " dokter Noah masuk di ikuti oleh dua suster di belakangnya
" kami gak tau dok tiba-tiba saja Fira kejang-kejang seperti ini " jelas Abimanyu membiarkan dokter Noah menggantikan posisinya berdiri di samping Fira.
segera saja Noah memeriksa Fira dengan melakukan protokol pemeriksaan di bantu oleh kedua suster yang tadi datang menemaninya.
" kita lakukan Neurostimulasi rensponsif. suster tolong siapakan alatnya " Ucap dokter Noah dengan cepat, raut khawatir tergambar jelas di wajah Noah membuat Arka dan Abimanyu merasa takut
" sebenarnya apa yang terjadi dok " pemikiran-pemikiran negatif tentu saja menggelayuti otak kedua lelaki itu
" maaf tuan muda, saya tidak bisa menjelaskannya sekarang. tapi demi kenyaman dan kelancaran pemeriksaan. saya harap tuan muda bisa menunggu di luar " setelah mengatakan itu Noah kembali memfokuskan dirinya memeriksa Fira.
__ADS_1
dengan langkah berat Arkana, Abimanyu dan juga Natasya yang sedari tadi hanya diam segera keluar dari ruang perawatan gadis itu.
ketiganya sudah berada di luar, Arka dengan pandangan kosongnya, Abimanyu yang terus bergumam melapalkan do'a sambil menatap Natasya dengan tajam " kalau sampai terjadi sesuatu sama adik gue, loe yang akan tanggung jawab! "
Natasya menelan ludahnya susah payah, ia tau kesalahannya fatal karena sudah berani masuk ke dalam hubungan orang lain, tapi kenapa semua orang seolah hanya menyalahkannya? toh ini tidak akan terjadi jika Arkana juga tidak meresponnya.
" kenapa kamu ngomong itu seolah-olah disini cuma aku yang bersalah " sulut Natasya tak terima
" karena semua ini gak akan terjadi kalau loe dengan tidak tau malu masuk ke dalam hidup Arkana lagi..!!!! " bentak Abimanyu dengan emosi yang sudah sampau di ubun-ubun.
tiga puluh menit kemudian, pintu ruangan Fira kini terbuka lebar, menampilkan Noah dengan stelan jas putih dokternya, Noah menghela nafas berat. meski samar keringat di pelipis Noah masih terlihat pertanda ia sudah melakukan pekerjaan dengan semaksimal mungkin.
Arkana berusaha menekan semua pemikiran negatif dan rasa khawatir yang muncul begitu melihat ekspresi dan raut wajah dokter Noah
yang kedua lelaki itu harapkan pagi itu hanya satu, Musfira selamat dan masih bersama mereka.
dengan nafas yang tercekak, Abimanyu dan Arkana menunggu penjelasan mengenai kondisi Fira, " Pasien mengalam reaksi kontak otak dengan sangat cepat, sejatinya orang yang mengalami koma memang kehilangan kesadaran, tapi tidak sepenuhnya karena pasien masih bisa mendengar apa yang terjadi di bawah alam sadarnya, saya tidak tau apa yang membuat kondisi non Fira menjadi sangat down. dan maaf itu membuat kinerja jantung berhenti seketika "
sang dokter pun dengan empati melanjutkan " Kami sudah berusaha semaksimal mungkin, namun Tuhan berkata lain. Maaf, Non Musfira tepat pukul 09:15, tanggal 25 Juni 2020 di nyatakan Meninggal dunia ".
***
Mau ngomong apa di part ini.. ðŸ˜ðŸ˜
ini nyata gak sih? Fira meninggal? atau cuma?! pertanyaan kalian akan terjawab di part selanjutnya!
btw aku juga mohon maaf, karena penjelasan medisnya sedikit ngawur. yah kan! aku tidak di ahli itu.. nikmatin aja ceritanya 😘
Tinggalkan jejak kalian!
.
.
.
.
.
.
__ADS_1