Tiga Cinta Di Hidupku

Tiga Cinta Di Hidupku
* keinginan Fira


__ADS_3

" Mami " panggil Fira kepada Raniah,


mereka berdua sedang berada di dapur menyiapkan makan malam di temani beberapa pelayan.


Raniah menoleh, mengalihkan pandangannya ke Fira yang terlihat sedang sibuk dengan pisau kecil di tangannya. " kenapa sayang,? "


" apa aku bisa Minta sesuatu...?? " tanya Fira dengan ragu.


" tentu saja, memangnya anak Mami ini mau minta apa..? "


" Fira... Fira...mau.... " Fira menggigit bibir bawahnya, iya terlalu takut mengungkapkan keinginannya.


Mengernyitkan " Mau?? mau apa emang sayang? bjlang aja! " Raniah menyakinkanka


" Fira mau kembali bekerja di restoran Mi.. "


Rania mengerutkan keningnya " Loh.. kamu lagi butuh uang, ato kamu lagi pengen sesuatu sayang?? kenapa nggak minta aja langsung sama Mami.. kamu nggak harus cape-cape kerjakan nak"


Musfira menggeleng " Nggak mi.. aku nggak pengen apa-apa. aku juga lagi nggak butuh uang, aku cuma pengen balik kerja, aku bosan Mi di rumah terus nggak ngapa-ngapain. aku mohon ya Mi " Fira bermohon


" tapi sayang ___ "


" aku janji, aku bakal jaga diri. Fira mohon.!! " sekali lagi memohon dengan menangkupkan ke dua tangannya.


Rania menghela nafas " yaudah, tapi kamu harus janji. kamu bakal jaga diri, dan kita harus bicara dulu sama Papi, kalau Papi nggak ngizini, Mami juga nggak "


Fira mengangguk semangat dan memeluk Raniah dari samping " Mami yang terbaik "


***


Semuanya sudah berkumpul di meja makan, termasuk Fira yang merasa canggung berada di antara keluarga besar angkatnya.


sudah dua minggu Fira tinggal di kediaman Abraham. tapi hubungannya dengan ke tiga kakak angkatnya ini belum ada kemajuan, mereka masih saja dingin dengan Fira, bahkan tak segang mengumpatnya dengan kasar,


mereka benar-benar tak menganggap keberadaan gadis itu, seperti seonggok sampah yang menjijikkan dan tak bernilai.


tatapan-tatapan tajam bak belati yang siap menghulus melukai lawannya, menjadi pemandangan yang biasa Fira terima dari ke tiga saudara angkatnya itu.


Gadis itu sedih??? tentu saja. mendapat perlakuan seperti itu, siapa yang tidak akan kecewa. Namun apa yang bisa dia lakukan selain diam dan menerima takdirnya di rumah ini, tidak ada yang bisa memaksa orang lain menerima kehadirannya dan dia tidak punya hak untuk itu.

__ADS_1


keheningan tercipta di tengah-tengah acara makan malam, yang ada hanya suara sendok yang beradu dengan piring, tak ada yang mengangkat untuk bicara dan menetralkan keadaan.


" Nak, kata Mami kamu akan kembali bekerja, di restoran tempat kamu kemarin? " Hamis memecah keheningan " Kamu lagi Nggak butuh sesuatu kan nak, yang mengharuskan kamu untuk bekerja!?? " Lanjut Hamis


Fira menggeleng " aku hanya ingin bekerja pih, Fira sedikit bosan jika tidak melakukan sesuatu!!"


" kalau itu keputusan kamu, kami akan mendukung.. " putus Hamis


seringai bahagia tergambar di raut wajah gadis itu, seenggaknya kalau aku bekerja, aku tidak harus selalu bertemu dengan mereka. dan ini lebih baik. Fira


Sementara Arkana dan kedua adiknya tetap Fokus dengan makannya, sangat tidak ingin ikut campur dengan percakapan Orang tua dan adik angkatnya itu. Ehhh Ralaatt, bukan adik angkat tapi gadis yang tidak ada artinya. karena sampai saat ini mereka belum menganggap Fira adalah bagian dari keluarga Abraham


Arkana mulai jengngah berada satu meja dengan gadis itu, dia memilih menyudahi makan malamnya, seperti hari-hari sebelumnya, Arka kekurangan nafsu makannya jika harus berbagi meja makan dengan gadis Sok polos di depannya itu. Fikirnya. " Aku sudah selesai... " ujar Fhatan yang langsung meninggalkan meja.


" kamu makan baru setengah Nak. ko' udahan? " tanya Raniah


" Udah Nggak selera mi... " Arka terus berjalan menaiki anak tangga menuju kamarnya.


beberapa menit kemudian ia kembali turun. terlihat stylenya telah berganti. dengan jeket kulit hitam, celana jeans, dan sepatu putih yang melekat sempurna di tubuhnya.


Arkana menuruni anak tangga satu persatu melewati mereka yang masih berada di meja makan. hingga suara Fhatan menghentikan langkahnya " Loe mau kemana bang?? "


" Bosan di rumah " jawab arkana cuek. melanjutkan langkahnya tanpa berniat menoleh sedikitpun.


" eh.. eh... bang!! gue belum selesai nih, main tarik-tarik aja, " protes Fhatan


" makan mulu kerjaan loe," Abimanyu terus menarik lengan Fhatan,


" ah elaah.. nggak asik loe " berdecak kesal


" Bodo Amat!!!!! "


****


Lelaki bertubuh tinggi, memiliki bentuk tubuh yang hampir menembus kata perfect, hidung mancung, berkulit putih bersih, aura ketampanan dan kharismatik melekat jelas di tubuh lelaki itu.


semua mata kini tertuju padanya, apa lagi untuk kaum Hawa, ingin sekali melemparkan diri mereka kepelukan lelaki ini.


apa itu Arkana,? putra sulung dari keluarga Abraham.

__ADS_1


ternyata berita yang beredar bukan hanya kabar burung, ketampanan seorang pewaris Abraham group itu benar-benar di luar batas.


wahhhhh sempurna!!!


apa dia punya teman kencan malam ini, kalau belum aku mau menemaninya.


itu lah beberapa ungkapan kekaguman yang dilontarkan para wanita yang beruntung dapat melihatnya malam ini. bukan tanpa sebab, perawakannya yang pendiam, dingin, dan juga misterius menjadikannya seseorang yang sangat sulit untuk di dekati,


berbagai stasion televisi selalu mencoba untuk mengundangnya, menampilkan wajah tampannya ke khalayak ramai, namun ia selalu menolaknya. ia sangat tidak suka dengan dirinya terekspos camera, apa lagi untuk masalah pribadi.


pujian yang dia dapatkan tidak membuatnya luluh sedikitpun, baginya itu sudah biasa. ia tetap berjalan melewati orang-orang yang ada di dalam club dengan tatapan dingin menambah Aura sempurna dalam dirinya.


langkahnya terhenti di depan pintu salah satu ruangan VVIP di bar Black World itu, ia memegang knop pintu dan membukanya.


" waaahhh... siapa nih yang datang? " sambut Mike yang terkejut melihat sahabat yang sudah lama tak dijumpainya ini.


2 bulan Mike keluar kota menyelesaikan masalah perusahaannya. Mike juga sahabat arkana sejak kecil setelah leo. dia juga adalah salah satu anak pengusaha yang cukup berpengaruh di kota X. Papi Hamis sangat mengenal baik orang tua Mike. makanya dari kecil mereka bertiga sangat dekat.


" apa lagi kalau Nggak ada masalah " tebak leo yang mengerti dengan apa yang di alami Arkana saat ini, " terakhir kesini juga dia ada masalah, mabuk-mabukan dan berakhir di Ranjang gue" lanjut leo dengan seringai menggoda, hingga membuatnya mendapat tatapan tajam dari Arkana,


" Sialan Loe. bukannya bantuin gue buat mikir.. " umpatnya kepada Leo


" emang ada masalah apaan sih?? " mengernyit bingung, pasalnya ia yang baru datang tentu saja tidak tahu informasi apapun.


Leopun menjelaskan tentang masalah yang mengganggu arkana 2 minggu ini, Leo tau Arka akan kehilangan Moodnya jika sedang membahas gadis itu dan Mike langsung memahaminya.


" Owh.. jadi itu masalah loe, rumit juga!!! " berfikir sejenak " gue rasa ni yaah.. loe Nggak bisa nyalahin tu cewe apa lagi orang tua loe dalam hal ini " Mike berpendapat.


" maksud loe? " Arka berkerut


" dengerin gue baik-baik. loe Nggak bisa egois dengan cuma mikirin perasaan loe doang. Mami loe itu seorang ibu yang kehilangan anak gadisnya 10tahun lalu. jadi suatu kewajaran kalau dia ngeliat tu cewe bisa langsung sayang apa lagi usia mereka yang mungkin sama jika seandainya Arlita masih hidup " Mike menghela nafas dalam-dalam " loe tau apa tentang Nyokap loe selama ini? mungkin yang loe liat selama ini, nyokap loe baik-baik aja. loe mungkin kehilangan adik tapi dia kehilangan Anak bray.. " jelas Mike yang sedikit dewasa ( Menurut author 😅)


" yang ini gue setuju, Come on dude,, rasa sedih seperti apa yang ngalahin rasa sedih seorang ibu yang kehilangan anaknya hah?? "


timpal leo


" Tapi gue___"


" Nggak ada tapi-tapian. kalau emang loe nggak bisa nerima dia jadi adik loe setidaknya jangan buat hidup dia susah.. loe ngerti kan maksud gue?? " sarkas Mike langsung memotong ucapan Arkana

__ADS_1


" Tau' aahh.. pusing gue " Arkana yang langsung meneguk gelas yang berisikan wine kesukaanya.


Mike dan Leo hanya menatap Arka dengan gelengan kepala, betapa keras kepalanya satu lelaki yang ada di depan mereka saat ini, Firkirnya.


__ADS_2