Tiga Cinta Di Hidupku

Tiga Cinta Di Hidupku
* Siapa Diga???


__ADS_3

Happy reading...


***


" kok loe masih diam, emangnya loe fikir_"


" udah ya bang! sumpah gue ngantuk " mengalihkan, dan berpura-pura berHoam ria " gue mau tidur " Abimanyu langsung mencari posisi ternyamannya di sofa sebelahnya tanpa perduli tatapan kesal Arka.


Arka menghela nafas panjang, ia Sebenarnya juga sangat lelah, tapi melihat Fira yang sedang terbaring, tak mampu membuatnya untuk tidur dengan tenang.


ia baranjak dari sofa, berjalan pelan ke arah Ranjang pesakitan itu, menarik kursi tunggal yang tidak jauh dari nakas. Arka menyandarkan bokongnya, kedua sikunya bertumpu di atas ranjang, tepat di samping lengan Fira, dan menyandarkan keningnya di kedua tangannya yang menyatu.


gue nggak tau perasaan ini mulai dari mana? gue udah berusaha nolak ini semua, tapi lihat loe ada disini, buat gue nggak bisa nggak natap loe,,


Arka dengan ragu meraih tangan Fira yang tidak terinfus di bagian kiri, menggenggamnya erat, ia mulai nyaman dengan sentuhan ini. ada apa ini? pertanyaan itu terus berputar dalam kepalanya, seakan itu adalah kaset yang tidak akan berhenti.


Arka menghela nafas panjangnya lagi, mungkin benar, gue.. gue emang udah jatuh_


apa yang ingin ia ungkapkan dalam hatinya terhenti ketika ia merasakan tangan Fira mulai bergetar pelan, " jangan pergi kak, aku mohon jangan!! kak diga jangan pergi..!! " racau Fira dalam tidurnya,


Diga? Arka mengerutkan keningnya Diga? siapa??? Arka semakin merasa genggaman tangan gadis itu semakin erat, keringat dingin yang mulai nampak membasahi keningnya, mempertegas bahwa gadis ini sedang bermimpi, bermimpi sesuatu yang tidak ia inginkan.


" kak DIGA..!!!! " teriak fira dan langsung terbangun dari mimpinya, itu membuat Abimanyu juga terbangun dari tidurnya


" hey.. hey... tenang it's ok!!! right, gue disini " Arkana menenangkan Fira dengan menangkupkan kedua tangannya di wajah Fira " gue disini, "


" a... aku.. aku.." tak mampu berkata, bayangan masa lalu itu muncul lagi, setelah sekian lama Fira mendengar nama itu lagi dan itu membuatnya mengingat kenangan itu lagi.


Dirga... Diga.....!!!!


" loe kenapa Fir " Abimanyu melepaskan tangan Arka di wajah Fira, dan menggeser posisi Arka dengan memegang ke dua pundak Fira " loe nggak papa! tenang yah gue disini, " dan Fira hanya mengangguk, mengatur nafasnya.

__ADS_1


Arka menatap Abimanyu dengan menyipitkan matanya, hatinya merasa tidak suka melihatnya dekat dengan Fira, ini bukan lagi tentang kedekatan Abimanyu dengan Fira, tetapi tentang Fira yang dekat dengan laki-laki lain meskipun itu adiknya sendiri.


Really? are you jealous Arka.? sangat lucu...


" sekarang loe balik tidur yah? loe cuma mimpi tadi, nggak akan terjadi apa-apa, we are whit you " Abimanyu membaringkan Fira kembali.


Abimanyu telah mengambil posisi Arka, dengan duduk di kursi yang berada di samping Fira. Arka mendengus kesal " itu tempat gue Bim, loe kok duduk disitu "


" Cih. emang ada tulisannya yah!? ini kursi Arka dan hanya Arka yang boleh duduk! Nggak kan? jadi Diam! "


" Makin lama loe makin kurang ajar Bim, nggak ngehargain gue, kakak loe! " Arka mulai jengkel..


" itu semua sebelum loe nyakitin Fira, gue selama ini ngehargain loe bang! loe laki-laki ke dua yang sangat gue hormati setelah bokap, tapi ngeliat loe selama ini memperlakukan Fira kaya gimana, gue jadi berfikir loe itu sebenarnya masih punya perasaan atau nggak! " sarkas Abimanyu


" Bim!!!!! " memekik namun kemudian menghela nafasnya kasar " gue kan udah berubah Bim, gue berusaha nerima dia sekarang dan_"


" Cih... berubah dengan loe bikin dia sakit kaya gini? " Abimanyi menggenggam tangan Fira, dan itu tidak luput dari pandangan Arka yang duduk di sofa yang tidak jauh dari mereka.


Fira mendengar semuanya, ia hanya berpura-pura tidur. Arka sudah menerimanya? Benarkah? itu yang ia Fikirkan. ada rasa lega dan bahagia dalam dirinya saat ini. ntah kenapa di terima oleh Abimanyu ataupun Fhatan sebelumnya tidak seperti yang ia rasakan sekarang. apa karena tingkat kebencian mereka yang berbeda, tapi ia tak peduli itu, yang ia tau Arka sudah menerimanya dan itu sudah cukup.


****


setelah mendapat kabat dari Abimanyu pagi-pagi sekali ia langsung berangkat kerumah sakit bersama Hamis suaminya dan Fhatan yang saat ini berdiri di samping Fira.


" loe ko' kaya gini sih Fir " tidak kalah dengan Raniah, sang anak bungsu juga sudah menampilkan wajah khawatir yang tak mampu di sembunyikan


gadis itu tersenyum manis di bibir pucatnya " Fira nggak papa kok mi, cuma demam biasa sekarang liat aku baik-baik aja, jadi mami nggak usah khawatir "


" ini nggak usah di tanya lagi ulah siapa!! " Raniah langsung menatap tajam Arka yang tengah duduk santai di sofa.


" Mami kok ngeliatin akau kaya gitu, aku nggak ngapa-ngapain dia loe mih, " Arka mengerdikkan kedua bahunya " aku mana tau kalau dia bakal sakit gitu "

__ADS_1


" kamu itu, Selalu berkilah orang kamu yang salah, ngapain kamu bawa Fira ke jalanan antah berantah kaya gitu, kamu emang cari mati yah Arka!! " Raniah mulai jengkel.


Arka tak berniat melanjutkan perdebatannya karena ia tahu ini tidak akan sebentar. jadi ia lebih memilih membaringkan tubuhnya di sofa, lelaki itu memang sangat lelah. setelah perdebatannya dengan Abimanyu tengah malam yang memakan waktu panjang dan tidak membiarkannya tidur dengan baik, dan sekarang Raniah, maminya.... oh jangan lagi!!!


" gimana perusahaan ? " ketimbang memarahi anaknya, Hamis lebih memilih membahas masalah perusahaan, namun bukan berarti ia tak khawatir juga. ia mengambil duduk di sofa tunggal.


" baik pi.. semuanya masih bisa aku handle " jawab Arka santai


" bagaimana dengan kerja sama kamu dengan dirga?? " tanya Hamis


Dirga? diga? yaaah kenapa gue baru ingat!!


ia terus mengingat setiap kejadian yang di lalui saat bertemu dengan CEO jaya group itu, tentang tatapan seorang Dirga yang manatap Fira dengan tidak biasa.


" tidak apa-apa, hanya masalah pribadi " satu kalimat yang di ucapkan Dirga berhasil merasuk mengganggu Fikirannya


hanya masalah pribadi, berarti ini ada hubungannya dengan fira, tapi... tapi apa!??


Fikiran itu terus mengganggunya, ntah mengapa sekali lagi dia tidak menyukai Semua fakta tentang Fira, dan sekali lagi ini bukan tentang kebenciannya tapi kedekatan Fira dengan banyak laki-laki dan sungguh Arka tidak suka, sangat tidak suka!!!


Abimanyu, Mike, dan sekarang Dirga? triple Shit!


" Arka... hey Arka!!! " panggil Hamis karena merasa di abaikan.


" eh!? yah pi kenapa? " tersadar


" kamu yang kenapa? sepertinya hari ini kamu lelah Nak, hari ini kamu jangan kerja dulu. biar Billy yang handle di kantor. "


Arkana hanya mengangguk tipis, benar ia memang sedang lelah. bukan hanya lelah tentang Fisik, tapi Hati... ya!!! dan itu karena Fira.


****

__ADS_1


jangan marah... aku lagi sibuk banget, apa lagi sekarang harus di rumah, jadi semua kerjaan harus dipindahb dirumah... 😩😩


Tinggalkan jejak kalian 😭😭


__ADS_2