
aku selesain ini pas setelah sahur.. demi siapa coba? demi kalian lah.. makanya jangan pelit like, komen, and Votenya guys.. makin banyak jejak yang kalian tinggalkan makin semangat aku upnya.. woke!
Happy reading...
**
" Maaf "
Arkana mengernyit " kenapa minta maaf sayang, kamu nggak salah apa-apa, hm? "
" Ma..maksud aku maaf aku lama, " Fira ber-alih
" Nggak papa sayang, kita masuk yah sebelum ada yang liat kita dalam posisi ini " Arka melonggarkan pelukan Fira dan menggiringnya masuk ke dalam ruangan
" Billy mana? "
" dia aku suruh meninjau pembangunan di Permata indah, kamu udah makan siang? " Arka mendudukkan Fira di atas sofa
" u.. udah tadi di...... panti " gadis berbohong
" bagus deh " Arka merapikan anak rambut Fira " sayang, nanti malam ikut aku yah! "
" kemana? "
" acara reuni teman-teman aku, ya!? "
" kok aku aku di ajak, itu kan acara reuni kamu "
" ya nggak papa, lagian bisa bawa pasangan kok sayang, kamu ikut yah? " pinta Arka sekali lagi,
gadis itu mengangguk tipis seraya tersenyum, melihat itu Arka tidak tahan untuk tidak memeluk sang kekasih " makasih sayang " mengecup puncak kepala Fira
" Oh iya, gimana kabar ibu panti kamu, trus bahas apa aja? " Arka melepas pelukannya
" ba... baikko, cu..cuma bahas masalah anak-anak panti "
Maaf
Arka mengangguk paham " kalau gitu, kita belanja gaun untuk kamu pake nanti malam, kamu belum pernah kan beli gaun selama jadi anak Abraham " lelaki itu mengerdipkan satu matanya
" apa'an sih, " Merona
" ceileeh Malu, nggak usah malu kali sayang, sama pacar sendiri juga " Arka mengusap lembut puncak kepala Fira
Yaaaa Tuhan, jangan biarkan ini berakhir. aku mohon,!!!
****
" Kamu mau pake yang mana?? "
pertanyaan Arka kepada gadisnya itu setelah menyuruh pegawai butik untuk mengeluarkan beberapa potongan gaun keluaran terbaru.
" kak, apa ini nggak terlalu berlebihan aku make yang simple aja yah " munafik Fira jika tidak menyukai gaun-gaun di depannya ini hanya saja.....
" nggak ada yang simple untuk someone special "
ntah Fira harus bahagia atau merasa malu mendengar itu karena beberapa karyawan butik masih ada di dekat mereka, dan tentu saja mereka mendengarnya dengan jelas.
Fira menyikut lengan kekasihnya " banyak orang kak " ucap gadis itu setengah berbisik
Arka mengherdikkan bahunya sebagai tanda tidak perduli.
__ADS_1
" maaf pak, kami juga punya satu gaun keluaran terbaru, yang kami yakin bapak akan menyukainya " karyawan toko itu mengeluarkan satu gaun berwarna hijau dengan potongan V di bagian depannya, dan tali spagheti di belakangnya. sedikit terbuka!
alis Arka terangkat sebelah, melihat gaun itu dengan tidak suka " loe fikir pac_ sekertaris gue ini seorang jal*ng, loe kasi baju yang kekurangan bahan seperti ini "
" Ma.. maaf pak, sa.. saya hanya " karyawan itu mendelik takut
" hanya apa,? " Arka menaikkan suaranya dua oktav
" Arka udah,aku nggak papa "
" nggak papa gimana Fir, masa kamu mau di kasi gaun kaya gini " Arka menatap karyawan itu dengan tajam " aku nggak mau yah kamu pake baju yang ke buka, aku nggak rela ada yang liat tubuh kamu, apa lagi laki-laki, aku nggak mau! "
" iya.. iya... aku juga nggak akan make baju kaya gitu "
setelah berhasil menangkan Arka, Fira kembali memilah baju yang eleghan tapi tetap sopan, sesuai permintaan kekasihnya itu.
satu karyawan menghampiri karyawan yang mendapat sarksan dari Arka " kamu nekat banget sih, kamu tau diakan.? " ucap karyawan itu dengan berbisik
" aku nggak tau, yang aku tau pasti cewe yang lagi sama tuan itu cewe penggoda. cantik sih emang, tapi melihat penampilan dan sikapnya, dia kampungan! "
" Hussstt.. hati-hati sama mulut kamu, lelaki itu putra sulung keluarga Abraham, dan sepertinya aku tidak perlu menjelaskan siapa itu Abraham " masih dengan berbisik
mendengar kata Abraham, karyawan itu langsung menutup mulutnya, tak percaya bahwa ia baru saja mencari masalah dengan keluarga yang terkenal berkuasa itu.
Tamat riwayat aku, kalau sampai Tuan itu mendengar suaraku yang sudah menghina sekertarisnya.
****
Malam ini telah tiba, Arka sudah tampil mempesona dengan balutan Tuxedo hitam yang sempurna membungkus tubuh proposionalnya, dengan rambut yang sudah di tata rapi, semakin menambah kharismanya.
pantas saja ia di jadikan sebagai putra mahkota di keluarganya, karena dari ke tiga putra Abraham, Arkana adalah yang paling mendominasi, rahang yang tegas, sorot mata tajam, hidung mancung, kulit putih, dan sangat kharismatik, jangan lupakan sikap dingin yang selalu ia tunjukan kepada orang yang tidak mengenalnya dengan baik. itu adalah satu nilai plus untuknya,
' sayang, kamu mau kemana? " Raniah yang sedang di ruang tamu melihat putra sulungnya itu sudah rapi dengan balutan jasnya
" ada acara Arka? " Hamis
" iya pi, reunian nanti juga akan ada Mike sama Leo disana " Arka mengambil duduk di samping Raniah
" sendiri? " Raniah menelitik anaknya dari atas sampai bawah " Oh Astaga! Mami lupa kamu kan nggak punya pacar, tentu saja sendiri " Raniah dengan nada mengejeknya
" Kata siapa aku nggak punya pacar " Arkana tersenyum misterius
" Emang kamu udah punya pacar? " tanya Raniah antusias
" di jawab nggak yah!?? " Arka dengan nada menggodanya
" Mami mana percaya kamu punya pacar, orang kamu aja nggak pernag bawa perempuan ke rumah, "
yaiyalah, orang pacar aku tinggal disini.
" Fira mana mi? " Arkana mengalihkan
" Lah,.. ngapain kamu cari Fira? "
" kan yang nemenin aku kepesta Fira " jawab Arka santai
" Emang Fira mau? "
Arka berdecak " alasan apa Fira nggak mau, orang cuman nemenin Arka kok Mi, lagian aku__ " kalimat Arka menggantung melihat seorang bidadari tak bersayap menuruni undakan tangga dengan pelan.
__ADS_1
ahhh Ralat! itu adalah kekasihnya, gadisnya, wanita yang sangat Arka cintai setelah ibunya. Oh Astaga Fira bisa di kuncikan di kamar saja tidak sih? Arka tidak rela jika ada yang menikmati kecantikan gadisnya itu. sungguh!
" Ya ampun sayang, kamu cantik banget! " Raniah menutup mulutnya histeris melihat penampilan anak angkatnya itu malam ini, dengan balutan gaun merah maron tanpa lengan, gadis itu terlihat lebih dewasa dan cantik!
" masa sih mi, aku aja kurang pede ini " Fira menelisik dirinya sendiri
" No, anak Mami yang tercantik " Raniah menyikut lengan Arka " adik kamu cantikkan nak "
Arka tersadar, setelah sedari tadi tak mengalihkan pandangannya matanya dari kekasihnya.
ini pacar gue bukan sih, kok cantik banget!
" Arka? "
" Ya? "
" Fira cantik kan? "
" Ca... cantik mi "
mendenger pujian langsung dari mulut Arka membuat Pipi Fira bersemu merah.
".kalian kalo pulang jangan malam-malam " wejangan Hamis di mulai, " apa lagi kamu sama adik kamu, jaga dia dari laki-laki nggak baik yang ada di sekeliling kamu "
pastilah pih, orang pacar aku...
" iya pih " Arka menghampiri gadis itu, " udah siap? " setelah mendapat anggukan, Arka meraih tangan Fira untuk ia genggang seolah lupa jika di sekitar mereka masih ada Hamis dan Raniah yang menatap keduanya dengan alis yang berkerut
" di jagain pih, biar nggak ada yang ganggu " kelakar Arka yang menyadari tatapan dari kedua orang tuanya.
" dasar kamu itu, suka ja'im sama adik kamu sendiri " Raniah menggelengkan kepalanya
" Mami, Papi, Fira pergi dulu " pamit gadis itu
" iya, jaga diri sayang dan__ "
" dan jangan mudah dekat dengan cowo asing " Hamis memotong kalimat istrinya yang membuat wanita paru bayah itu mencebik
nggak akan aku biarin...
***
Wohoho... kira-kira bakal terjadi apa yah di pesta. ada yang bisa nebak nggak nih?! kalo yang setia ngikutin cerita ini pasti tau! hahaka berharap ako...
Tinggalkan jejak kalian ðŸ˜ðŸ˜ðŸ˜
.
.
.
.
.
.
.
__ADS_1
..